Sabtu, 22 Juli 2023

Kadang Istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga menangis karena sedih.

Kadang Istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam juga menangis karena sedih.

Shafiyah bintu Huyai pernah mendampingi Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dalam satu perjalanan.

Pada hari yang merupakan giliran Shafiyah, onta tunggangannya berjalan lambat. Tatkala Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyambutnya, ia dalam kondisi menangis sedih. Lalu ia berkata: engkau memberiku tunggangan seekor onta yang lambat jalannya.

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berusaha menghibur dan menenangkan hati Shafiyah.  Dengan kedua tangannya  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengusap air mata Shafiyah. Namun demikian Shafiyah tetap saja menangis, sehingga Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam marah kepadanya dan meninggalkannya.

Karena takut dengan kemarahan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, segera Shafiyah mendatangi ‘Aisyah, dan berkata kepadanya: wahai ‘Aisyah, bila engkau bisa menjadikan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ridha kepadaku, maka jatah hariku ini aku berikan kepadamu.

‘Aisyahpun bersemangat, ia segera mengenakan jilbabnya yang telah ia bubuhi dengan za’faran dan diwenter (diberi pewarna), kemudian ia sedikit membasahinya dengan air (agar nampak lebih indah).

‘Aisyah menemui Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam palu duduk di sanding Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Beliaupun bertanya perihal kedatangan ‘Aisyah: ada apa gerangan denganmu mendekat?

‘Aisyah menjawab: kedatanganku adalah karunia Allah yang Ia berikan kepada siapapun yang Ia kehendaki.

Mendengar jawab itu, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam segera memahami apa yang disepakati oleh ‘Aisyah dengan Shafiyah, dan beliaupun memaafkan Shafiyah.

Selanjutnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menemui Zaenab, dan bersabda kepadanya: 
( إِنَّ صَفِيَّةَ قَدْ أَعْيَا بِهَا بَعِيرُهَا، فَمَا عَلَيْكِ أَنْ تُعْطِيَهَا بَعِيرَكِ ) ؟
Sesungguhnya onta tunggangan Shafiyah telah kelelahan, ada baiknya bila engkau meminjamkan ontamu kepadanya.

Zaenab tersinggung dan berkata: 
أَتَعْمَدُ إِلَى بَعِيرِي فَتُعْطِيَهُ الْيَهُودِيَّةَ؟ 
Apakah engkau akan mengambil ontaku untuk engkau berikannkepada wanita yahudi itu?

Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam Murka Mendengar respon Zaenab, sehingga beliau mendiamkan zaenab selama 3 bulan, beliau tidak mendekat ke rumah Zaenab. 

Kejadian itu menjadikan Zaenab terasing hingga ia merasa putus asa putus harapan untuk didatangi lagi oleh  Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Iapun menyandarkan temoat tidurnya ke dinding.

Hingga pada suatu hari ia mendengar sayup sayup suara Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, hingga akhirnya Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam benar benar masuk ke rumahnya.

 Zaenab bergegas merapikan tempat tidurnya dan kemudian ia berkata kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam: Wahai Rasulullah shallallahu alaihi wa sallambudak wanitaku  fulanah pada hari ini telah suci dari haidhnya, dia aku hadiahkan kepadamu. 

Maka Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menerima hadiah budak wanita itu dan beliau memaafkan Zaenab ( An Nasai dalam As Sunan Al Kubra)

Semoga menambah hasanah keilmuan anda tentang dinamika poligami dalam rumah tangga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Bila demikian kisah cemburu dalam rumah tangga beliau, kira kira bagaimana bila cemburu itu melanda rumah tangga anda? 

Ya Allah, limpahkan damai dan bahagia kepada rumah tangga kami hingga akhir masa kelak, amiin
Ustadz Dr Muhammad Arifin Badri Ma

BERGEMBIRA DIPERINGATKAN KESALAHANNYA

BERGEMBIRA DIPERINGATKAN KESALAHANNYA

Jika seseorang diperingatkan kesalahannya, lalu dia bergembira, ketahuilah, dialah orang yang memiliki salah satu tanda kebahagiaan. Orang yang menginginkan kebenaran, merasa senang dengan nasehat dan senang diingatkan kesalahannya. 

