Selasa, 01 November 2022

Setiap perdebatan yang tidak berniat mencari kebenaran (alhaqq), maka ia adalah miroo’ (debat kusir).

Setiap perdebatan yang tidak berniat mencari kebenaran (alhaqq), maka ia adalah miroo’ (debat kusir).

Miroo ialah : gimana caranya lawan bicara saya kalah dan saya menang. Kalau seperti ini, berarti bukan mencari kebenaran, tapi pembenaran.

Sehingga pada hakikatnya, yang dibela ialah dirinya, bukan kebenaran itu sendiri.

Oleh karena itu perdebatan dalam bahasa arab ada 3 jenisnya. Al jidaal, al miroo, dan al-munazoroh. Yang terlarang adalah miroo’, adapun jidaal dan munazoroh para ulama banyak menuliskan tentang adab adab dan tata caranya. Dan yang membedakan itu semua adalah niat pelakunya.

t.me/abdurrahmaanzahier

ORANG PINTAR YANG SESUNGGUHNYA

✅ ORANG PINTAR YANG SESUNGGUHNYA

Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah:

‎فلا يسمى عاقلا إلا من عرف الخير فطلبه والشر فتركه..
‎ولهذا قال أصحاب النار
‎{لو كنا نسمع أَو نعقل ما كنا في أَصحاب السعير}

Tidaklah disebut seorang yang berakal kecuali seorang yang mengetahui kebenaran lalu mengamalkannya dan mengetahui kejelekan lalu meninggalkannya,

Oleh sebab itulah berkata penduduk neraka:

"Seandainya kami dahulu (didunia) mendengar dan berakal maka tidaklah kami akan menjadi penduduk neraka sa'ir"
_____
📕 Majmu' Al Fatawa: 7/24.

Tugas setiap muslim belajar agar mengetahui kebenaran kemudian mengikuti dan mengamalkannya, maka inilah orang yang berakal yang sesungguhnya.

FITNAH BAGAIKAN API MAKA PADAMKANLAH SEBELUM MEMBARA Syaikh Shalih Al Fauzan Hafidzahullah berkata

FITNAH BAGAIKAN API MAKA PADAMKANLAH SEBELUM MEMBARA

 Syaikh Shalih Al Fauzan Hafidzahullah berkata :

 "Fitnah fitnah yang pertama kali muncul di tengah ummat ini adalah disebabkan bermudah mudahan teehadap para Ahul Ifsad (Para perusak), sehingga mereka bebas melakukan kerusakan di muka bumi, mereka mencuci otak para pemuda dan orang orang awam sehingga melahirkan bergai macam fitnah di tengah kaum muslimin.

 Fitnah fitnah ini terjadi disebabkan sikap menutup mata dan membiarkan Ahlus syarr (Orang orang yang melakukan keburukan berbuat keburukan) sehingga fitnah pun semakin besar membara.

 Maka yang seperti ini harus dipertegas dan segala pintu menuju fitnah harus ditutup.

 Tidak ada yang dapat menjaga kita dari bid'ah melainkan ilmu agama yang bermanfaat, jika seseorang tidak memiliki ilmu agama maka ia akan diseret oleh peebuatan bid'ah yang ia kira kebaikan. Tidak ada cara untuk selamat dari bid'ah melainkan dengan cara yang diberikan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam : 

(فعليكم بسنتي وسنة الخلفاء الراشدين المهديين)

"Hendaknya kaliam berada di atas sunnahku dan sunnah para khulafa rasyidin yang diberi petunjuk"

 Oleh karena itu para salaf yang merupakan manusia manusia yang paling faqih di ummat ini menjadi orang orang yang paling berhati hati terhadap bid'ah dan paling tegas  memperiñgati manusia darinya, karena mereka mengetahui apa yang diakibatkan oleh perbuatan bid'ah.

 Fitnah apabila telah membara maka ia akan membakar segala yang kering dan basah, orang orang dewasa maupun anak anak kecil, para ulama ataupun selain mereka, ia akan membakar semua manusia, sehingga mereka tidak bisa keluar darinya, kalaupun mereka berhasil keluar, maka keluarga, anak anak dan orang orang di sekitar mereka akan tetap terkena oleh dampak fitnah tersebut.

 Fitnah itu ibarat api, apabila ia telah menyala pada kayu kayu bakar, akan susah untuk dipadamkan, namun bila dipadamkan di awal awal ia menyala maka itu akan lebih mudah, tapi jika dibiarkan sampai membara dan membesar maka ia akan sulit dipadamkan.

