Sabtu, 22 Juli 2023

NON MUSLIM APABILA SHOLAT SEBELUM MENGUCAP SYAHADATAIN ATAU ADZAN APAKAH DI ANGGAP MUSLIM ?

NON MUSLIM APABILA SHOLAT SEBELUM MENGUCAP SYAHADATAIN ATAU ADZAN APAKAH DI ANGGAP MUSLIM ?

Jawaban :

Permasalahan tersebut sempat di bahas para ulama fiqih, mereka mengatakan : barangsiapa yang sholat padahal ia belum mengucap dua kalimat syahadat atau mengerjakan amalan lain yang merupakan syiar keislaman, padahal dirinya belum mengucap dua kalimat syahadat, pendapat yang shahih orang tersebut masuk islam.
Ustadz Alwy Al khuzaimah 

cium tangan sebagai bentuk ta'dzhim

ASAL MUASAL MADZHAB MU'ATHILAH DALAM MASALAH ASMA' DAN SIFAT

ASAL MUASAL MADZHAB MU'ATHILAH DALAM MASALAH ASMA' DAN SIFAT 

Syaikh sholih Fauzan menuliskan dalam kitabnya :

"Madzhab ta'thil bersumber dari murid-murid Yahudi, kaum Musyrikin dan As shobi'uun ( penyembah bintang-bintang).

Orang pertama kali menghapal makalah ta'thil dari mereka adalah Ja'd bin Dirham, pada permulaan abad ke-2, kemudian datanglah Jahm bin Shafwan mengambil madzhab tersebut dan menyebarkan nya, oleh sebab itu madzhab "Jahmiyah" di nisbatkan kepadanya, kemudian berpindahlah madzhab ini kepada Mu'tazilah dan Asya'iroh.

Inilah sanad madzhab mereka yang sebenernya merujuk kepada Yahudi, Shobi'uun, Musyrikuun, dan Filsafat.

Akan tetapi dalam masalah ta'thil mereka memiliki perbedaan.

JAHMIYAH : Mereka meniadakan asma dan sifat Allah secara mutlak.

MU'TAZILAH : Mereka menetapkan nama Allah, akan tetapi menurut mereka tidak memiliki makna, begitupun mereka meniadakan sifat-sifat Allah.

ASYA'IROH : Mereka menetapkan nama-nama Allah, dan hanya menetapkan 7 sifat saja, yaitu : Al ilmu, Al hayatu, Al qudroh, Al irodah, As sam'u, Al bashoru, Al kalamu, dan meniadakan sifat-sifat lain nya".

Allahu ta'ala a'lam wa ahkam....
📚 Al irsyad ila shohihil i'tiqod karya syaikh Shalih Fauzan.
Ustadz Alwy Al khuzaimah

Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian wahai manusia adalah yang paling tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.

Bismillah. 

Imam At Thobari rahimahullah Ta'ala pernah berkata dalam tafsirnya, 

إن أكرمكم أيها الناس عند ربكم, أشدّكم اتقاء له بأداء فرائضه  واجتناب معاصيه, لا أعظمكم بيتا ولا أكثركم عشيرةً. 

“Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian wahai manusia adalah yang paling tinggi takwanya pada Allah, yaitu dengan menunaikan berbagai kewajiban dan menjauhi maksiat. Bukanlah yang paling mulia dilihat dari rumahnya yang megah atau berasal dari keturunan yang mulia.” (Tafsir Ath Thobari, 21:386)

Demikian pula Imam Ibnu Katsir rahimahullah Ta'ala berkata, 

إنما تتفاضلون عند الله بالتقوى لا بالأحساب. 

“Sesungguhnya kalian bisa mulia dengan takwa dan bukan dilihat dari keturunan (nasab) kalian” (Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, 13: 169)
Ustadz dedi

Barang siapa yang memberi tangguh orang yang susah atau meringankan nya, maka Allah akan menaunginya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya

"Barang siapa yang memberi tangguh orang yang susah atau meringankan nya, maka Allah akan menaunginya pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya.”

------
Al imhal
Ustadz Nurcholish 

Di antara keanehan zaman ini, lancangnya pengikut kebatilan dan takutnya sebagian pengikut kebenaran.

Di antara keanehan zaman ini, lancangnya pengikut kebatilan dan takutnya sebagian pengikut kebenaran.

Wahai pengikut kebenaran!
Sampaikan kebenaran dengan tegas!
Dengan ilmu & keadilan, jangan takut!

Jangan sampai suara kebatilan membungkammu. Suara itu hanya bagaikan tali & tongkat sihir yang dengan sihirnya membohongi manusia seakan2 itu ular yang berjalan.

Lemparkan padanya kalimat yang benar, niscaya kalimat itu kan menelan kebatilan. Apa yang mereka perbuat itu hanyalah tipu daya tukang sihir. Tukang sihir tak kan menang, dari manapun ia datang.
Ustadz Amrullah akhadinta

Barangsiapa yang tidak mahu mempelajari ilmu agama, maka dia dia adalah seorang yang terlantar yang Allah tidak menginginkan kebaikan untuknya

Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah berkata:

«من لم يتفقه في الدين فذلك مخذول لم يرد الله به خيرا، ولا حول ولا قوة إلا بالله»

“Barangsiapa yang tidak mahu mempelajari ilmu agama, maka dia dia adalah seorang yang terlantar yang Allah tidak menginginkan kebaikan untuknya, laa haula wa laa quwwata illa billah.”

(Majmu’ul Fatawa, jilid 7 hlm. 230)
Ustadz abu Usamah yahya