Rabu, 27 Agustus 2025

Orang beriman di akhir zaman

Orang beriman di akhir zaman

Berkata sahabat Ibn Mas‘ud رضي الله عنه:
“Akan datang suatu masa ke atas manusia di mana orang beriman ketika itu lebih hina daripada seorang hamba wanita. Sesungguhnya kehinaan orang beriman di akhir zaman itu adalah kerana keterasingannya di tengah-tengah golongan ahli maksiat daripada kalangan pengikut syahwat dan ahli syubhat. Maka semuanya membencinya dan menyakitinya kerana jalannya yang berbeza dengan jalan mereka, tujuannya yang tidak sama dengan tujuan mereka, dan kerana perbezaannya dengan apa yang mereka berada di atasnya.”

(Majmū‘ Rasā’il Ibn Rajab, 2/329)
Ustadz ibnu salam

Janganlah engkau mendengarkan penceramah yang mencukur janggutnya, setinggi apapun ilmu nya, karena ia telah menyalahi 17 hadist yang wajib menjaga janggut.

"Janganlah engkau mendengarkan penceramah yang mencukur janggutnya, setinggi apapun ilmu nya, karena ia telah menyalahi 17 hadist yang wajib menjaga janggut. "
ustadz ibnu salam 

Inilah Aqidah Ahlis Sunnah, berbeda dengan firqah2 lain yang mengingkari ru'yatullah (melihat wajah Allah bagi orang beriman di Surga), seperti Jahmiyyah, Mu'tazilah, Ibadhiyyah

#NIKMAT_TERBESAR

Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata:
"Melihat wajah Allah adalah buah (kenikmatan) yang menjadi ajang berlomba bagi orang-orang yang berlomba, dan yang dikejar oleh orang-orang yang berusaha. Karena melihat wajah Allah adalah tujuan tertinggi dari segala sesuatu".
[Syarah Al Aqidah Al Wasithiyyah (hlm. 459)]
________________________
Inilah Aqidah Ahlis Sunnah, berbeda dengan firqah2 lain yang mengingkari ru'yatullah (melihat wajah Allah bagi orang beriman di Surga), seperti Jahmiyyah, Mu'tazilah, Ibadhiyyah dll.
Ustadz alif el qibty

Inilah Aqidah Ahlis Sunnah, berbeda dengan firqah2 lain yang mengingkari ru'yatullah (melihat wajah Allah bagi orang beriman di Surga), seperti Jahmiyyah, Mu'tazilah, Ibadhiyyah

#NIKMAT_TERBESAR

Syaikh Ibnu Utsaimin رحمه الله berkata:
"Melihat wajah Allah adalah buah (kenikmatan) yang menjadi ajang berlomba bagi orang-orang yang berlomba, dan yang dikejar oleh orang-orang yang berusaha. Karena melihat wajah Allah adalah tujuan tertinggi dari segala sesuatu".
[Syarah Al Aqidah Al Wasithiyyah (hlm. 459)]
________________________
Inilah Aqidah Ahlis Sunnah, berbeda dengan firqah2 lain yang mengingkari ru'yatullah (melihat wajah Allah bagi orang beriman di Surga), seperti Jahmiyyah, Mu'tazilah, Ibadhiyyah dll.
Ustadz alif el qibty

Apabila salah seorang daripada kamu menziarahi suatu kaum, maka janganlah dia menjadi imam solat bagi mereka.

Nabi ﷺ bersabda:

“Apabila salah seorang daripada kamu menziarahi suatu kaum, maka janganlah dia menjadi imam solat bagi mereka.”

(Sahih an-Nasa’i, 787)

Pujian Ibnu Hajar Al Asqalani kepada Ibnu Taimiyah rahimahumallah.

Pujian Ibnu Hajar Al Asqalani kepada Ibnu Taimiyah rahimahumallah.

Sebagaimana dinukilkan dari kitab Taqrizh libni Hajar ala ar Radd Al Wafir

"Andai Syaikh Taqiyudin Ibnu Taimiyah tidak memiliki keutamaan apapun selain muridnya yang masyhur yaitu Syaikh Syamsudin Ibnu qayyim Al jauziyah, seorang penulis ulung yang karyanya tersebar dan diakui faedahnya oleh kawan maupun lawan, tentulah itu sudah cukup untuk membuktikan agungnya kedudukan Sang guru yaitu Ibnu Taimiyah. Lalu bagaimana lagi jika itu ditambah dengan pengakuan para Imam di zamannya akan keunggulannya dalam ilmu dan keistimewaannya dalam hal manthuq dan mafhum, baik dari kalangan para ulama Syafi'iyah ataupun selain mereka terlebih lagi dari kalangan para ulama Hanabilah. (Hal 13)

"Dan yang paling menakjubkan dari semua fakta tentang beliau adalah bahwa ilmu Taimiyah merupakan orang yang paling gigih dan serius dalam melawan Ahlul bid'ah baik dari kalangan rofidhah, hululiyah, dan itihadiyah. karya-karya beliau tulis terkait hal ini sangat banyak dan terkenal. (Hal 15)
(Diktat Dauroh Muqaddimah Akidah Wasithiyah hal 13, Ust. Dr. Firanda Andirja)
Ustadz amrullah akhadinta

Jika melihat ada gelagat orang yang membahayakan, apalagi mau nusuk imam, jamaah hendaknya membatalkan shalat dan mencegah terjadinya serangan.

Jika melihat ada gelagat orang yang membahayakan, apalagi mau nusuk imam, jamaah hendaknya membatalkan shalat dan mencegah terjadinya serangan. 

Syaikh Al-'Allamah bin Baz rahimahullah berkata, 

قطع الصلاة لمصلحة مهمة أو لدرء خطر مثل إنقاذ حريق أو إنقاذ غريق أو دفع صائل أو ما أشبه ذلك كل هذا لا بأس به

"Diperbolehkan membatalkan shalat untuk suatu kemaslahatan yang dibutuhkan atau menolak bahaya seperti 

Menyelamatkan orang yang terbakar, 

Menyelamatkan orang yang tenggelam, 

Membela diri dari serangan, dan hal-hal yang semisal itu diperbolehkan." 

📚 Fatawa Nur 'Alad Darb (9/303)

|  Saluran manhajulhaq