Kamis, 01 Agustus 2024

Ahlusunnah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan dalil bukan yang mengedepankan akal semata."

Syaikh Dr. Muhammad Hisyam Thahiri حفظه اللّه berkata :

أهل السنّة أهل النقول ولا أهل العقول

"Ahlusunnah adalah orang-orang yang berpegang teguh dengan dalil bukan yang mengedepankan akal semata."

#Faedah6 Daurah Surabaya#
Ustadz noviyardi

TIGA PERKARA YANG DISESALKAN MANUSIA

TIGA PERKARA YANG DISESALKAN MANUSIA

Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah mengatakan
Jiwa seorang anak Adam tidaklah keluar dari dunia kecuali dengan tiga penyesalan

- Ia belum sempat bersenang-senang dengan harta dunia yang dia kumpulkan,
- Ia belum sempat meraih angan-angannya dan
- Ia belum sempat mengambil bekal yang baik untuk negeri Akhirat yang ia datangi".

_____
Az Zuhd Libni abi dunya

Dalam sesi soal jawab setelah selesai sesi kedua dari penjelasan kitab Ushul Sunnah lil Humaidy rahimahullah, Syaikh Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaily hafizhahullah ditanya oleh Ustadz Dr. Sufyan Baswedan hafizhahullah, sebagaimana berikut:

FAWAID_DAURAH_ILMIYAH_SOLO
PONPES_IMAM_BUKHARI_SOLO

Dalam sesi soal jawab setelah selesai sesi kedua dari penjelasan kitab Ushul Sunnah lil Humaidy rahimahullah, Syaikh Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaily hafizhahullah ditanya oleh Ustadz Dr. Sufyan Baswedan hafizhahullah, sebagaimana berikut:

سؤال: هناك من يقول إن الإمام سفيان الثوري يعتبر من مرجئة الفقهاء. هل هذا الكلام صحيح؟
جواب: غير صحيح. مرجئة الفقهاء هم من أشهر من قال بذلك سليمان التيمي وهم في الكوفة وكذلك الإمام أبو حنيفة. صحيح، سفيان الثوري ليس من مرجئة الفقهاء. فيما يحضرني، شيخ الإسلام ابن تيمية ذكر أن الأئمة قبل مرجئة الفقهاء، مثل سفيان الثوري وغيره، كانوا على غير قول هؤلاء، بل هم مخالفون لهم وكانوا على قول أهل السنة والجماعة. سفيان الثوري وسفيان بن عيينة وغيرهما من الأئمة كانوا يرون أن الإيمان يتكون من اعتقاد بالقلب، وقول باللسان، وعمل بالجوارح، وهذا هو موقف أهل السنة والجماعة.

Pertanyaan: Ada yang mengatakan bahwa Imam Sufyan ats-Tsauri rahimahullah dianggap sebagai salah satu dari Murjiah Fuqaha. Apakah pernyataan ini benar?
Jawaban: Tidak benar. Murjiah Fuqaha adalah kelompok yang paling terkenal di antaranya adalah Sulaiman at-Taimi yang berada di Kufah serta Imam Abu Hanifah. Benar, Sufyan ats-Tsauri bukan termasuk Murjiah Fuqaha. Sebagaimana yang saya ingat, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menyebutkan bahwa para imam sebelum Murjiah Fuqaha, seperti Sufyan ats-Tsauri dan lainnya, berada di luar pendapat mereka. Mereka menentang pendapat Murjiah dan berada di atas pendapat Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sufyan ats-Tsauri, Sufyan bin 'Uyainah, dan para imam lainnya berpendapat bahwa iman terdiri dari keyakinan di hati, ucapan dengan lisan, dan amal perbuatan. Ini adalah pandangan Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Dari penjelasan sebelumnya Syaikh Dr. Ibrahim bin ‘Amir ar-Ruhaily hafizhahullah menjelaskan bahwa 

المرجئة الفقهاء هم فرقة من فرق المرجئة التي ترى أن الإيمان هو تصديق القلب وقول اللسان فقط، وأن العمل ليس جزءًا من حقيقة الإيمان. وذكر شيخ الإسلام ابن تيمية أن مرجئة الفقهاء يختلفون عن غيرهم من المرجئة الغلاة بأنهم يرون أن من قصر في الإيمان الواجب فهو تحت المشيئة، إن شاء الله غفر له وإن شاء عذبه. لكنهم لا يخرجون العمل من الإيمان بصورة كلية، بل يعتبرونه مكملًا للإيمان وليس جزءًا من حقيقته.

