Rabu, 01 Juni 2022

Masuk islam di umur 30 tahunWafat di umur 36 tahun !Apa yang engkau lakukan selama 6 tahun itu wahai muadz !Sehingga bergetar arsy Ar-rahman karena kematianmu.Ya Allah berilah petunjuk kepada hati kami sebagaimana Engkau memberi petunjuk kepada hatinya

Masuk islam di umur 30 tahun
Wafat di umur 36 tahun !
Apa yang engkau lakukan selama 6 tahun itu wahai muadz !
Sehingga bergetar arsy Ar-rahman karena kematianmu.

Ya Allah berilah petunjuk kepada hati kami sebagaimana Engkau memberi petunjuk kepada hatinya.
Ustadz rizki 

TANGISAN UMAR BIN ABDUL AZIZ

TANGISAN UMAR BIN ABDUL AZIZ

Oleh : Nur cholis (Dosen STAI ALI Surabaya

Tangisan adalah ekspresi keadaan jiwa manusia, ia merupakan sesuatu yang biasa terjadi, namun tangisan juga bisa bernilai ibadah jika tangisan itu timbul dari rasa takut kepada Allah. 

Berikut ini sedikit kisah mengenai tangisan umar bin Abdul Aziz -Rahimahullah- :

 دخلت عليه زوجته فاطمة عند توليه الخلافة فرأته يبكي، فسألته عن سبب بكائه، فقال لها: ويحك يا فاطمة، إني وليت أمر هذه الأمة ففكرت في الفقير الجائع، والمريض الضائع، والعاري المجهود، واليتيم المكسور، والمظلوم المقهور، والغريب، والأسير، والشيخ الكبير، والأرملة الوحيدة، وذي العيال الكثير والرزق القليل وأشباههم في أقطار الأرض، فعلمت أن ربي سيسألني عنهم يوم القيامة وأن خصمي دونهم محمد - صلى الله عليه وسلم - فخشيت ألا تثبت لي حجة فلذلك بكيت.

Ketika Umar bin Abdul Aziz diangkat menjadi khalifah, Istri beliau yang bernama Fatimah menemuinya dan mendapati Umar bin Abdul Aziz sedang menangis. 

Maka dia bertanya tentang sebab tangisannya, Umar bin Abdul Aziz menjawab :"Celaka engkau wahai Fatimah, (tidakkah kamu tahu) aku telah memegang urusan umat ini!!! Maka akupun memikirkan orang-orang fakir yang kelaparan, Orang-orang sakit yang tidak terurus, Orang-orang yang tidak memiliki pakaian lagi kesusahan, Anak-anak yatim yang hancur (hatinya), Orang-orang yang terdholimi lagi tertindas, orang -orang yang terasingkan, para tawanan, orang yang telah tua renta, janda yang hidup sendiri, serta orang yang memiliki tanggungan banyak nafkah sementara rizki yang dia peroleh sedikit, aku pun memikirkan orang-orang yang semisal mereka di penjuru bumi, aku tahu bahwa kelak Allah akan menanyaiku terkait mereka semua, dan yang akan melawan ku untuk membela mereka adalah Nabi Muhammad-Shallalahu 'alaihi WA sallam-, aku takut jika aku tidak memiliki hujjah yang menolongku, untuk itu aku menangis. 

Sumber syiar a'lam an Nubala 5/213 sebagaimana dinukil dalam web alukah.net
Di share oleh abu hasan ariefs

Barangsiapa yang belum berkesempatan puasa enam hari di Bulan Syawwal karena adanya udzur, maka disyariatkan baginya untuk mengqadha'nya di Bulan Dzulqa'dah. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh guru kami, Asy Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah.

Barangsiapa yang belum berkesempatan puasa enam hari di Bulan Syawwal karena adanya udzur, maka disyariatkan baginya untuk mengqadha'nya di Bulan Dzulqa'dah. Ini adalah pendapat yang dipilih oleh guru kami, Asy Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah.

(Prof. DR. Saad Khatslaan)
Di share oleh ustadz wira bachrun

Di dalam Syarh Ushul as-Sunnah Imam Ahmad Syaikh Sa'ad Syatsri hafizhahullah disebutkan cara pengangkatan pemimpin ada empat:

Di dalam Syarh Ushul as-Sunnah Imam Ahmad Syaikh Sa'ad Syatsri hafizhahullah disebutkan cara pengangkatan pemimpin ada empat:

1. Dengan nash/dalil

Terdapat perbedaan pendapat apakah Abu Bakar diangkat menjadi pemimpin dengan sabda dari Nabi atau tidak.

2. Dengan penunjukan pemimpin sebelumnya

Seperti pengangkatan Umar bin Khaththab yang ditunjuk oleh Abu Bakar.

3. Musyawarah tim ahli (ahlil halli wal 'aqdi)

Seperti pengangkatan Utsman bin Affan dst. 

4. Kudeta/penggulingan atau revolusi

Hal ini pernah kami pelajari bersama Ust. Muhammad Nur Ihsan hafizhahullah di kelas.

