Kamis, 01 Agustus 2024

Sebagian ikhwanul muflisin menyangka bahwa yang dimaksud fiqhul waqi' (fikih realitas) itu bila engkau mengetahui jalan-jalan di Mesir, jalan-jalan di Baghdad, jalan-jalan di Timur dan di Barat (antusias mengikuti pemberitaan politik

Syaikh Al-'Allamah Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i rahimahullah berkata, 

"Sebagian ikhwanul muflisin menyangka bahwa yang dimaksud fiqhul waqi' (fikih realitas) itu bila engkau mengetahui jalan-jalan di Mesir, jalan-jalan di Baghdad, jalan-jalan di Timur dan di Barat (antusias mengikuti pemberitaan politik). 

Padahal sebetulnya itu hanya ambisi mereka untuk meraih kursi dan jabatan, selain itu mereka tidak peduli.. 

Ahlussunnah adalah pihak yang paling memahami realitas. Ahlussunnah mengajak kembali kepada dalil-dalil Al-Qur'an was Sunnah dalam menyikapi semua problem yang menimpa kaum Muslimin." 

📍 Gharatul Asyrithah (2/218)
#manhajulhaq
Ustadz fikri

Jangan terbuai dengan rayuan gombal, yang bisa menghilangkan akal.

Jangan terbuai dengan rayuan gombal, yang bisa menghilangkan akal.

Seorang wanita berkata kepada suaminya:
"Kenapa kamu tidak memberitahuku sebelum menikah bahwa kamu bangkrut, miskin, dan ga punya duit?"
Lalu suaminya menjawab:
"Bukankah sudah aku katakan kepadamu lebih dari sejuta kali bahwa aku tidak punya apa-apa di dunia ini selain dirimu, ah... kamu malah jadi tertawa seperti orang yang beg*."

[ 𝐊𝐫𝐢𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐇. 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐇𝐚𝐬𝐲𝐢𝐦 𝐀𝐬𝐲𝐚𝐫𝐢 رحمه الله 𝐭𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐮𝐦 𝐦𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦𝐢𝐧 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐌𝐚𝐣𝐞𝐥𝐢𝐬 𝐌𝐚𝐮𝐥𝐢𝐝/𝐒𝐡𝐚𝐥𝐚𝐰𝐚𝐭]

[ 𝐊𝐫𝐢𝐭𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐊𝐇. 𝐌𝐮𝐡𝐚𝐦𝐦𝐚𝐝 𝐇𝐚𝐬𝐲𝐢𝐦 𝐀𝐬𝐲𝐚𝐫𝐢 رحمه الله 𝐭𝐞𝐫𝐡𝐚𝐝𝐚𝐩 𝐤𝐞𝐦𝐮𝐧𝐠𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐢𝐚𝐧 𝐤𝐚𝐮𝐦 𝐦𝐮𝐬𝐥𝐢𝐦𝐢𝐧 𝐬𝐚𝐚𝐭 𝐌𝐚𝐣𝐞𝐥𝐢𝐬 𝐌𝐚𝐮𝐥𝐢𝐝/𝐒𝐡𝐚𝐥𝐚𝐰𝐚𝐭]

Beliau berkata dalam mukaddimah risalah ringkas yang berjudul "𝘈𝑡-𝑇𝘢𝑛𝘣𝑖𝘩𝑎𝘢𝑡 𝐴𝘭-𝘞𝑎𝘫𝑖𝘣𝑎𝘢𝑡 𝑙𝘪-𝘮𝑎𝘯 𝘺𝑎𝘴ℎ𝘯𝑎'𝑢𝘭 𝘔𝑎𝘶𝑙𝘪𝑑 𝑏𝘪𝑙-𝑀𝘶𝑛𝘬𝑎𝘳𝑎𝘢𝑡" :

