Kamis, 03 April 2025

PENDAPAT SYAIKH MUQBIL AL WADII, Imam Ahlussunnah Wal Jama'ah Salafiyah dari Negeri Yaman TENTANG BAIAT PEMIMPIN SAAT INI

PENDAPAT SYAIKH MUQBIL AL WADII, Imam Ahlussunnah Wal Jama'ah Salafiyah dari Negeri Yaman TENTANG BAIAT PEMIMPIN SAAT INI
_____

هل يستحق حكام المسلمون البيعة ؟
Apakah para pemimpin kaum muslimin [ saat ini - pent ] berhak mendapatkan baiat? 

هذا نحيله إلى حكام المسلمين ؛ نقول لهم إن كانوا عملاء لأمريكا - وهم أعلم بأنفسهم - فلا تصح لهم البيعة ، وإن لم يكونوا عملاء لأمريكا وكانوا يطبقون الشريعة الإسلامية فتصح لهم البيعة .

Ini kita kembalikan kepada para pemimpin kaum muslimin itu, kita katakan tentang mereka, jika mereka itu antek-antek mamarika - dan mereka lebih mengetahui tentang diri - diri mereka sendiri - maka tidak sah baiat buat mereka, jika mereka bukan antek-antek mamarika, dan mereka menerapkan syariat islam maka sah baiat buat mereka 

https://www.muqbel.net/fatwa.php?fatwa_id=535#:~:text=%D9%87%D9%84%20%D9%8A%D8%B3%D8%AA%D8%AD%D9%82%20%D8%AD%D9%83%D8%A7%D9%85%20%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D9%84%D9%85%D9%88%D9%86%20%D8%A7%D9%84%D8%A8%D9%8A%D8%B9%D8%A9%20%D8%9F,-%D8%AA%D8%AD%D9%85%D9%8A%D9%84%200.15MB&text=%D9%86%D8%B5%20%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%AC%D8%A7%D8%A8%D8%A9%3A,%D8%A7%D9%84%D8%B4%D8%B1%D9%8A%D8%B9%D8%A9%20%D8%A7%D9%84%D8%A5%D8%B3%D9%84%D8%A7%D9%85%D9%8A%D8%A9%20%D9%81%D8%AA%D8%B5%D8%AD%20%D9%84%D9%87%D9%85%20%D8%A7%D9%84%D8%A8%D9%8A%D8%B9%D8%A9%20.

Artikel tanpa ta'liq

Makna baiat 

https://www.google.com/amp/s/www.islamweb.net/amp/ar/fatwa/58479/

Ustadz fadhel ahmad 

Ada 2 perkara yg dapat menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam penyimpangan:

Ada 2 perkara yg dapat menyebabkan seseorang terjatuh ke dalam penyimpangan:

1. Mendahulukan akal

Ali bin Abi Tholib رضي الله عنه berkata:

لو كان الدين بالرأي ، لكان أسفل الخف أولى بالمسح من أعلاه

"Kalau sekiranya agama itu berdasarkan ro-yu (akal), tentunya bagian bawah khuf itu lebih utama utk di usap daripada atasnya"

2. Mendahulukan perasaan

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin رحمه الله berkata:

"لو كان الدين بالعاطفة لكان جميع أهل البدع على حق"

"Kalau sekiranya agama itu berdasarkan perasaan, maka pastilah semua ahli bid'ah berada di atas kebenaran." (Liqo Syahry , 33)

Ketahuilah, bahwa perkara agama dan kebenaran hanyalah tunduk.

Az Zuhri رحمه الله berkata:

من الله الرسالة وعلى رسول الله صلى الله عليه وسلم البلاغ وعلينا التسليم

"Kerisalahan itu berasal dari Allah, kewajiban Rasul hanyalah menyampaikan, sedangkan kewajiban kita adalah tunduk." (Kholqu Af'alil 'Ibad , hal. 76)
Ustadz abu yahya tomy

Rabu, 02 April 2025

Pendidikan itu memang butuh biaya. Al Ustadz Al Fadhil Abdul Hakim Abdat pernah ditanya bertahun2 lalu

Pendidikan itu memang butuh biaya. Al Ustadz Al Fadhil Abdul Hakim Abdat pernah ditanya bertahun2 lalu, bagaimana dengan para ikhwah yang penghasilannya kurang utk bisa menyekolahkan anaknya di sekolah2 yg baik, maka beliau menjawab, yg kurang lebih maknanya : ini bukan beban tanggung jawab mereka. Ini adalah beban tanggung jawab orang2 kaya. Mrk bertanggung jawab menanggung biaya pendidikan sehingga anak2 kaum muslimin bisa bersekolah di sekolah yg baik. Kelak orang2 kaya ini akan Allah tanya apa yg mereka lakukan dgn harta2 yg Allah anugerahkan kpd mereka.

Kurleb spt itu.

Adapun org2 yg tdk mampu, maka  لا واجب مع العجز, tdk ada kewajiban dalam kondisi ketidakmampuan.

