Kamis, 28 Agustus 2025

Waspadalah wahai ikhwah terhadap Ruwaibidhoh, mereka menipu umat, berpenampilan ustadz

Waspadalah wahai ikhwah terhadap Ruwaibidhoh, mereka menipu umat, berpenampilan ustadz

Keberadaan mereka sdh diwanti - wanti Nabi kita, dan beliau juga sdh mengkhabarkan akan banyak orang yang tertipu dan terpukau dengan mereka

Sungguh sangat banyak Ruwaibidhoh jaman sekarang apalagi di medsos, diantara ciri2nya :

1. Tidak diketahui asal usul belajar nya, siapa gurunya, ustadznya, atau syaikhnya, bahkan mungkin bukan lulusan pesantren, tapi tampil seakan paling ahli dan berilmu ngalah2in yg belajar puluhan tahun di pesantren 

2. Selalu membahas hal2 viral dan fenomenal di medsos, bahkan perkara2 besar terkait umat (politik, perpecahan, Palestina, takfir, dll) yang mana para ulama kibar banyak hati2 dlm hal tsb

3. Biasanya tampil dan viral secara tiba2, atau bahkan diframing oleh bbrp kelompok tertentu seakan dia paling ahli dan pakar

4. Kajian, status, dan pembahasan nya lebih bersifat emosional, dan yang disasar kebanyakan adalah kalangan muda

5. Sangat gencar dan berani mengkritisi asatidzah dan ulama senior yg sdh berkecimpung dalam dakwah puluhan tahun, dan merasa dirinya sebagai upgrade (pembaharu) serta revolusioner dakwah 

6. Meremehkan kajian2 ilmiyah praktis (spt dasar2 tauhid, tarbiyah akhlak, pembahasan haid, fikih taharoh, tafsir juz amma, dll) dan lbh bnyk membahas hal2 fenomenal dan huru hara

7. Suka berdebat dan menantang debat, membangun kebenaran diatas perdebatan, dan bahkn merendahkan asatidzah hanya krn tdk mau diajak berdebat dengan nya

8. Lebih mengandalkan hasil pemahaman nya sendiri, merasa bisa paham dan bsa menguasai isi kitab tanpa bimbingan syaikh atau ulama

9. Sesama ruwaibidhoh akan mudah saling puji, tazkiyah, dan merekomendasikan ilmunya, dan menjauhkan umat dr talaqqi ke ustadz dan ulama senior 

10. Mengiming2i jamaah atau umat dengan ilmu instan, cepat, dan singkat, tak perlu lama2 dan susah2 belajar puluhan tahun di pesantren, kajian rutin, ngaji kitab

------------------------

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda: 

“Akan datang kepada manusia tahun-tahun yang penuh tipu daya. Pada waktu itu pendusta dipercaya, orang jujur didustakan, pengkhianat diberi amanah, orang yang amanah dianggap berkhianat, dan saat itu ruwaibidhoh berbicara.”
Para sahabat bertanya: “Apakah ruwaibidhoh itu, wahai Rasulullah?”
Beliau menjawab: “Orang yang hina dan remeh yang berbicara dalam urusan masyarakat umum.”
Ustadz lutfi setiawan

Ilmu Saja Tak Cukup: Rahasia Lembutnya Hati Para Salaf

"Ilmu Saja Tak Cukup: Rahasia Lembutnya Hati Para Salaf"

Ibnu al-Jauzi rahimahullah berkata:
"رأيت الاشتغال بالفقه وسماع الحديث لا يكاد يكفي في صلاح القلب، إلا أن يمزج بالرقائق والنظر في سير السلف الصالح.
لأنهم تناولوا مقصود النقل، وخرجوا عن صور الأفعال المأمور بها إلى ذوق معانيها والمراد بها.
وما أخبرتك بهذا إلا بعد معالجة وذوق لأني وجدت جمهور المحدثين وطلاب الحديث همة أحدهم في الحديث العالي وتكثير الأجزاء.
وجمهور الفقهاء في علوم الجدل وما يغالب به الخصم.
وكيف يرق القلب مع هذه الأشياء ؟.

وقد كان جماعة من السلف يقصدون العبد الصالح للنظرإلى سمته وهديه. لا لاقتباس علمه.
وذلك أن ثمرة علمه هديه وسمته، فافهم هذا وامزج طلب الفقه والحديث بمطالعة سير السلف والزهاد في الدنيا ليكون سبباً لرقة قلبك"
“Aku melihat bahwa mempelajari fiqih dan mendengar hadits saja tidak cukup untuk memperbaiki hati, kecuali jika digabungkan dengan bacaan yang menyentuh hati (seperti nasihat-nasihat) dan mempelajari kisah-kisah para salafus shalih.  

