Selasa, 26 Desember 2023

Perhatian Kepada Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)

Perhatian Kepada Tazkiyatun Nafs (Penyucian Jiwa)

Pada dars malam ini sebelum Shalat Isya, Syaikh Prof. Dr. Husain al-‘Awaisyah حفظه الله menekankan pentingnya Tazkiyatun Nafs. Nasehat ini beliau sampaikan diujung pembahasan ayat terakhir Surat Al-Fatihah, khususnya maksud dari shirath (الصراط).

Berbicara shirath maka kelak manusia mendapatkan cahaya sesuai kadar amalannya. 
- Diantara manusia ada yang mendapatkan cahaya sebesar gunung yang berada disisinya
- Diantara mereka ada yang mendapatkan cahaya lebih besar dari gunung
- Diantara mereka ada yang mendapatkan cahaya sebesar pohon kurma yang berada di sebelah kanannya
- Diantara mereka ada yang mendapatkan cahaya lebih kecil dari pohon kurma yang berada di sebelah kanannya
- Dan sampai yang terakhir ada yang mendapatkan cahaya pada jempol kakinya, terkadang menyala dan terkadang padam. Jika menyala dia berjalan dan jika padam dia hanya bisa berdiri tidak bisa melanjutkan perjalanannya di atas shirath.

Kemudian dikatakan kepada manusia, “Berjalanlah sesuai kadar cahaya kalian !”
- Diantara mereka ada yang melewatinya  secepat kilat, secepat kedipan mata
- Diantara mereka ada yang melewatinya secepat bintang yang jatuh
- Diantara mereka ada yang melewatinya secepat angin
- Diantara mereka ada yang melewatinya seperti burung
- Diantara mereka ada yang melewatinya seperti kuda yang berlari
- Diantara mereka ada yang melewatinya seperti seseorang yang berlari-lari kecil
- Diantara mereka ada yang melewatinya seperti seseorang yang sedang berjalan

Hendaknya seseorang mengingat dan menghadirkan di dalam hatinya bahwa dia akan berjalan di atas shirath (jembatan yang dibentangkan di atas Neraka Jahannam), dan kondisinya tidak keluar dari yang disebutkan. Ketika ini tertanam pada seorang mukmin, maka dia akan takut membiarkan dirinya terjatuh ke dalam maksiat, ke dalam ghibah, namimah dan tentunya takut terjatuh ke dalam kesyirikan dan kebid’ahan. Masalahnya kita kurang dalam tazkiyatun nafs.

Inilah Islam, agama rahmah, agama thuma’ninah (ketenangan), agama yang ada kenikmatan dalam tangisan saat munajat kepada Allah. Bersungguh-sungguhlah untuk melakukan tazkiyatun nafs (penyucian jiwa) ! 

Akhukum Noviyardi Amarullah
Jakarta, 13-6-1445 H / 26-12-2023

diantara bentuk karomah

Senin, 25 Desember 2023

Disadari atau tidak, dosa maksiat itu merusak akhlak, amal ibadah dan rejeki seseorang.

Sadarkah kita kalau dosa maksiat berpengaruh buruk pada akhlak dan amal ibadah kita?

Disadari atau tidak, dosa maksiat itu merusak akhlak, amal ibadah dan rejeki seseorang.

"إن المعاصي تفسد الأخلاق، والأعمال، والأرزاق"

"Sungguh Dosa maksiat itu merusak akhlak, amalan ibadah, dan rejeki seseorang"

Asy Asyaikh Abdurrahman Nashir As Si'diy dalam kitabnya Taisir karimirr rahman: 291

Ibroh dari ini, mari beraksi meninggalkan kebiasaan berdosa maksiat.
Ustadz fadzla 

PENGAKUAN PENDETA BESAR NASRANI

PENGAKUAN PENDETA BESAR NASRANI 

Haudzah bin Ali Al Hanafi, penguasa Yamamah menerima surat da'wah dari baginda Rasulillah, meneyerunya agar memeluk Islam. Sesudah ia membacanya, ia berkonsultasi kepada penasehat spiritualnya, seorang pendeta besar nasrani.
Penasehat : Mengapa anda tidak memenuhi seruan dia ?
Penguasa : Aku eman kepada agamaku terlebih aku ini raja di kaumku, jika aku memeluk islam mengikuti dia maka aku tidak akan lagi berkuasa. 
Penasehat : Demi Allah tidaklah demikian ! Justru jika anda mengikuti agama dia maka dia akan tetap menjadikan anda seorang raja. Pilihan yang tepat adalah anda mengikuti dia. Kemudian penasehat itu berkata :

وإنه للنبي العربي الذي بشر به عيسى ابن مريم والله إنه لمكتوب عندنا في الإنجيل 

Dia benar benar seorang nabi berkebangsaan arab yang telah diberitakan oleh baginda Isa bin Maryam. Demi Allah dia telah tertulis didalam injil kita. 

