Senin, 26 Oktober 2026

BENARKAH “BILĀ KAYF” BERARTI ALLAH TIDAK MEMILIKI KAIFIYAH?

📚 BENARKAH “BILĀ KAYF” BERARTI ALLAH TIDAK MEMILIKI KAIFIYAH?

Sebuah penjelasan menarik dari Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah (w. 728 H) tentang ungkapan para ulama salaf:

أمروها كما جاءت بلا كيف

"Terimalah sebagaimana datangnya, tanpa mempertanyakan bagaimana kaifiyahnya."

Sebagian orang memahami ungkapan bilā kayf sebagai penafian keberadaan kaifiyah itu sendiri. Namun, bagaimana sebenarnya penjelasan Ibnu Taimiyah?

1. Imam Malik mengatakan kaifiyah tidak diketahui, bukan tidak ada.

Ibnu Taimiyah menegaskan:

ولم يقل مالك الكيف معدوم وإنما قال الكيف مجهول

"Imam Malik tidak mengatakan bahwa kaifiyah itu tidak ada, tetapi beliau mengatakan bahwa kaifiyah itu tidak diketahui."

📖 Al-Iklīl fī al-Mutasyābih wa al-Ta’wīl, hlm. 48.

https://shamela.ws/book/9220/44

2. Bilā kayf menafikan pengetahuan tentang kaifiyah, bukan hakikat sifat.

Dalam Al-Fatwā al-Ḥamawiyyah, Ibnu Taimiyah menjelaskan:

فإنما نفوا علم الكيفية، ولم ينفوا حقيقة الصفة

"Sesungguhnya mereka hanya menafikan pengetahuan tentang kaifiyah, bukan menafikan hakikat sifat."

📖 Al-Fatwā al-Ḥamawiyyah al-Kubrā, hlm. 306.

https://shamela.ws/book/18381/131

3. Mengetahui makna tidak sama dengan mengetahui kaifiyah.

Ibnu Taimiyah mengatakan:

فلم ينف إلا العلم بكيفية الاستواء لا العلم بنفس الاستواء

"Maka beliau tidak menafikan kecuali pengetahuan tentang kaifiyah istiwa, bukan pengetahuan tentang istiwa itu sendiri."

📖 Majmū‘ al-Fatāwā, 13/310.

https://shamela.ws/book/7289/6949

4. Tidak mengetahui sesuatu berbeda dengan meniadakan keberadaannya.

Dalam Al-Ṣafadiyyah, Ibnu Taimiyah menjelaskan bahwa para imam menafikan pengetahuan makhluk tentang kaifiyah sifat Allah. Beliau kemudian membedakannya dari sebagian ulama belakangan yang menafikan keberadaan hal tersebut dalam kenyataan.

📖 Al-Ṣafadiyyah, 1/289.

https://shamela.ws/book/22874/307

🔎 Apa pelajaran pentingnya?

Dalam pembahasan ilmiah, kita harus membedakan:

- نفي العلم بالكيفية — menafikan pengetahuan tentang kaifiyah.
- نفي وجود الكيفية — menafikan keberadaan kaifiyah.
- نفي التكييف — tidak menetapkan atau menggambarkan bagaimana kaifiyah sifat Allah.

Ketiganya tidak otomatis memiliki pengertian yang sama.

Menurut penjelasan Ibnu Taimiyah, ungkapan salaf bilā kayf tidak berarti bahwa sifat Allah tidak memiliki hakikat, melainkan bahwa manusia tidak mengetahui bagaimana hakikat sifat tersebut.

Dengan demikian, menetapkan sifat Allah sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur'an dan Sunnah tidak mengharuskan seseorang mengetahui atau menggambarkan kaifiyahnya.

Perlu dicatat pula bahwa Ibnu Taimiyah mengakui adanya perbedaan ungkapan di kalangan Ahlusunah mengenai persoalan kaifiyah. Karena itu, pembahasannya perlu dilakukan secara teliti dan tidak sekadar berdebat mengenai istilah.

Kesimpulannya:

الاستواء معلوم والكيف مجهول

"Istiwa itu diketahui maknanya, sedangkan kaifiyahnya tidak diketahui."

Bukan:

الكيف معدوم

"Kaifiyah itu tidak ada."

Setidaknya, demikianlah penjelasan yang secara eksplisit dikemukakan oleh Ibnu Taimiyah dalam karya-karyanya.

Wallahu a‘lam.

#IbnuTaimiyah #Aqidah #AsmaWaSifat #BilaaKaif #IlmuIslam #KajianIlmiah
Ustadz noor akhmad setiawan