Murjiah Fuqaha adalah salah satu kelompok dalam Murjiah yang berpendapat bahwa iman terdiri dari keyakinan hati dan ucapan lisan saja, dan bahwa amal perbuatan bukan bagian dari hakikat iman. (Murjiah sendiri adalah salah satu sekte dalam Islam yang berpendapat bahwa iman hanyalah keyakinan dalam hati dan pengucapan dengan lisan saja, dan amal perbuatan bukan bagian dari iman. – dan ini menyelisihi pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah dimana iman itu adalah keyakinan dalam hati, diucapkan dengan lisan dan diamalkan dengan perbuatan.)
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menyebutkan bahwa Murjiah Fuqaha berbeda dengan Murjiah ekstrim lainnya karena mereka berpendapat bahwa seseorang yang kurang dalam iman yang wajib masih berada di bawah kehendak Allah; jika Allah menghendaki, Dia akan mengampuninya, dan jika Dia menghendaki, Dia akan menghukumnya. Namun, mereka tidak sepenuhnya mengeluarkan amal perbuatan dari iman, melainkan menganggapnya sebagai pelengkap iman dan bukan bagian dari hakikatnya.

Lajnah Tafrigh Faedah Daurah - Mahad Imam Al-Bukhari Solo

#Daurah_Al_Ilmiyyah_Solo_Mahad_Imam_Al_Bukhari_Muharram1446H
Ustadz Zaki rahmawan 

Hukuman bagi orang yang minum khamr

Hukuman bagi orang yang minum khamr 

Dari Abdullah bin Umar radhiallahu'anhuma, bahwa Nabi Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda:

مَن شرب الخمرَ لم تُقبلْ صلاتُه أربعينَ ليلةً فإن تاب تاب اللهُ عليه فإن عاد كان حقًّا على اللهِ تعالَى أن يسقيَه من نهرِ الخبالِ قيل وما نهرُ الخبالِ قال صديدُ أهلِ النارِ

"Siapa yang minum khamr maka tidak diterima shalatnya selama 40 hari. Jika ia bertaubat, maka Allah akan menerima taubatnya. Namun bila ia tidak bertaubat, maka sudah menjadi hak Allah untuk memberinya minum dari sungai al-khabal". Seorang sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah sungai al-khabal itu?". Nabi menjawab, "Nanahnya penduduk neraka!" (HR. Ahmad [7/60], dihasankan oleh Syaikh Ahmad Syakir dan Syaikh Syu'aib Al Arnauth dalam Takhrij Musnad Ahmad).

Join channel telegram @fawaid_kangaswad

Antara 𝐡𝐮𝐤𝐮𝐦, 𝐝𝐚𝐥𝐢𝐥, 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐝𝐥𝐚𝐥, 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐮𝐬𝐭𝐚𝐝𝐢𝐥.

Antara 𝐡𝐮𝐤𝐮𝐦, 𝐝𝐚𝐥𝐢𝐥, 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐝𝐥𝐚𝐥, 𝐝𝐚𝐧 𝐦𝐮𝐬𝐭𝐚𝐝𝐢𝐥.

𝐡𝐮𝐤𝐮𝐦 adalah produk dari sebuah 𝐝𝐚𝐥𝐢𝐥. Dalil harus diproses dulu dengan benar agar bisa menghasilkan hukum yang benar. Proses itu dinamakan 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐝𝐥𝐚𝐥.

Tidak semua orang bisa beristidlal, dan menarik kesimpulan hukum dari sebuah dalil. Karena ada ilmu yang harus dikuasai terlebih dahulu, seperti nahwu, shorf, fikih lughoh, ushul fikih, musthalah hadits, dll.

Lalu, siapa yang diizinkan untuk mengambil hukum dari sebuah dalil? dialah 𝐦𝐮𝐬𝐭𝐚𝐝𝐢𝐥, atau kita kenal dengan istilah 𝐦𝐮𝐣𝐭𝐚𝐡𝐢𝐝.
Nabi ﷺ bersabda:
إِذَا حَكَمَ الحَاكِمُ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَصَابَ فَلَهُ أَجْرَانِ، وَإِذَا حَكَمَ فَاجْتَهَدَ ثُمَّ أَخْطَأَ فَلَهُ أَجْرٌ
"Jika seorang hakim (mujtahid) berijtihad lalu ia benar, maka ia dapat pahala, jika salah mak satu pahala." (Muttafaqun'alaihi).

Kalau orang yang belum bisa beristidlal bolehkah langsung ke dalil?
Perhatikan sabda Nabi ﷺ :
"Siapa yang menafsirkan Al-Quran tanpa ilmu, silahkan ambil tempat duduk di neraka." (HR. Tirmidzi No. 2950).

