Senin, 02 Januari 2023

Lelaki ngaku belum punya istri padahal sudah punya istri, terceraikah istrinya ?

Lelaki ngaku belum punya istri padahal sudah punya istri, terceraikah istrinya ? 

Al Imam Abu Ishaq Asy Syirazi   dalam Al Muhadzdzab 2/82 :

و إن قال له رجل أ لك زوجة ؟ فقال : "لا" فإن لم ينو به الطلاق لم تطلق لأنه ليس بصريح و إن نوى الطلاق وقع لأنه يحتمل الطلاف

"Jika ada seorang lelaki beristri ditanya : "Apakah kamu punya istri ?", lalu ia jawab : "tidak", maka dalam hal ini :
- Jika jawaban " tidak" nya tersebut tidak diniatkannya untuk thalaq maka tidak jatuh thalaq atas istrinya karena lafadhnya tidak shorih
-  Tapi jika jawaban "tidak" nya tersebut diniatkannya untuk thalaq maka jatuh thalaq karena pada lafadhnya terkandung kemungkinan thalaq."

Note. 
Wis to sing jujur saja, kalau mau nikah lagi dan memang punya istri ngaku saja punya istri, jangan ngaku perjaka, duda ya ngaku duda, jangan suka ngibulin orang meskipun bercanda. He he....
Ustadz abu hasan saif

Dari kisah Bunda Maryam ketika melahirkan Yesus (Isa) Alaihissalam, ada pelajaran penting. Bahwa rezeki yang Allah berikan ke hamba itu ada dua:

Dari kisah Bunda Maryam ketika melahirkan Yesus (Isa) Alaihissalam, ada pelajaran  penting. Bahwa rezeki yang Allah berikan ke hamba itu ada dua:

Pertama rezeki yang tanpa kita usahakan, namun Allah langsung berikan kepada kita. Allah Berfirman: 

{ فَنَادَىٰهَا مِن تَحۡتِهَاۤ أَلَّا تَحۡزَنِی قَدۡ جَعَلَ رَبُّكِ تَحۡتَكِ سَرِیࣰّا }

Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: "Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. [Surat Maryam: 24]

Yang kedua: Rezeki yang kita usahakan. Jibril berkata kepada Maryam:

وَهُزِّيْٓ اِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا ۖ ﴿مريم : ۲۵﴾

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya (pohon) itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu. (QS. Maryam: 25).

Foto: Madinah dari Malam hingga dzuhur tak "ber matahari", Tetesan air 💦 hujan masih belum reda membasahi kota Nabi.
Ustadz fadlan fahamsyah

Bid'ah menurut imam as syathibi

al-Imam as-syathibi mengatakan :
هي طريقة في الدين مخترعة يقصد صاحبها المبالغة في التعبد لله بها
(الإعتصام)٤٣/١
Yaitu Bid'ah adalah sebuah jalan di dlm agama yg di munculkan yg pelaku bid'ah tsb bertujuan utk berlebih-lebihan di dalam beribadah kepada Allah ta'ala dg kebid'ahan nya tsb.

Minggu, 01 Januari 2023

Di antara perkataan para ulama' Hijaz di zaman dahulu adalahنزلوا أحاديث أهل العراق منزلة أحاديث أهل الكتاب، لا تصدقوهم ولا تكذبوهم"Sikapilah hadits Ahli 'Iraq dengan status seperti hadits Ahli Kitab. Jangan membenarkan hadits tersebut dan jangan pula mengingkarinya

Di antara perkataan para ulama' Hijaz di zaman dahulu adalah

نزلوا أحاديث أهل العراق منزلة أحاديث أهل الكتاب، لا تصدقوهم ولا تكذبوهم

"Sikapilah hadits Ahli 'Iraq dengan status seperti hadits Ahli Kitab. Jangan membenarkan hadits tersebut dan jangan pula mengingkarinya."

Ini karena pada saat itu para ulama' Hijaz meyakini bahwa pengetahuan Ahli Hijaz terhadap hadits-hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam sudah lengkap, dan pengetahuan orang-orang dari daerah lain tidak selengkap mereka atau bahkan tidak dapat dipercaya, kecuali jika salah satu dari perawinya adalah dari Hijaz.

Pemikiran ini mendominasi sampai tiba al-Imam asy-Syafi'iy dengan perkataan beliau yang masyhur kepada Imam Ahmad rahimahumallah

يا أبا عبد الله إذا صح عندكم الحديث فأعلمني به أذهب إليه، حجازيا كان أو شاميا أو عراقيا أو يمنيا

"Wahai Abu 'Abdillah, jika ada hadits yang shahih menurutmu, beritahulah aku agar aku bisa berpendapat sesuai dengannya, baik itu hadits dari Hijaz, atau Syam, atau 'Iraq, atau Yaman."

