Kamis, 26 Februari 2026

Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun).” [QS. Al-Mu’minun: 59]

قال الله تعالى عن أوليائه أهل الجنة:

﴿وَالَّذِينَ هُمْ بِرَبِّهِمْ لَا يُشْرِكُونَ﴾ [المؤمنون: ٥٩]

قال عكرمة:
شكى نبيٌّ من الأنبياء إلى الله تعالى الجوع والعُري.
فأوحى الله إليه: «أما ترضى أني سددت عنك باب الشرك».

"سير أعلام النبلاء" (٣/ ٣٤١)

من سلمه الله من الشرك فهو بخير.
ومن أمن الوقوع فيه فهو "مغفلٌ مغرور".
وهذا إبراهيم خليل رب العالمين الذي جعله الله أمة قانتا لله حنيفاً ولم يكن من المشركين يخافه على نفسه ويقول: ﴿وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ﴾ التي كسرها بيده واستخف عقول أصحابها ومع ذلك خاف على نفسه أن يعبدها من دون الله لأنه اعتبر بحال الأكثرين وكيف زاغت قلوبهم وعبدوها فقال: ﴿رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ﴾.
قال إبراهيم التيمي: «من يأمن البلاء بعد إبراهيم؟!»
اللهم إنا نعوذ بك من الشرك كبيره وصغيره دقيقه وجليه ظاهره وخفيه.
{رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ} [آل عمران: ٨]

✍️ بدر بن علي بن طامي العتيبي

Allah Ta'ala berfirman mengenai wali-Nya, yaitu para penghuni surga:
“Dan orang-orang yang tidak mempersekutukan dengan Tuhan mereka (sesuatu apa pun).” [QS. Al-Mu’minun: 59]
Ikrimah berkata:
Seorang Nabi di antara para Nabi mengadu kepada Allah Ta’ala tentang rasa lapar dan telanjang (kemiskinan) yang dialaminya.
Maka Allah mewahyukan kepadanya: “Tidakkah engkau rida bahwa Aku telah menutup pintu kesyirikan darimu?”
(Siyar A’lam an-Nubala, 3/341)
Pesan Utama
 * Keselamatan adalah Tauhid: Barangsiapa yang diselamatkan oleh Allah dari kesyirikan, maka ia berada dalam kebaikan yang besar.
 * Bahaya Merasa Aman: Barangsiapa yang merasa aman dari jeratan syirik, maka ia adalah orang yang "lalai dan tertipu."
 * Teladan Nabi Ibrahim: Lihatlah Nabi Ibrahim, sang kekasih Allah (Khalilullah), yang dijadikan Allah sebagai teladan yang patuh dan lurus (hanif), serta bukan termasuk orang musyrik. Beliau tetap merasa takut (syirik) menimpa dirinya hingga berdoa:
   “Dan jauhkanlah aku dan anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” [QS. Ibrahim: 35]
Padahal, beliaulah yang menghancurkan berhala dengan tangannya sendiri dan meremehkan akal para penyembahnya. Namun, beliau tetap takut jika dirinya sampai menyembah berhala selain Allah karena beliau mengambil pelajaran dari kondisi mayoritas manusia dan bagaimana hati mereka bisa menyimpang hingga menyembahnya. Beliau berkata:
“Ya Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan kebanyakan dari manusia.” [QS. Ibrahim: 36]
Ibrahim At-Taimi berkata:
> "Siapakah yang merasa aman dari malapetaka (kesyirikan) setelah (melihat ketakutan) Ibrahim?"
Doa Penutup
Ya Allah, sesungguhnya kami berlindung kepada-Mu dari kesyirikan, baik yang besar maupun yang kecil, yang halus maupun yang nyata, yang tampak maupun yang tersembunyi.
“Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami menyimpang sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi-Mu; karena sesungguhnya Engkaulah Maha Pemberi (karunia).” [QS. Ali Imran: 8]
Ditulis oleh: Badr bin Ali bin Thami al-Utaibi

Siapa saja yang telah berbuat buruk kepadamu kemudian ia datang untuk meminta maaf atas kesalahannya maka ketawadhuan hati mengharuskan bagimu untuk menerima kesalahannya entah ia benar atau salah dan hendaknya engkau merahasiakan semuanya kepada Allah ta'ala"

Siapa saja yang telah berbuat buruk kepadamu kemudian ia datang untuk meminta maaf atas kesalahannya maka ketawadhuan hati mengharuskan bagimu untuk menerima kesalahannya entah ia benar atau salah dan hendaknya engkau merahasiakan semuanya kepada Allah ta'ala"

_____
📚 Madarijus Saalikin
unba

"Ya Allah jadikan diriku dapat dikenang baik oleh generasi setelahku sampai hari kiamat."