Al-'Allamah Rabi' bin Hadi al-Madkhali hafizhahullah

ﻭمن ﻋﻼمة ﺍﻟﺴﻌﺎﺩﺓ : ﺃﻧَّﻚ ﺗﺤﺮﺹ على ﺍﻟﺤﻖ ﻭﺗﺒﺤﺚ عنه ﻭﺗﻔﺮﺡ ﺇﺫﺍ ﻧُﺒِّﻬﺖ ﻋﻠﻰ ﺧﻄﺌﻚ. [ﻣﺮﺣﺒﺎ ﻳﺎ ﻃﺎﻟﺐ ﺍﻟﻌﻠﻢ .صـ٢٦٢]

Diantara tanda kebahagiaan : Sesungguhnya kamu bersemangat atas kebenaran, mencari kebenaran dan apabila diperingatkan kesalahanmu, kamu senang. [Marhaban Ya Thaliba al-'Ilmi, 262]. Sumber : https://mobile.twitter.com/uaeboygroup/status/557262719120703488

Berkata Asy-Syaikh Shalih al-Fauzan hafizhahullah :

الذي يريد الحق يفرح بالنصيحة ويفرح بالتنبيه على الخطأ.

Orang yang menginginkan kebenaran, merasa senang dengan nasehat dan senang diingatkan kesalahannya. [Syarh Kitab al-Ubudiyyah, hlm. 252]. Sumber : 
https://mobile.twitter.com/alsalaf_1/status/976756964742107136

Orang yang beramal ikhlas dan mencintai kebenaran, tidak takut dinasehati atau diperingatkan jika ada kesalahan pada dirinya. 

Berkata Ibnul Wazir rahimahullah :

والقاصد لوجه الله لا يخاف أن يُنقد عليه خَلَلٌ في كلامه، ولا يَهاب أن يُدَلَّ على بطلان قوله، بل يحب الحق من حيث أتاه، ويقبل الهدى ممَّن أهداه. 

Orang yang ikhlas semata-mata mengharapkan wajah Allah, dia tidak takut dikritik kesalahan pada ucapannya, tidak khawatir ditunjukkan kebathilan ucapannya, bahkan dia selalu mencintai kebenaran dari manapun datangnya dan menerima petunjuk dari siapapun yang menghadiahkan kepadanya.

بل المخاشنة بالحق والنصيحة أحبُّ إليه مِن المُداهنة على الأقوال القبيحة، 

Bahkan sikap keras yang dilandasi kebenaran dan nasehat lebih dia cintai dibandingkan sikap basa-basi demi mempertahankan ucapan-ucapan yang buruk.

وصديقك مَن أَصْدَقَكَ لا من صدّقَك. وفي نوابغ الكلم وبدائع الحِكم: (عليك بمَن يُنذر الإبسال والإبلاس وإيَّاك ومَن يقول: لا باس ولا تاس)». [«العواصم والقواصم» لابن الوزير (١/ ٢٢٤)]

Dan temanmu yang sebenarnya adalah yang bersikap jujur kepadamu, bukan yang selalu membenarkan ucapanmu.

Dan disebutkan pada sebuah ucapan hikmah :

“Hendaknya engkau bersama orang yang suka mengingatkan agar tidak terjerumus kepada kebinasaan dan menyesal lagi putus asa, jangan bersama orang yang suka mengatakan: ‘Tidak apa-apa dan jangan bersedih!’” [Al-Awashim wal Qawashim, karya Ibnul Wazir, jilid 1 hal. 224. Sumber : https://ferkous.com/home/?q=fawaiid-41

AFM 

Copas dari berbagai sumber

PAHALA MENANTI SOLUSI

PAHALA MENANTI SOLUSI

• Siapa yang menanti solusi, maka akan diberi pahala akan penantiannya.

• Hal ini karena menanti solusi merupakan bentuk baik sangka kepada Allah

• Baik sangka kepada Allah merupakan bentuk amal shalih yang seorang akan mendapat pahala

[Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin]
Ustadz nurhadi nugroho

Jumat, 21 Juli 2023

Yang Dikhawatirkan

📒 Yang Dikhawatirkan

Syekh Muhammad bin Soleh al-'Utsaimin rahimahullahu ta'ala berkata, "Yang dikhawatirkan dari seseorang itu, tatkala ia membiasakan diri terlambat saat mengerjakan ibadah, akhirnya Allah 'azza wa jalla benar-benar menimpakan ujian kepadanya dengan dijadikan terlambat pada banyak medan kebaikan." 

| Majmu' al-Fatawa karya al-Utsaimin, jilid 13, hal. 54.