Ibnu Taimiyyah berkata:
"Siapa yang menafsirkan Al-Quran dengan akalnya saja, maka ia sudah membebani dirinya dengan sesuatu yang tidak ia pahami, melakukan perbuatan yang tidak diperintahkan. 𝐖𝐚𝐥𝐚𝐮𝐩𝐮𝐧 𝐛𝐞𝐧𝐚𝐫 𝐭𝐚𝐟𝐬𝐢𝐫𝐧𝐲𝐚, 𝐢𝐚 𝐭𝐞𝐭𝐚𝐩 𝐬𝐚𝐥𝐚𝐡! Karena ia masuk bukan lewat pintunya." (Majmu' fatawa)

Lalu apa solusinya untuk orang yang belum paham 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐝𝐥𝐚𝐥? ia harus bertanya kepada ahli ilmu yang mengerti 𝐝𝐚𝐥𝐢𝐥 dan 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐝𝐥𝐚𝐥. 
Allah berfirman:
فَسْـَٔلُوٓا۟ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
"Tanyakan kepada ahli ilmu, jika kalian tidak mengetahui." (QS. An-Nahl: 43).

Sekarang tinggal lihat posisi kita. Kita di posisi mana? seorang yang paham istidlal, atau bukan? Kalau bukan, ya belajar! bukan debat!
Apalagi yang di debat ustadnya, lah kita aja belajar bahasa arab, baru 2 bulan udah hilang dari peredaran....
Ustadz Ihsan Muhammad 

FAEDAH HADITSHATI-HATI DALAM BERBICARA KARENA BISA MENJERUMUSKAN KE DALAM NERAKA نسأل الله السلامة والعافية

FAEDAH HADITS
HATI-HATI DALAM BERBICARA KARENA BISA MENJERUMUSKAN KE DALAM NERAKA 
نسأل الله السلامة والعافية

Berkata Syaikh Dr. Ibrahim bin Amir ar-Ruhaily hafizhahullah Ketika menyebutkan hadits berikut ini Ketika sesi tanya jawab setelah sholat maghrib di Mahad Imam al-Bukhari solo:

Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ الرجلَ لَيتكلَّمُ بالكلمةِ لا يرى بها بأسًا يهوي بها سبعين خريفًا

Sesungguhnya seseorang berbicara dengan satu kata yang ia anggap tidak berbahaya, namun karenanya ia terjerumus ke neraka selama tujuh puluh tahun. 

الراوي: أبو هريرة • الألباني، صحيح الترغيب (٢٨٧٥) • حسن صحيح • أخرجه الترمذي (٢٣١٤)، وأحمد (٧٢١٥) واللفظ لهما بزيادة في آخره، وأخرجه ابن ماجه (٣٩٧٠) باختلاف يسير. وأصله في صحيح البخاري (٦٤٧٧)، ومسلم (٢٩٨٨)
Perawi: Abu Hurairah • Ahli Hadits: Al-Albani, Shahih At-Targhib (2875) • Derajat hadits: Hasan Sahih • Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (2314), Ahmad (7215) dengan lafaz mereka berdua di akhir dengan tambahan sedikit, dan diriwayatkan oleh Ibnu Majah (3970) dengan sedikit perbedaan. Dan asalnya ada dalam Shahih Bukhari (6477), dan Muslim (2988).

Rasulullah ﷺ bersabda:

إنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بالكَلِمَةِ مِن رِضْوانِ اللَّهِ، لا يُلْقِي لها بالًا، يَرْفَعُهُ اللَّهُ بها دَرَجاتٍ، وإنَّ العَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بالكَلِمَةِ مِن سَخَطِ اللَّهِ، لا يُلْقِي لها بالًا، يَهْوِي بها في جَهَنَّمَ.

“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kata dari keridhaan Allah, dia tidak memperhatikannya, namun Allah mengangkatnya beberapa derajat karenanya. Dan sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kata dari kemurkaan Allah, dia tidak memperhatikannya, namun karenanya ia terjerumus ke dalam neraka. 

________________________________________
الراوي : أبو هريرة •البخاري •صحيح البخاري • الصفحة أو الرقم: 6478 • خلاصة حكم المحدث : [صحيح] • التخريج : أخرجه مسلم (2988) مختصراً بنحوه

Perawi: Abu Hurairah • Ahli Hadits : al-Bukhari • Shahih Bukhari • Halaman atau nomor: 6478 • Kesimpulan ulama hadits derajat hadits: [Shahih] • Riwayat: Diriwayatkan oleh Muslim (2988) dengan peringkasan semisalnya.