Alhamdulillah semoga bisa masuk dalam legacy kehidupan dunia yang bisa dinikmati di akhirat

Nabi Ibrahim alaihissalam berdoa

واجعل لي لسان صدق في الآخرين

"Ya Allah jadikan diriku dapat dikenang baik oleh generasi setelahku sampai hari kiamat."

https://id.shp.ee/q47Q1Z3
Ustadz ratno abu muhammad

Rabu, 25 Februari 2026

Jika orang-orang menimbun emas dan perak, maka timbunlah kata-kata ini

Berdasarkan riwayat dari Shaddad bin Aws, yang berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Jika orang-orang menimbun emas dan perak, maka timbunlah kata-kata ini: Ya Allah, aku memohon kepada-Mu keteguhan iman dan ketetapan dalam kebaikan. Aku memohon kepada-Mu rasa syukur atas nikmat-nikmat-Mu, aku memohon kepada-Mu kesempurnaan dalam beribadah kepada-Mu, aku memohon kepada-Mu hati yang sehat, aku memohon kepada-Mu lidah yang jujur, aku memohon kepada-Mu yang terbaik dari apa yang Engkau ketahui, aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan yang Engkau ketahui, dan aku memohon ampunan-Mu atas apa yang Engkau ketahui. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui yang gaib.” (Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad yang sahih).

𝐔𝐧𝐭𝐚𝐢𝐚𝐧 𝐃𝐨𝐚 𝐑𝐚𝐬𝐮𝐥 𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐡𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐡𝐨𝐥𝐚𝐭 𝐖𝐢𝐭𝐢𝐫 (𝐷𝑖𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑠𝑎𝑙𝑎𝑚)

🤲🏻 𝐔𝐧𝐭𝐚𝐢𝐚𝐧 𝐃𝐨𝐚 𝐑𝐚𝐬𝐮𝐥 𝐝𝐢 𝐏𝐞𝐧𝐠𝐡𝐮𝐣𝐮𝐧𝐠 𝐒𝐡𝐨𝐥𝐚𝐭 𝐖𝐢𝐭𝐢𝐫 (𝐷𝑖𝑏𝑎𝑐𝑎 𝑠𝑒𝑏𝑒𝑙𝑢𝑚 𝑠𝑎𝑙𝑎𝑚)
ust adi faizal

نفاة الصفات ومن يؤولونها بتأويلات الجهميةيخالفوننا حتى في «لا إله إلا الله»

نفاة الصفات ومن يؤولونها بتأويلات الجهمية
يخالفوننا حتى في «لا إله إلا الله»

‏๏ روى البيهقي في "الاعتقاد" (ص٩٦) عن الجارودي، قال:
ذكر ‌الإمام الشافعي ‌إبراهيم بن إسماعيل ‌ابن ‌عُليَّة؛
فقال: أنا مخالف له في كلِّ شيء، وفي قوله: ‌ «لا ‌إله ‌إلا ‌الله»، لست أقول كما يقول.
أنا أقول: ‌ «لا ‌إله ‌إلا ‌الله الذي كلَّدم موسى من وراء حجاب»، وذاك يقول: «‌لا ‌إله ‌إلا ‌الله الذي خلق كلاما أسمعه موسى من وراء حجاب».
‏๏ وهذا قول شديد في الجهمية ومن لفّ لفيفهم من نفاة الصفات كالعلو والكلام والرؤية والنزول.
فأهل السنة يتكلمون بما تكلم الله به ورسولهﷺ ثم يسكتون ولا يتعرضون له بتأويلات الجهمية.
✦ فيقول أهل السنة: لا إله إلا الله الذي في السماء.
❖ وتقول الجهمية: لا إله إلا الله الذي ليس في السماء، و لا إله إلا الله الموجود بلا مكان ، و لا إله إلا الله الذي في كل مكان!
✦ ويقول أهل السنة:  لا إله إلا الله الذي يراه المؤمنون بأعينهم في الجنة وهو يراهم بعينه.
❖ وتقول الجهمية:  لا إله إلا الله، الذي لا يُرى، ولا عين له يرى بها أحد.
✦ ويقول أهل السنة:  لا إله إلا الله الذي يتكلم متى شاء بما شاء ويسمعه منه من شاء.
❖ وتقول الجهمية:  لا إله إلا الله الذي لا يخرج منه كلام، وكل كلام خرج عنه فهو مخلوق يُعبر ويَحكي عن كلام الله.
كما سبق صريحاً في كلام الإمام الشافعي.
✦ ويقول أهل السنة:  لا إله إلا الله الذي ينزل ويهبط كل ليلة كما أخبر عنه العارف به صدقاً نبيناً محمدﷺ.
❖ وتقول الجهمية:  لا إله إلا الله الذي لا ينزل وإنما ينزل أمره أو الملك.

‏๏ فأين أهل السنة وأين الجهمية وفروعهم؟ لا يلتقون والله حتى في «لا إله إلا الله» حتى يلج الجمل في سمِّ الخياط.