🇮🇩🇸🇦 ICC DAMMAM KSA
Channel Telegram: https://t.me/iccdammamksa

JALAN MELAPANGKAN DADA

___ JALAN MELAPANGKAN DADA

Berkata Al-Imam Malik - رَحِمَهُ اللَّـهُ تَعَالَى - :

" Barangsiapa yang suka agar dibukakan baginya kelonggaran di dalam hatinya - yakni dilapangkan dadanya - maka hendaklah amalannya dalam kesendirian lebih baik daripada ketika dalam keterbukaan. "

Tadribu Al-Madarik (197).
----------
‏قال الإمام مالك رحمه الله :

من أحب أن تفتح له فرجة في قلبه-يعني إنشراحاً في صدره-فليكن عمله في السر أفضل منه في العلانية.

ترتيب المدارك-١٩٧
Ustadz elfuadzi 

Siapa yang banyak hartanya niscaya ia banyak dosanya, siapa yang banyak bicaranya niscaya ia banyak dustanya, dan siapa saja yang buruk akhlaknya niscaya ia akan menyiksa dirinya

Al imam Hasan al bashri rahimahullah berkata 
" Siapa yang banyak hartanya niscaya ia banyak dosanya, siapa yang banyak bicaranya niscaya ia banyak dustanya, dan siapa saja yang buruk akhlaknya niscaya ia akan menyiksa dirinya"

_____
Ibnu abi dunya
Ustadz Nurcholish 

melihat begitu semangatnya para penuntut ilmu indonesia

Di antara hal yang membuat syaikh Ibrahim ar-Ruhailiy semangat mendatangi Indonesia, sebagaimana beliau ungkapkan di awal-awal dauroh adalah melihat begitu semangatnya para penuntut ilmu indonesia untuk tetap belajar walaupun telah menyelesaikan jenjang perkuliahan di kampus masing-masing. Beliau mengakui bhw beliau memiliki banyak agenda dan aktifitas namun tetap mengusahakan safar ke Indonesia semenjak 30 tahun yang lalu.

“Ini karena aku melihat semangat tinggi para du’at dan penuntut ilmu di negeri ini. Padahal Indonesia ini jauh sekali. Aku sudah sering diundang berkali-kali walaupun jarak tempat aku diundang satu atau dua jam -dengan pesawat- namun aku menolak. Bukan karena tentang aku memiliki banyak atau sedikit ilmu tapi aku memandang mana yang lebih baik -untuk dipenuhi yaitu Indonesia-. Di antara kelebihan daurah di Indonesia ini karena yang hadir adalah para da’i sehingga aku bisa berinteraksi dan berbagi langsung dengan mereka. Pula ketika aku berbagi dengan para du’at ini secara langsung itu artinya berbagi dengan para mad’u/objek dakwah yang mereka ajar. Yang aku dengar, peserta yang hadir ini sekitar 356 dai (pendaftaran ada 600-an dai tapi tidak semua diterima mengingat keterbatasan tempat) namun akan berpengaruh pada ribuan orang sebab mereka yang hadir adalah para pengajar, khatib dan dai. Karena itu aku menjanjikan kalian bhw program ini akan terus berlanjut selama aku masih hidup dan mampu mendatangi kalian.” Ungkap beliau di pembukaan acara.

“Sementara kitab kita kali ini, bagian sebelumnya telah dibahas -di daurah beberapa bulan lalu- yaitu tentang iman kepada Allah. Sementara di daurah kali ini kita akan mempelajari tentang perkara iman lainnya, yaitu tentang iman kepada malaikat, para rasul, hari kiamat dan iman terhadap qadha dan qadar.”

“Hal spesialnya, kalian adalah orang pertama yang mendapat dan menelaah kitab ini, selain tim editor. Kitab ini butuh waktu 8 tahun kutulis. Metode susunannya adalah dengan meluaskan penyebutan pembagian tema pada masing-masing pembahasan iman namun tidak memaparkan secara mendetail masing-masing pembagian. Untuk meneliti sejumlah bagian pembahasan yang ada, aku terkadang butuh waktu berhari-hari bahkan sebulan.”

