Senin, 21 September 2020

TAK PERNAH RASULULLAH MENINGGALKAN KALIMAT BERIKUT DI PAGI DAN SORE HARI

TAK PERNAH RASULULLAH MENINGGALKAN KALIMAT BERIKUT DI PAGI DAN SORE HARI
________________________________________________________

Ingin kebahagiaan?
Ketenangan?

Yuk baca doa berikut setelah shubuh dan ashar..

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالآخِرَةِ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اللَّهُمَّ استُرْ عَوْرَاتي، وآمِنْ رَوْعَاتي، اللَّهمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَينِ يَدَيَّ، ومِنْ خَلْفي، وَعن يَميني، وعن شِمالي، ومِن فَوْقِي، وأعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي

Tidaklah Rasulullah sallallahu alaihi wasallam meninggalkan kata-kata ini ketika sore tiba dan pagi hari:

Saya mohon keselamatan di dunia ini dan di akhirat, ya Allah, saya mohon Maaf dan keselamatan di agama, dunia, keluarga saya dan harta saya.

 Ya Allah tutupi Aurat aibku, berilah aku rasa aman dari ketakutanku.

Ya Allah jagalah ku dari depan dan belakang dan sayap kanan dan kiri, Dan dari atasku dan aku berlindung pada kemulianmu agar aku tidak dibunuh dari bawah.

Perawi: Abdullah bin Omar | Dikeluarkan: Al-Mundziri | Sumber: At Targhib wat Tarhib.
Ustadz berian muntaqo Fatkhuri lc Ma 

PERSALINAN AJAIB

PERSALINAN AJAIB 

Disebutkan oleh al-Hāfizh Abū Thāhir al-Silafï (w. 576 H), dalam "Mu'jam al-Safar", dari penuturan Abū Muhammad al-Lamtūnï, salah seorang penguasa al-Murābithūn yang saleh, bahwa seorang wanita di Andalusia pernah mengalami persalinan dengan cara yang ajaib. 

Wanita itu melahirkan satu anak pada persalinan pertama, dua anak pada persalinan kedua, tiga anak pada persalinan ketiga, empat anak pada persalinan keempat, lima anak pada persalinan kelima, enam anak pada persalinan keenam, hingga tujuh anak pada persalinan ketujuh. 

Sang wanita nyaris meninggal dunia, terutama pada persalinan ketujuh. Setelah itu, ia pun menolak untuk digauli oleh suaminya. Total ia melahirkan 28 anak dari tujuh proses persalinan. Kisahnya itu kemudian populer dan menjadi buah bibir di berbagai penjuru Andalusia. 

[Ref.: Footnote dari Shafahāt min Shabr al-'Ulamā`, hlm. 30-31, Syaikh 'Abd al-Fattāh Abū Ghuddah, penyunting Salmān bn 'Abd al-Fattāh, Dār al-Basyāir al-Islāmiyyah, Beirut, cet. ke-11, 1435 H/2014.] 

20/09/2020 
AdniKu
Ustadz adni Kurniawan 

SYAIKH_AL_ALBANI_الألباني#DAN_NEGERI_MESIR#NEGERI_PARA_NABI

#SYAIKH_AL_ALBANI_الألباني
#DAN_NEGERI_MESIR
#NEGERI_PARA_NABI

As Syaikh Al Imam Muhammad Nashiruddin Al Albani rahimahullah pernah menginjakkan kakinya di negeri Mesir, beliau berkunjung dua kali ke Negeri Sungai Niel ini -kunjungan ilmiyyah dan da'wiyyah-.

Kunjungan pertama beliau adalah pada tahun 1380 H/ 1960 M, untuk menghadiri undangan Kementrian Auqaf -Kesatuan Negara Suriya dan Mesir- (ketika itu Mesir dan Suriya melebur menjadi 1 Negara dengan nama "Kesatuan Republik Arab" ketika orde Presiden Jamal Abdun Nashir tahun 1958 M dengan ibu kotanya Cairo, tapi kesatuan dua negara ini bertahan hanya tiga tahun, sampai tahun 1961 M). Syaikh Al Albani diundang resmi sebagai anggota lajnah Hadits di Cairo dibawah pengawasan kementrian Auqaf,.

Kemudian kunjungan Syaikh Al Albani kedua pada tahun 1396 H / 1976 M, setelah 16 tahun dari kunjungan pertama. pada kunjungan kedua ini beliau ke markaz salafiyyin -yaitu Jama'ah Ansharus Sunnah- untuk berdakwah. beliau tinggal di Mesir selama tiga bulan, berkeliling ke berbagai masjid dan berbagai kota untuk berdakwah -kota Alexandria, Thanta, Dhimyath, Manshurah-. dan Allah menjadikan pengaruh besar bagi salafiyyin dan dakwah sunnah. pada kunjungan kedua ini beliau ditemani oleh Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Al Banna Al Mishri -sahabat beliau ketika sama-sama mengajar di UIM-.