Selasa, 01 April 2025

MERELAKAN DEMI PERSATUAN

MERELAKAN DEMI PERSATUAN

Syikhul Islam Ibnu Taimiyah Rahimahullah berkata:

( يترك الإنسان الأفضل لتأليف القلوب واجتماع الكلمة خوفا من التنفير عما يصلح كما ترك النبي صلى الله عليه وسلم بناء البيت على قواعد إبراهيم ؛ لكون قريش كانوا حديثي عهد بالجاهلية وخشي تنفيرهم بذلك ورأى أن مصلحة الاجتماع والائتلاف مقدمة على مصلحة البناء على قواعد إبراهيم . وقال ابن مسعود - لما أكمل الصلاة خلف عثمان وأنكر عليه فقيل له في ذلك فقال - الخلاف شر ؛ 

Seseorang (boleh) meninggalkan sesuatu yang lebih utama dalam rangka melunakkan hati dan menyatukan kalimat kaum muslimin, Krn dikhawatirkan (jika hal itu dilakukan) maka membuat orang semakin lari, hal ini sebagaimana dahulu Rasulullah meninggakan pembangun Ka'bah di atas pondasi  Ibrahim, hal itu dikarenakan kaum Quraisy baru saja masuk Islam dan masih dekat dengan zaman jahiliyah, rasul khawatir jika perubahan bangunan Ka'bah sesuai pondasi Ibrahim itu dilaksankan, justru akan semakin membuat mereka lari (dari agama Allah), maka Rasulullah melihat bahwa maslahat persatuan lebih diutamakan dari pada mashlahat pembanguanan Ka'bah (kembali) sesuai di atas pondasi Ibrahim. Dan Ibnu Mas'ud ketika menyempurnakan rakaat sholat di belakang Ustman (ketika safar), beliau mengingkarinya, namun ketika ditanya mengapa tetap sholat di belakang Utsman? Maka Ibnu Mas'ud  menjawab: KARENA PERSELISIHAN ITU BURUK.

Majmu' Fatwa, syaikhul Islam Ibn Taimiyah 22/436.
Ustadz Dr fadlan fahamyah

Bahaya Ulama Fajir dan Ahli Ibadah yang Jahil

Bahaya Ulama Fajir dan Ahli Ibadah yang Jahil

Imam asy-Sya'bi berkata, "Berhati-hatilah kalian dari ulama yang fajir dan ahli ibadah yang jahil, karena keduanya adalah petaka bagi setiap orang yang terkena fitnah."

Hal senada disampaikan juga oleh Imam Sufyan ats-Tsauri --semoga Allah ta'ala merahmati keduanya--.

(Al-Madkhal ila 'Ilm as-Sunan, Imam al-Baihaqi, Hlm. 752)

Catatan M4N:

Salah satu bahaya ulama yang fajir adalah fatwa-fatwanya yang melegitimasi kezaliman dan menghalalkan kemungkaran. Sedangkan bahaya ahli ibadah yang jahil, salah satunya adalah, orang-orang mengikuti kejahilannya tersebut karena tertipu dengan ibadah dan kezuhudannya, sehingga agama mereka menjadi rusak.

Bagi Si Jahil, Ilmu adalah Kejahilan

Bagi Si Jahil, Ilmu adalah Kejahilan

Imam asy-Syafi'i radhiyallahu 'anhu berkata, "Ilmu adalah kejahilan di mata orang-orang jahil, sebagaimana kejahilan adalah kejahilan menurut pandangan ahli ilmu."

Beliau kemudian bersyair:

"Kedudukan sang faqih bagi si dungu,
Layaknya si dungu di hadapan sang faqih.

Sang faqih menjauhi si dungu,
Si dungu lebih menjauh lagi dari sang faqih."

(Al-Madkhal ila 'Ilm as-Sunan, Imam al-Baihaqi, Hlm. 787)

Catatan M4N:

Orang jahil (bodoh), tidak mampu membedakan antara ilmu dan kejahilan. Sehingga sangat mungkin, dan sering terjadi, mereka mengolok-olok ilmu karena kedunguan mereka. Lebih parah lagi, jika ditambah dengan fanatisme kelompok. Maka ini kejahilan di atas kejahilan.

Nasihat Pasca Ramadan

Nasihat Pasca Ramadan

“Saudara dan saudariku yang beriman…

Berusahalah agar di bulan-bulan lain sepanjang tahun, keadaanmu mendekati (seperti) keadaanmu di bulan Ramadan. Jangan tinggalkan kebaikan yang biasa kamu lakukan, dan jangan kembali kepada keburukan yang telah kamu tinggalkan. Sebagaimana dikatakan:

“Barang siapa yang menjadikan kebiasaan hidupnya seperti di bulan Ramadan, maka Allah akan menjadikan akhir hayatnya seperti Hari Raya.”

Allah Ta’ala berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

“Dan beribadahlah kepada Tuhanmu sampai datang kepadamu al-Yaqin (yaitu kematian).” (QS Al-Hijr: 99)

Dia juga berfirmanNya:

وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ

“Dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS Ali Imran: 102)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

لا تكُنْ مثلَ فلانٍ، كان يقوم الليل ثم ترك قيام الليل

“Janganlah kamu seperti si fulan, dahulu ia rajin salat malam, lalu ia meninggalkannya.”

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga mengabarkan kepada kita bahwa amalan yang paling dicintai oleh Allah adalah yang terus-menerus dilakukan meskipun sedikit.

Seorang mukmin akan selalu berada dalam kebaikan selama ia terus berusaha dalam meraih keutamaan, serta melihat amalannya dengan pandangan penuh kekurangan dan ketidaksempurnaan.

Hendaklah hatimu selalu merasa takut jika amal salehmu tidak diterima dan jika dosamu menjadi penyebabmu diazab. Iringilah kebaikan dengan kebaikan agar iman dan kedekatanmu kepada Allah semakin bertambah. Dan jika melakukan keburukan, segera ikuti dengan kebaikan agar keburukan itu terhapus.”

(Nasihat disampaikan oleh Syaikh Prof. Dr. Sulaiman ar-Ruhaili hafizhahullah, pengajar tetap di Masjid Quba dan Masjid Nabawi, Kota Madinah, KSA)