Sabtu, 25 April 2020

Syaikh Umar Al-Gharib : kalo mau taqlid paling baik antum taqlid ke ulama zaman antum

Syaikh ana Yaitu Syaikh Umar Al-Gharib Sangat merekomendasikan ane untuk membaca kitab ini.

Dan Syaikh juga berpesan, kalau mau taqlid paling baik antum taqlid kepada Ulama dizaman antum, dan begitulah berjalan dari zaman kezaman, seperti Imam syafii dan yang lainnya awal thalb/menutut ilmu merka pastinya berada diatas agama/tarjihat gurunya.

Maka dari itu syaikh sangat menganjurkan membaca kitab-kitab Syaikh Al-Utsaimin dan semisalnya.

Dan salah satunya syaikh hamd alhamd ini.

وقال أعجبتني ترجيحات الشيخ  حمد الحمد.
Al akh Soni abu Abdillah

TOKO KITAB ARAB DAR ALAMIYYAH DISEBERANG KAMPUS LIPIA JAKARTA SELATAN

*PENGUMUMAN PENTING*

*TOKO KITAB ARAB DAR ALAMIYYAH DISEBERANG KAMPUS LIPIA JAKARTA SELATAN*

Inilah situasi dunia perkitaban saat ini :

1. 
Stok kitab mulai langka baik di Arab apalagi di Indonesia. Karena di Arab sana banyak penerbit yg ikut libur tidak mencetak kitab selama wabah ini.

2. 
Toko2  & lembaga2 pendidikan  berusaha memborong kitab untuk mengamankan stok untuk mereka pribadi. 
Karena khawatir kehabisan. Khususnya pondok2 pesantren yang tetap mempersiapkan tahun ajaran baru 2020/2021 yang hanya 2-4 bulan lagi.

3.
Harga kitab yang mau tidak mau ikut naik tinggi. Karena kitab adalah barang import dari Arab, setiap yang Import pasti 
terpengaruh kurs nilai dolar, sedangkan sekarang nilai dolar sangat tinggi.

*UNTUK KAMI TOKO KITAB ARAB DAR ALAMIYYAH* :

1. 
Kami masih berusaha sampai saat ini mempertahankan harga lama, karena stok yang ada di Jakarta ini juga stok lama, bahkan ada yang kami obral besar. 
Walaupun, bisa saja  naik harga kitab di Jakarta sini, sekalipun stok lama, karena penjualan berkurang, padahal kami masih memiliki pengeluaran yg besar ; Biaya sewa toko & gudang kami dipusat kota JKT yang dalam brp bulan lagi akan habis, dan pengeluaran2 lainnya

2.
Stok kitab saat ini berkurang terus dan bahkan banyak yg sudah habis. Khususnya kitab2 terkenal dan banyak dicari untuk pondok2 pesantren.
Diperparah  pengiriman dari Arab belum tau kapan ada lagi, melihat sikon semua transportasi sedang off, bahkan kegiatan di toko2 kitab di Arab dan percetakan banyak yg off.

3.
Dikarenakan sikon2 diatas monggo bagi ikhwah yang masih mau order kitab selagi stoknya mungkin masih ada, dan sebelum harganya naik.

———————

*PEMESANAN KITAB DI DAR ALAMIYYAH* : 

Cukup menghubungi satu admin untuk satu kali order. Semua admin sama baiknya, boleh dengan yang mana saja. Harap ramah & sabar saja. 

1. wa.me/6283198939594 ust Abdurrahman
2. wa.me/6281386143502 ust Jayadi
3.  wa.me/6282168393553 ust Tamim

wa.me/6287880176606
Ust Anton Abdillah. Lc owner toko kitab Arab Dar Alamiyyah , Kampus Dakwah Utsman ( KDU ), Madu King Honey, Dll.

Toko Buka Selama Ada Wabah Corona
Senin - Sabtu 
9 - 17 WIB 

Diluar jam kerja kebaikan admin jika merespon pesan.