Demikianlah keberanian ilmiah yang Allah berikan taufiq dari-Nya kepada al-Imam asy-Syafi'iy rahimahullah, yang memiliki laqab Nashirus-Sunnah (Penolong/Pembela Sunnah). Ketika beliau meyakini kesalahan pendapat yang mendominasi di kalangan para ulama' di daerahnya (atau madzhabnya), maka beliau pun berani menyuarakan pendapat lain yang beliau nilai benar tersebut secara ilmiah.
Ustadz Dr andy oktavian latief

Teman dan sahabat

"Teman dan sahabat"

Persahabatan,  pertemanan dan persaudaraan dalam Islam, memiliki "tujuan penting".

Yaitu teman dapat menolong saudaranya dalam kebaikan dan ketaqwaan. Menjaga dari ketergelinciran dan kesesatan serta dosa-dosa. 

Maka berteman dan pilihlah yang bertakwa kepada Allah ta'ala,  mentauhidkanNya,  karena mereka adalah "bekal" di dunia dan akhirat. 

Janganlah menyesal di kemudian hari,  karena "salah" dalam memilih teman. 

فَمَا لَنَا مِن شَـٰفِعِینَ ۝١٠٠ وَلَا صَدِیقٍ حَمِیمࣲ ۝١٠١ فَلَوۡ أَنَّ لَنَا كَرَّةࣰ فَنَكُونَ مِنَ ٱلۡمُؤۡمِنِینَ ۝١٠٢

(Asy Syura: 100-102)

"Maka (sekarang) kita tidak mempunyai seorang pun pemberi syafaat (penolong),

"Dan tidak pula mempunyai teman yang akrab."

Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman.”

Dan firmanNya :

{ یَـٰوَیۡلَتَىٰ لَیۡتَنِی لَمۡ أَتَّخِذۡ فُلَانًا خَلِیلࣰا }

{ لَّقَدۡ أَضَلَّنِی عَنِ ٱلذِّكۡرِ بَعۡدَ إِذۡ جَاۤءَنِیۗ وَكَانَ ٱلشَّیۡطَـٰنُ لِلۡإِنسَـٰنِ خَذُولࣰا }
[Surat Al-Furqan: 28-29]

"Wahai celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab(ku)"

"Sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (Al-Qur`ān) ketika (Al-Qur`ān) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia."

***

Teman sangat banyak di saat kita"sejahtera", "Makmur dan Kaya", "Senang dan Bahagia"
Akan tetapi saat kita "tertimpa musibah",  sedikit sekali teman kita. 

Oleh karena itu janganlah engkau tertipu dengan "persahabatan" temanmu
Karena,  di saat tertimpa musibah engkau tidak punya teman 

Setiap teman akan berkata "Aku Setia"
Namun dia tidak mewujudkan ucapannya 

Kecuali teman yang memiliki kehormatan dan menjalankan "agama"
Dia akan mewujudkan ucapannya

قال حسان بن ثابت رضي الله عنه :

أَخِلّاءُ الرَخاءِ هُمُ كَثيرٌ
وَلَكِن في البَلاءِ هُمُ قَليلُ

فَلا يَغرُركَ خُلَّةُ مَن تُؤاخي
فَما لَكَ عِندَ نائِبَةٍ خَليلُ

وَكُلُّ أَخٍ يَقولُ أَنا وَفِيٌّ
وَلَكِن لَيسَ يَفعَلُ ما يَقولُ

سِوى خِلٍّ لَهُ حَسَبٌ وَدينٌ
فَذاكَ لِما يَقولُ هُوَ الفَعولُ

***

Tidak semua manusia pantas dan sesuai untuk dijadikan teman dan sahabat. 

Teman dan sahabat yang melakukan pertemanan dan persahabatan dalam kemaksiatan kepada Allah ta'ala,  kekufuran.Kecintaan dan kasih sayang mereka di dunia untuk selainNya,  bukan karenaNya. 
Maka pertemanan dan persahabatan mereka "tidak kekal".

Allah ta'ala berfirman,  

{ ٱلۡأَخِلَّاۤءُ یَوۡمَىِٕذِۭ بَعۡضُهُمۡ لِبَعۡضٍ عَدُوٌّ إِلَّا ٱلۡمُتَّقِینَ }
[Surat Az-Zukhruf: 67]

"Teman-teman karib pada hari itu saling bermusuhan satu sama lain, kecuali mereka yang bertakwa."

Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda:

"Jangan bersahabat kecuali seorang mukmin,  dan jangan memakan makananmu kecuali orang bertakwa"

"لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا ، وَلاَ يَأْكُلْ طَعَامَكَ إِلاَّ تقيٌّ."

