Kamis, 20 Juli 2023

Allah azza wajalla pasti akan menguji hambanya yang beriman dengan rasa sakit dan derita

Ma'ruf Al karokhi rahimahullah berkata "Allah azza wajalla pasti akan menguji hambanya yang beriman dengan rasa sakit dan derita
Kemudian Allah pun berfirman "Dan demi kemulian dan kebesaranku tidaklah aku mengujimu melainkan untuk membersihkan dosamu maka janganlah engkau mengeluh kepadaku"
ustadz Nurcholish 

Apakah Ayah Boleh Mengambil Harta Anaknya Sesuka Hati?

Apakah Ayah Boleh Mengambil Harta Anaknya Sesuka Hati?

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu 'anhu, "Seorang laki-laki berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam 

يا رسول الله إن لي مالا وولدا وإن أبي يريد أن يجتاح مالي فقال : أنت ومالك لأبيك 

"Wahai Rasulullah aku memiliki harta dan anak akan tetapi ayahku ingin mengambil hartaku." Maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, “Engkau dan hartamu di sana ada hak ayahmu." 

(HR. Ibnu Majah 2291, Ibnu Hibban 2/142 dishahihkan Syaikh Nashir "Silsilah Ash-Shahihah" 2564) 

Sebagian orang menerjemahkan hadits di atas,

"Engkau dan hartamu MILIK ayahmu."

Terjemah ini kurang tepat karena "lam" yang dimaksud pada redaksi "li abik" bermakna LIL IBAHAH (menunjukkan kebolehan), bukan lit tamlik (kepemilikan), sebagaimana yang dijelaskan oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyyah rahimahullah dalam "I'lamul Muwaqqi'in" 1/116. 

Al-Imam Al-Munawi rahimahullah berkata,

معناه إذا احتاج لماله أخذه لا أنه يباح له ماله مطلقا إذ لم يقل به أحد

“Makna hadits tersebut adalah apabila seorang ayah membutuhkan harta anaknya maka ia boleh mengambilnya. Namun, tidak berarti ia mengambil hartanya secara mutlak tanpa batas karena tidak ada ulama yang berpendapat seperti itu." 

(Faidhul Qadir 5/13)

Para ulama juga mempersyaratkan kebolehan ayah mengambil harta anaknya selama itu tidak memudharatkan anaknya dan tidak menyangkut dengan kebutuhannya.

https://t.me/manhajulhaq

Perbedaan Pendapat dengan Penguasa Tidak Menjadi Penghalang untuk Bersatu di Belakang Penguasa

[ Perbedaan Pendapat dengan Penguasa Tidak Menjadi Penghalang untuk Bersatu di Belakang Penguasa ]

Syariat tidak menganggap pendapat pribadi dalam ibadah-ibadah jama’i -meskipun benar menurut pendapatnya- seperti puasa, penetapan ied, dan shalat jamaah. Tidakkah Anda perhatikan bagaimana para sahabat?

صَلَّى عُثْمَانُ بِمِنًى أَرْبَعًا فَقَالَ عَبْدُ اللَّهِ صَلَّيْتُ مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَكْعَتَيْنِ
وَمَعَ أَبِي بَكْرٍ رَكْعَتَيْنِ وَمَعَ عُمَرَ رَكْعَتَيْنِ زَادَ عَنْ حَفْصٍ وَمَعَ عُثْمَانَ صَدْرًا مِنْ إِمَارَتِهِ ثُمَّ أَتَمَّهَا زَادَ مِنْ هَا هُنَا عَنْ أَبِي مُعَاوِيَةَ ثُمَّ تَفَرَّقَتْ بِكُمْ الطُّرُقُ فَلَوَدِدْتُ أَنْ لِي مِنْ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ رَكْعَتَيْنِ مُتَقَبَّلَتَيْنِ قَالَ الْأَعْمَشُ فَحَدَّثَنِي مُعَاوِيَةَ بْنُ قُرَّةَ عَنْ أَشْيَاخِهِ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ صَلَّى أَرْبَعًا قَالَ فَقِيلَ لَهُ عِبْتَ عَلَى عُثْمَانَ ثُمَّ صَلَّيْتُ أَرْبَعًا قَالَ الْخِلَافُ شَرٌّ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ مَعْمَرٍ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَنَّ عُثْمَانَ إِنَّمَا صَلَّى بِمِنًى أَرْبَعًا لِأَنَّهُ أَجْمَعَ عَلَى الْإِقَامَةِ بَعْدَ الْحَجِّ حَدَّثَنَا هَنَّادُ بْنُ السَّرِيِّ عَنْ أَبِي الْأَحْوَصِ عَنْ الْمُغِيرَةِ عَنْ إِبْرَاهِيمَ قَالَ إِنَّ عُثْمَانَ صَلَّى أَرْبَعًا لِأَنَّهُ اتَّخَذَهَا وَطَنًا حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ أَخْبَرَنَا ابْنُ الْمُبَارَكِ عَنْ يُونُسَ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ لَمَّا اتَّخَذَ عُثْمَانُ الْأَمْوَالَ بِالطَّائِفِ وَأَرَادَ أَنْ يُقِيمَ بِهَا صَلَّى أَرْبَعًا قَالَ ثُمَّ أَخَذَ بِهِ الْأَئِمَّةُ بَعْدَهُ حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَعِيلَ حَدَّثَنَا حَمَّادٌ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ الزُّهْرِيِّ أَنَّ عُثْمَانَ بْنَ عَفَّانَ أَتَمَّ الصَّلَاةَ بِمِنًى مِنْ أَجْلِ الْأَعْرَابِ لِأَنَّهُمْ كَثُرُوا عَامَئِذٍ فَصَلَّى بِالنَّاسِ أَرْبَعًا لِيُعَلِّمَهُمْ أَنَّ الصَّلَاةَ أَرْبَعٌ