*HARAP DIPAHAMI & DIMAKLUMI*

*BAAROKALLAHU FIKUM*

نسأل الله السلامة و العافية

—————————

*DISKON KHUSUS BULAN ROMADHON*

Pembelian kitab terkecil minimal diskon 20% . Selanjutnya mengikuti diskon selama ini yang berlaku.
Contoh : Antum order kitab harga 30.000 diskonnya 20% . Khusus selama romadhon mubarok

————————

*SISTEM DISKON NORMAL DI  TOKO KITAB ARAB ADDARUL ALAMIYYAH*

*SEMOGA LEBIH BAIK & BERMANFAAT*

*BELILAH DALAM JUMLAH DISKON BIAR LEBIH MURAH*

1.
Pembelian dibawah 100.000 diskon 10%
2.
Pembelian 100.000 - 300.000 diskon 15%
3.
Pembelian 300.000 - 600.000 diskon 20%
4.
Pembelian  600.000  - 1.000.000 diskon 25%
5. 
Pembelian 1.000.000 - 2.000.000 diskon 30%
6.
Pembelian 2.000.000 - 6.000.000 diskon 35%
6.
Pembelian diatas 6.000.000  diskon 40% *MENTOK* ( diatas sedikit dari ini modal kami dengan toko & gudang yang berada ditengah kota Jakarta )
Tgl 

kerasnya hati, lemahnya badan, sempitnya rizki

إذا رأيت قساوة في قلبك، و وهنا في بدنك  وحرمانا في رزقك فاعلم أنك تكلمت فيما لا يعنيك

Malik ibn Dinar berujar, "jika engkau merasakan kerasnya hati, lemahnya badan dan merasakan sempitnya Rizki. Ketahuilah, itu karena engkau berbicara dengan pembicaraan yang tidak bermanfaat"

Selamat berpuasa hari ke 2
Ustadz rizqo Kamil 

Ibadah Awal Malam Pada Malam-Malam Ramadhan

Ibadah Awal Malam Pada Malam-Malam Ramadhan

Setelah berbuka puasa ( ta'jil ) dan shalat maghrib, diantara kebiasaan sebagian kita kaum muslimin adalah menyantap makan malam, agar makan kita bernilai ibadah disisi Allah ta'ala, maka hendaknya kita perhatikan empat niat dalam makan kita :

Pertama : 

Berniat dalam rangka mengamalkan perintah Allah azza wa jalla, karena Allah telah perintahkan kita untuk makan dan minum, Allah berfirman :

و كلوا و اشربوا و لا تسرفوا

" makan dan minumlah dan jangan berlebihan " QS Al-A'raf : 31.

Kedua : 

kita niatkan untuk menjaga badan ( jasmani ) kita, karena badan ini merupakan amanah yang Allah amanahkan pada kita, Allah berfirman :
" wahai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka " QS.At-tahrim : 6
Ayat ini ( berbicara ) tentang amanah diniyah ( amanat agama ).

Dan adapun tentang amanat badan dan agama, Allah berfirman : " janganlah kamu membunuh dirimu " QS.An-nisa : 29
Dan firman Allah : " dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan " QS.Al-baqarah : 195.

Ketiga :

kita berniat menikmati nikmat-nikmat Allah, ( karena ) mengenyam nikmat-nikmat Allah merupakan bentuk qurbah ( ibadah / pendekatan diri kepada Allah ), karena hal ini menunjukkan bahwa kita menerima nikmat Allah yang telah Allah anugerahkan, ini merupakan wujud pengakuan kita akan karunia Allah, kita terima dengan cara menikmatinya, dalam sebuah hadits : 

إن الله يحب أن تؤتى رخصه

" Sesungguhnya Allah senang bila keringanan-Nya dikerjakan " HR.Ahmad : 2/108.

Kalau demikian halnya berarti Allah suka kepada para hamba-Nya yang menerima nikmat-nikmatNya yang mereka mengkonsumsinya, karena yang Dermawan itu suka jika manusia dapat mengambil manfaat dari kedermawanannya.

Keempat : 

Berniat agar kuat dalam melaksanakan ketaatan pada Allah ta'ala, ini didasari dengan sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam : " sahurlah kalian karena dalam sahur ada keberkahan ". HR. Bukhari : 1923, Muslim : 1095.
Allah perintahkan kita untuk sahur agar kuat dalam berpuasa, oleh karena itu dengan makan dan minum kita niatkan agar kuat dalam menjalankan ketaatan kepada Allah ta'ala. 