الراوي : أبو سعيد الخدري | المحدث : الألباني | المصدر : صحيح أبي داود
الصفحة أو الرقم: 4832 | خلاصة حكم المحدث : حسن
https://dorar.net/hadith/sharh/29471

Nabi shallallahu alaihi wasallam memerintahkan agar tidak mengambil sahabat kecuali orang beriman,  mengapa? 

Karena orang beriman akan memberi petunjuk teman dan sahabatnya kepada keimanan, petunjuk dan kebaikan. Penolongnya dalam ketakwaan. 

Adapun yang tidak beriman akan membahayakan agamanya. 

Demikian pula makanan,  jangan memakan makananmu kecuali orang bertakwa,  karena orang bertakwa akan semakin kuat beribadah jika memakan makananmu. 
Adapun  orang fasik,  bukan orang bertakwa sebaliknya. Dan "memberi makan" itu akan menimbulkan cinta dan kelembutan,  maka hendaknya hal ini dilakukan atau diberikan kepada orang beriman. 

***

Di antara ciri-ciri dan tanda hal yang ada pada orang-orang beriman adalah, mereka melakukan persahabatan  adalah "fillah" dan "lillah" di jalan Allah dan karenaNya. 

أنَّ رَجُلًا زارَ أخًا له في قَرْيَةٍ أُخْرَى، فأرْصَدَ اللَّهُ له علَى مَدْرَجَتِهِ مَلَكًا، فَلَمَّا أتَى عليه، قالَ: أيْنَ تُرِيدُ؟ قالَ: أُرِيدُ أخًا لي في هذِه القَرْيَةِ، قالَ: هلْ لكَ عليه مِن نِعْمَةٍ تَرُبُّها؟ قالَ: لا، غيرَ أنِّي أحْبَبْتُهُ في اللهِ عزَّ وجلَّ، قالَ: فإنِّي رَسولُ اللهِ إلَيْكَ بأنَّ اللَّهَ قدْ أحَبَّكَ كما أحْبَبْتَهُ فِيهِ.

الراوي : أبو هريرة.
المصدر : صحيح مسلم 2567
https://dorar.net/hadith/sharh/152108

Dalam hadits ini,  seseorang mengunjungi saudaranya (sahabat se-iman),  di suatu desa lain,  lalu Allah ta'ala mengutus malaikat untuk mengikutinya. 

Saat orang itu bertemu dengan malaikat,  maka dia menanyainya: "Kamu mau kemana?"
"Aku ingin menemui saudaraku (se-iman,  se-agama) di desa ini." jawabnya. 

Malaikat bertanya kembali padanya: "Apakah seorang yang akan kau kunjungi ini memiliki kenikmatan dunia yang engkau akan menyerahkannya padanya?"
"Tidak,  aku mengunjunginya karena aku mencintainya karena Allah ta'ala,(Aku mengunjunginya bukan untuk tujuan dunia") jawab orang itu. 
Malaikat berkata: "Sesungguhnya aku malaikat,  utusan Allah padamu,  memberitahukan bahwa Allah ta'ala mencintaimu."

Mengunjungi "orang-orang shalih"  memiliki keutamaan dalam Islam. 
Demikian pula cinta karena Allah ta'ala,  dan mengunjungi teman dengan niat "lillah,  ikhlas karenaNya" adalah di antara amal yang paling utama. 

Dan kita semua berteman dan bersaudara karena Allah ta'ala,  di jalan Allah ta'ala,  sekalipun kita belum pernah bertemu. 

Saya mengatakan: 

أُحِبُّكُمْ فِي اللّهِ

"Aku mencintai kalian karena Allah ta'ala".

https://makalahku.wordpress.com/2023/01/02/teman-dan-sahabat/
***
@hsn

KEHATI-HATIAN ULAMA DALAM BERFATWA DAN BERBICARA TENTANG AGAMA

*KEHATI-HATIAN ULAMA DALAM BERFATWA DAN BERBICARA TENTANG AGAMA*

 كَمْ يَكْفِي الرَّجُلَ مِنَ الْحَدِيثِ حَتَّى يُمْكِنَهُ أَنْ يُفْتِيَ: يَكْفِيهِ مِائَةُ أَلْفٍ؟ قَالَ: لَا. قُلْتُ: "مِائَتَا أَلْفٍ؟ قَالَ: لَا. قُلْتُ"* ثَلَاثُمِائَةِ أَلْفٍ؟ قَالَ: لَا. قُلْتُ: أَرْبَعُمِائَةِ أَلْفٍ؟ قَالَ: لَا. قُلْتُ: خَمْسُمِائَةِ أَلْفٍ؟ قَالَ: أَرْجُو. 

