Orang Arab zaman Nabi juga dulu merantau untuk berdagang dan itu terdapat dalam suroh Quraisy, bahkan Imam Asy Syafii dahulu juga pernah mengatakan dalam syairnya:
ما في المُقامِ لذي عقلٍ وذي أدبٍ
مِنْ رَاحَة ٍ فَدعِ الأَوْطَانَ واغْتَرِب
“Berdiam diri saja di tempat mukim, sejatinya bukanlah peristirahatan bagi mereka pemilik akal dan adab, maka tinggalkan negerimu dan merantaulah (demi menuntut ilmu dan kemuliaan).
سافرْ تجد عوضاً عمَّن تفارقهُ
وانْصَبْ فَإنَّ لَذِيذَ الْعَيْشِ فِي النَّصَبِ
Berkelanalah, niscaya kan kau temukan pengganti orang-orang yang kau tinggalkan. Bersungguh-sungguh lah dalam usaha dan upaya, karena sesungguhnya kelezatan hidup itu ada pada kesungguhan dalam usaha dan upaya.
إني رأيتُ وقوفَ الماء يفسدهُ
إِنْ سَاحَ طَابَ وَإنْ لَمْ يَجْرِ لَمْ يَطِبِ
Sungguh aku melihat, diamnya air hanya akan merusaknya. Jika saja air tersebut mengalir, tentu ia akan terasa lezat menyegarkan. Berbeda jika ia tidak mengalir.
والأسدُ لولا فراقُ الأرض ما افترست والسَّهمُ لولا فراقُ القوسِ لم يصب
Dan sekawanan singa, andai tidak meninggalkan sarangnya, tidak akan terlatih lagi kebuasannya. Dan anak panah andai tidak melesat meninggalkan busurnya, maka jangan pernah bermimpi akan mengenai sasaran.
والشمس لو وقفت في الفلكِ دائمة
لَمَلَّهَا النَّاسُ مِنْ عُجْمٍ وَمِنَ عَرَبِ
Dan sang surya, andai selalu terpaku di ufuk, niscaya manusia akan mencelanya, baik bangsa arab, dan selain mereka.
والترب كالترب ملقى في أماكنه
والعودُ في أرضه نوعاً من الحطب
Dan bijih emas yang terkubur di bebatuan, hanyalah sebongkah batu tak bernilai, yang terbengkalai di tempat asalnya. Demikian halnya dengan gaharu di belantara hutan, hanya sebatang kayu, sama seperti kayu biasa lainnya.
إن تغرَّب هذا عزَّ مطلبهُ
وإنْ تَغَرَّبَ ذَاكَ عَزَّ كالذَّهَب
Andai saja gaharu tersebut keluar dari belantara hutan, ia adalah parfum yang bernilai tinggi. Dan andaikata bijih itu keluar dari tempatnya, ia akan menjadi emas yang sangat berharga.
Ustadz ayahnya mualim