Senin, 22 Agustus 2022

Imam Malik Bin Anas Rahimahullah mengatakan : Allah Azza Wajalla Diatas langit dan ilmunNYA meliputi setiap tempat ( As Syari’ah Al Àjurry 3/1077)

Imam Malik Bin Anas Rahimahullah mengatakan : 
Allah Azza Wajalla Diatas langit dan ilmunNYA meliputi setiap tempat  ( As Syari’ah Al Àjurry 3/1077)
Ustadz abu nawaf 

pakaian ( celana pendek ) ini tidak boleh bagi Seorang muslim memakainya didepan siapapun selain depan istrinya saja ( Fatawa Jiddah 13)

Imam Al Albany mengatakan : pakaian ( celana pendek ) ini tidak boleh bagi Seorang muslim memakainya didepan siapapun selain depan istrinya saja ( Fatawa Jiddah 13)
Ustadz abu nawwaf 

Nabi ﷺ bersabda : صنائع المعروف تقي مصارع السوء"Berbuat baik kepada orang lain akan menghalangi dari kesudahan yang buruk"

Nabi ﷺ bersabda : 
صنائع المعروف تقي مصارع السوء
"Berbuat baik kepada orang lain akan menghalangi dari kesudahan yang buruk"

[Hr. Ath-Thobaroni No. 8014, Dihasankan Syaikh Al-Albani]

مصارع السوء = "Kesudahan yang buruk"

Para ulama membawa kepada 2 makna
• Su'ul Khatimah yaitu mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah
• Meninggal dengan cara yang tidak biasa (mengenaskan)

[Faidah dari kumpulan Khutbah Jumat Jilid 1 hal :102, Dr. Firanda Andirja ]
Ustadz nurhadi nugroho

Sebab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menulis Aqidah Wasithiyyah adalah permintaan dari seorang qadhi di negeri Wasith bernama Radhiyuddin al-wasithiy yang bermazhab Syafi'i.

Sebab Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah menulis Aqidah Wasithiyyah adalah permintaan dari seorang qadhi di negeri Wasith bernama Radhiyuddin al-wasithiy yang bermazhab Syafi'i. 
======================================
Majmu' Fatawa jilid 2 juz 3 hal 108

adab membaca Al Qur'an

Imam Nawawi menyebutkan:
"Di antara adab membaca Al Qur'an ketika melewati ayat:

{ وَقَالَتِ ٱلۡیَهُودُ یَدُ ٱللَّهِ مَغۡلُولَةٌۚ }
"Dan orang-orang Yahudi berkata, “Tangan Allah terbelenggu.”
[QS Al-Mâ'idah: 64]

Agar dibaca dengan suara yang lebih rendah. Demikianlah yang dilakukan oleh an Nakha'i"
===
Kalau tidak salah, keterangan ini beliau sampaikan di at Tibyan.

Bagaimana prakteknya? Silakan disimak bacaan Syaikh Dr. Abdullah Awwadh Al Juhani hafizhahullah (salah seorang Imam Masjidil Haram) berikut ini.
Ustadz amrullah akhadinta
https://www.facebook.com/1672683786/posts/pfbid0MqXBycq4s8tvDkDBRfq1Vgdn7q6La8X5hkZMiUxymY5SjwuHGB6fkZKa6LG3ja41l/

Pendiri Jama'ah Tabligh Menaftsirkan Al-Qur'an Melalui Mimpi **

*** Pendiri Jama'ah Tabligh Menaftsirkan Al-Qur'an Melalui Mimpi ***

•

Berkata Muhammad Manzur Al-Nu'mani menukil perkata'an "Syaikh Muhammad Ilyas tentang dirinya : "Terbuka jelas jalan dakwah ini ketika saya mendapatkan ilham dalam mimpi tentang tafsir baru firman Allah :

{كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللّهِ وَلَوْ آمَنَ أَهْلُ الْكِتَابِ لَكَانَ خَيْرًا لَّهُم مِّنْهُمُ الْمُؤْمِنُونَ وَأَكْثَرُهُمُ الْفَاسِقُونَ} (110) سورة آل عمران

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik".
(QS. Ali Imron: 110).

Dan hal itu tidak dapat terwujud dengan tetap tinggal disatu tempat, berdasarkan dalil firman Allah ( أخرجت). Dan iman akan bertambah dengan khuruj ini, dengan dalil adanya firman Allah Azza wa Jalla ( وتؤمنون بالله ) setetelah firman-Nya ( أخرجت للناس ) dan makna kalimat ( أمة ) adalah bangsa arab dan ( الناس) adalah bangsa-bangsa selain arab).
(Lihat Al-Mauridul 'Adzbul Zulal, hal: 250-251. Oleh: Syaikh Ahmad Yahya dan juga Jama'ah Tabligh, hal: 14. Oleh: Miyan Muhammad Aslam).

