Kamis, 26 Februari 2026

Membaca do'a istiftah di setiap awal dua raka'at shalat tarawih

📚Membaca do'a istiftah di setiap awal dua raka'at shalat tarawih 

📝Mu'tamad madzhab Syafi'i disunnahkan membaca do'a istiftah setiap setelah takbiratul ihram baik itu shalat fardhu maupun shalat sunnah selain shalat jenazah. Ini pendapat yang dipegang oleh muta'akhkhirin seperti Imam Ibnu Hajar al-Haitami, Imam ar-Ramli, Khathib asy-Syirbini dan Ashabul Hawasyi. 

🔎Berkata Imam an-Nawawi di dalam al-Majmu':

يستحب لكل مصل من إمام ومأموم ومنفرد وامرأة وصبي ومسافر ومفترض ومتنفل وقاعد ومضطجع وغيرهم أن يأتي بدعاء الاستفتاح عقب تكبيرة الإحرام فلو تركه سهوا أو عمدا حتى شرع في التعوذ لم يعد إليه لفوات محله ولا يتداركه في باقي الركعات

"Dianjurkan bagi orang shalat baik ia imam, makmum, munfarid (shalat sendiri), wanita, anak kecil, musafir, melaksanakan shalat fardhu, shalat sunnah, shalat dalam keadaan duduk, berbaring, dan selain mereka untuk membaca do'a istiftah setelah takbiratul ihram. Jika ia meninggalkannya karena lupa atau sengaja sampai ia membaca ta'awwudz maka ia tidak harus membacanya karena momentumnya sudah lewat, dan tidak pula membacanya di raka'at yang tersisa." [Al-Majmu' Syarah al-Muhadzdzab: 3/318]

✒️Adapun waktunya yaitu: sebelum bacaan ta'awwudz ketika masih berdiri -yang bukan i'tidal- kecuali si makmum takut terlewatkan membaca al-Fatihah sedangkan imam akan ruku'. Karena di antara mufradat Syafi'iyyah makmum tetap wajib membaca al-Fatihah di belakang imam shalat jahriyah.

📔Jika imam sudah mulai membaca al-Fatihah apakah makmum tetap membaca do'a istiftah? Imam al-Bajuri dalam Hasyiyah Fathul Qarib tetap menganjurkannya walaupun imam sudah mulai membaca al-Fatihah. [Hasyiyah al-Bajuri cet. Darul Minhaj: 1/644]
Ustadz muhammad taufiq