Rabu, 02 November 2022

Kitab - kitab fan ilmu fiqh

📚 Kitab - kitab fan ilmu fiqh 📚
_
1. Fiqh perbandingan madzhab (8 kitab)
https://drive.google.com/folderview?id=1AzfV1MopUcX3IsIPhih2UdmYL2yNxxpj

2. Fiqh madzhab Hanafi (40 kitab)
https://drive.google.com/folderview?id=1RBUkYOLO2U8fbPQuW6yJJNVLITOLNolT

3. Fiqh madzhab Maliki (73 kitab)
https://drive.google.com/folderview?id=1R0ezeSSs_-kqcpySb1RRqHztSKnZu2ea

4. Fiqh madzhab Syafii (73 kitab)
https://drive.google.com/folderview?id=17AVUoNtu5HKoNRchOzGvff5_X0036_J3

5. Fiqh madzhab Hambali (60 kitab)
https://drive.google.com/folderview?id=1RCO_AjI3i-nTuXpbTbTGRbRwt2XFaDOl

6. Thobaqat fuqaha 4 madzhab
https://drive.google.com/folderview?id=1-Jb_uFoZkAehVtRQ7xSXN2eNBtwTduA1

#Semua kitab di atas sudah dikelompokan mulai matan, syarah, ikhtishor ataupun hasyiyah. Silahkan dibagikan ya teman² semoga bermanfaat

•┈┈•••○○❁🌻💠🌻❁○○•••┈┈•
Ustadz muhammad arif rahman

Pagi ini, di pertemuan terakhir matkul Tauhid semester ini, dosen kesayangan kami, Syaikh Prof Ghalib As Sha'idiy hafizhahullah menyampaikan nasehat yg sangat menyentuh bagi kami.

Pagi ini, di pertemuan terakhir matkul Tauhid semester ini, dosen kesayangan kami, Syaikh Prof Ghalib As Sha'idiy hafizhahullah menyampaikan nasehat yg sangat menyentuh bagi kami. 

Beliau mengatakan "subhanallah, di akhir zaman ini, waktu berlalu sangat cepat. Hingga setahun terasa sebulan, sebulan terasa sejum'at (seminggu), sejum'at terasa sehari. Seakan kemarin ana baru perkenalan di depan antum, dan sekarang kita sdh di penghujung semester dan sebentar lg antum ujian. Maka tdkkah kita merenung sejenak, bahwa hidup di dunia ini amat sangat sebentar. Hari ini kita gagah di atas bumi, besok kita hanya bangkai di dalam perut bumi. Tdk ada yg tersisa kecuali amal kita. Maka rugi bagi mereka yg tidak mengisi sisa umurnya dengan ketaatan. Adapun dunia ini, jangan sampai kita tinggelam di dalamnya."

Lalu beliau menukil ayat di surah Yunus

إِنَّ ٱلَّذِینَ لَا یَرۡجُونَ لِقَاۤءَنَا وَرَضُوا۟ بِٱلۡحَیَوٰةِ ٱلدُّنۡیَا وَٱطۡمَأَنُّوا۟ بِهَا وَٱلَّذِینَ هُمۡ عَنۡ ءَایَـٰتِنَا غَـٰفِلُون۝ أُو۟لَـٰۤىِٕكَ مَأۡوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ بِمَا كَانُوا۟ یَكۡسِبُونَ ۝

"Sesungguhnya orang2 yang tidak mengharapkan (tidak mengimani) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan dunia itu, dan orang2 yang melalaikan ayat2 Kami, mereka itu tempatnya ialah di neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan."

Setelah itu beliau menulis poin2 penting di ayat ini

Jalan orang2 yg merugi itu = 
》Mereka yg lalai akan mentadabburi ayat2 Allah (baik yg syariyah, maupun kauniyah) 
》hasilnya, tidak mengharapkan pertemuan dengan Allah di akhirat (di surga).
》Akibatnya Ridho, menikmati, dan bersantai dengan kehidupan dunia hingga lupa akan akhirat
》Akibatnya lagi, bermudah2 akan maksiat 
》Tempat kembalinya neraka.