Dengan niat-niat tersebut maka nikmat Allah yang kebanyakan dari manusia mengkonsumsinya karena untuk melampiaskan nafsu belaka bisa berubah menjadi ibadah.
( lihat Al-liqa'at Ar-ramadhaniyyah, Syekh Muhammad bin Shalih Utsaimin rahimahullah, hal : 21-22 ).

Akhukum : Abu Ya'la Kurnaedi.

Jumat, 24 April 2020

𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈_𝐏𝐀𝐑𝐀_𝐍𝐀𝐁𝐈#𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈_𝐈𝐋𝐌𝐔_𝐔𝐋𝐀𝐌𝐀#𝐌𝐄𝐒𝐈𝐑_مصر_𝐄𝐆𝐘𝐏𝐓

#𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈_𝐏𝐀𝐑𝐀_𝐍𝐀𝐁𝐈
#𝐍𝐄𝐆𝐄𝐑𝐈_𝐈𝐋𝐌𝐔_𝐔𝐋𝐀𝐌𝐀
#𝐌𝐄𝐒𝐈𝐑_مصر_𝐄𝐆𝐘𝐏𝐓

Sebenarnya ana ndak tau siapa penulis status tersebut juga ndak kenal, tapi sepintas lewat diberanda karena ada yang share. Dan ia menisbatkan kepada “salaf” pada nama FBnya maka tergerak jari ini untuk sedikit meluruskan dan membagi pengetahun sedikit kepada penulis dan teman-teman FB, seputar Mesir. mudah-mudah bermanfaat dan menambah pengetahuan kita.

Tulisan status tersebut menunjukkan :
1. Kejahilan penulisnya tentang Mesir dalam nash-nash syar’i
2. Minimnya informasi tentang Mesir dan Ulamanya
3. Tasarru’ dalam menyimpulkan pembahasan yang besar
5. Kurang piknik “rihlah” ilmiyyah dan tsaqafiyyah. Al Imam Al Khatib Al Bagdadi menulis kitab “Ar Rihlah fi Thalabil Hadits” silahkan baca betapa pentingnya rihlah/piknik ilmiyyah dalam mencari ilmu ke negeri -negeri para ulama.

Mesir dikenal dengan negeri para Nabi, Negeri yang pernah ditinggali para shahabat dan negeri para ulama. Bahkan Allah menyebutkan dalam banyak ayatnya di dalam Al Quran, begitu juga Nabi shallallahu alaihi wasallam menyebutkan keutamaan negeri Mesir, juga penduduk dan sungainya “Niel” dalam hadits-haditsnya.

Diantaranya sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam adalah kepada para shahabat, dan wasiat kepada generasi setelahnya :

إِنَّكُمْ سَتَفْتَحُونَ أَرْضًا يُذْكَرُ فِيهَا الْقِيرَاطُ، فَاسْتَوْصُوا بِأَهْلِهَا خَيْرًا فَإِنَّ لَهُمْ ذِمَّةً وَرَحِمًا

"Sesungguhnya kalian pasti akan dapat menaklukkan negeri Mesir, yaitu suatu wilayah yang terkadang dinamakan Al Qirath. Apabila kalian telah dapat menguasai negeri Mesir, maka berbuat baiklah kepada para penduduknya. Karena, bagaimanapun mereka memiliki hak untuk dilindungi, dan memiliki hubungan tali saudara". (HR. Muslim no. 2543).

Ulama mengatakan bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam ada hubungan Rahim dengan penduduk Mesir, karena beliau keturunan Nabi Ismail bin Ibrahim, dari Ibu asli Mesir yaitu Hajar Al Mishriyyah. Juga Nabi shallallahu alaihi wasallam memiliki anak bernama Ibrahim dari seorang budak wanita Mesir bernama Marya Al Qibtiyyah.

Nabi menyebutkan keutamaan Sungai Niel, dalam sabda beliau :

سَيْحَانُ وَجَيْحَانُ وَالْفُرَاتُ وَالنِّيلُ كُلٌّ مِنْ أَنْهَارِ الْجَنَّةِ

"Saihan, Jaihan, Furat dan Niel semuanya termasuk sungai-sungai surga". (HR. Muslim no. 2839).