"Pada malam senin, 25 Rabi’ul Awwal 1355, saya melihat sekelompok santri di sebagian pesantren 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗮𝗱𝗮𝗸𝗮𝗻 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗠𝗮𝘂𝗹𝗶𝗱 𝗡𝗮𝗯𝗶. Dalam acara itu, mereka menghadirkan alat-alat permainan; lalu membaca sebagian dari ayat al-Qur’an dan hadits-hadits yang berkaitan dengan permulaan sirah Nabi, serta ayat-ayat yang berkaitan dengan hari kelahiran Nabi dan perjalanan hidup beliau sesudah itu yang penuh dengan keberkahan. 
Namun setelahnya para santri itu 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗸𝘂𝗸𝗮𝗻 𝗯𝗲𝗿𝗯𝗮𝗴𝗮𝗶 𝗸𝗲𝗺𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿𝗮𝗻, seperti : 
[➊] saling memukul dan menangkis, yang mereka sebut 
dengan istilah pencak [silat]; tinju,
[➋] dan menabuh rebana [bahasa Jawa: 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘯𝘨]. 
[➌] Semua itu dilakukan 𝗱𝗶 𝗵𝗮𝗱𝗮𝗽𝗮𝗻 𝘄𝗮𝗻𝗶𝘁𝗮-𝘄𝗮𝗻𝗶𝘁𝗮 𝗹𝗮𝗶𝗻 𝘆𝗮𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗮𝗱𝗮 𝗱𝗶 𝗱𝗲𝗸𝗮𝘁 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 untuk menonton pertunjukan tersebut.
[➍] Ada juga 𝗮𝗰𝗮𝗿𝗮 𝗺𝘂𝘀𝗶𝗸, 𝘴𝘢𝘵𝘦𝘳𝘪𝘬 [sandiwara kuno], dan permainan seperti judi. 
[➎] Saat itu 𝗯𝗲𝗿𝗰𝗮𝗺𝗽𝘂𝗿-𝗯𝗮𝘂𝗿 𝗮𝗻𝘁𝗮𝗿𝗮 𝗸𝗮𝘂𝗺 𝗹𝗮𝗸𝗶-𝗹𝗮𝗸𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝘄𝗮𝗻𝗶𝘁𝗮; 
[➏] mereka menonton bersama; 𝘀𝗮𝗹𝗶𝗻𝗴 𝗯𝗲𝗿𝗷𝗼𝗴𝗲𝘁 𝗱𝗮𝗻 𝘁𝗲𝗻𝗴𝗴𝗲𝗹𝗮𝗺 𝗱𝗮𝗹𝗮𝗺 𝗽𝗲𝗿𝗺𝗮𝗶𝗻𝗮𝗻, canda-tawa, mengeraskan suara, serta berteriak-teriak di masjid dan sekitarnya.  

kemudian s𝗮𝘆𝗮 𝗺𝗲𝗹𝗮𝗿𝗮𝗻𝗴 𝗱𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗻𝗴𝗶𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿𝗶 𝗱𝗲𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗺𝗲𝗺𝗯𝗲𝗿𝗶 𝗽𝗲𝗿𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗸𝗲𝗿𝗮𝘀 𝗸𝗲𝗽𝗮𝗱𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗺𝗲𝗿𝗲𝗸𝗮 𝗮𝘁𝗮𝘀 𝗽𝗲𝗿𝗯𝘂𝗮𝘁𝗮𝗻 𝗺𝘂𝗻𝗴𝗸𝗮𝗿 𝗱𝗶 𝗮𝘁𝗮𝘀; akhirnya mereka berpencar dan membubarkan diri."

PDF kitab yang beliau tulis : 
https://t.me/Kasykuluthaleb/1654
ustadz Fandy abu syarifah

Sesungguhnya diantara sebab-sebab berkuasanya musuh Islam di negeri-negeri kaum muslimin adalah ketika mulai muncul kekufuran, kemunafikan, dan Bid'ah-Bid'ah."

