Rabu, 07 Oktober 2026

Agama Tidak Bisa Dipahami dengan Kata: 'Mengapa' dan 'Bagaimana'?

[Agama Tidak Bisa Dipahami dengan Kata: 'Mengapa' dan 'Bagaimana'?]
Jika engkau bertanya: Mengapa Allah menurunkan ini demikian dan demikian? Dan mengapa Allah berfirman demikian dan demikian? Ibnu 'Aun berkata: "Mustahil bagi seorang hamba untuk berkata: 'Mengenai apa yang diturunkan Allah 'Azza wa Jalla, dan apa yang datang dari Sunnah Rasulullah ﷺ: Mengapa dan bagaimana?' Agama seseorang tidak akan lurus setelah ia bertanya: 'Mengapa dan bagaimana?' terhadap apa yang datang dari para sahabat Rasulullah ﷺ, para Tabi'in yang mengikuti mereka dengan baik, serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari kiamat. Maka hendaklah seseorang bertindak hati-hati dalam semua itu. Tidak boleh ada pilihan bebas dalam Al-Qur'an maupun Sunnah Rasulullah ﷺ. Hendaklah ia mengamalkan cabang ilmu yang paling terpercaya yang ia dapatkan dari mereka, karena mereka telah membaca Al-Qur'an apa yang kalian baca, dan mereka telah mengamalkan takwilnya dari apa yang tidak kalian ketahui."
[Menolak Bid'ah Adalah Kewajiban]
Seandainya para ahli bid'ah menyembunyikan bid'ah mereka tanpa melibatkan orang lain, tidak ada seorang pun yang berhak menyingkap tabir mereka atau membongkar keaiban mereka. Allah lebih berhak menerima taubat mereka atau menindaknya. Namun, ketika mereka terang-terangan dan seruan mereka semakin gencar, kita tidak boleh membiarkan mereka. Menyebarkan ilmu adalah kehidupan, dan menyampaikan ajaran dari Rasulullah ﷺ adalah rahmat yang menjaga setiap mukmin. Pengingkaran terhadap mereka menjadi kewajiban atas setiap orang, dan argumentasi tegak atas mereka. Hal ini demi menunaikan hak Allah atas kita, sebagai nasihat untuk agama kita, dan bentuk kasih sayang kepada umat kita dalam agama mereka. Kami memandang bahwa bersungguh-sungguh dalam hal ini merupakan bagian dari penunaian hak Allah atas kita dalam menyampaikan nasihat.
[Kelompok-kelompok dan Jumlahnya]
Pengikut hawa nafsu terpecah belah, dan pokok dari perselisihan mereka adalah: Az-Zanadiqah (Zindik), Al-Jahmmiyah, Al-Qadariyah, Ar-Rafidhah, dan Al-Murji'ah. Ini adalah induk serta pokok dari sekte-sekte tersebut. Kemudian setiap sekte terpecah lagi menjadi beberapa kelompok, hingga mereka terpecah menjadi 72 kelompok. Rasulullah ﷺ bersabda: "Umatku akan terpecah menjadi 73 kelompok, semuanya di neraka kecuali satu, yaitu Al-Jama'ah."
Maka perinciannya adalah:
 * Zindik terpecah menjadi ... kelompok
 * Al-Jahmmiyah terpecah menjadi ... kelompok
 * Al-Murji'ah terpecah menjadi 12 kelompok
 * Al-Haruriyah (Khawarij) terpecah menjadi 8 kelompok
 * Al-Qadariyah terpecah menjadi 7 kelompok
 * Ar-Rafidhah terpecah menjadi 15 kelompok
 * Al-Mu'tazilah dan Asy-Syu'ubiyah
Maka jumlah keseluruhannya adalah 72 kelompok. Jika bukan karena khawatir akan terlalu panjang, tentu akan aku nukilkan untuk kalian ucapan setiap kelompok beserta apa yang mereka katakan. Namun, apa yang telah aku tuliskan ini sudah cukup dan memadai bagi siapa saja yang menghendaki petunjuk Allah.