قال الله تعالى عن أوليائه أهل الجنة:
﴿وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ﴾ [المؤمنون: ٥٩]
قال عكرمة:
شكى نبيٌّ من الأنبياء إلى الله تعالى الجوع والعُري.
فأوحى الله إليه: «أما ترضى أني سددت عنك باب الشرك».
"سير أعلام النبلاء" (٣/ ٣٤١)
من سلمه الله من الشرك فهو بخير.
ومن أمن الوقوع فيه فهو "مغفلٌ مغرور".
وهذا إبراهيم خليل رب العالمين الذي جعله الله أمة قانتا لله حنيفاً ولم يكن من المشركين يخافه على نفسه ويقول: ﴿وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ﴾ التي كسرها بيده واستخف عقول أصحابها ومع ذلك خاف على نفسه أن يعبدها من دون الله لأنه اعتبر بحال الأكثرين وكيف زاغت قلوبهم وعبدوها فقال: ﴿رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ﴾.
قال إبراهيم التيمي: «من يأمن البلاء بعد إبراهيم؟!»
اللهم إنا نعوذ بك من الشرك كبيره وصغيره دقيقه وجليه ظاهره وخفيه.
{رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ} [آل عمران: ٨]
✍️ بدر بن علي بن طامي العتيبي
Allah Ta'ala berfirman mengenai wali-Nya, yaitu para penghuni surga:
“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun).” [QS. Al-Mu’minun: 59]
Ikrimah berkata:
Seorang Nabi di antara para Nabi mengadu kepada Allah Ta’ala tentang rasa lapar dan telanjang (kemiskinan) yang dialaminya.
Maka Allah mewahyukan kepadanya: “Tidakkah engkau rida bahwa Aku telah menutup pintu kesyirikan darimu?”
(Siyar A’lam an-Nubala, 3/341)
Pesan Utama
* Keselamatan adalah Tauhid: Barangsiapa yang diselamatkan oleh Allah dari kesyirikan, maka ia berada dalam kebaikan yang besar.
* Bahaya Merasa Aman: Barangsiapa yang merasa aman dari jeratan syirik, maka ia adalah orang yang "lalai dan tertipu."
* Teladan Nabi Ibrahim: Lihatlah Nabi Ibrahim, sang kekasih Allah (Khalilullah), yang dijadikan Allah sebagai teladan yang patuh dan lurus (hanif), serta bukan termasuk orang musyrik. Beliau tetap merasa takut (syirik) menimpa dirinya hingga berdoa:
“Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” [QS. Ibrahim: 35]
Padahal, beliaulah yang menghancurkan berhala dengan tangannya sendiri dan meremehkan akal para penyembahnya. Namun, beliau tetap takut jika dirinya sampai menyembah berhala selain Allah karena beliau mengambil pelajaran dari kondisi mayoritas manusia dan bagaimana hati mereka bisa menyimpang hingga menyembahnya. Beliau berkata:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia.” [QS. Ibrahim: 36]
Ibrahim At-Taimi berkata:
> "Siapakah yang merasa aman dari malapetaka (kesyirikan) setelah (melihat ketakutan) Ibrahim?"
>
Doa Penutup
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari kesyirikan, baik yang besar maupun yang kecil, yang halus maupun yang nyata, yang tampak maupun yang tersembunyi.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” [QS. Ali Imran: 8]
Ditulis oleh: Badr bin Ali bin Thami al-Utaibi