Jumat, 24 Februari 2023

Ilmu kalam disebut demikian karena mereka terlalu banyak kalam (bicara) dan terlalu banyak argumen. Padahal perkara yang dibahas sederhana saja.

Ilmu kalam disebut demikian karena mereka terlalu banyak kalam (bicara) dan terlalu banyak argumen. Padahal perkara yang dibahas sederhana saja. 

Namun anda dapati mereka membahas satu masalah akidah kemudian menulisnya berlembar-lembar tanpa ujung dan tanpa faedah. 

Mereka membahas muqaddimah dan konsekuensi yang panjang lebar, yang andaikan itu tidak ada, tentu akan lebih baik dan lebih berkah. 

Oleh karena itu kebanyakan ulama kalam yang mencapai puncak ilmu kalam, justru mereka menyesal. 

- Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin dalam Ta'liq 'ala Muqaddimah Al Majmu' (hal. 74)

Dampak Bergaul

Dampak Bergaul. 

Tanbihul Ghofilin:

يُقَالُ: مَنْ جَلَسَ مَعَ ثَمَانِيَةِ أَصْنَافٍ مِنَ النَّاسِ، زَادَهُ اللَّهُ ثَمَانِيَةَ أَشْيَاءَ

Dikatakan: barang siapa yang bergaul dengan delapan macam orang, maka Allah akan menambahinya delapan perkara

 مَنْ جَلَسَ مَعَ الْأَغْنِيَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ حُبَّ الدُّنْيَا وَالرَّغْبَةَ فِيهَا،

Barang siapa bergaul dengan orang-orang kaya, maka Allah tambahi hubbud dunia dan suka dunia.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُقَرَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الشُّكْرَ وَالرِّضَا بِقِسْمَةِ اللَّهِ تَعَالَى،

Barang siapa bergaul dengan orang-orang fakir, maka Allah akan menambahi rasa syukur dan ridlo dengan ketentuan Allah Ta'ala.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ السُّلْطَانِ، زَادَهُ اللَّهُ الْكِبْرَ، وَقَسَاوَةَ الْقَلْبِ،

Barang siapa yang bergaul dengan raja, maka Allah akan menambahi sifat sombong dan keras hati.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ النِّسَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الْجَهْلَ، وَالشَّهْوَةَ، وَالْمَيْلَ إِلَى عُقُولِهِنَّ، 
Barang siapa yang bergaul dengan Perempuan, maka Allah akan menambahi kebodohan, syahwat dan dominan pada ideologi mereka.

وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصِّبْيَانِ، زَادَهُ اللَّهُ اللَّهْوَ وَالْمِزَاحَ

Barang siapa yang bergaul dengan anak-anak kecil, maka Allah akan menambahi suka bermain dan suka berkelakar.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْفُسَّاقِ، زَادَهُ اللَّهُ الْجُرْأَةَ عَلَى الذُّنُوبِ، وَالْمَعَاصِيَ وَالْإِقْدَامَ عَلَيْهَا، وَالتَّسْوِيفَ فِي التَّوْبَةِ

Barang siapa bergaul dengan orang-orang fasiq, maka Allah menambahi rasa berani melakukan dosa, maksiat dan mengedepankan maksiat dan menunda-nunda dalam bertaubat.

 وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الصَّالِحِينَ، زَادَهُ اللَّهُ الرَّغْبَةَ فِي الطَّاعَاتِ وَاجْتِنَابَ الْمَحَارِمَ،

Barang siapa bergaul dengan orang-orang sholih, maka Allah akan menambahi rasa cinta untuk melakukan taat dan menjauhi perkara haram.

وَمَنْ جَلَسَ مَعَ الْعُلَمَاءِ، زَادَهُ اللَّهُ الْعِلْمَ وَالْوَرَعَ.

Barang siapa bergaul dengan ulama, maka Allah akan menambahi ilmu dan sifat waro'.

[أبو الليث السمرقندي ,ت

sifat hasad

Al Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata 
Dan asal mula dari sifat hasad adalah benci terhadap nikmat Allah azza wajalla kepada orang yang di hasadi dan berharap hilang nya nikmat tersebut, maka ketahuilah Alhasad (orang yang hasad) adalah musuhnya nikmat"

_____
Badai'ul Fawaid
Ustadz nurcholish

INIKAH PEMAHAMAN MURJIAH?!

INIKAH PEMAHAMAN MURJIAH?!

