Selasa, 01 Juli 2025

Shahifah Hammam bin Munabbih adalah salah satu naskah kumpulan hadits tertua yang dihimpun oleh Hammam bin Munabbih (19 - 101 H). Beliau murid dari banyak sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, misalnya : Abu Hurairah radhiyallahu’anhu.

Shahifah Hammam bin Munabbih adalah salah satu naskah kumpulan hadits tertua yang dihimpun oleh Hammam bin Munabbih (19 - 101 H). Beliau murid dari banyak sahabat Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, misalnya : Abu Hurairah radhiyallahu’anhu. 

Semua naskah himpunan ini ada dalam Musnad Ahmad bin Hanbal, jadi bisa dikatakan jika kita khatam Musnad Ahmad maka selesai juga mengambil semua hadits dalam Shahifah Hammam. Namun terkadang kita baca Shahifah ini secara terpisah mengikuti naskah manuskrip yang ada dan telah dicetak. 

Kami pernah membacakan Shahifah Hammam secara khusus kepada salah satu ulama India seorang muhadits mu’ammar, salafi -rahimahullah-. Tadinya kita mau membacakannya kepada ulama yang telah berjasa mempelajari manuskrip ini dan membantah sebagian orientalis yaitu Syaikh Muhammad Mustofa al-A’zhomi namun terkedala sampai meninggalnya -rahimahullah-. Tapi Syaikh kami dari sisi sanad lebih 'aliy. 

Semoga Allah memberkahi perjalanan ini. 

#jejak_ilmu

Ustadz rikrik 

Di penutupan kajian kitab Risalah "Fil Amr bil ijtima' wal i'tilaf, annahyi Anil bid'ah wal ikhtilat" Li Syaikhul Islam Ibn Taymiyah, Syaikh Fathi al Mushiliy menjelaskan tentang ketentuan Hizbiyah yang membedakan dengan syariyyah, beliau menjelaskan diantaranya:

Di penutupan kajian kitab Risalah "Fil Amr bil ijtima' wal i'tilaf, annahyi Anil bid'ah wal ikhtilat" Li Syaikhul Islam Ibn Taymiyah, Syaikh Fathi al Mushiliy menjelaskan tentang ketentuan Hizbiyah yang membedakan  dengan syariyyah, beliau menjelaskan diantaranya:

"Bisa Jadi Yayasan Besar itu bukan Hizbiyah tetapi Syar'iyyah, 
Sedangkan ada Seorang Imam Masjid tidak punya yayasan sikapnya Hizbiyah. 

Hizbiyah adalah suluk khafiyyah yang menjadikan selain Islam sebagai ukuran wala' & baro'. "

Jazallahu syaikhana Syaikh Fathi Mushili. Rabu 2 Juli 2025.

Puncak tertinggi dari ukhuwah islamiyah adalah Itsar. Itsar secara bahasa bermakna melebihkan orang lain atas dirinya sendiri.

Puncak tertinggi dari ukhuwah islamiyah adalah Itsar. Itsar secara bahasa bermakna melebihkan orang lain atas dirinya sendiri.
Allah Ta’ala berfirman:

وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ وَمَنْ يُوقَ شُحَّ 
نَفْسِهِ فَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin), atas diri mereka sendiri. Sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (QS. Al-Hasyr: 9)

agama Islam adalah agama yang mementingkan kedekatan hati dan rasa cinta atas dasar keimanan.
Maka ukhuwah Islamiyah ditetapkan di langit, tempatnya di hati, dan syaratnya adalah Iman.

Hal tersebut akan terasa berat kecuali orang yang memiliki iman, oleh karenanya Ahlus Sunnah wal Jamaah menjadikannya sebagai prinsip dasar yang harus dimiliki.

Semoga Allah menjadikan kita semua Ahli Itsar.

Faedah Daurah Syar’iyyah 24 yang disampaikan oleh Syaikh Fathy bin Abdullah Al Mushily Hafidzahullahu ta’ala

✍🏼Al-faqiir
Amir Abu Atqiyaa’
Kota Batu - Jawa Timur.

Bagaimana Menumbuhkan Semangat Mahasiswa untuk Belajar Bahasa Arab?

#faidah_perjalanan

Bagaimana Menumbuhkan Semangat Mahasiswa untuk Belajar Bahasa Arab?

Kami bertanya kepada Syaikh Prof. Dr. Asyraf Al-Kinaniy حفطه الله dalam sebuah kesempatan saat membersamai beliau:

"Bagaimana cara menyemangati mahasiswa agar mau berbicara dalam bahasa Arab?"

Beliau menjawab:
Mulailah dengan mengajak mereka sering membaca Al-Qur'an.
Sebab, dengan sering membaca, akan tumbuh cinta kepada Al-Qur’an. Dan ketika cinta itu tumbuh, tanyakan padanya:

"Apakah kamu ingin mencintai Al-Qur’an lebih dalam lagi?"

Jika jawabannya iya, maka katakan:
"Pelajarilah maknanya. Dan untuk memahami makna Al-Qur’an, kamu harus belajar bahasa Arab."

Itulah awal dari kecintaan terhadap bahasa Arab: melalui cinta kepada Al-Qur’an.

Tapi semangat saja tidak cukup. Jika mereka sudah mulai belajar, ajarkanlah bahasa Arab yang mereka butuhkan, yang mudah, dan sampaikan dengan cara yang sederhana.

Bila mereka berkata, “Bahasa Arab itu sulit”, maka jangan disalahkan. Karena memang ada bagian-bagian yang sulit, seperti Qawā‘id dan Balāghah. Namun jangan lupa sampaikan juga bahwa dalam bahasa Arab ada sisi yang sangat mudah dan praktis, yang bisa langsung mereka gunakan.

Dari sini kita belajar: 
Tashfiyah (diluruskan) sebelum Tarbiyah (dibina).
Bersihkan prasangka, luruskan niat, lalu ajarkan secara bertahap dan bertahap.

Dan satu hal yang pasti:
Bahasa Arab tak akan bisa dipisahkan dari Al-Qur’an.

Batu, 2 Juli 2025
Ustadz dagi abu usamah

Jadilah kalian mata air ilmu, pelita-pelita hikmah, lentera-lentera malam, penyegar hati yg dahaga, penghuni rumah-rumah (yang banyak ibadahnya, menjauhi popularitas, sederhana dalam berpakaian, dikenal oleh penduduk langit dan tersembunyi dari penduduk bumi

Shahabiy 'Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata kepada murid-muridnya:

كُونُوا يَنَابِيعَ العِلْمِ، مَصَابِيحَ الحِكْمَةِ، سُرُجَ اللَّيْلِ، جُدَدَ القُلُوبِ، أَحْلَاسَ البُيُوتِ، خُلْقَانَ الثِّيَابِ، تُعْرَفُونَ فِي أَهْلِ السَّمَاءِ، وَتَخْفَوْنَ عَلَى أَهْلِ الأَرْضِ

"Jadilah kalian mata air ilmu, pelita-pelita hikmah, lentera-lentera malam, penyegar hati yg dahaga, penghuni rumah-rumah (yang banyak ibadahnya, menjauhi popularitas, sederhana dalam berpakaian, dikenal oleh penduduk langit dan tersembunyi dari penduduk bumi." 
[Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dalam Risalah fil Amri Bil Ijtima' wal I'tilaf hal. 7]

Faidah daurah syar’iyyah ke-24
Syaikh Fathi bin 'Abdillah al-Mushili hafizhahullah
Ustadz Abu malik