Rabu, 31 Mei 2023

tidak ada yang lebih Lezat (Mutiara Fithrah)

tidak ada yang lebih Lezat (Mutiara Fithrah)

Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata :
ما بقي في الدنيا شيءٌ ألذُّه إلا الصلاةَ في الجماعة ولقاء الإخوان
“Tidak ada sesuatu apapun yang tersisa di dunia ini yang lebih lezat melainkan sholat berjama'ah dan bertemu dengan saudara-saudara muslim".
[Hilyatul Auliya' wa Thobaqotul Ashfiya' 6/291]

Belasan Alumni Pesantren Islam Al-Irsyad, Tengaran, Salatiga - Jawa Tengah yg sedang mengambil program S3 (Doktoral) di Universitas Islam Madinah, di antaranya

 Belasan Alumni Pesantren Islam Al-Irsyad, Tengaran, Salatiga - Jawa Tengah yg sedang mengambil program S3 (Doktoral) di Universitas Islam Madinah, di antaranya :

1. Ustadz Sadam Husain, Lc, MA
2. Ustadz Isnaini La Haritsi, Lc, MA
3. Ustadz Irsyad Hasan, Lc, MA
4. Ustadz Fakhri Basyrahil, Lc, MA
5. Ustadz Abdul Aziz Firdaus, Lc, MA
6. Ustadz M. Fikri Aziz, Lc, MA
7. Ustadz Amir Saifullah, Lc, MA
8. Ustadz Jauhari, Lc, MA
9. Ustadz Musa Attamimi, Lc, MA
10. Ustadz Luthfi Setiawan, Lc, MA
11. Ustadz Ahmad Fahrisan, L.c, MA
Dll
Besok pagi waktu Saudi Arabia, dengan izin Allah salah satu dari asatidzah kita di atas akan menjalani sidang Doktoralnya, yaitu Ust. Dr. (C) Sadam Husain, Lc, MA Hafidzahullah Ta'ala asal Kalimantan Selatan di Fakultas Dakwah dan Ushuluddin, Jurusan Aqidah dengan judul :
"STUDI KRITIK PEMIKIRAN-PEMIKIRAN AQIDAH SYAIKH MUHAMMAD MAHFUDZ AT-TARMASY Rahimahullah Ta'ala"
Perlu diketahui bahwa Syaikh Muhammad Mahfudz At Tarmasi merupakan ulama besar yang berasal dari Pacitan, Jawa Timur. Keilmuannya melalui tulisan-tulisan beliau dikenal di dunia Internasional dalam berbagai macam bidang ilmu, di antara yang paling populer di bidang Fiqh Syafii dan Hadist.
Beliau memiliki Hasyiyah atas Kitab Manhajul Qowim Syarh Masail Ta'lim atau lebih dikenal dengan Muqoddimah Hadromiyah, kitabnya di cetak di Dar Minhaj Jeddah setelah di Tahqiq dengan sangat indah.
Beliau juga memiliki Syarh atas Kitab Alfiyah Syuyuti di dalam ilmu hadits yang berjudul Manhaj Dzawi Nadzor, dicetak di berbagai macam penerbit Timur Tengah.
Semoga Allah merahmati beliau dan melapangkan kubur beliau
Dan semoga Allah Ta'ala berikan kemudahan untuk para asatidzah di atas untuk menyelesaikan studi doktoralnya dan selanjutnya bisa menyebarkan ilmu yang dimiliki di bumi tercinta Indonesia
✍️Abu Yusuf Akhmad Ja'far, Lc
🗳 Tanya Jawab Madinah

saya lebih berilmu dari pada Fulan; maka sungguh celakalah dia

 Imam adz Dzahabi menukil perkataan ma’mar, “Dahulu dikatakan bahwa seseorang menuntut ilmu untuk selain Allah maka ilmu itu enggan hingga semata-mata untuk Allah.” Kemudian beliau mengomentari perkataan ma’mar tersebut dengan mengatakan, “Ya, dia awalnya menuntut ilmu atas dorongan kecintaan kepada ilmu, agar menghilangkan kejahilannya, agar mendapat pekerjaan, dan yang semacamnya. Dia belum tahu tentang wajibnya ikhlas dalam menuntutnya dan kebenaran niat di dalamnya. Maka ketika sudah mengetahuinya, dia pun menghisab dirinya dan takut terhadap akibat buruk dari niatnya yang keliru, kemudian setelah itu dia pun datang kepada niat yang shahih semuanya atau sebagiannya. Kadang dia bertaubat dari niatnya yang keliru dan menyesal. Tanda atas hal itu ialah bahwasanya dia mengurangi dari klaim-klaim, perdebatan, dan perasaan memiliki ilmu yang banyak, dan dia hinakan dirinya. Adapun jika dia merasa banyak ilmunya atau mengatakan “saya lebih berilmu dari pada Fulan; maka sungguh celakalah dia.” (Siyar A’lamin Nubala’ , VII:17)

ustadz abu yahya tomi

dan setiap orang yang mengikuti dan mengambil petunjuk dari Rasullullah shallallahu alaihi wasalam adalah orang orang yang bertaqwa