▶Pertemuan Syaikh Al Albani rahimahullah dengan para ulama salafiyyin Mesir :
1. As Syaikh Al Muhaddits Al Qadhi Abul Asybal Ahmad Syakir (W 1377 H), bertemu dua kali. pertama ketika sedang haji tahun 1368 H dan kedua di Damaskus.

2. As Syaikh Al 'Allamah Al Muhaqqiq Muhammad Hamid Al Fiqiy (W 1378 H), bertemu di Makkah ketika haji. -pendiri Jama'ah Ansharus Sunnah di Mesir-.

3. As Syaikh Al 'Allamah Abdurrahman Al Wakil (W 1390 H), Bertemu di Saudi diatas tahun 1372 H.

4. As Syaikh Al 'Allamah Al Faqih Abdurrazzaq Afifi (W 1415 H) -wakil mufti KSA Al Imam Bin Baz-.

5. As Syaikh Al Faqih Sayyid Sabiq (W 1420 H), Bertemu pada saat kunjungan Syaikh Al Albani pertama ke Mesir. kemudian setelah itu Syaikh Al Albani mentakhrij dan menta'liq kitab "Fiqhis Sunnah" karya Syaikh Sayyid Sabiq, dan dicetak dengan nama "Tamamul Minnah" satu jilid.

6. As Syaikh Al Mufassir Jamil Ghazi (W 1408 H), pertemuan terjadi pada saat kunjungan kedua Syaikh Al Albani ke Mesir.

7. As Syaikh Al Muhaqqiq Muhammad Rasyad Salim (W 1407 H), sebagaimana disebutkan oleh Ar Rahhalah Syaikh Abdullah Al Khamis dalam kitabnya "Syahrun fi Dimasyq).

8. As Syaikh Al 'Allamah Muhammad bin Abdul Wahhab Al Banna (W 1430 H), Syaikh Al Albani bertemu dan bersama mengajar di Universitas Islam Madinah. -dan yang menemani perjalanan dakwah beliau di Mesir-.

9. As Syaikh Al 'Allamah 'Atiyyah bin Muhammad Salim (W 1420 H), -Pengajar di Masjid Nabawi-. Syaikh Al Albani bertemu dan bersama mengajar di Universitas Islam Madinah.

10. As Syaikh Al 'Allamah Abdul Qadir Syaibatal Hamd (W 1440 H), -Pengajar dan Imam Masjid Nabawi-. Syaikh Al Albani bertemu dan bersama mengajar di Universitas Islam Madinah.

▶Ahli Mesir yang pernah menimba ilmu kepada Al Imam Al Albani, diantaranya :
1. Syaikh Abu Ishaq Al Huwaini -Hijazi bin Muhammad bin Syarif-. Safar ke Syaikh Al Albani di Amman tahun 1407 H, kemudian bertemu lagi pada tahun 1410 ketika haji -ini adalah haji terakhir Syaikh Al Albani dan awal haji bagi Syaikh Abu Ishaq-.

2. Syaikh DR. Abdul Adzim bin Badawi Al Khalafi, penulis kitab "Al Wajiz fil fiqhi". beliau hijrah ke Amman Yordan pada tahun 1980 M (1400 H), hampir 10 tahun lebih beliau menetap di Amman belajar dan berdakwah -menjadi khatib resmi dan tetap- yang kemudian minta ijin kepada Syaikh Al Albani untuk balik berdakwah di negerinya Mesir, dan beliau mengijinkannya.

3. Syaikh Al Khatib Abu Islam Shalih bin Thaha bin Abdul Wahid (W 1439 H), adalah sahabat karib Syaikh Abdul Adzim Badawi yang sama-sama hijrah ke Yordan dan akhirnya menetap di sana menjadi Imam dan Khatib resmi sampai beliau wafat.

4. Syaikh Abul Hasan Musthafa bin Ismail As Sulaimani, berjumpa dengan Syaikh Al Albani di Madinah pada tahun 1410 H, kemudian pada tahun 1416 H safar ke Yordan untuk berjumpa beliau. 

5. Syaikh Abul Asybal Hasan bin Amin Az Zuhairi, bertemu dengan Syaikh Al Albani tahun 1405 H bersama saudara beliau Syaikh Samir Az Zuhairi.

6. Syaikh Samir bin Amin Az Zuhairi, bertemu dengan Syaikh Al Albani tahun 1405 H dan menetap di Amman sampai 1409 H, karya ta'lif dan tahqiqan beliau sangat banyak.