Syaikh Husain bin Abdul Aziz Alu Syaikh hafizhahullahu berkata dalam khutbah Jumat di masjid Nabawi tanggal 12/3/1424 H: 

- Apabila telah ditetapkan dalam syariat bahwa sesuatu (ucapan atau perbuatan) itu mukaffir (jelas kufur besar), maka harus dalam penerapan (takfir) kepada individu tertentu yang mengatakannya atau yang melakukannya telah terpenuhi syarat-syarat takfir padanya dan dihilangkan penghalang-penghalangnya sesuai pandangan/pendapat yang teliti (mendalam) dari seorang pakar ulama.

- Imam Ibnu Abi Al-Izzi rahimahullahu berkata: Ketahuilah bahwa bab "takfir" dan "no takfir" adalah bab yang sangat berbahaya, fitnah, dan malapetaka, serta banyak perpecahan dan perselisihan pendapat dan hawa nafsu di dalamnya. (Syarah Al-Aqidah Ath-Thahawiyah hal. 355)

- Dari sinilah wajib diserahkan hukum-hukum seperti ini (takfir individu) kepada para ulama rabbaniyyin dan para imam-imam petunjuk untuk mereka menetapkan apa yang diridhai oleh Allah dan Rasul-Nya di dalam perkara ini. 

- Bersamaan dengan hal di atas juga, para ulama terdahulu dalam karya-karya mereka dalam masalah ini sangat keras/ketat dan mereka menjelaskan bahwa wajib atas seorang ulama pemberi fatwa agar lebih mendahulukan untuk menutup pintu dan berhati-hati dalam berfatwa (masalah takfir individu ini). Dan di antara ucapan mereka: Selayaknya bagi seorang ulama pemberi fatwa -yaitu yang telah terpenuhi syarat-syarat untuk berfatwa- agar berhati-hati semaksimal mungkin dalam pengkafiran, karena sangat berbahayanya dan kebanyakan tidak adanya kesengajaan terutama dari orang-orang awam.

(Dinukil dari Min Khuthab Al-Haramain Asy-Syarifain...Al-Ghulah Wa Al-Mukaffirah Dzawi Al-Main hal. 55-57 oleh Syaikh Ali Hasan Al-Halabi rahimahullahu)
Ustadz abdurahman thoyib

Ibuku selalu berpesan

Ibuku selalu berpesan

Nak, tertawalah riang di hadapan ayahmu manakala beliau pulang ke rumah,
Karena dunia luar itu begitu kejam sehingga dapat membahayakan ayahmu

Tahukah engkau nak, apa beda ibu dengan ayah?

Ibu membawamu (mengandungmu) di dalam rahim selama sembilan bulan, namun ayahmu membawamu seumur hidupnya, tanpa engkau sadari

Ibu berupaya sekuat tenaga agar engkau tak merasa lapar, namun ayahmu lah yang mengajarimu agar engkau tak kelaparan lagi tanpa engkau fahami

Ibu menggendongmu (dengan memelukmu) di dada, namun ayahmu menggendongmu di punggungnya tanpa engkau perhatikan

Cinta ibu sudah engkau kenali mulai dari semenjak lahir, namun cinta ayahmu kan engkau ketahui setelah engkau kelak menjadi seorang ayah
Karena itu bersabarlah

Ibu memang tak ternilai harganya, namun ayahmu takkan bisa dikembalikan oleh waktu

😭😭😭

Semoga Allah subhanahu wa ta'ala senantiasa menjaga, memanjangkan usia, dan memberkati orang tua kita
Serta mengampuni yang telah tiada 🤲🤲🤲

Rahimahullah bapak saya.
Ustadz agung cahyono

Kamis, 23 Februari 2023

Nasehat buat diri,

Nasehat buat diri,

Sudah menjadi sunnatullah dakwah tauhid akan selalu dimusuhi dan difitnah, dari zaman para nabi sampai pada hari kiamat, maka da'i tidak boleh berdakwah sesuai selera manusia hanya karena takut dimusuhi, tawakkal saja kepada Allah azza wajjala, cari Ridha Allah azza wajalla, karena ridha manusia tidak mungkin bisa dicapai semuanya: 

{ وَإِن تُطِعۡ أَكۡثَرَ مَن فِی ٱلۡأَرۡضِ یُضِلُّوكَ عَن سَبِیلِ ٱللَّهِۚ إِن یَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنۡ هُمۡ إِلَّا یَخۡرُصُونَ }

Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan.
[Surat Al-An'am: 116].
Ustadz abul irbadh

Dinamika rumah tangga pastinya selalu ada namun kalau direnungi, muara petakanya tak jauh-jauh dari poin² ini.

Dinamika rumah tangga pastinya selalu ada namun kalau direnungi, muara petakanya tak jauh-jauh dari poin² ini.
____
Jika ditilik kembali, intinya terapkan syariat Allah.