Syaikhul Islam Ibnu Taymiyyah rahimahullah berkata:

"Sesungguhnya diantara sebab-sebab berkuasanya musuh Islam di negeri-negeri kaum muslimin adalah ketika mulai muncul kekufuran, kemunafikan, dan Bid'ah-Bid'ah."

_Fatawa:180/13_

FAWAID KAJIAN BERSAMA AS-SYAIKH PROF. DR. WASHIYULLAH ABBAS, MATERI SYARH KITAB SHAHIH MUSLIM. Bab Qadha’ Ash-Shalah. Bag. 1

FAWAID KAJIAN BERSAMA AS-SYAIKH PROF. DR. WASHIYULLAH ABBAS, MATERI SYARH KITAB SHAHIH MUSLIM. Bab Qadha’ Ash-Shalah. Bag. 1
1. Seseorang dibolehkan berpindah tempat dlm melaksanakan shalat nafilah
2. Shalat nafilah boleh dilaksanakan diatas kendaraan 
3. Adapun shalat wajib yang ditinggalkan dengan sengaja, maka tidak ada qadha atasnya, sebaiknya seseorang memperbanyak shalat nafilah.
4. Barangsiapa yang tertidur atau lupa dengan shalatnya, maka dia segera shalat ketika mengingatnya, berdasarkan sabda nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam:
 مَنْ نَسِيَ صَلاةً، أَوْ نَامَ عَنْهَا، فَكَفَّارَتُهَا أَنْ يُصَلِّيَهَا إذَا ذَكَرَهَا». متفق عليه
“Barangsiapa yang lupa shalat, atau ketiduran, maka kaffarahnya adalah ia harus melakukannya ketika ingat“. (Muttafaq alaih)
5. Sekalipun kita shalat sendirian maka tetaplah dianjurkan untuk adzan dan iqamat.
6. Ada shalat-shalat yang wajib diqadha’ setelah terlewat waktunya sejak hilangnya udzur, seperti shalat lima waktu, dan ada yang tidak diqadha’ apabila waktunya telah lewat, yaitu shalat jum’at, maka diganti dengan shalat dhuhur saja. Adapun tentang qadha shalat sunnah disebutkan bahwa Rasulullah melaksanakannya dalam riwayat lain .
7. Qadha shalat sesuai dengan tartib yaitu urutannya, maghrib terlebih dahulu baru isya. Namun ada khilaf dikalangan fuqaha’ tentang ini, misalnya sesorang belum shalat maghrib, dia mendapati jama;ah sedang shalat isya, maka boleh dia ikut shalat dengan niat shalat isya. Al-amru fihi waasi’.
8. Ketika sedang safar, bisa jadi kita mendapati sebagian tempat itu “kuat godaan syaithan” disana, sebagaimana tersebutkan dalam hadis, sehingga Rasulullah dan Para Sahabatnya berpindah tempat untuk shalat, dan Syaikh juga pernah mengalami ini ketika beliau safar bersama salah seorang gurunya.
9. تنام عيناي ولم ينام قلبي 
Ini merupakan mukjizat Rasulullah hati beliau tidak pernah tertidur, selalu siaga dalam menerima wahyu.
10. Anjuran melaksanakan shalat tahiyyatul masjid, bahakan sebagian besar ulama mewajibkannya.
AFR Ritonga, Rabu, 25 Muharram 1446H | Masjidil Haram, Makkah Al-Mukarramah |

TIDAK SELAMANYA MUNDUR/PERGI ITU BERARTI KALAH

TIDAK SELAMANYA MUNDUR/PERGI ITU BERARTI KALAH

Pepatah Arab menyatakan :
Tidak selamanya mundur/pergi itu berarti kalah bahkan ia bisa jadi sebuah kemenangan seperti :

- pergi dari perdebatan yang alot tidak ada ujungnya

- pergi dari pertemanan yang jelek 

- pergi dari tempat yang mana orang-orang nya tidak mengenal kadar dirimu (tidak membutuhkan mu / tidak menghargai mu)

ITU NAMANYA SYAFAAT BUKAN MEMINTA-MINTA AKHI

ITU NAMANYA SYAFAAT BUKAN MEMINTA-MINTA AKHI

Para pengurus mesjid/mushalla, pondok/mahad buka donasi untuk pembangunan mesjid atau Pondoknya, tetiba Dengan lantang ada yang mencerca dan mencela dengan ucapan :  tukang minta-minta ..! serta kalimat negatif lain nya. 

