Senin, 13 Desember 2021

Apabila engkau memakai suatu pakaian, lalu engkau menganggap bahwa pakaian yang kau pakai itu lebih baik dari pakaian orang selainmu, maka ketahuilah itu adalah seburuk-buruk pakaianmu” (Az Zuhud Imam Ahmad 354)

Berkata Muslim bin Yasar:
“Apabila engkau memakai suatu pakaian, lalu engkau menganggap bahwa pakaian yang kau pakai itu lebih baik dari pakaian orang selainmu, maka ketahuilah itu adalah seburuk-buruk pakaianmu” (Az Zuhud Imam Ahmad 354)

Pelajaran yang dapat dipetik:
Harga dirimu ada pada agamamu & akhlakmu.
Kapan kau menganggap bahwa:
Baju
Jabatan
Kedudukan
Adalah harga dirimu!!
Maka ketahuilah bahwa kau tak punya harga diri!
Sejatinya itu semua hanya harga suatu barang & tempat yang cepat atau lambat akan lekang dari dirimu!

Diterjemahkan dari Tweet Syaikh Badr bin Ali Al Utaibi

✍🏻Yami Amanda Cahyanto

Ada banyak ulama ternama dan terkenal justru bukan dengan nama aslinya. Kaum muslimin banyak mengetahui nama-nama terkenal itu namun tidak mengetahui nama aslinya.

Ada banyak ulama ternama dan terkenal justru bukan dengan nama aslinya. Kaum muslimin banyak mengetahui nama-nama terkenal itu namun tidak mengetahui nama aslinya. 

Di antaranya:

1. Ibnu Taimiyah : Ahmad bin Abdul Halim
2. Ibnul Qayyim : Muhammad bin Abu Bakr
3. Ibnu Rajab : Abdurrahman bin Ahmad
4. Ibnu Hazm : Ali bin Ahmad
5. Ibnu Hajar : Ahmad bin Ali 
6. Ibnu Katsir : Ismail bin Umar
7. Ibnul Jauzi : Abdurrahman bin Ali
8. Al-Bukhari : Muhammad bin Ismail
9. Abu Daud : Sulaiman bin al-Asy'ats
10. At-Tirmidzi : Muhammad bin Isa
11. An-Nasa'i : Ahmad bin Syu'aib
12. Ibnu Majah : Muhammad bin Yazid
13. Abu Hanifah : An-Nu'man bin Tsabit
14. Asy-Syafi'i : Muhammad bin Idris
15. Adz-Dzahabi : Muhammad bin Ahmad
16. Al-Qurthubi : Muhammad bin Ahmad
17. As-Shan'ani : Muhammad bin Ismail
18. Asy-Syaukani : Muhammad bin Ali
19. As-Suyuthi : Abdurrahman bin Abi Bakr
Dan lain-lain.
___
Semoga Allah merahmati, meridhai dan menganugerahkan kebaikan atas jasa-jasa mereka itu.
___
Join channel kami:

t.me/yani_fahriansyah
t.me/yani_fahriansyah
________

Tidak ada kebaikan dalam dakwah yang tidak menyeru kepada tauhid secara terperinci.

Prof. Dr. Sulaiman Ar Ruhaily menulis:

"Tidak ada kebaikan dalam dakwah yang tidak menyeru kepada tauhid secara terperinci.

Tidak ada kebaikan dalam dakwah yang tidak menyeru kepada sunnah baik dalam ilmu dan amal.

Tidak ada kebaikan dalam dakwah yang tidak menyeru untuk memperkuat hubungan harmonis antara pemimpin dan rakyat.

Tidak ada kebaikan dalam dakwah yang tidak menyeru kepada ilmu, keadilan, akal dan perasaan yang bijaksana.

Karena setiap dakwah yang kosong dari semua itu tidak berada di atas jalan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam."

Retweeted سليمان الرحيلي (@solyman24):

لاخير في دعوة تخلو من الدعوة إلى التوحيد على وجه التفصيل
لاخير في دعوة تخلو من الدعوة إلى السنة علما وعملا
لاخير في دعوة تخلو من تقوية الألفة بين الراعي والرعية
لاخير في دعوة تخلو من العلم والعدل والعقل والعاطفة الرشيدة
لأن كل دعوة خلت من ذلك ليست على سبيل محمد صلى الله عليه وسلم

Diterjemahkan oleh Ustadz Lanlan,  Lc Lanlan Tuhfatul Lanfas

Minggu, 12 Desember 2021

DEMI ILMU DAN DAKWAH

DEMI ILMU DAN DAKWAH

Pagi ini membaca tulisan Al-Fadhil Ustaz Muafa yang berjudul BERSIHNYA AN-NAWAWI DARI SYAHWAT WANITA yang dipublish kemarin (https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=2859737300727809&id=100000747008668). Dari tulisan tersebut dapat diilhami bahwa kisah ulama yang sanggup menjomblo karena ilmu dan dakwah itu memang ada dan benar, bahkan syekh ‘Abdul-Fattah Abū Ghuddah menyusun kitab berjudul Al-‘Ulama Al-Uzzab yang mengklasifikasikan 20 ulama yang menjomblo sampai wafat karena fokus mengutamakan ilmu dan dakwah.