✍️ بدر بن علي بن طامي العتيبي

Perbedaan Keyakinan Antara Ahlus Sunnah dan Jahmiyah
Para penafi sifat Allah dan mereka yang menakwilkannya dengan takwil ala Jahmiyah, sejatinya menyelisihi kita bahkan dalam kalimat "Lā ilāha illallāh".
Riwayat dari Imam Syafi'i
Al-Baihaqi meriwayatkan dalam kitab Al-I’tiqād (hal. 96) dari Al-Jarudi, ia berkata:
Imam Syafi'i menyebutkan tentang Ibrahim bin Isma’il bin ‘Ulayyah, lalu beliau berkata:
"Aku menyelisihi dia dalam segala hal, bahkan dalam ucapannya: 'Lā ilāha illallāh'. Aku tidak mengucapkan sebagaimana yang ia ucapkan.
Aku mengucapkan: 'Tiada Tuhan selain Allah yang telah berbicara kepada Musa dari balik hijab.' Sedangkan ia (Ibnu ‘Ulayyah/Jahmiyah) mengucapkan: 'Tiada Tuhan selain Allah yang telah menciptakan kalam (kata-kata) yang didengar oleh Musa dari balik hijab.'"
Perbandingan Akidah: Ahlus Sunnah vs. Jahmiyah
Pernyataan ini sangat tegas terhadap kaum Jahmiyah dan sekte-sekte yang sejalan dengan mereka dalam menafikan sifat-sifat Allah seperti ketinggian-Nya (Al-Uluw), Kalam (berbicara), Ru’yah (melihat Allah), dan Nuzul (turunnya Allah). Ahlus Sunnah berucap sesuai dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya ﷺ ucapkan, kemudian diam tanpa melakukan takwil ala Jahmiyah


Di bawah ini, tangkapan layar postingan seseorang yang entah kenapa muncul di beranda saya. Mari kita bedah:

Di bawah ini, tangkapan layar postingan seseorang yang entah kenapa muncul di beranda saya. Mari kita bedah:

1. Bolehkah menikah dengan kemampuan menafkahi 'hanya' 3 juta/bulan? Jawabannya, boleh-boleh saja. Lebih-lebih, jika ada tujuan mulia dari pernikahan tersebut, misalnya demi menghindari perbuatan 'fahisyah', melahirkan keturunan yang bertakwa, dst.

Namun, perlu dicatat, 3 juta/bulan itu, di masa sekarang, terutama di kota-kota besar, tidak cukup untuk hidup secara layak dan normal. Terus? Ya, tidak apa-apa, sekadar anda tahu saja. Artinya, dengan nafkah (entah berapa gajinya...) sebesar itu, anda dan pasangan anda harus siap hidup dengan sederhana, dan mengontrol pengeluaran hanya untuk hal-hal yang sangat dibutuhkan saja.

Bagi seorang pelajar ilmu syar'i misalnya, dengan gaji segitu, jangan ikut-ikutan fomo beli kitab-kitab mahal cetakan Timteng. Cukup beli kitab cetakan lokal dengan harga miring (dengan kesadaran penuh: ada kualitas, ada harga). Atau, cukup dengan kitab-kitab pdf saja. Jangan ikuti gaya para pelajar yang anak orang kaya, atau para ustadz yang "penghasilan ceramahnya" puluhan bahkan ratusan juta per bulan itu. Ingat, SADAR DIRI !!!

2. Cari calon istri yang berasal dari latar belakang keluarga sederhana. Jangan bermimpi menikahi Tuan Putri atau anak CEO perusahaan besar. Dalam fiqih Islam, ada konsep 'kafaah' (kesetaraan latar belakang) dalam pernikahan. Jika ingin pernikahan anda langgeng dan harmonis, pilihlah calon istri dengan strata sosial yang setara dengan anda.

3. Masalah yang disebutkan dalam ss di bawah ini adalah, si fulan yang disebutkan dalam cerita itu, entah oversharing atau caper, wajar kemudian dikomentari oleh para perempuan sosialita nan feminis.

Prinsip di media sosial, jangan oversharing atau caper. Mungkin ada yang 'kegocek' oleh aksi anda itu, lalu simpati dengan anda. Tapi, tanpa anda sadari, banyak juga yang muak dan ingin muntah melihat kelakuan konyol anda tersebut.

Kalau serius mau cari istri dengan kriteria tertentu, carilah sendiri, atau minta bantuan keluarga, senior, kolega, atau teman anda untuk mencarikan. Tidak perlu mengumumkannya di media sosial, kecuali anda merasa diri anda selebriti.

Tidak perlu menceritakan kondisi anda yang memprihatinkan di media sosial secara berlebihan, padahal tidak ada yang nanya, kecuali anda punya niat terselubung untuk minta donasi, atau minta diumrahkan oleh teman medsos anda yang kebetulan punya travel umrah itu. Ceritakanlah pada orang-orang terdekat anda, yang tulus peduli dengan anda, dan anda pun tulus peduli dengan mereka, tanpa modus apa pun.

Gunakan media sosial untuk berbagi ilmu, menyuarakan opini bernas, dan berbagai hal bermanfaat lainnya. Jika ingin mencari peluang kerja dan usaha, silakan juga, tapi lakukan secara elegan, bukan dengan mengemis simpati. Kalau ingin cari calon istri, hmm...

[M4N]