Sebab mereka tidak hanya memahami teks secara lahiriah, tetapi juga merasakan makna dan maksud yang terkandung di dalamnya.

Aku menyampaikan ini bukan sekadar teori, tapi setelah mengalami dan merasakan sendiri. Karena aku dapati kebanyakan ahli hadits dan penuntutnya hanya fokus mencari sanad tinggi dan memperbanyak periwayatan, sedangkan banyak ahli fiqih sibuk dengan debat dan mengalahkan lawan diskusi.

Bagaimana hati bisa menjadi lembut dengan hal-hal seperti itu?

Dulu sebagian salaf bahkan mendatangi seorang hamba saleh bukan untuk mengambil ilmunya, tapi untuk melihat akhlaknya dan petunjuk hidupnya. Karena buah dari ilmunya tampak dalam akhlaknya dan sikap hidupnya. 

Pahamilah ini! Gabungkan pencarian ilmu fiqih dan hadits dengan membaca kisah-kisah para salaf dan orang-orang zuhud, agar hatimu menjadi lembut.”
" صيد الخاطر"ص(٢١٦).
Ustadz nurhadi 

Marhaban bil Maut… selamat datang wahai kematian.”

بِسْــــــــــــــــــــــم اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

🍂“Marhaban bil Maut… selamat datang wahai kematian.”

Kalimat yang keluar dari lisan orang-orang beriman, bukan karena mereka tidak takut, tapi karena hati 

mereka penuh yakin bahwa maut adalah pintu pertemuan dengan Allah.

Seorang bilal yang setiap hari menyeru manusia untuk mengingat Allah dengan adzan, kini menyambut kematian 

dengan lapang dada. Baginya, kematian bukan akhir, melainkan awal perjalanan menuju keabadian.

Apakah kita sudah siap menyambutnya dengan senyuman dan ucapan “Marhaban bil Maut”? Ataukah hati kita masih berat karena dunia terlalu kita cintai..???

Semoga Allah meneguhkan iman kita, menjadikan kematian sebagai istirahat terbaik, dan membuka pintu surga dengan penuh rahmat. 🤲🏼

https://www.facebook.com/share/v/14HBmyzDuYD/

Sebab wajibnya memberikan perhatian kepada Tauhid

Sebab wajibnya memberikan perhatian kepada Tauhid :

1. Sebagai bentuk ketundukan dan ketaatan kepada perintah Allah 
2. Sebagai bentuk meneladani Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam
3. Untuk membantu tetap teguh di atas Tauhid itu sendiri dan memiliki rasa takut dari jatuhnya kepada penyimpangan
4. Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan peringatan yang keras akan bahaya kesyirikan dan beliau khawatir atas dirinya dan umatnya jatuh dalam kesyirikan
5. Adanya mereka yang meremehkan kedudukan Tauhid, bahkwan sampai mencelanya sampai mereka mengatakan, “Sesungguhnya manusia cukup mempelajari tauhid hanya 10 menit !!”
6. Adanya mereka yang mecela para ulama Rabbani yang mendakwahkan Tauhid 

Fadhail at-Tauhid, Muhsin bin ‘Awadh al-Qalishi, Daar an-Naasyir al-Mutamayyiz al-Madinah al-Munawwarah, hlm. 20-22

_Akhukum Noviyardi Amarullah_

KASING SAYANG DAN KEJERNIHAN HATI DI ANTARA AHLU SUNNAH

[KASING SAYANG DAN KEJERNIHAN HATI DI ANTARA AHLU SUNNAH]

 Syaikh Sulaiman Ar Ruhaili ( شيخ سليمان الرحيلي رحمه الله)

✍🏻 “Di antara hal yang membuatku kagum, menggembirakanku, dan aku memohon kepada Allah agar kita banyak menyaksikannya, adalah kasih sayang dan cinta di antara kalangan salafiyyin Ahlus Sunnah wal Jama‘ah, serta tidak adanya saling dengki di antara mereka, dan jauhnya mereka dari perselisihan untuk merebut kedudukan di hati manusia. Hatiku dipenuhi kebahagiaan ketika aku melihat seorang salafi memuji saudaranya, atau mendorong untuk memanfaatkan pelajaran dan faedah-faedahnya, atau menyebarkan potongan (kajian) darinya. Dan ia mengetahui bahwa tidak mesti harus sama dalam setiap hal, dan inilah tuntutan agama, yang telah kami pelajari dari para masyaikh besar kami.