Negeri Mesir negeri para ulama mulai masa shahabat sampai hari ini, ulama dalam berbagai disiplin ilmu syar’i, Ahlul Qur’an, Ahlul Hadits, Fuqaha, Mufassirun, Ushuliyyun dll… 

Diantara para shahabat yang pernah tinggal di Mesir :

Amru bin Al Ash, Abdullah bin Amru bin Al Ash, Az Zubair bin Awwam, Sa’ad bin Abi Waqqash dll.. radiyaAllahu anhum.

Para ulama  Mesir zaman dulu sampai hari ini, diantaranya:

Al Laits bin Sa’ad, As Syafi’i, Al Muzani, Ar Rabi’, At thahawi, Al Maqrizi, Ibnu Daqiq Al ‘Id, Zainuddin Al Iraqi, Ibnu Hajar, Al Aini, As Sakhawi, As Suyuthi, Ahmad Syakir, Mahmud Syakir, Abdurrazzaq Afifi, Muhammad Hamid Al Fiqi, Muhiyyuddin Abdul Hamid, Abduss Salam Harun, Muhammad Khalil Harras, Abdud Dhahir Abu As Samh, Abdurrazzaq Hamzah, Abdurrahman Al Wakil, Muhammad Shafwat Nuruddin, Muhammad Abu Syahbah, Muhammad bin Abdul Wahhab Al Banna, Abdul Qadir Syaibatal Hamd dll.. rahimahumullah.

Adapun Ulama dan masyayikh salafi yang masih hidup hari ini di Mesir sangat banyak, diantaranya :

Syaikh Hasan bin Abdul Wahhab Al Banna (umur beliau skitar 95 tahun), Syaikh Abu Umair Majdi Arafat, Syaikh Ali Hasyisy, Syaikh Muhammad Sa’id Ruslan, Syaikh Adil As Syurbaji, Syaikh Ali Al Washifi, Syaikh Khalid Abdurrahman, Syaikh Abu Abdil A’la Khalid Utsman, Syaikh Adil Sayyid dll... hafidzahumullah.

Dari Negeri Mesri lahir para Huffadz, Ahli Qiraat, Ulama, Udaba', Syu'ara, Khuttath, dll.. 
Markaz-markaz Al Quran bertebaran, Markaz-markaz Bahasa Arab, Halaqah-halaqah ilmu berbagai cabang keilmuan, Universitas dan Ma'had-ma'had ilmi diberbagai kota bahkan sampai di kampung-kampung pedalaman.

Hendaknya jika mendapati penyimpangan seseorang atau sebuah kelompok disuatu negeri tertentu maka tidak langsung "gebyah uyah" pukul rata, bahwa negeri tersebut tidak ada kebaikannya dan keistimewaanya.

Hukum asal semua negeri kaum muslimin itu memiliki kebaikan dan keutamaan, karena dikumandangkan kalimatut Tauhid, Takbir, Shalat, terdengar lantunan bacaan Al Quran dan Syiar-syiar Islam lainnya.
tetapi ada sebagian negeri yang dipuji langsung oleh Allah dan RasulNya, seperti Makkah Madinah, Syam, Yaman, Mesir. 

Semoga Allah menjaga dan memberkahi negeri kita dan negeri-negeri kaum muslimin lainnya.

WaAllahu A'lam.

#Egypt_بحبك_يا_مصر
#Keutamaan Mesir, Syaikhuna DR. Muhammad Said Ruslan hafidzahullah :
https://www.rslantext.com/Article.aspx?ID=351

dosa yg lebih besar dari syirik yaitu berbicara tentang Allah tanpa ilmu

Ibnul Qayyim rahimahullah  berkata menjelaskan ayat ini,

فرتب المحرمات أربع مراتب، وبدأ بأسهلها وهو الفواحش، ثم ثنى بما هو أشد تحريما منه وهو الإثم والظلم، ثم ثلث بما هو أعظم تحريما منهما وهو الشرك به سبحانه، ثم ربع بما هو أشد تحريما من ذلك كله وهو القول عليه بلا علم، وهذا يعم القول عليه سبحانه بلا علم في أسمائه وصفاته وأفعاله وفي دينه وشرعه