Seseorang bernama Abu Ali bertanya kepada Imam Ahmad bin Hanbal:
“Berapa hadits yang harus dikuasai oleh seseorang sehingga dia boleh untuk berfatwa, apakah seratus ribu hadits sudah cukup?”

Imam Ahmad: “Tidak”.

Abu Ali: “Kalau dua ratus ribu hadits?”

Imam Ahmad: “Tidak”.

Abu Ali: “jika dia menguasai tiga ratus ribu hadits?”

Imam Ahmad: Tidak”

Abu Ali: “empat ratus ribu?”

Imam Ahmad: “Tidak”

Abu Ali: “Jika lima ratus ribu hadits, bagaimana?”

Imam Ahmad: “Mudah-mudahan”.[12]

📘 Irsyadul Fuhul ila Tahqiqil Haq min Ilmil Ushul, Karya As-Syaukani

*Syarat ini adalah menunjukan bentuk sifat kesempurnaan dalam berfatwa

*Mayoritas ulama zaman ini hanya mengambil fatwa dari ulama yang memiliki wawasan hafalan tersebut

*Di zaman ini tidak disyaratkan berfatwa dengan mengumpulkan hafalan dalam benak seperti di atas namun cukup dengan beberapa kaedahnya dan mengumpulkan hafalan hadits-hadits ahkamnya

_______________

Dibagikan oleh: 
Kampus Ilmu Utsman & Dar Alamiyyah di bawah bimbingan Ustadz Anton Abdillah Al Atsary

✓ Boleh dibagikan seluasnya tanpa mengurangi isi tulisan.

Tidur di Gua

Tidur di Gua

Di dalam al-Qur'an disebutkan kisah ashabul kahfi yang bersembunyi di gua dan ditidurkan oleh Allah selama 309 tahun, mereka disebut فتية (fityah) bentuk jamak dari kata فتى (fataa), dalam bahasa Indonesia  sering diterjemahkan:  para pemuda, sebenarnya yang lebih tepat adalah remaja, usia setelah bocah. 

Lafadz yang dipakai Allah dalam al-Qur'an bukan شاب (Syaabb) atau شباب (syabaab)... Yg artinya pemuda. 

Lantas, Apa bedanya kata "fataa" dengan "syaaabb"????? 

Kalau lihat Link berikut ini: 

http://master-anas.blogspot.co.id/2012/01/blog-post_3107.html?m=1

Telah disebutkan perbedaan tahapan umur:

جنين : وهو في بطن أمه الوليد : عند الولاده الصريخ: قبل أن يتم أسبوعاً الرضيع : أثناء الرضاعة الفطيم : عند الفطام الطفل : في سن السادسة الولد : في سن الثامنة الغلام : حتي سن التاسعة الصبي : حتي سن الثانية عشر. الفتي : عندما يظهر شاربه. المجتمع : إذا إجتمعت لحيته. الشاب : من البلوغ إلي الثلاثين. الرجل : حتي الأربعين الكهل : حتي الخامسة والأربعين الشيخ : حتي الستين الهرم : مافوق الستين

Intinya:

💧Fataa adalah tingkatan umur setelah shabi (bocah), fataa kurang lebih setelah umur dua belas tahun ke atas biasanya mulai tumbuh kumis

💧Syabbb: jika sudah baligh sampai umur 30

Kalau lihat penjelasan di atas, berarti ashabul kahfi ini baru seumuran anak ABG. Wallahu a'lam

Saya masih penasaran... Saya coba lihat di tafsir fath Al-Qodir karya al-Imam asy-Syawkani, beliau menafsirkan فتية/فتى dengan أحداث الشبان (baru gede, awal pemuda). Adapun imam Ibnu katsir tidak menyinggung masalah ini secara detail. Dalam kamus Al-Mu’jam al-Wasith فتى (fataa) bermakna الشاب  أول شبابه (pemuda di awal-awal kepemudaannya)... 

singkat kata... Fityah adalah para pemuda yang baru saja jadi pemuda, awal-awal jadi pemuda...sehingga bisa dikatakan ashabul kahfi adalah kumpulan pemuda yang masih sangat belia, bisa dibilang - wallahu a'lam- umur mereka masih belasan tahun atau tidak jauh dari belasan tahun. 

Ibrahnya:

Ashabul kahfi adalah para remaja atau pemuda belia yang memikul beban dakwah yang luar biasa,  maka hendaknya para pemuda zaman now bercermin dan berkaca dari sejarah mereka, lalu mengambil pelajaran dan meneruskan perjuangan mereka

Ar-raqim, Amman Yordania
Kahf ashabul Kahfi
29 Desember 2022.
Ustadz fadlan fahamsyah