7. Syaikh Adil bin Yusuf Al Azzazi, -penulis kitab "Tamamul Minnah fi fiqhil kitab wa shahihis sunnah"-, berjumpa dengan Syaikh Al Albani pada tahun 1983 M.

8. Syaikh Walid bin Muhammad Nabih Saifun Nashr, memiliki banyak karya tulis ta'lif dan tahqiq. (sebagaimana yang beliau ceritakan kepadaku ketika kami bertemu di Bahrain tahun 1426 H, -pen. Hossam-).

9. Syaikh Abul Yusr Ahmad bin As Sayyid Al Khasyab, hijrah ke Amman tahun 1403 H belajar kepada Syaikh Al Albani dan akhirnya menetap di Yordan.

10. Syaikh Sami Al Mishri. cukup lama bekerja di Syaikh Al Albani.

11. Syaikh Ahmad bin Ibrahim Abul 'Ainain, safar ke Syaikh Al Albani di Yordan tahun 1417 H, memiliki banyak karya tulis ta'lif dan tahqiq, termasuk pertanyaan-pertanyaan beliau kepada Syaikh Al Albani sudah di cetak seputar ilmu hadits dan 'ilal, serta jawaban atas syubhat Malibariyyah -syubhat seputar hadits hasan-.

dan masih banyak yang lain dari ahli Mesir yang berjumpa dan istifadah langsung dari Syaikh Al Albani rahimahullah,.

📚dinukil dengan ringkas dari kitab -"Khulashah Akhbar Ar Rihlah Al Albaniyyah ila Ad Diyar Al Misriyyah"- oleh Hossam bin Muhammad Saif -jazaahullahu khairan-,. hal. 8-16, (dengan sedikit tambahan sebagai penjelas).

🌾🌴____________
*nama-nama murid Syaikh yang disebutkan oleh penulis -jazaahullahu khairan-, jika ada bersebrangan dengan manhaj Syaikh sepeninggalnya maka beliau berlepas diri.
 ردهم الله إلى الحق ردا جميلا ووفقني وإياكم والمسلمين لكل خير،.
Ustadz Muhammad Alif lc 

Sabtu, 19 September 2020

Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata,“Tidak akan mungkin terwujud persatuan (ummat) bersamaan dengan berbedanya manhaj dan aqidah

Kalimat Tauhid Harga Mati

Ma'aliyusy Syaikh Shalih Al-Fauzan berkata,
“Tidak akan mungkin terwujud persatuan   (ummat) bersamaan dengan berbedanya manhaj dan aqidah. Allah Subhanah tidak akan menyatukan antara hati-hati orang² kafir, murtad, dan kelompok-kelompok sesat selama-lamanya. Allah hanya akan menyatukan antara hati-hati kaum mukminin lagi bertauhid.

Maka orang-orang yang berusaha menyatukan manusia bersamaan dengan rusaknya aqidah dan perbedaan manhaj, mereka melakukan usaha yang mustahil, karena menyatukan dua hal yang berlawanan termasuk hal yang mustahil.

Maka hati-hati tidak akan menyatu dan kalimat juga tidak akan bersatu kecuali dengan kalimat Tauhid.”

Al-Ajwibatul Mufidah 'ala As'ilatil Manahijil Jadidah, Soal no.93-94
Al akh abu razin taufiq 

Peta Yaman berdasarkan qabilah/suku

Peta Yaman berdasarkan qabilah/suku

Dari peta ini, ada 3 qabilah besar yang menguasai Yaman bagian Utara. Qahthan, Yam Hamdan, dan Bukail Hamdan. Syaikh Muqbil rahimahullah berasal dari qabilah Wadi'ah yang merupakan sub qabilah Yam Hamdan. Karenanya di zaman beliau markiz di Dammaj aman dan tidak ada yang berani mengganggu karena dipimpin oleh putra Yam Hamdan. Jika ada yang mengusik, kekuatan besar qabilah Hamdan, terutama qabilah Wadi'ah akan bangkit mengangkat senjata untuk membela beliau.

Wallahu A'lam
CMIIW
Al akh abu razin taufiq tulab darul hadist Yaman 

Orang alim (tetap) hidup setelah kematiannya, sedangkan orang jahil sejatinya ia mati dalam kehidupannya". (Ad Dhiya' Al Lami' hal. 15)

#ULAMA
#HARUM_NAMANYA
#HIDUP_DISETIAP_ZAMAN

Berkata As Syaikh Al Faqih Ibnu Utsaimin rahimahullah :

⁧العَالِمُ ⁩حَيٌّ بَعْدَ مَمَاتِهِ، وَالجَاهِلُ مَيِّتٌ فِي حَيَاتِهِ

"Orang alim (tetap) hidup setelah kematiannya, sedangkan orang jahil sejatinya ia mati dalam kehidupannya". (Ad Dhiya' Al Lami' hal. 15)

Para Ulama dari generasi shahabat sampai generasi zaman ini yang sudah meninggal hakikatnya mereka masih hidup, iya.. hidup dengan ilmunya, harum namanya, selalu dikenang jasanya, lantunan doa terus tercurahkan kepadanya.. radiyaAllahu anhum... rahimahumullah... 