 Maka wajib untuk membendung fitnah dan tidak menyepelekannya.
___________
Terjemah bebas Fajrul Islam Muktamirin dari Ithaful qari (Halaman 39 -40 ) Karya Syaikh Shalih Al Fauzan hafidzahullah

Jumlah Mereka Sedikit

📝 Jumlah Mereka Sedikit

1). Tugas para dai hanya menyampaikan agama dengan sebaik mungkin. Adapun hidayah taufik maka menjadi hak mutlak bagi Allah subhanahu wa ta'ala semata. 

2). Jika yang mengikuti dakwah ini sedikit, semoga kita termasuk dari yang sedikit tersebut.

3). Orang yang benar-benar bersyukur kepada Allah itu sedikit, dai yang mengajak kepada tauhid juga sedikit, orang-orang yang mengijabahi dakwah tauhid pun sedikit. Maka itu marilah kita terus berusaha untuk menjadi bagian dari yang sedikit tersebut. Bit-taufiq. 

🇮🇩🇸🇦 ICC DAMMAM KSA
Channel Telegram: https://t.me/iccdammamksa

Di antara cabang ilmu hadits yg paling rumit dan butuh kecermatan padanya di dalam membahasnya adalah ilmu tahqiq dan 'ilal

Di antara cabang ilmu hadits yg paling rumit dan butuh kecermatan padanya di dalam membahasnya adalah ilmu tahqiq dan 'ilal. Bagaimana tidak rumit? Karena yg di bahas dalam ilmu ini adalah hadits² yg secara zhahirnya shahih di karenakan datang dari riwayat para tsiqoh, yg terkumpul pada diri para perawi²nya dua sifat, yaitu; sifat baik pada agama dan akhlaknya atau yg di kenal dengan istilah 'adalah (عدالة), dan kuat hafalannya, atau yg di kenal dengan istilah "dhobt (ضبط). Nah berdasarkan hal ini, seorang naqd harus teliti. Caranya dengan mengurut-urut jalur-jalur sanadnya. Kemudian mempelajari keadaan atau kondisi setiap para perawinya. Selanjutnya melihat, apakah ada perbedaan atau tidak dari sisi periwayatannya. Dan ketahuilah bahwa untuk terjun ke dalam ilmu ini butuh kesabaran. Oleh karenanya Al Imam adz Dzahabi pernah mengatakan: "Tidak ada yg dapat sabar dalam ilmu hadits kecuali ahlinya."

Berdasarkan pada ilmu ini juga, maka dapat kita simpulkan bahwa manusia - selain para Nabi dan Rosul- tidaklah ma'shum (terjaga dari kesalahan). Walaupun ia sudah memiliki ilmu yg tinggi dan di kenal oleh masyarakat akan kesholehannya dan kecerdasannya. Tetaplah ia akan terjatuh ke dalam kekeliruan atau kesalahan, yg dengannya akan ada orang² yg akan meluruskan kekeliruannya dan menyingkap kesalahannya. Maka dari itu, tidak boleh kita nafikan amaliyah dari orang² yg berusaha meluruskan ini. Namun walaupun demikian, tetap harus di ingat, bahwa orang² yg berhak meluruskan mereka ini haruslah orang² yg memiliki kriteria yg wajib mereka miliki, sebagaimana yg disebutkan oleh para muhadditsin terhadap para nuqqod ruwwatil hadits. Bukan orang² yg sangat jauh dari kriteria² yg di sebutkan oleh para muhadditsin tersebut. Karena jika tidak di tetapkan hal itu, nantinya akan muncul kritik yg tidak ilmiyah alias sembarang dan serampangan, sehingga yg terjadi adalah kekeliruan di atas kekeliruan. Oleh karenanya, maka kembalikan urusan kritik ini kepada ahlinya.
Ustadz abu yahya tomy

Khowarimul Muru’ah (Hal Hal yang Berpotensi Merusak Wibawa Seorang Penuntut Ilmu)

Khowarimul Muru’ah (Hal Hal yang Berpotensi Merusak Wibawa Seorang Penuntut Ilmu)

1. Makan sendirian di meja makan sedangkan anak dan istrinya makan belakangan (sisa makanan di meja makan).

من خوارم المروءة أن يأكل الرجل وحده في البيت من أطايب الطعام ويترك ما بقي لزوجته وأولاده\" إنّ من كمال المروءة أن يطعهم زوجته كلّما أكل ويكسوها إذا اكتسى\". (عون المعبود كتاب النكاح باب في حق المراة على زوجها).