Maka Kita katakan kepada mereka : sebentar  anda jangan terlalu buru-buru. 

anda perlu tahu orang yang membuka donasi untuk masjid/mushalla ma'had/pondok berpegang dengan fatwa ulama. 

Syaikh bin baaz adalah seorang mufti saudi Arabia semasa beliau hidup, pernah ditanya mengenai hal ini. 

*Pertanyaan : *
_Jika seseorang meminta akan tetapi untuk dakwah seperti membangun masjid atau…?_

*Jawaban:*
_Ini adalah merupakan syafaat/ perantara kepada ahlul khair (orang berharta) untuk mengajak mereka kepada kebaikan,  untuk membangun mesjid atau kepada orang-orang  untuk membeli kitab agar dibagikan kepada penuntut ilmu atau membangun sekolah, ini masuk ke dalam firman Allah : 

مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً [النساء:85].

“barang siapa yang memberikan syafaat(perantara ) yang baik”. (An Nisa 85).

Pokok fikiran :
- dari sini orang-orang yang mencela dan memaki pengurus yang membuka donasi bagusnya yang ia maki-maki dan cela terlebih dulu adalah syaikh binbaz karena dengan fatwanya tersebut menyebabkan para pengurus mesjid atau pondok membuka donasi untuk kebutuhan masjid dan pondoknya, ayo caci Syaikh bin baz berani ga ...? 

- Kalau dibandingkan untuk kita yang awam ini mana yang selamat ikut pendapat 'alim seperti syaikh bin BAZ atau ikut pendapat antum yang suka mencela dan memaki. . ? 

- kalau sekiranya ada dua 'alim yang berbeda dalam masalah ini (membuka donasi untuk masjid, pondok atau amal kebaikan lainnya) apakah halal orang yang memilih pendapat yang berlawanan dengan pendapat ulama yang anda pilih untuk anda cela dan maki-maki.. ? 

- Syaikh bin baaz membedakan antara meminta untuk pribadi dengan meminta untuk dakwah, dimana beliau menyebutkan meminta untuk dakwah adalah bentuk syafaat atau mengajak orang utk berbuat kebaikankebaikan, yang mana hal itu dianjurkan dalam syariat. 

Waffaqanaallahu wwaiyyakum likulli maa yuhibbu wayardha. 

Oiya ini Naskah asli nya kami SS juga sekalian biar gampang baca nya barangkali internet disan lelet. Waffaqanaallahu waiyyakum. 

هذه شفاعة لأهل الخير يدعوهم فيها إلى الخير، فيشفع لمَن يعمرون مسجدًا، أو للذين يشترون كتبًا ليُوزِّعوها على الطلبة، أو في بناء مدرسة، فهذا داخلٌ في قوله: مَنْ يَشْفَعْ شَفَاعَةً حَسَنَةً [النساء:85].

mau baca langsung ke Sumber web nya Syaikh bin baaz juga bisa ada rekaman suara beliau juga : https://binbaz.org.sa/fatwas/28828/%D8%AD%D9%83%D9%85-%D9%85%D9%86-%D9%8A%D8%B3%D8%A7%D9%84-%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%A7%D9%84-%D9%85%D9%86-%D8%A7%D8%AC%D9%84-%D8%A7%D9%84%D8%AF%D8%B9%D9%88%D8%A9-%D9%88%D8%A7%D9%84%D9%85%D8%B3%D8%A7%D8%AC%D8%AF
https://www.facebook.com/share/p/QMjQKzUNEKfHRnVz/?mibextid=oFDknk