“Allah mengurutkan keharaman menjadi empat tingkatan. Allah memulai dengan menyebutkan tingkatan dosa yang lebih ringan yaitu al fawaahisy (perbuatan keji). Kemudian Allah menyebutkan keharaman yang lebih dari itu, yaitu melanggar hak manusia tanpa jalan yang benar. Kemudian Allah beralih lagi menyebutkan dosa yang lebih besar lagi yaitu berbuat syirik kepada Allah. Lalu terakhir Allah menyebutkan dosa yang lebih besar dari itu semua yaitu berbicara tentang Allah tanpa ilmu. Larangan berbicara tentang Allah tanpa ilmu ini mencakup berbicara tentang nama dan shifat Allah, perbuatan-Nya, agama dan syari’at-Nya.”[I’lamul muwaqqi’in hal. 31, Dar Kutubil ‘Ilmiyah]

Di nukil dari web muslim or id

: ASY-SYAIKH AL-'ALLAMAH ABU NASR MUHAMMAD AL-IMAM Beliau adalah pengasuh(Mudir) Markiz Darul Hadits Ma'bar-Shon'a-Yaman

السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Shahabat Thuwailib Yaman....
Ba'da Tahlil wa Tahmid...
Kami ingin menyampaikan kabar gembira untuk antum semua berkaitan  tujuan di buat nya Fanpage(halaman ini)

Insya ALLOH jika tidak ada halangan ,
besok kami(Thuwailib Yaman) akan mengunggah audio Ulama Yaman dalam bentuk video yg sudah di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia,
di antara nya : ASY-SYAIKH AL-'ALLAMAH ABU NASR MUHAMMAD AL-IMAM Beliau adalah pengasuh(Mudir) Markiz Darul Hadits Ma'bar-Shon'a-Yaman
Pada kesempatan hari ini kami akan menyuguhkan sedikit BIOGRAFI beliau sebelum nantinya, Kami( Thuwailib Yaman) akan menyuguhkan audio beliau dalam bentuk video yg sudah di terjemahkan ke dalam bahasa indonesia

 Berikut ini kami haturkan biografi ringkas Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam حفظه الله

Nama beliau: Muhammad bin Abdullah bin Husain bin Thahir bin ‘Ali bin Ghazy Ar-Raimy

Dilahirkan: Sekitar pada tahun 1380 H atau 1960 M, di Desa As-Sahla, Kecamatan Kasmah, Propinsi Raimah (Daerah yang banyak dataran tinggi di Yaman).

Perjalanan Beliau Menuntut Ilmu

Fase Pertama: Pada tahun-tahun awal beliau, masalah pendidikan masih sangat minim. Namun beliau tetap belajar membaca dan menulis pada seseorang di desa beliau.

Fase Kedua: Menginjak masa remaja, maka beliau melakukan selayaknya anak muda Yaman, yaitu mencari rizqi untuk keluarganya. Dan waktu itu arah perjalan beliau adalah ke kota Ta’iz (kota industri Yaman). Namun beliau tidak berhenti belajar, maka disamping mencari rizqi, beliau juga belajar di suatau Ma’had di Ta’iz, sampai beliau menghafal 15 juz dari Al-Qur’an.

Fase Ketiga: Setelah menghafal setengah dari Al-Qur’an, maka Allah تعالى anugerahkan kelezatan ilmu pada diri Asy-Syaikh, sehingga merasa kalau hanya seperti ini maka tidak akan lega dahaga ilmu ini. Maka beliau berpikir harus rihlah menuntut ilmu, namun kemana??
Dan Allah تعالى taqdirkan jalannya, maka beliau mendengar ada seorang ‘alim ulama yang datang dari Arab Saudi ke Sha’dah (Dammaj), yang mana mengajari para pelajar tanpa menmungut biaya dari muridnya, bahkan ‘alim tersebut menanggung semua kebutuhan pangan dan papan. ‘Alim tersebut adalah Syaikh dari para Masyayikh Yaman, ahli hadits Yaman saat ini, yaitu Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi’iy رحمه الله.
Maka Asy-Syaikh tergugah untuk mereguk siraman yang memuaskan dahaganya itu dari Asy-Syaikh tersebut. Berangkatlah beliau ke Dammaj dengan dana tabungannya, karena Asy-Syaikh bukanlah orang yang suka berpoya-poya denga hartanya. Maka beliau belajar di ma’had yang dikenal dengan Dar Al-Hadits As-Salafiyah Dammaj. Di sinilah beliau berubah total perjalanannya, beliau berusaha segigih mungkin untuk menjadi ulama. Karena kecintaan kepada ilmu ini beliau pernah bercerita, bahwa ceramah Asy-Syaikh Muqbil yang sangat beliau sukai adalah yang membahas keutamaan dan kelezatan ilmu.
Di Dammaj beliau menyelasaikan hafalan Al-Qur’annya dalam dua bulan. Beliau bahkan mau membantu pekerjaan dapur, asalkan yang dibantu ini mau menyimak hafalan Al-Qur’annya. Sehingga beliau merasakan bagaimana besarnya jasa orang yang mengurusi dapur santri, sehingga di Ma’bar pun beliau sangat memuliakan para petugas yang mengurusi dapur santri, sebuah pelayanan yang sangat besar kata beliau. Beliau juga mempelajari ilmu-ilmu yang lain, dari bahasa, aqidah, hadits, fiqih, dan lain sebagianya. Beliau juga mengahfal kitab-kitab penting.