[ Hidāyatul Hayārā halm. 90 Dar Alam Fawaid ]
Ustadz jabir

Sahabat Nabi yang wajahnya mirip Yesus (Nabi Isa) adalah 'Urwah Bin Mas'ud Ats-Tsaqafi Radhiyallahu 'Anhu.

Mirip Yesus (Nabi Isa 'alaihissaalam)

Sahabat Nabi yang wajahnya mirip Yesus (Nabi Isa) adalah 'Urwah Bin Mas'ud Ats-Tsaqafi Radhiyallahu 'Anhu.

Rasulullah bersabda:

 لَقَدْ رَأَيْتُنِيْ فِي الْحِجْرِ وَقُرَيْشٌ تَسْأَلُنِيْ… (فَذَكَرَ الْحَدِيْثَ، وَفِيْهِ:) وَإِذَا عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ قَائِمٌ يُصَلِّي، أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ ابْنُ مَسْعُوْدٍ الثَّقَفِيْ. ‘

Aku melihat diriku berada di dekat al-hijr sementara orang-orang Quraisy bertanya kepadaku… (lalu beliau menuturkan hadits, di dalamnya ada ungkapan): Ternyata ‘Isa bin Maryam sedang melakukan shalat, orang yang paling mirip dengannya adalah ‘Urwah bin Mas’ud ats-Tsaqafi (HR. Muslim)
Ustadz Dr fadlan fahamsyah

Shalat Wanita Lebih Afdhol di Masjid Nabawy atau di rumahnya/hotelnya.?

Shalat Wanita Lebih Afdhol di Masjid Nabawy atau di rumahnya/hotelnya.?

Kita tidak sedang berbicara tentang bileh atau tidaknya. Klo bolehnya, ya boleh. Bahkan kita tidak boleh melarang mereka shalat di masjid selama mereka keluar dalam keadaan bisa menjaga batasan2 syariat.

Adapun mana yg afdhol,

Maka perhatikan jawaban syaikh Muhammad bin shalih al utsaimin berikut,
إن النبي -صلى الله عليه وسلم- قال: «صلاة في مسجدي هذا خير من ألف صلاة فيما سواه إلا المسجد الحرام»
Sesungguhnya telah berkata Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, shalat di masjidku (nabawy) lebih baik 1000 kali lipat dibandingkan shalat di masjid selainnya, kecuali masjidil haram).

Tetapi terkait para wanita beliau berkata,
:«لا تمنعوا إماء الله مساجد الله، وبيوتهن خير لهن» 
“Jangan kalian larang para wanita hamba Allah untuk pergi ke masjid Allah. Dan rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka” (HR. Bukhari no. 900 dan Muslim no. 442). 

فأخبر أن صلاة المرأة في بيتها في المدينة خير من صلاتها في المسجد النبوي مع المضاعفة، 
Nabi mengabarkan kepada kita bahwasannya shalatnya wanita di rumahnya (di kota Madinah waktu itu), lebih baik daripada shalat mereka di masjid Nabawy, sekalipun keutamaan pahala shalat di masjid Nabawy berlipat2. 

مع أن الصلاة في المسجد النبوي مضاعفة، 
Padahal shalat di masjid Nabawy pahalanya berlipat2.

كذلك في مكة صلاتها في بيتها خير من صلاتها في المسجد الحرام،
 Sebagaimana di Makkah shalat wanita di rumahnya lebih afdhal dari shalatnya di masjidil haram. 

ولكن قد يقول قائل: كيف يكون خيراً وهذه مائة ألف صلاة في المسجد الحرام والمسجد النبوي بألف أو خير من ألف؟
Mungkin ada yg bertanya, bagaimana mungkin bs dikatakan lebih baik, padahal masjid haram itu pahalanya shalat 100.000 kali lipat, dan di masjid Nabawy 1000 kali lipat??? 