2. Tertidur di tempat ketika orang lain sedang bangun, kecuali darurat. 

من خوارم المروءة أن ينام الرجل بحضرة أناس مستيقظين إلاّ للضرورة لما يصدر عن النائم من أمور مكروهة لا يدري بها \"ويكره نومه بين قوم مستيقظين لأنّه خلاف المروءة\". (كشف القناع كتاب الطهارة).

3. Mencium istri di depan umum.

من خوارم المروءة أن يقبِّل الرجل زوجته أمام الناس. \" من خوارم المروءة (قبلة زوجةٍ أو أَمَة) له (بحضرة الناس) أو وضْع يده على موضع الاستمتاع منها من صدر ونحوه\". (مغني المحتاج كتاب الشهادات)

4. Makan di tempat umum, padahal tidak sedang lapar, atau bukan orang yang kerja di tempat umum.

من خوارم المروءة أن تأكل المرأة في الشارع وكذا الرجل ما لم يكن جائعاً أو صاحب عمل في السوق. \"من خوارم المروءة (الأكل) والشرب (في سوق) لغير سوقيّ كما في الروضة, ولغير من لم يغلبه جوع أو عطش. واستثنى البلقيني من الأكل في السوق من أكل داخل حانوت مستتراً \". (مغني المحتاج كتاب الشهادات).

5. Makan paling banyak pada makanan yang dibeli dengan cara patungan, kecuali apabila makanannya berlebih banyak.

من خوارم المروءة أن يستأثر الرجل بالطعام, ويأكل أكثر من إخوانه إذا كان الطعام مشتركاً وكانوا يدفعون ثمنه تشاركاً بينهم قال النووي:\" يستحبّ اشتراك المسافرين في الأكل واستعمالهم مكارم الأخلاق، وليس هذا من باب المعارضة حتى يشترط فيه المساواة في الطعام وأن لا يأكل بعضهم أكثر من بعض، بل هو من باب المروءات ومكارم الأخلاق وهو بمعنى الإباحة فيجوز وإن تفاضل الطعام واختلفت أنواعه، ويجوز وإن أكل بعضهم أكثر من بعض، لكن يستحب أن يكون شأنهم إيثار بعضهم بعضاً \". (شرح مسلم للنووي كتاب الجهاد والسير باب فتح مكة).

6. Ikut ngantri ketika ada pembagian makanan/sumbangan.

من خوارم المروءة أن يزاحم الرجلُ الناسَ والأطفال على الحلويات التي توزع في الطرقات في المناسبات الدينية أو الموائد التي تنصب لإطعام العامة؛\"فإنّ أهل المروءات يصونون أنفسهم عن مزاحمة الناس على شيء من الطعام أو غيره، ولأنّ في هذا دناءة والله يحب معالي الأمور ويكره سفسافها. (المعني كتاب الوليمة).

7. Menjawab tentang umur ketika ada yang bertanya “berapa umurmu” tanpa ada hajat apapun (hanya ingin kepo saja).

من مروءة الرجل ألاَّ يُخْبِر بسنّه؛ لأنّه إن كان صغيراً استحقروه وإن كان كبيراً استهرموه \" (القرطبي الفيل 1)

Patokannya adalah keadaan tempat dan waktu. Sehingga apa yang menjadi khowarim muru’ah di zaman dahulu, belum tentu menjadi khowarim muruah di zaman sekarang. Contohnya adalah tidak memaki penutup kepala. Di zaman dahulu dianggap sebagai khowarim muru’ah, adapun di zaman sekarang tidak.

وَأَحْسَنُ مَا قِيل فِي تَفْسِيرِ الْمُرُوءَةِ أَنَّهَا تَخَلُّقُ الْمَرْءِ بِخُلُقِ أَمْثَالِهِ مِنْ أَبْنَاءِ عَصْرِهِ مِمَّنْ يُرَاعِي مَنَاهِجَ الشِّرْعِ وَآدَابِهِ فِي زَمَانِهِ وَمَكَانِهِ
[الشربيني،مغني المحتاج ٤ / ٤٣١]

#syahadat
t.me/abdurrahmaanzahier

belajar salah guru lebih sesat