Maka mafhumnya adalah jalan orang2 yg beruntung, yaitu = 
》Mereka yg senantiasa mentadabburi ayat2 Allah.
》Buah darinya muncul rasa rindu bertemu dengan Allah .
》Zuhud akan dunia. (Imam Ahmad pernah ditanya apakah punya 1000 dinar dikatakan zuhud? Beliau menjawab apabila ia tdk kegirangan jika 1000 dinar itu bertambah dan tdk sedih dan merasa sempit jika berkurang maka dia telah zuhud).
》hasilnya berusaha melaksanakan ketaatan sebaik mungkin
》Tempat kembalinya surga.

Inti yg ingin beliau sampaikan, adalah di antara sebab kita bersemangat dalam beribadah di sisa umur kita adalah memperbanyak tadabbur ayat quran dan sunnah. Beri porsi khusus di hari2 kita untuk hal ini.

Semoga Allah senantiasa jadikan kita hambaNya yg senantiasa memanfaatkan waktunya dalam ketaatan.

اللهم اجعلنا من الذين يستمعون القول فيتبعون أحسنه

Kota Nabi, 08 Rabiul Awal 1444H

Abahnya Sarah Muhammad Fadhil.
Ustadz muhammad fadhil 

Siapa yang menjadikan keinginannya hanya satu yaitu akhirat, maka Allah cukupi urusan dunianya. Siapa banyak keinginan dunianya, maka Allah tidak peduli di lembah mana dia akan binasa" 【 HR. Ibnu Majah 】

"Siapa yang menjadikan keinginannya hanya satu yaitu akhirat, maka Allah cukupi urusan dunianya. Siapa banyak keinginan dunianya, maka Allah tidak peduli di lembah mana dia akan binasa" 
【 HR. Ibnu Majah 】
عن عبد الله بن مسعود - رضي الله - قال : 

سمعت نبيّكم - صلى الله عليه وسلّم - يقول :

" من جعل الهموم همًا واحدًا هم آخرته كفاه الله همّ دنياه ، ومن تشعبت به الهموم في أحوال الدنيا ، لم يبال الله في أي أوديتها هلك "

【 رواه ابن ماجه 】
Ustadz bagus 

Dalam kitab 'umdatul fiqh hanabilah, kitab ath'imah, binatang darat hasyarat itu di haramkan termasuk tikus, dikecualikan dhob dan yarbu'.

Dalam kitab 'umdatul fiqh hanabilah, kitab ath'imah, binatang darat hasyarat itu di haramkan termasuk tikus, dikecualikan dhob dan yarbu'.

Yarbu' ini mirip tikus tapi kaki panjang mirip kanguru mini.

Ada yg doyan? Hee

Begitu juga yg bertaring dan menerkam diharamkan, tapi heyna atau dhubuu' itu dihalalkan padahal lebih menyeramkan dari anjing dan serigala sampai air liurnya kalo kita lihat banyak yg menetes²...

Untuk binatang bahriy dihalalkan semuanya kecuali ular dan kodok karena adanya nash, dan madzhab berpendapat buaya termasuk yg diharamkan karena memangsa manusia dan bertaring..

Begitulah fiqh.
Ustadz bagus

( HARAM HUKUMNYA BERDEMO, DALAM ISLAM )

Bismillah
-
-
( HARAM HUKUMNYA BERDEMO, DALAM ISLAM )

Tujuannya Baik Untuk Menasihati Tapi harus Dengan Cara yang Baik Tidak Cukup Dengan Modal Semangat saja harus Di Barenging Dengan Ilmu Agama, Bukan Dgn 
Mengundang dan mengumpulkan orang Dengan jumlah yang besar dan menyuarakan suarahnya di tempat umum ( terbuka), mengeritiknya ,  mencela , Berkumpul antara laki2 Dan perepuan yang Bukan mahram Dan Terbukah aurat, sebagiannya ada sampai yg ninggalih sholt Dan maksiat lainnya dan membuat kerusakan, MAKA perbuatan ini sangat jelas menyelisihi perintah Allah Dan Nabi!  