نقول: هناك كمية وهناك كيفية، فالأجر في كيفيته وضخامته في بيتها يقابل العدد الحاصل بالكثرة
Syaikh katakan, ada yg namanya kuwantitas dan ada yg namanya kualitas, pahala kualitas ibadah terkait kaifiyahnya (pent- sesuai arahan nabi) dan keagungannya ketika ia shalat di rumahnya jauh mengalahkan jumlah pahala yg dihasilkan jika ia shalat di masjid. 

Lalu jika ada yg bertanya, jika wanita di Madinah atau Makkah, shalat di rumah mereka, berarti mereka tidak mendapat pahala 100ribu atau seribu kali lipat dong? 

Maka syaikh Jawab,
هذا محل نظر ومحل تأمل؛ لأن المخاطب في فضل المساجد هم أهل المساجد وهم الرجال، أما المرأة فبيتها خير لها من المسجد حتى من المسجد الحرام ومن المسجد النبوي.
Ini adalah poin yg perlu diperhatikan, bahwasannya yg dituju/dimaksud dalam hadits keutamaan masjid-masjid adalah mereka ahlu masjid (yg wajib shalat di masjid) dan mereka adalah para pria, bukan wanita. 

Sebagai tambahan
الحكم مع علته وجودا وعدما
Hukum itu terkait illah (sebabnya), baik penetapanmya atau penafiaannya.

Illat kenapa shalat wanita lebih afdhol di rumah, sebagaimana kata syaikh bin baz
فدل على أن الأجر الذي يحصل للرجل في المسجد يحصل لها، أو ما هو أكثر منه لطاعتها لله ورسوله، وخضوعها لأمر الله ورسوله، هي على خير عظيم؛ ولأن بيتها أصون لها، وأبعد عن الفتنة.
1. Mengikuti perintah syariat
2. Di rumah lebih terjaga
3. Lebih jauh dr fitnah

Jujur illat ini juga ada pada shalatnya wanita di hotel2 yg ada di Makkah dan Madinah

Wallahu a'lam
Ustadz kukuh abu yumna

FAEDAH_MAJLIS_ULAMA

#FAEDAH_MAJLIS_ULAMA

Faedah pagi ini dari Kajian rutin ba'da shalat subuh di Masjidil Haram yang disampaikan oleh Syaikh Dr. Shaleh bin Abdillah bin Humaid حفظه الله dari Kitab "Umdatul Ahkam" Bab. At Tasyahhud hadits yang pertama adalah :

عَن ابْنِ مَسْعُودٍ يَقُولُ: عَلَّمَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -وَكَفِّي بَيْنَ كَفَّيْهِ- التَّشَهُّدَ كَمَا يُعَلِّمُنِي السُّورَةَ مِنْ الْقُرْآنِ : {التَّحِيَّاتُ لِلَّهِ وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ السَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، السَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ}. 

وفي لفظ : {إذَا قَعَدَ أحَدُكُم فِي الصَّلَاةِ فَليَقُلْ : التَّحِيَّاتُ للَّهِ - وَذَكرَه - وَفِيهِ : فَإِنَّكُم إذَا فَعَلتُمْ ذَلِكَ فَقَد سَلًّمْتُم عَلَى كُلِّ عَبْدٍ صَالحٍ فِي السَّمَاءِ وَالأَرضِ - وَفيْهِ - فَليَتَخَيَّر مِنَ المسْأَلَةِ مَا شَاءَ}.

Dari Ibnu Mas'ud berkata; Rasulullah صلى الله عليه وسلم pernah mengajariku tasyahhud -sedangkan telapak tanganku diantara kedua telapak tangannya- sebagaimana beliau mengajariku surat Al Qur'an, yaitu: "AT-TAHIYYATUT LILLAHI WASH-SHALAWAATU WATH-THAYYIBAATU, ASSALAAMU 'ALAIKA AYYUHAN-NABIYYU WA RAHMATULLAHI WA BARAKAATUH, ASSALAAMU 'ALAINAA WA 'ALA 'IBAADILLAAHISH-SHAALIHIIN, ASYHADU ALLAA ILAAHA ILLALLAAH WA ASYHADU ANNA MUHAMMADAN ABDUHU WA RASUULUH".

dan dalam lafadz lain disebutkan: "Apabila salah seorang dari kalian duduk dalam shalat hendaknya mengucapkan, "AT-TAHIYYATUT LILLAHI .... ". dan dalam redaksi ini disebutkan: "Sesungguhnya jika kalian melakukan hal itu berarti kalian telah mengucapkan salam pada setiap hamba yang shaleh di langit dan di bumi. dan Hendaknya ia memilih permintaan (berdoa) setelah itu sesuai kehendaknya".