اللِّسانُ مِن نِعَمِ اللهِ العَظيمةِ، ولَطائفِ صُنعِه البَديعةِ؛ فإنَّه مع صِغَرِ جِرْمِه قدْ يكونُ سَببًا في دُخولِ الجنَّةِ، أو انْكِبابِ صاحِبِه على وَجْهِه في النَّارِ؛ لذا يَنْبغي للمُسلِمِ أنْ يَحفَظَ لِسانَه.
Lidah adalah salah satu nikmat Allah yang besar, dan merupakan keajaiban ciptaan-Nya; meskipun kecil, lidah bisa menjadi sebab masuknya seseorang ke surga atau terjerumusnya wajahnya ke neraka. Oleh karena itu, seorang Muslim seharusnya menjaga lidahnya.

 وفي هذا الحَديثِ بَيَّن النَّبيُّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم أثَرَ الكلمةِ وما يَترتَّبُ عليها مِن أجْرٍ أو وِزرٍ، حتَّى إنَّ العبدَ لَيتكلَّمُ بالكَلمةِ مِمَّا يَرْضاهُ اللهُ ويُحِبُّه، لا يَلتفِتُ لها قلْبُه وبالُه؛ لِقِلَّةِ شَأنِها عندَه، فيَرْفَعُه اللهُ بها دَرَجاتٍ في الجنَّةِ، وإنَّه لَيتكلَّمُ بالكَلمةِ الواحدةِ مِمَّا يَكْرَهُه اللهُ ولا يَرْضاهُ، لا يَلتفِتُ بالُه وقلْبُه لعِظَمِها، ولا يَتفكَّرُ في عاقِبتِها، ولا يَظُنُّ أنَّها تُؤثِّرُ شَيئًا، ولكِنَّها عندَ اللهِ عَظيمةٌ في قُبحِها، فيَهْوِي بها -أي: يَنزِل ويَسقُط بسَببِها- في دَرَكاتِ جَهَّنَمَ.

Dalam hadits ini, Nabi Muhammad ﷺ menjelaskan pengaruh kata-kata dan konsekuensi dari apa yang diucapkan, hingga seorang hamba berbicara dengan satu kata yang diridhai Allah dan disukai-Nya, tanpa memperhatikan kata itu karena dianggap sepele, namun Allah mengangkatnya beberapa derajat di surga karenanya. Dan seorang hamba berbicara dengan satu kata yang dibenci Allah dan tidak diridhai-Nya, tanpa memperhatikan kata itu karena dianggap sepele, namun Allah menjerumuskannya ke dalam neraka karenanya.

 وهذا تَحذيرٌ للمُسلِمِ مِن خُطورةِ الكَلِمةِ؛ فإنَّ الكَلِمةَ إذا لم تَخرُجْ مِن الفَمِ فالإنسانُ مالِكُها، فإذا خرَجَت كان أسِيرَها.

Ini adalah peringatan bagi seorang Muslim tentang bahaya kata-kata; ketika kata-kata belum keluar dari mulut, manusia menguasainya, namun ketika sudah keluar, manusia menjadi tawanannya.

 وفي الحَديثِ: أنَّ مَوضوعَ الكلامِ هو مَا يُحدِّد أثَرَه المترتِّب عليه؛ فقدْ يَخرُجُ المُسلِمُ مِن إسلامِه بسَببِ كَلِمةٍ، وقدْ يَنصُرُ اللهُ الإسلامَ بكَلمةٍ.

Dalam hadits ini juga dijelaskan bahwa topik pembicaraan yang menentukan pengaruhnya; seorang Muslim bisa keluar dari Islam karena satu kata, dan Allah bisa menolong Islam dengan satu kata.

 وفيه: التأمُّلُ والتفَكُّرُ فيما يَنطِقُ به الإنسانُ.

Juga, hadits ini menekankan pentingnya merenung dan berpikir tentang apa yang diucapkan seseorang. (Sumber penjelasan: Al-Durar Al-Sunniyah - https://dorar.net/h/uU6scP0l)

Lajnah Tafrigh Faedah Daurah - Mahad Imam Al-Bukhari Solo

#Daurah_Al_Ilmiyyah_Solo_Mahad_Imam_Al_Bukhari_Muharram1446H

Kehormatan kaum muslimin merupakan salah satu dari lubang-lubang api neraka

📒 Jagalah Kehormatan Kaum Muslimin

Ibnu Daqiq al-'Ied rahimahullahu berkata:

أعراض المسلمين حفرة من حفر النار. 

"Kehormatan kaum muslimin merupakan salah satu dari lubang-lubang api neraka." (Fathul Mughits, 4/351)

🇮🇩🇸🇦 ICC DAMMAM KSA
Channel Telegram: https://t.me/iccdammamksa