Fase Keempat: Setelah Asy-Syaikh menikah dan telah dipandang matang oleh Asy-Syaikh Muqbil, maka beliau dipilih dan diutus oleh Asy-Syaikh Muqbil رحمه الله untuk berdakwah dan mengajar di Ma’bar, yang kala itu masih terpenuhi oleh pemikiran syi’ah. Utusan ini atas permintaan Asy-Syaikh Ahmad Al-Banus رحمه اللهpendiri masjid An-Nur Dar Al-Hadits Ma’bar.
Di Ma’bar Asy-Syaikh Al-Imam terus melanjutkan telaah ilmunya melalui kitab-kitab di perpustakaan, yang sekarang berisi puluhan ribu kitab dari berbagai bidang ilmu. Beliau mulai mengajar para pelajar yang ingin merasakan ilmu al-haq, meskipun syi’ah pada waktu itu begitu benci dan berusaha menyakiti Asy-Syaikh, naum beliau bersabar.
Murid beliau pada awalnya hanya tujuh orang saja, namun makin hari makin bertambah dengan keutamaan Allah تعالى. Hingga kini telah mencapai kurang lebih empat ribu orang, dan sudah ada yang mempunyai ma’had sendiri-sendiri dan murid-murid yang di ajari. Perjuangan yang tak kenal lelah selama 25 tahun, perjuangan yang hasilnya tidak sia-sia. Karena perjuangan ini karena Allah تعالى dan untuk Allah تعالى. Semoga suatu saat kami bisa sebutkan diantara murid-murid Asy-Syaikh yang berhasil tersebut.

Kini Ma’bar telah menjadi daerah yang bersinar darinya cahaya ilmu syar’i al-haq. Sampai-sampai Asy-Sayikh Abdullah ‘Utsman Adz-Dzamary حفظه الله mengatakan: “Dakwah Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam telah dirasakan hasilnya orang manusia dan jin.” Adapun manusia maka kami lihat secara nyata. Adapun jin mungkin karena banyaknya orang kesurupan yang datang ke beliau untuk dibantu lepas dari jin, dan mungkin diantara jin tersebut ada yang menerima dakwah beliau.Itulah keutamaan Allah تعالى yang Dia berikan kepada siapapun yang dikehendaki-Nya.

Beliau memiliki Sifat Qana’ah (Merasa cukup) dan Zuhud:

Beliau tidak suka dengan tampilan megah, beliau mengambil dari dunia ini apa yang membantu beliau untuk lancar urusan akhiratnya. Dari tampang, beliau tampil sederhana biasa. Kalau orang baru pertama kali melihat niscaya akan terheran bahwa beliau adalah Asy-Syaikh Muhammad Al-Imam. Orangnya kurus, pakaiannya sederhana, layaknya orang biasa. Namun ketika melihat para pengawal beliau baru menyadari bahwa orang ini luar biasa. Setiap harinya beliau didampingi tiga pengawal yang tanggap dan siap siaga. Alasan ketatnya pengawalan beliau bukan di sini tempat pemaparannya.
Suatu ketika ada orang membangun sebuah rumah besar, kalau saya bilang gedung, lalu orang tersebut datang ke Asy-Syaikh dan berkata: “Saya telah membangun sebuah rumah, silahkan Asy-Syaikh huni, rumah itu untuk anda.” Namun Asy-Syaikh menolaknya dengan lembut, sudah cukup dengan yang ada. Akhirnya rumah tersebut diberikan oleh yang bangun kepada anak beliau.