Begitulah Allah muliakan mereka di dunia sebelum diakhirat, sebagaimana firmanNya :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا۟ الْعِلْمَ دَرَجَٰتٍ

"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat".(Qs. Al Mujadilah : 11)

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda :

وَإِنَّ الْعَالِمَ لَيَسْتَغْفِرُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالْحِيتَانُ فِي جَوْفِ الْمَاءِ وَإِنَّ فَضْلَ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

"Orang yang berilmu akan dimintakan ampun untuknya oleh penduduk langit dan bumi hingga ikan yang ada di dasar laut. Dan Sesungguhnya keutamaan seorang alim dibanding ahli ibadah seperti keutamaan rembulan pada malam purnama atas seluruh bintang". (HR. Abu Dawud no. 3641 dan Tirmidzi no. 2682, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam shahihul jami' no. 6297).

dalam riwayat Abu Umamah Al Bahili radiyaAllahu anhu ia berkata :

ذُكِرَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلَانِ أَحَدُهُمَا عَابِدٌ وَالْآخَرُ عَالِمٌ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِي عَلَى أَدْنَاكُمْ؛ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرَضِينَ حَتَّى النَّمْلَةَ فِي جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

"Dua orang disebutkan di hadapan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, salah seorang adalah ahli ibadah dan yang lain seorang alim, kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda: Keutamaan seorang alim dari seorang ahli ibadah seperti keutamaanku diatas orang yang paling rendah di antara kalian. kemudian beliau melanjutkan sabdanya: Sesungguhnya Allah, MalaikatNya serta penduduk langit dan bumi bahkan semut yang ada di dalam sarangnya, sampai ikan paus, mereka akan mendoakan kebaikan untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia". (HR. Tirmidzi no. 2685, dishahihkan Syaikh Al Albani dalam shahihul jami' no. 4213).

Semoga Allah merahmati para ulama dan kita semua dikumpulkan dengan mereka bersama Nabi shallallahu alaihi wasallam di surgaNya.. آمين

Imam Abu Hanifah
Imam Malik
Imam Syafi'i
Imam Ahmad
Imam Bukhari
Imam Muslim
Imam Abu Dawud
Imam Tirmidzi
Imam Nasa'i
Imam Ibnu Majah
Imam Ibnu Khuzaimah
Imam Ibnu Hibban
Imam Thabari
Imam Qurthubi
Imam Ibnu Qudamah
Imam An Nawawi
Imam Ibnu Hazm
Imam Ibnu Abdil Bar
Imam Ibnu Taimiyyah
Imam Ibnul Qayyim
Imam Ibnu Katsir
Imam Ibnu Rajab
Imam Ibnu Hajar
Imam As Suyuthi.. dll

Mereka selalu disebut dan terus diambil faidah ilmu-ilmunya yang telah dituangkan dalam karya-karyanya..
tapi dimanakah orang-orang sezaman dengan mereka yang memiliki jabatan tinggi dan kekayaan yang melimpah??! 

Ilmu.. na'am dengan ilmu dan amal shaleh mereka diangkat derajatnya oleh Allah.

🌾🌴_______
رزقني الله وإياكم العلم النافع والعمل الصالح

#HIDUP_dan_MATI
Ustadz Alif El qibty 

Maktabah adalah surga bagi penuntut ilmu.

Guru lugoh kami Asy-syaikh Abu hafsh an-nahwiy hafizhahullah pernah berkata ketika masuk di maktabah :
المكتبة هي جنة لطلاب العلم. 
Maktabah adalah surga bagi penuntut ilmu. 

Beliau juga pernah menukilkan perkataan gurunya Asy-syaikh muqbil rahimahullah beliau berkata :
العلم في بطون الكتب. 
Ilmu itu berada di perut2 kitab. 

Para ulama' di yaman secara umum kebanyakan mereka tidak banyak duduk bersama guru, ada yang hanya 5 tahun, 3 tahun, bahkan ada yang datang ke markiz  hanya sekedar ziaroh2  dan duduk bebrapa waktu di markiz. 

Karena guru itu hanya miftah(kunci) selebihnya tholib itu sendiri yang kembangkan ilmunya dengan banyak duduk di maktabah, membaca, menulis, dll.

Gambar : Maktabah markiz darul hadits dzamaar Yaman.
Ust abu abdilfatah Sufyan