Setiap ulama yang luar biasa itu memiliki perjalanan hidup yang berbeda dengan ulama yang lain, dan yang pasti adalah kehidupan para ulama tersebut berbeda dengan orang² biasa, mereka seperti hidup di alam lain. Apa saja akan mereka lakukan, termasuk sesuatu yang sulit dipahami oleh orang biasa (seperti menjomblo), demi kemaslahatan umat dan meraih rida Allah.

Imam Asy-Syāfi‘ī juga memiliki kisah yang unik, beliau berpoligami, dari para istrinya ini beliau mengkaji dan meneliti masalah haid. Begitu juga Imam Ishāq bin Rāhūyah, beliau menikahi istri seorang lelaki yang telah wafat dan memiliki kitab² Asy-Asyāf‘ī, beliau menikahinya hanya karena kitab² Asy-Syāfi‘ī tersebut.

Demikianlah segelintir kisah para ulama yang luar biasa, yang mabuk dengan ilmu dan dakwah, hingga “rela” menjomblo dan “tega” berpoligami pun karena ilmu. Hanya saja, yang belum pernah saya dengar dan baca adalah, seorang ulama yang seumur hidup hanya nikah dengan satu istri (monogami) semata-mata karena ilmu dan dakwah. 

Salam Persahabatan,
Alfan Edogawa

HUKUM MENDOAKAN PANJANG UMUR

HUKUM MENDOAKAN PANJANG UMUR

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rahimahulloh ditanya :
'' Apa hukum (seseorang) mengatakan ' mudah-mudahan Alloh memanjangkan keberadaanmu (umurmu)'?

Beliau menjawab :
'' Tidak selayaknya seseorang untuk memutlakan (tanpa ada batasan) dalam mengucapkan (doa) panjang umur. Karena panjangnya umur terkadang kebaikan yang terjadi dan terkadang kejelekan. Juga dikarenakan Sejelek-jelek manusia adalah orang yang panjang umurnya tetapi jelek amalannya. Berdasarkan alasan ini andaikan ada yang mengatakan 'mudah-mudahan Alloh memanjangkan umurmu dalam mentaati Allah' dan ucapan semisalnya, maka tidaklah mengapa hal yang demikian.'' 

(Fatawa Fadhilah Asy Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin fil Aqidah hal 202 terbitan 1442 Hijriyah)

Orang yang paling banyak kesalahannya adalah orang yang paling banyak menyebut-nyebut kesalahan orang lain".

_‏ابن سيرين رحمَه الله_

"إنّ أكثَـر النّاس خَطايا :أكثَرهم ذِكرًا لِخَطايا النّاس !"

المجالسَة وجواهر العلم: (٦/٨٦)

"Orang yang paling banyak kesalahannya adalah orang yang paling banyak menyebut-nyebut kesalahan orang lain".

Ibnu Sirin Rahimahullah, di kitab Al Mujalasah wa Jawahirul 'Ilmi (6/86).
Ustadz abuz zubair 

Hidup dan Mati Di atas Sunnah

Hidup dan Mati Di atas Sunnah 

1. Imam Al-baghdadi menceritakan: aku pernah kebetulan naik kapal (perahu) bersama imam Ahmad bin Hanbal, aku lihat dia seorang yang banyak diam, dan jika berucap dia berkata: 

اللهم أمتنا على الإسلام والسنة.

Ya Allah matikanlah aku di atas Islam dan Sunnah. (Tarikh Baghdad: 9/349)

2. Dikatakan kepada Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah, " wahai Abu Abdillah, semoga Allah menghidupkanmu di atas Islam" maka beliau menimpali: " dan di atas Sunnah'. (Manaqib Imam Ahmad Lil imam Ibnul jawzi: 243)

3.  Abu Bakr al-Marrudzi menyampaikan: "aku pernah berkata kepada Imam Ahmad Bin Hanbal: barangsiapa mati di atas Islam dan Sunnah, maka dia wafat di atas kebaikan'. Maka imam Ahmad berkata kepadaku: " diamlah! Barangsiapa mati di atas Islam dan Sunnah,maka dia wafat di atas kebaikan seluruhnya'

4. Imam Malik Berkata: " barang siapa mati di atas Sunnah, maka hendaklah dia bergembira".

5.Imam Fudhail bin Iyadh berkata: " keberuntungan bagi orang yang mati di atas Islam dan Sunnah. (Syuabul Iman: 7/73)

6.  Mu'tamir bin Sulaiman bin Thorkhom at-Taimi berkata: aku pernah masuk ke tempat ayahku dalam keadaan bersedih, lalu ayahku bertanya: ada apa dengan dirimu? Maka aku jawab: " sahabatku telah wafat". Kemudian ayahku bertanya: apakah dia wafat di atas Sunnah? Aku jawab: iya, lalu ayahku berkata: kalau begitu tak perlu engkau mengkhawatirkannya. (Syarh Ushul i'tiqod ahlussunah al-laalikai: 1/67)

Referensi:
Abu Abdillah Hamzah An-Naily, Tanbihul Ummah (Doha: Dar Imam Bukhari, 2018) 13-17.