 

ustadz abu asma andre

Pribadi Unggul Dalam Kezuhudan Terhadap Dunia

 Pribadi Unggul Dalam Kezuhudan Terhadap Dunia

Tema yang diangkat oleh Syaikh Dr. Utsman Muhammad al-Khamis حفظه اللّه dalam sesi daurah hari ini adalah كيف تكون شخصا متميٌزا ؟ (Bagaimana Menjadi Pribadi Yang Unggul?). Begitu banyak yang beliau sampaikan, dan di antaranya pada sesi malam hari ini beliau menyampaikan agar pada du'at unggul dalam kezuhudan mereka terhadap dunia. Beliau menuturkan yang maknanya,
"Jadilah pribadi yang unggul dalam zuhudmu, ketika orang-orang sibuk mencari dunianya dengan berbagai cara. Seseorang yang zuhud tak peduli dengan dunianya, dia yakin rezeki yang telah Allah tetapkan akan datang kepadanya. Orang-orang bijak yang mengenal dunia mengatakan,
"Dunia, jika engkau lari darinya maka dia akan menghampirimu adapun jika engkau sibuk untuk mengejar duniamu maka ia akan lari darimu."
----
Cat: Apa yang disampaikan oleh Syaikh حفظه اللّه mengajarkan agar para du'at menjaga kemuliaan dirinya. Bukan berarti yang beliau sampaikan menafikan usaha mencari rezeki, tapi ingat seberapa besar usaha manusia mencari rezeki maka yang dia dapatkan adalah hanya apa yang telah Allah tetapkan.
Akhukum Noviyardi Amarullah
Rabu malam, 12-11-1444 H / 31-5-2023

Tauhid adalah pokok keimanan dan ucapan pemisah antara penghuni surga dengan penghuni neraka. Tauhid adalah harga dari surga. Tidak sah Islâm seseorang kecuali dengan tauhid

 


Ibnu Taimiyah berkata :
التوحيد أصل الإيمان، وهو الكلام الفارق بين أهل الجنة وأهل النار، وهو ثمن الجنة. ولا يصح إسلام أحد إلا به.
Tauhid adalah pokok keimanan dan ucapan pemisah antara penghuni surga dengan penghuni neraka. Tauhid adalah harga dari surga. Tidak sah Islâm seseorang kecuali dengan tauhid.
[Majmû' al-Fatâwâ 24/235] via @bin_thani1394

Alangkah Banyaknya Orang Yang Berhaji?

 Alangkah Banyaknya Orang Yang Berhaji?

Melihat pemandangan banyaknya orang yang berangkat ke Mekkah untuk berhaji, seseorang berkata kepada sahabat mulia, Ibnu Umar radhiyallahu 'anhuma, “Alangkah banyaknya orang yang berhaji.” Akan tetapi Ibnu Umar merespon dengan kalimat, “Sebaliknya, alangkah banyaknya orang yang berkendara, dan alangkah sedikitnya orang yang benar-benar berhaji.”
Syuraih rahimahullah mengatakan, “Orang yang benar-benar berhaji itu sedikit, sedangkan orang yang berkendara (menuju Mekkah) itu yang banyak.”
Syekh Badr bin Nashir al-Badr hafizhahullahu menuturkan, “Alangkah banyaknya orang yang beramal kebaikan, namun alangkah sedikitnya yang benar-benar mengharap wajah Allah (ikhlas lillahi ta’ala). Ini nyata. Betapa banyak orang yang menuju ke baitullahil-haram untuk mengerjakan haji atau umrah namun biayanya dari uang haram, haji atau umrahnya riya’ dan sum’ah, untuk berbangga diri di tengah manusia, atau hajinya tidak sesuai tuntunan dan tidak sejalan dengan Syariat.” (Ahwalus-Salaf fil-Hajj, hal. 25-26)
Bila ada kesempatan bagi anda untuk berhaji:
- Silakan bekali diri dengan ketakwaan kepada Allah subhanahu wa ta'ala.
- Banyak-banyaklah belajar seputar manasik haji yang benar-benar sesuai tuntunan Nabi shallallahu alaihi wa sallam.
- Juga banyak-banyaklah belajar tentang keikhlasan.
- Sebagaimana juga banyak-banyaklah baca tetang hakikat dan bahaya riya’.
- Terakhir, banyak-banyaklah berdoa kepada Allah agar ibadah haji tersebut diterima di sisiNya.
Semoga Allah menerima ibadah haji anda dan menjadikan haji tersebut mabrur. Allahumma aamiin.
🇮🇩🇸🇦 ICC DAMMAM KSA
Channel Telegram: https://t.me/iccdammamksa