 
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Barangsiapa yang ingin menasehati penguasa maka janganlah dia menampak hal itu secara terang-terangan/di muka umum, akan tetapi hendaknya dia memegang tangannya seraya menyendiri bersamanya -lalu menasehatinya secara sembunyi-. Apabila dia menerima nasehatnya maka itulah -yang diharapkan-, dan apabila dia tidak mau maka sesungguhnya dia telah menunaikan kewajiban dirinya.” 

- HR. Ahmad dan Ibnu Abi ‘Ashim dengan sanad sahih, lihat al-Ma’lum Min Wajib al-‘Alaqah baina al-Hakim wa al-Mahkum, hal. 23.

Sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma pernah ditanya bagaimana cara beramar ma’ruf dan nahi mungkar kepada penguasa, maka beliau menjawab, 

“Apabila kamu memang mampu melakukannya, cukuplah antara kamu dengan dia saja.” 

- lihat Jami’ al-‘Ulum wa al-Hikam, hal. 105.

Imam ibnu abil izz Rahimahullah berkata : 

hukum mentaati pemimpin adalah wajib, walaupun mereka berbuat dzolim (kepada kita) jika kita keluar ( demo Kepada mereka) maka akan timbul Kerusakan yg lebih besar dari kezholiman yg mereka perbuat, Allah Ta’ala tidak menjadikan mereka berbuat zholim selain disebabkan karena kerusakan yang ada pada diri kita juga, ingatlah yang namanya balasan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan (al jaza' min jinsil amal) 

Imam nawawi rahimahullah berkata :

و اما الخروج عليهم و قتالهم فحرام بإجماع المسلمين ، و ان كانوا فسقة و ظالمين

Adapun keluar dari ketaatan pada penguasa dan menyerang penguasa, maka itu adalah sesuatu yg haram berdasarkan ijma ( kesepakatan) para ulama, walaupun penguasa tersebut adalah orang fasik lagi dzolim

( Syarh shohih muslim 12:229 )

Rasullah Shallahu alaihi wa Salam bersabda : 

Akan ada Sepeninggalku nnti para penguasah yang yang mereka Tidak berpegang Dengan Petunjukku Dan Tidak mengikuti Sunnahku Sahabat hudzifah Bertanya apa yang kuperbuat bila aku mendapatinnya Rasullah menjawab : Hendaklah Kamu mendengar Dan Taat Kepada penguasa tersebut Walaupun Punggungmu Di cambuk ( Menyengsarakan Rakyat ) Dan Hartamu di rampas olehnya ( Seperti kurupsi ) , Dengarkanlah Perintahnya Dan taatilah . ( Hadits Shahih, diriwayatkan imam muslim no.1476,1847)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Wajib bagi seseorang untuk mendengar dan taat dalam apa yang ia sukai dan benci, kecuali ia diperintah berbuat maksiat. Maka bila ia diperintah berbuat maksiat, ia tidak boleh mendengar dan taat.” (HR. Al-Bukhari no. 2955 dan Muslim no. 1839).

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

لاَ طَاعَةَ فِى مَعْصِيَةٍ ، إِنَّمَا الطَّاعَةُ فِى الْمَعْرُوفِ

“Tidak ada kewajiban ta’at dalam rangka bermaksiat (kepada Allah). Ketaatan hanyalah dalam perkara yang ma’ruf (bukan maksiat).” (HR. Bukhari no. 7257)

Dengan keterangan di atas maka sudah jelaskan bahwa berdemo itu menyelisihi perinta Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan para Shahabatnya !!!