Dan sebuah bisikan di telinga setiap salafi: Jika engkau melihat ada seseorang dari kalangan yang dikenal dengan salafiyyah menonjol dalam mengajarkan ilmu, atau diumumkan untuknya sebuah pelajaran, atau engkau melihat manusia menerimanya, lalu hatimu menjadi lapang, engkau bergembira, dan engkau mendoakan kebaikan untuknya—maka bergembiralah, karena itu adalah tanda selamatnya hatimu. Namun jika sebaliknya, maka obatilah dirimu dan sembuhkanlah hatimu, sebelum engkau berjumpa dengan Allah dengan hati yang tidak selamat.”* 🍃🌹

-----------------📚-----------------

https://t.me/alfawaaed1

Rabu, 27 Agustus 2025

Bagi ahli bid‘ah ada tanda-tanda.

Bagi ahli bid‘ah ada tanda-tanda.

Antaranya:
Mereka fanatik (taksub) dengan pendapat-pendapat mereka, maka mereka tidak kembali kepada kebenaran sekalipun kebenaran itu telah jelas bagi mereka.

— al-‘Allāmah Ibn ‘Uthaymīn رحمه الله
(Majmū‘ al-Fatāwā, 5/90-91)
Ustadz ibnu salam 

Dahulu kala, ada seorang pemuda yg selalu hadir di majelis Syaikh Said bin Al-Musayyib rohimahulloh

Dahulu kala, ada seorang pemuda yg selalu hadir di majelis Syaikh Said bin Al-Musayyib rohimahulloh. Suatu hari, pemuda itu tidak hadir, dan ketika dia kembali, Syaikh Said bertanya kepadanya, "Di mana kamu, wahai Abu Wad'ah?" Pemuda itu menjawab, "Istriku meninggal, dan aku sibuk dengan pemakaman dan urusan keluarga."

Syaikh Said kemudian bertanya, "Mengapa kamu tidak memberitahu kami sehingga kami bisa mengucapkan belasungkawa dan menghiburmu?" Lalu Beliau bertanya lagi, "Apakah kamu sudah memutuskan untuk menikah lagi?" Pemuda itu menjawab, " Ya Syaikh siapa yg akan menikahkan aku, sementara aku hanya memiliki tiga dirham?"

Syaikh Said tersenyum dan berkata, " Subhanalloh, tiga dirham tidaklah menghalangi seorang Muslim untuk tidak bisa menikah!" 
Lalu, dia berkata, "Aku akan menikahkan kamu." Pemuda itu terkejut dan bertanya, " Apakah dengan putri Anda?" Syaikh Said mengangguk dan berkata, "Ya, aku akan menikahkan kamu dengan putriku."

Syaikh Said kemudian memanggil beberapa orang dan menikahkan putrinya dengan mahar dua dirham. Pemuda itu sangat gembira dan merasa terhormat karena menikah dengan putri Syaikh Said.

Setelah beberapa hari, pemuda itu ingin pergi ke majelis Syaikh Said untuk belajar. Istrinya berkata, "Tunggu dulu, aku akan memberitahu kamu bahwa ilmu Syaikh Said semuanya ada padaku." Pemuda itu sangat terkejut dan merasa bahwa istrinya sangat cerdas dan berilmu.

Setelah beberapa waktu, pemuda itu pergi ke majelis Syaikh Said dan Syaikh Said memberinya uang sebanyak 20.000 dinar dan berkata, "Gunakan uang ini untuk membantu kamu dan istrimu." Pemuda itu sangat gembira dan merasa bahwa Syaikh Said adalah seorang yang sangat baik hati dan dermawan.

Cerita ini menunjukkan bahwa Syaikh Said adalah
1. Beliau punya kepedulian yang tinggi terhadap urusan kaum muslimin.
2. Syaikh Sa'id bukan hanya sekedar omon omon tapi memberi contoh langsung dalam hal memudahkan pernikahan bagi para pemuda.
Banyak orang yang memotivasi untuk memudahkan pernikahan tapi ketika menikahkan putrinya ya pilih pilih bibit, bobot dan bebet alias yang berduit atau setidaknya punya masa depan yg jelas.
3. Syaikh juga seorang yang dermawan 
4. Beliau juga contoh seorang yang sukses mendidik putrinya sehingga jadi orang yang cerdas. Betapa banyak saat ini orang yang bergelar kyai atau ustadz tapi anaknya tidak mengerti agama dengan baik.
Ustadz andik susilo