◼ Faedah singkat -yang tercatat- dari penjelasan Syaikh Dr. Shaleh bin Abdillah bin Humaid حفظه الله :

1. Dinamakan Tasyahhud karena ada bacaan dua kalimat Syahadat, yang keduanya adalah asas pondasi agama.

2. Keutamaan Ibnu Masud رضي الله عنه dan perhatian Nabi صلى الله عليه وسلم kepadanya secara khusus.

3. Seyogyanya seorang guru memiliki sifat tarbiyah, sehingga ia layak disebut murabbi.

4. Kewajiban Ahli ilmu menyampaikan ilmunya secara umum kepada umat yaitu dengan khutbah dan ceramah. juga secara khusus yaitu mengajarkan secara khusus.

5. Lafadz dalam hadits ini adalah Tasyyahud yang paling sempurna dan utama.

6. Kewajiban membaca At Tahiyyat dalam shalat. dan arti At Tahiyyat adalah Ta'dzim, memuliakan, dll..

7. Kerajaan Allah lah yang sempurna. 

8. Semua kebaikan adalah milik Allah.

9. Shalawat kepada Nabi صلى الله عليه وسلم akan sampai dimana saja kita membacanya, meski di Andalus sekalipun.

10. Cinta kepada Nabi صلى الله عليه وسلم dibuktikan dengan Ittiba' (meneladani beliau) dan konsisten dengan mengamalkan Sunnahnya.

11. Shalawat Allah kepada Nabi adalah pujian kepadanya, Shalawat Malaikat kepada Nabi adalah Istigfar untuknya, Shalawat hamba kepada Nabi adalah medoakan kebaikan untuknya.

12. Keberakahan banyak sekali yang Allah dan RasulNya sebutkan dalam Al Quran dan Haditsnya. 

13. Keberkahan hanya diminta dari Allah.

14. Meraih keberkahan bukan dengan cara menempelkan tangan ke Ka'bah dan mengelus-elusnya, tapi dengan berdoa dan memohon kepada Allah keberkahan dan Ittiba' (meneladai) Sunnah NabiNya.

15. Keberkahan dalam air zam-zam adalah bagi yang meminumnya dengan keimanan, keyakinan dan membenarkan apa yang di khabarkan Nabi tentang zam-zam.

16. Hendaknya seorang muslim mencintai saudaranya seiman, tidak menyakitinya dan mendzaliminya.

17. Diantara akhlaq seorang muslim menampakkan wajah tersenyum kepada saudaranya.

18. Hendaklah engkau bersungguh-sungguh untuk menjadi orang yang bermanfaat dan diberkahi Allah dimana saja.

19. Semua tanah haram shalat di dalamnya akan dilipat gandakan pahalanya, baik itu di Masjid, di rumah atau yang lainnya. tetapi di Shalat di Masjidil Haram pahalanya lebih besar karena seseorang berjalan dari rumah atau tempat tinggal menuju Masjidil Haram, Shalat berjamaah di Masjidil Haram, melihat Ka'bah dll.

20. Jahitan di sabuk tidak mengapa dan tidak terlarang bagi yang sedang ihram.

21. Kata Wasatiyah (pertengahan) adalah dalam bersikap, sedangkan kata Tamayyuz (unggul) adalah berlomba-lomba dalam kebaikan selama dalam batasan syariat. 

والله أعلم
وجزى الله خيرا فضيلة الشيخ وبارك في علمه وعمره،.
✒---------------------
Syaikh Dr. Shaleh bin Abdillah bin Humaid حفظه الله adalah Ulama senior yang masih aktif, diantara jabatan yang pernah beliau pikul :
1. Menjabat sebagai dosen Universitas Ummul Qura. 
2. Menjabat Kepala Departemen Ekonomi Universitas Ummul Qura.
3. Menjabat Ketua Dewan Syura KSA.
4. Menjabat sebagai Ketua Majlis Hakim tingkat tinggi KSA -setelah Syaikh Dr. Shaleh Al Luhaidan رحمه الله-,.

Adapun saat ini beliau tetap menjabat sebagai Imam dan Khatib Masjidil Haram sejak 1404 H -sejak 41 tahun sampai sekarang-, sebagai juga anggota Lembaga Ulama Senior KSA sejak 1421 H sampai sekarang, dan sebagai Penasehat Kerajaan Saudi sampai sekarang.
Ustadz alif el qibty