Akankah Asy-Syaikh Bersedia ke Indonesia??

Banyak orang dari Indonesia berharap dan bertanya apakah Asy-Syaikh bersedia ke Indonesia?? Mereka menanyakan kesediaan beliau untuk ke Indonesia.bahkan Beberapa ustadz yang berkunjung juga melakukan hal yang sama. 
Dan jawaban beliau: “Lebih baik kalian meminta selain aku, alhamdulillah beberapa masyayikh ada yang siap untuk itu. Adapun aku sangat padat kegiatan dan tanggung jawabku, lebih dari itu tidak mudah (aman) bagiku untuk bepergian keluar.  beliau sulit diminta daurah ke negeri lain. Padahal permintaan banyak berdatangan dari beberapa negara Eropa, Jazair, Tunis, termasuk Indonesia.
Semoga Allah تعالى membalas kebaikan yang berlimpah pada beliau.

Biaya Hidup Asy-Syaikh

Mungkin sebagian orang bertanya biaya hidup Asy-Syaikh dari mana? Sepertinya dari kegiatan beliau terlihat beliau tidak mencari penghidupan?
Jawabannya: Secara pasti kami juga tidak mengetahuinya. Pernah kami mendengar bahwa beliau memiliki suatu toko, tapi kami belum tahu pasti. Tapi para donatur juga tidak tinggal diam, mereka lebih suka mendermakan harta mereka untuk menjaga seorang ulama yang menyeiakan waktunya untuk umat. Mereka berpikir harta mudah dicari di setiap tempat, tapi mencetak seorang ulama itu ratusan kali lebih sulit dari mengumpulkan harta. Mereka tidak membiarkan Asy-Syaikh untuk keluar mencari penghidupan dan menelantarkan para pelajarnya. Di sinilah terwujud ta’awun antara ulama dan pemilik harta dalam mengemban dakwah ini.
Bisa kita lihat pada sifat qana’ah beliau, bagaimana beliau dibangunkan rumah, meski beliau tiak menerimanya. Ini juga mengisyaratkan, beliau sangat teliti bagaimana mangatur pengeluaran untuk kepentingan ma’had. Beliau jalankan dana sesuai amanah sang pemberi dana.

Karya Tulis Beliau :

Beliau telah menerbitkan sekitar 50 karya tulis, ada yang terkait masalah jin, sihir, perdukunan dan ruqyah, ada yang terkait bantahan terhadap makar orang-orang kafir terhadap islam, ada yang terkait pelurusan kekeliruan masyarakat islam, dan lain-lain. Yang mana tidak bisa kami sebutkan satu per satu di sini.

Makanan Dan Kesehatan Beliau :

Beliau sangat memperhatikan kebaikan makanan yang beliau konsumsi. Beliau hanya makan secukupnya makanan yang tidak banyak memudharatkan. Kebanyakannya alami yang tidak mengandung banyak unsur kimia.
Contohnya: ketika mengajar beliau selalu di sediakan sebotol air madu atau jus wortel. Setahu saya beliau tidak minum minuman bersoda, sangat menjaga konsumsinya.

Hasilnya: Kesehatan beliau sangat prima, selama beliau mengajar belum pernah sekalipun syaikh absen mengajar karena sakit. Sakit beliau yang pernah ada hanya serak karena kecapekan.
Seorang pengajar aqidah di Markiz Beliau pernah bercerita: Asy-Syaikh(Muhammad Al-Imam) pernah berkata sendiri: “Aku tidak pernah merasakan butuh berobat ke rumah sakit semenjak 25 tahun.

Subhanallah, Allah تعالى memberikan penjagaan ekstra kepada beliau. Sehingga beliaupun merasa harus lebih banyak beibadah.
Mungkin terkait pribadi Asy-Syaikh kita cukupkan sekian, semoga menjadi pelajaran bagi kita semua, bagaimana cara agar kita mentauladani para ulama kita.

Akhir kata kami ucapkan Jazakumullohukhoiron kepada Antum semua nya yg sudah menyuka fanpage(halaman) ini.

والسلام عليكم ورحمة الله وبركاته