Jumat, 27 Februari 2026

Allah Tabaraka wa Ta'ala menamai orang-orang yang tidak mengetahui isi Al-Kitab kecuali hanya membacanya saja sebagai orang-orang Ummi (buta huruf secara makna).

🖋️ قال العلامة ابن عثيمين : 

الفائدة العُظمى من القرآن هي التدبر والاتعاظ، كما قال الله تعالى: {كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ} [ صٓ : 29]

[لقاء الباب المفتوح / ٤٠]

__________________________

🖋️ قال العلامة ابن عثيمين :

قال الله تبارك وتعالى: {كتاب أنزلناه إليك مبارك ليدبروا آياته وليتذكر أولو الألباب} [ص:29] 

إذ لا فائدة بتلاوة اللفظ دون فهم للمعنى، ولهذا سمى الله تبارك وتعالى الذين لا يعلمون الكتاب إلا قراءة سماهم أميين، فقال تعالى: {ومنهم أميون لا يعلمون الكتاب إلا أماني} [البقرة:78] أي: إلا قراءة، 

ولذلك يجب علينا أن نتدبر القرآن، ثم بعد ذلك نعمل به؛ لأن العمل يتوقف على معرفة المعنى.

[لقاء الباب المفتوح / ١٧١]

🖋️ Al-Allamah Ibnu Uthaimin berkata:
> "Manfaat terbesar dari Al-Qur'an adalah dengan mentadaburi (merenungi) dan mengambil pelajaran darinya, sebagaimana firman Allah Ta'ala: 'Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (mentadaburi) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.' [QS. Shad: 29]"
[Liqa al-Bab al-Maftuh / 40]
Kutipan Kedua
🖋️ Al-Allamah Ibnu Uthaimin berkata:
"Allah Tabaraka wa Ta'ala berfirman: 'Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan (mentadaburi) ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran.' [QS. Shad: 29]
Sebab, tidak ada gunanya membaca lafaz tanpa memahami maknanya. Oleh karena itu, Allah Tabaraka wa Ta'ala menamai orang-orang yang tidak mengetahui isi Al-Kitab kecuali hanya membacanya saja sebagai orang-orang Ummi (buta huruf secara makna). Allah Ta'ala berfirman:
'Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al-Kitab, kecuali hanya angan-angan (bacaan) saja.' [QS. Al-Baqarah: 78] Maknanya adalah: kecuali hanya sebatas membaca.
Oleh karena itu, wajib bagi kita untuk mentadaburi Al-Qur'an, kemudian setelah itu mengamalkannya; karena pengamalan itu bergantung pada pengetahuan terhadap maknanya."
[Liqa al-Bab al-Maftuh / 171]
Kedua kutipan ini menekankan bahwa tujuan utama Al-Qur'an diturunkan bukan sekadar untuk dibaca lisan saja, melainkan untuk dipahami maknanya agar bisa diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.