Utsman melakukan shalat empat rakaat di Mina. Kemudian Abdullah berkata; aku melakukan shalat bersama Nabi ﷺ dua rakaat, bersama Abu Bakr dua rakaat dan bersama Umar dua rakaat. Ia tambahkan dari Hafsh kata; dan pada awal kepemimpinan Utsman, kemudian ia menyempurnakannya. Ia tambahkan dari sini dari Abu Mu'awiyah kata; kemudian jalan kalian berpencar, sungguh aku berharap dari empat rakaat aku memiliki dua rakaat yang diterima. Al A'masy berkata; kemudian Mu'awiyah bin Qurrah telah menceritakan kepadaku dari para gurunya bahwa Abdullah melakukan shalat empat rakaat. Kemudian dikatakan kepadanya; engkau mencela Utsman kemudian engkau melakukan shalat empat rakaat. Ia berkata; perselisihan adalah buruk. Telah menceritakan kepada Kami Muhammad bin Al 'Ala`, telah mengabarkan kepada Kami Ibnu Al Mubarak dari Ma'mar dari Az Zuhri bahwa Utsman melakukan shalat empat rakaat di Mina karena ia berniat untuk bermukim setelah haji. Telah menceritakan kepada Kami Hannad bin As Sarri dari Abu Al Ahwash dari Al Mughirah dari Ibrahim, ia berkata; sesungguhnya Utsman melakukan shalat empat rakaat karena ia menjadikan Makkah sebagai tempat tinggal. Telah menceritakan kepada Kami Muhammad bin Al 'Ala`, telah mengabarkan kepada Kami Ibnu Al Mubarak dari Yunus dari Az Zuhri, ia berkata; tatkala Utsman memiliki harta di Thaif dan ingin bermukim di sana maka ia melakukan shalat empat rakaat. Ia berkata; kemudian para imam mengambil pendapat tersebut. Telah menceritakan kepada Kami Musa bin Isma'il, telah menceritakan kepada Kami Hammad dari Ayyub dari Az Zuhri bahwa Utsman bin Affan menyempurnakan shalat di Mina karena orang-orang Badui banyak pada tahun tersebut. Maka ia melakukan shalat bersama orang-orang empat rakaat untuk memberitahukan kepada mereka bahwa shalat adalah empat rakaat. (HR. Abu Daud: 1675) - shahih

Broadcasted by 
🌐https://t.me/Nusantaramengaji
🖼 Instagram ( http://instagram.com/nusantaramengajiofficial )
📲 https://m.facebook.com/nusantaramengajisunnah/
© https://hadits.in/abudaud/1675

Wallahu'alam

PENUNTUT ILMU JANGAN MERASA PUAS DENGAN IJAZAH DIA HARUS TERUS MENUNTUT ILMU

PENUNTUT ILMU JANGAN MERASA PUAS DENGAN IJAZAH DIA HARUS TERUS MENUNTUT ILMU

Diawal muqodimmah Dauroh Syariyah di Masjid Abu Darda Pekan Baru Syaikh Dr.Ibrahim Ar Ruhaily حفظه الله , beliau memberikan nasehat yang indah bagi para penuntut ilmu, diantara yang beliau sampaikan ( kurang lebih)

حين بعض طالب العلم إذا ما حصل على الشهادة ومعه أمر دعواوية أو التدريس، انقطع،
وكأنه يدل بنفسه قد حصل العلم
وهذا أمر خطير أن يتوقف طلب العلم على الطلب، وظن كأنه قد حصل العلم

لهذا بعض السلف يقول : لا يزال العالم عالما حتى يقول عالم امتنع لأنه سينقطع عن الطلب
العلم ينسى إذا لا يذاكر أو إن لم يراجع..

