Obat Saat Putus Asa dari Terkabulnya Doa
Ibnu Rajab al-Hanbali -rahimahullah- berkata:
المؤمن إذا استبطأ الفرج ويئس منه ولا سيما بعد كثرة الدعاء وتضرعه، ولم يظهر له أثر الإجابة، رجع إلى نفسه باللائمة ويقول لها : إنَّما أتيت من قبلك ولو كان فيك خير لأجبت وهذا اللوم أحبُّ إلى الله من كثير من الطاعات؛ فإنه يوجب انكسار العبد لمولاه، واعترافه له بأنه ليس بأهل لإجابة دعائه، فلذلك يسرع إليه حينئذ إجابة الدعاء وتفريج الكرب، فإنَّه تعالى عند المنكسرة قلوبهم من أجله، وعلى قدر الكسر يكون الجبر.
“Seorang mukmin ketika merasa pertolongan Allah lama datang dan mulai putus asa -terlebih setelah banyak berdoa dan merendahkan diri, namun belum tampak tanda dikabulkan- maka ia kembali menyalahkan dirinya. Ia berkata: ‘Musibah ini datang karena diriku. Kalau ada kebaikan dalam diriku, pasti doaku sudah dikabulkan.’
Sikap menyalahkan diri seperti ini lebih Allah cintai daripada banyak amalan, karena itu membuat seorang hamba merasa hina di hadapan Rabb-nya, mengakui bahwa dirinya tidak pantas doanya dikabulkan. Saat itulah biasanya doa lebih cepat dikabulkan dan kesulitan dilapangkan. Sesungguhnya Allah dekat dengan hati yang luluh karena-Nya. Dan sesuai kadar luluhnya hati, sebesar itu pula datangnya penghiburan dan perbaikan.”
[«جامع العلوم والحكم» لابن رجب (١/ ٤٩٤)]
Pelajaran yang Bisa Dipetik
1. Saat doa belum terkabul, jangan putus asa kepada Allah.
2. Introspeksi diri dan merasa butuh kepada Allah adalah ibadah besar.
3. Hati yang hancur dan rendah di hadapan Allah lebih dicintai daripada sekadar banyak amalan lahir.
4. Semakin dalam ketundukan dan kerendahan hati, semakin dekat pertolongan Allah.
Jadi, ketika doa terasa lama dijawab, jangan berhenti berdoa. Hancurkan kesombongan, bukan harapan. Karena di balik hati yang patah karena Allah, ada janji pertolongan-Nya.
Ustadz nurhadi nugroho