“Tatkala telah merampung seluruh isi kitab ini dan hendak memberikan kalimat penutup sebagaimana metode penyusunan kitab ilmiah, aku mendapati kesulitan dalam meringkas. Ternyata kitab ini penuh dengan banyak maklumat/keterangan ilmiah. Bahkan aku kesulitan untuk sekedar meringkas muqaddimah. Aku berusaha meringkas muqaddimah sehingga hanya mencapai kira-kira 200 halaman (untuk muqaddimah saja). Ada banyak sekali faidah dan maklumat/keterangan ilmiah yang kuhilangkan mengingat kitab ini mencapai 2000-an halaman. Pada saat dicetak mencapai jauh lebih banyak dari itu. Aku yakin kitab ini sudah mencakup pembahasan lengkap dalam tema akidah dan kututup dengan pembahasan manhaj ahlussunnah dalam beristidlal, dan dalam tabdi’, tafsiq, takfir, dakwah, ibadah dan akhlak. Aku tidak mengatakan ini semua sebagai pujian namun mengingatkan pentingnya tema ini.”

Syaikh kemudian menyebutkan ucapan terima kasih dan mendoakan sosok yang begitu memberikan andil dalam keberlangsungan daurah ini yaitu yth. bapak Dasrul, yang dengan hartanya berinfak di jalan Allah dan membangun sejumlah masjid, termasuk masjid Abu Darda tempat diadakannya daurah ini. “Semoga Allah memberikan pak Dasrul keberkahan pada diri, harta dan keluarganya serta memberikan kebaikan berlimpah kepadanya sebab kalau bukan karena taufik Allah kemudian jasa pak Dasrul, acara ini mungkin tidak terealisasi.”

Syaikh juga berterima kasih kepada al-ustadz Murtadha Lc dan para panitia lainnya. Dan juga syaikh mengucapkan hal yang sama yaitu terima kasih kepada peserta yang menghadiri dauroh karena betapapun ilmu yang dimiliki peserta daurah, itu tak menghalangi mereka untuk tetap belajar. Beliau juga meminta sekiranya saat qari membaca kitab dan peserta mendapati kekeliruan agar bisa disampaikan kepada syaikh sebab kitab masih butuh pengeditan sebelum benar-benar dicetak resmi dan disebarluaskan. Kitab yang ada dan dibahas di daurah ini sekitar 284 halaman dan itu adalah bagian dari kitab yang beliau maksud. Alhamdulillah tuntas dibahas.

Turut hadir di daurah ini sejumlah ustadz senior: ustadz Ali Ahmad, ustadz Murtadha Lc, ustadz Dr. Aspri Rahmat, ustadz Dr. Ali Musri, ustadz Maududi Lc dan lainnya. Daurah berlangsung dari pagi hingga malam, dimulai Senin (17/07) hingga (Sabtu 22/07).
______
Kami pribadi bersyukur bisa mengikuti acara dauroh ini. Selain bisa langsung mendapat tambahan faidah ilmu langsung dari penulisnya dan juga penguatan ilmu -karena sebagian besar pembahasan yang ada sudah dipelajari oleh semua peserta daurah mengingat mereka adalah asatidzah-, ini adalah kesempatan berjumpa dengan para ikhwah dari berbagai kota sekitar, pula berjumpa dengan beberapa ikhwah yang sebelumnya hanya bertegur sapa di FB.

Ada banyak faidah dari syaikh namun panjang kiranya kalau ditampilkan di sini.

Mendengar durus syaikh Ibrahim ar-Ruhailiy dan juga jawaban-jawaban beliau ketika sesi tanya jawab, kental sekali beliau menampilkan sikap inshaf: objektif dan bijak dalam memberikan penilaian dan bersikap. Kematangan ilmu dan keteladanan yang luar biasa. Hafidzahullah.
______
Semoga Allah memberikan kebaikan berlimpah untuk syaikh Prof. Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhailiy, para asatidzah masjid Abu Darda’ beserta panitia yang sudah memberikan pelayanan terbaik untuk peserta daurah.

Jazakumullah khairan

Ali Mustafa, Fuad Romadhon Ritonga, Madu Almumtaaz, فردوس بشير السوبايانجي, Miswal Kiram Saragih, Raja Mulia Berampu, M Hadhrami, Faqih Hamzah, Zhafran Mufadhdal, Ahmad Kamal Zulfikar Alimunir, Disky Berampu, Zainuddin Alfaroby, Eko Ibnu Zaher, Muhammad Fikri Yuda, Rudi Abu Zainab, OerangDalam, Sulaiman, Riswan Effendy Batubara, Allam Muhammad, Roby Setyawan Yunirman, Rohid,