"Ketika sebagian penuntut ilmu, apabila telah mendapat ijazah, atau di sibukkan dengan dakwah atau mengajar, ia pun berhenti ( dalam menuntut ilmu).
Dan sepertinya dia menunjukkan bahwa dia telah mendapatkan ilmu, ini MERUPAKAN PERKARA YANG BERBAHAYA, jika seorang penuntut ilmu ia berhenti dari belajar ( menuntut ilmu)

Oleh karenanya sebagian salaf pernah berkata : Seorang yang Alim dikatakan alim ketika dia senantiasa menuntut ilmu, ketika dia berhenti maka terputus ilmu darinya.

Ilmu itu bisa lupa jika tidak di ingatkan dan di ulang...
________
Faidah yang bisa kita ambil dari nasehat beliau :  :

✔️Seorang penuntut ilmu hendaklah terus menuntut  ilmu, jangan merasa puas jika mendapat syahadah (ijazah).

✔️Seorang yang berilmu senantiasa dikatakan alim selama dia masih menuntut ilmu.

✔️Ilmu itu bisa lupa kalau tidak di ingatkan atau di ulang ( muroja'ah)

✔️jangan bersikap sombong ketika sudah mendapat beberapa ilmu atau ijazah

✔️ Parhatian  ulama salaf terhadap penuntut ilmu dalam menuntut ilmu.

✔️Perkataan beliau selaras dengan perkataan Ibnu Mubarak رحمه الله :

لايزال المرء عالما ما طلب العلم، فإذا ظن أنه قد علم فقد جهل

seorang alim di katakan berilmu apabila ia senantiasa menuntut ilmu, namun apabila dia merasa sudah berilmu, maka sesungguhnya dia adalah orang yang jahil ( Al Mujalisah wa jauharul Ilmi 2/186)

Wallahu Alam bishowab.

Pekan baru, 29 Dzulhijjah 1444 H / 18 Juli 2023.
✍️ Al Faqir Ilallah : Abu Yusuf Dzulfadhli Al Maidani

Nabi yang paling panjang usianya bukan nabi Nuh عليه السلام akan tetapi adalah nabi Isa عليه السلام ، Allah angkat ke langit, dan nanti akhir zaman sebelum hari kiamat Allah turunkan ke Bumi,

Nabi yang paling panjang usianya bukan nabi Nuh عليه السلام akan tetapi adalah nabi Isa عليه السلام ، Allah angkat ke langit, dan nanti akhir zaman sebelum hari kiamat Allah turunkan ke Bumi, 

اِذْ قَالَ اللّٰهُ يٰعِيْسٰٓى اِنِّيْ مُتَوَفِّيْكَ وَرَافِعُكَ اِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَجَاعِلُ الَّذِيْنَ اتَّبَعُوْكَ فَوْقَ الَّذِيْنَ كَفَرُوْٓا اِلٰى يَوْمِ الْقِيٰمَةِ ۚ ثُمَّ اِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَاَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيْمَا 

"(Ingatlah), ketika Allah berfirman, “Wahai Isa! Aku mengambilmu dan mengangkatmu kepada-Ku, serta menyucikanmu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutimu di atas orang-orang yang kafir hingga hari Kiamat. Kemudian kepada-Ku engkau kembali, lalu Aku beri keputusan tentang apa yang kamu perselisihkan." (QS Ali Imran 55).

(Faidah dari Syaikh Prof.Dr.Ibrahim Ar Ruhaily حفظه الله).
Ustadz abu Yusuf Al maidani

bolehkan berdoa ketika sujud menggunakan bahasa Indonesia?

Hidup Memang Untuk Berlomba

Hidup Memang Untuk Berlomba

Al Hasan Al Bashri mengatakan,

إذا رأيت الرجل ينافسك في الدنيا فنافسه في الآخرة

“Apabila engkau melihat seseorang mengunggulimu dalam masalah dunia, maka unggulilah dia dalam masalah akhirat.”

Wahib bin Al Warid mengatakan,

إن استطعت أن لا يسبقك إلى الله أحد فافعل

“Jika kamu mampu untuk mengungguli seseorang dalam perlombaan menggapai ridha Allah, lakukanlah.”

Sebagian salaf mengatakan,

لو أن رجلا سمع بأحد أطوع لله منه كان ينبغي له أن يحزنه ذلك

“Seandainya seseorang mendengar ada orang lain yang lebih taat pada Allah dari dirinya, sudah selayaknya dia sedih karena dia telah diungguli dalam perkara ketaatan.”
[Latha’if Al-Ma’arif Ibnu Rajab, hal. 244, Dar Ibnu Hazm, cet. I, 1424 H, syamilah]
Ustadz urfa