Berkata Syaikh Ahmad bin Yahya An-Najmi hafizahullah Ta'ala ketika mengomentari pernyata'an di atas:

a).    Sesungguhnya Al-Qur'an tidak dapat ditafsirkan oleh orang-orang yang sedang tidur, sesungguhnya hal ini merupakan salah satu penafsiran Al-Kasyf dari para pengikut shufiyyah yang mana hal ini berasal dari Syaithon.

b).    Perkata'annya : "Dan hal itu tidak dapat terwujud dengan tetap tinggal disatu tempat...". Ini adalah perkataan bathil. Sesungguhnya Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam telah mewujudkan dakwah sedangkan ia berada di Makkah dan Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab telah mewujudkan dakwah sedangkan ia berada di Ad-Dar'iyyah. Barangsiapa yang membuka madrosah dan mengajarkan ilmu kepada menusia maka ia telah menegakkan/mewujudkan dakwah di atas tangannya apabila ia melakukannya dengan ikhlash dan menasehati (ummat, pent) walaupun ia tinggal disuatu tempat.

c).   Dan perkata'annya : "Dan iman akan bertambah dengan khuruj...". Pernyata'an ini juga tidak benar, karena iman akan bertambah dengan keta'atan apabila menetapi syarat-syarat diterimanya suatu amal. Karena syarat diterimanya suatu amal adalah ikhlash dan benar dengan apa-apa yang disyari'atkan oleh Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam. Allah Ta'ala berfirman:

{وَيَزِيدُ اللَّهُ الَّذِينَ اهْتَدَوْا هُدًى …} (76) سورة مريم

"Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunju...".
(QS. Maryam: 76).

Membaca Al-Qur'an dengan mentadaburinya, membaca As-Sunnah (Al-Hadits, pent) dengan tujuan untuk memahami Ad-Dien, berdzikir dengan dzikir-dzikir yang masyru', melakukan sholat sunnah, shodaqoh, shaum dan lain sebagainya semuanya ini merupakan wasilah bertambahnya iman. Bertambahnya iman bukan karena khuruj.

d).    Sedangkan tafsir ( أمة) khusus untuk bangsa arab saja dan ( الناس) untuk orang-orang selain bangsa arab, ini adalah penafsiran yang tidak pernah aku (Syaikh Ahmad Yahya, pent) lihat dari generasi terbaik ummat ini, bahkan khithob (ayat ini, pent) adalah kepada seluruh ummat Muhammad shalallahu 'alaihi wa sallam, baik bangsa arab maupun bangsa selain arab.

Berkata Abdullah bin 'Abas:

" هم الذين هاجروا من مكة وشهدوا بدرا والحديبية "

"Mereka adalah orang-orang yang berhijrah dari Makkah dan syahid di Badr dan Hudaibiyyah".
(HR. Ahmad 1/272; An-Nasa'i dalam At-Tafsir 1/319 no. 92; Ath-Thabari dalam Tafsirnya 7/110; Ibn Abi Haatim no. 1157; Ibn Abi Syaibah 12/155; Ath-Thabrani dalam Al-Kabir no. 12303; Al-Hakim 2/294 ia berkata: "Shahih menurut syarat Imam Muslim dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Berkata Al-Hafiz (Ibn Hajar, pent) dalam Al-Fath 8/225: "Sanadnya bagus")

Berkata 'Umar ibn Al-Khothob:

” من فعل فعلهم فهو مثلهم “

"Barangsiapa yang melakukan apa-apa yang mereka lakukan, maka ia seperti mereka".
Lihat Ad-Durul Mantsur 2/293.

Dan dalam hadits Shahih Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

(( خير الناس قرني ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم…))

"Sebaik-baiknya manusia adalah pada masaku, kemudian setelahnya, kemudian setelahnya...".
(HR. Bukhori no. 4557; Ath-Thabrani 4/29-30; Ibn Abi Hatim no. 1161; Al-Hakim dalam Al-Mustadrok 4/84. Hadits ini dishahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Lihat Tafsir Ibn Katsir 1/392).

Berkata Syaikh Muhammad bin Hadi Al-Madkholi hafizahullah: "Dan yang benar terhadap tafsir ayat: {كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ… } adalah umum untuk seluruh ummat di setiap masa.
(Lihat Tuhfatul Ahwadzi 8/353".

(Dinukil dari kitab Al-Mauridul 'Adzbul Zulal, hal: 265-268 dengan diringkas).

Semoga bermanfa'at
Ustadz abu musa 

TANDA AKHLAK MULIA*📑 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata:

*TANDA AKHLAK MULIA*

📑 Yusuf bin Asbath rahimahullah berkata:

علامة حسن الخلق عشرة أشياء:
١ - قلة الخلاف.
٢ - حسن الإنصاف.
٣ - ترك تطلب العثرات.
٤ - تحسين ما يبدو من السيئات. 
٥ - التماس المعذرة.
٦ - احتمال الأذى.
٧ - الرجوع بالملامة على نفسه.
٨ - التفرد بمعرفة عيوب نفسه دون عيوب غيره.
٩ - طلاقة الوجه.
١٠ - لين الكلام.

"Tanda akhlak mulia ada 10 perkara:

1. Jarang berselisih.
2. Baik dalam bersikap adil.
3. Meninggalkan tindakan mencari-cari kesalahan orang lain.
4. Berusaha memperbaiki keburukan-keburukan yang nampak.
5. Mencarikan udzur bagi orang yang salah.
6. Bersabar menghadapi gangguan orang lain yang menyakitkan.
7. Introspeksi dengan mencela diri sendiri yang juga penuh kekurangan.
8. Hanya sibuk mengurus aib-aib sendiri tanpa mengurusi aib orang lain.
9. Wajah ceria.
10. Lembut perkataannya."

📚 At-Tanwir Syarh al-Jami' ash-Shaghir, juz 5 hlm. 535
Ustadz anton abdillah al atsary