PERHATIKAN:
  Pemimpin Adalah Manusia biasa yang terluput Dari kesalahan Dan dosa Sebagaimana kita demikian .

Ibnu Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan,

“Sesungguhnya di antara hikmah Allah Ta’ala dalam keputusan-Nya memilih para raja, pemimpin dan pelindung umat manusia adalah sama dengan amalan rakyatnya bahkan perbuatan rakyat seakan-akan adalah cerminan dari pemimpin dan penguasa mereka. Jika rakyat lurus, maka akan lurus juga penguasa mereka. Jika rakyat adil, maka akan adil pula penguasa mereka. Namun, jika rakyat berbuat zholim, maka penguasa mereka akan ikut berbuat zholim. Jika tampak tindak penipuan di tengah-tengah rakyat, maka demikian pula hal ini akan terjadi pada pemimpin mereka. Jika rakyat menolak hak-hak Allah dan enggan memenuhinya, maka para pemimpin juga enggan melaksanakan hak-hak rakyat dan enggan menerapkannya. Jika dalam muamalah rakyat mengambil sesuatu dari orang-orang lemah, maka pemimpin mereka akan mengambil hak yang bukan haknya dari rakyatnya serta akan membebani mereka dengan tugas yang berat. Setiap yang rakyat ambil dari orang-orang lemah maka akan diambil pula oleh pemimpin mereka dari mereka dengan paksaan.

Dengan demikian setiap amal perbuatan rakyat akan tercermin pada amalan penguasa mereka. Berdasarkah hikmah Allah, seorang pemimpin yang jahat dan keji hanyalah diangkat sebagaimana keadaan rakyatnya. Ketika masa-masa awal Islam merupakan masa terbaik, maka demikian pula pemimpin pada saat itu. Ketika rakyat mulai rusak, maka pemimpin mereka juga akan ikut rusak. 

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Saya memberi wasiat kepada kalian agar tetap bertaqwa kepada Allah ‘azza wa jalla, tetap mendengar dan ta’at walaupun yang memerintah kalian seorang hamba sahaya (budak)”. (HR. Abu Daud dan At Tirmidzi, Hadits Hasan Shahih)

✍️ Sukmah RH (Abu Harits )
Pelajar Darul Hadits Fuyus Yaman 🇾🇪,
Mahasiswa Universitas Watoniyah Yaman 🇾🇪

Selasa, 01 November 2022

Imam Asysyafii رحمه الله menetapkan semua sifat2 Allah ta'ala yang Allah dan Rasulullah kabarkan tentangNya

Nemu dari kitab tobaqot hanabilah imam abi ya'la,.
Tentang Aqidah Imam Asysyafii رحمه الله.
Di juz 1 hal 284 - 283. 

Imam Asysyafii رحمه الله menetapkan semua sifat2 Allah ta'ala yang Allah dan Rasulullah kabarkan tentangNya.
Di mana kalau menurut Jahmiyyah, mu'tazillah dan aliran2 semisalnya, itu sebuah keyakinan mujassimah.!.
Ustadz atori husen

2 tanda kepemilikan:

2 tanda kepemilikan:

1. Penanggungan resiko barang yg dimiliki.

Yaitu resiko rugi jika tidak terjual, resiko untung jika terjual, resiko kerusakan, susut, dan resiko tidak bisa diuangkan.

2. Hak Tasharruf

Yaitu hak untuk melakukan tindakan hukum terhadap objek yg dimiliki. Mau dijual, didiamkan, dipakai sendiri, atau dirusak. Tidak akan ada pihak yg komplain.
.
.

Jika anda seorang pedagang, dan tidak memiliki dua kriteria di atas terhadap barang yg akan dijual. Berarti skema jualannya terindikasi menjual barang yg belum dimiliki..

Upgrade Skill Fiqh Muamalahmu di sini :
Ustadz ahmad suryana