Saya sempat berpikir jika pemimpin kita ditunjuk dengan cara kedua atau ketiga akan ada banyak sekali kebaikan, tak ada perdebatan politik, tak ada pertikaian dua kubu, tak ada anggaran dana pemerintah milyaran yang terbuang kurang bermanfaat, dan lain sebagainya.

Lantas selanjutnya kita hanya perlu bersyukur jika pemimpin lebih baik dan bersabar jika ternyata tidak lebih baik.

Karena tak ada seorang pemimpin pun yang bisa memuaskan keinginan lebih dari 200 juta jiwa rakyat Indonesia.

Utsman bin Affan saja dibunuh oleh Khawarij, padahal beliau termasuk pemimpin dari Khulafaur Rasyidin yang empat.

Semoga Allah memberikan kebaikan kepada pemimpin kita saat ini dan yang akan datang.
Ustadz roni nuryusmansyah 

Ustadz, jarak berapa km diperbolehkan mengqoshor sholat ?

Tanya: 
Ustadz, jarak berapa km diperbolehkan mengqoshor sholat ?

Jawab:

Para ulama berbeda pendapat kepada banyak pendapat. Yang paling kuat ada dua pendapat:

Pertama: Jarak safar untuk qoshor adalah empat barid atau sekitar 88 km.
Ini adalah pendapat jumhur ulama; yaitu malikiyah, syafiiyah dan hanabilah. 

Alasan mereka adalah perkataan ibnu Abbas : “Wahai Ahli Makkah jangan mengqashar kurang dari empat barid.”
Juga dikarenakan susahnya safar dirasakan pada jarak tersebut.

Kedua: Safar tidak ada jarak tertentu. Selama disebut safar maka boleh mengqashar.
Ini adalah pendapat dzahiriyah, sebagian hanabilah dan dirajihkan oleh ibnu Taimiyah, ibnu Qayyim, Asy Syaukani, syaikh Utsaimin dan Al Bani. 

Dasarnya adalah bahwa ayat dan hadits bersifat mutlak tidak memberikan jarak tertentu dan tidak membedakan antara jarak jauh atau pendek.
Bahkan ada hadits hadits yang menunjukkan bahwa nabi pernah pergi ke dzulhilaifah dan mengqashar sholat di sana. Padahal jarak ke madinah sekitar 10 km.
Saat haji wada, penduduk makkah mengqashar bersama nabi di mina dan arofah. Padahal jarak makkah ke mina sekitar 12 km.
Kalaulah safar ada jarak tertentu pasti Nabi Shallallaahu ‘alaihi Wasallam akan menjelaskannya.
Dan ini perbuatan banyak shahabat seperti ibnu Umar berkata, “Jika aku safar sejarak satu mil, aku akan mengqashar.”

Adapun pembatasan dengan jarak tertentu seperti 4 barid maka tidak dapat dipastikan berapa kmnya. Disesuaikan dengan kecepatan kendaraan atau lambatnya.  Sehingga tidak bisa dijadikan patokan.

Pendapat kedua ini lebih kuat. Namun bila kita merasa ragu, maka tidak boleh mengqashar karena pada asalnya adalah muqim sebagaimana itu pendapat imam yang empat.
Ustadz abu yahya badrusalam 

PERJUMPAAN TAK BERHUJUNG PERPISAHAN

:: PERJUMPAAN TAK BERHUJUNG PERPISAHAN::

Mâlik ibn Dinar pernah menuturkan:

"Betapa banyak saudara yang ingin menjumpai saudaranya yang lain. Namun, sayang kesibukan selalu menghalangi perjumpaannya. Semoga Allah kelak mengumpulkan keduanya di sebuah tempat yang tidak ada perpisahan di dalamnya (surga). "

📚 Shifâtul Jannah, karya Ibnu Abid Dunya, 58

Alihbahasa:
Abu Khaira Sumarna

Duhai Pemilik Dosa, Dimanakah Air matamu yang Mengalir (untuk Dosa²mu)..?Apakah yang akan engkau Perbuat tatkala engkau Diseru untuk bertaubat kemudian engkau Tidak Memenuhi-Nya..?Serta Engkau telah Dipanggil untuk Berangkat sedang engkau belum Bersiap²?

🎙️Berkata Al-imam ibnul Jauzy رحمه الله تعالى :

"Duhai Pemilik Dosa, Dimanakah Air matamu yang Mengalir (untuk Dosa²mu)..?
Apakah yang akan engkau Perbuat tatkala engkau Diseru untuk bertaubat kemudian engkau Tidak Memenuhi-Nya..?
Serta Engkau telah Dipanggil untuk Berangkat sedang engkau belum Bersiap²?

Alangkah Malangnya bagi seorang Hamba yang Tiap kali semakin Banyak Dosanya, maka semakin Sedikit istighfarnya..
dan Tiap kali Semakin Dekat (dia) dari Kuburnya maka Semakin Kuat Kemalasannya..."

`📕[At-Tabshiroh, (1/45)]``
Ustadz abu abdillah 

‏يا صاحب الخطايا! أين الدموع الجارية؟
كيف تصنع إذا دُعيت إلى التوبة فما أجبت، ونودي بالرحيل وما تجهّزت؟.

وأسفًا لعبدٍ كلما كثُرت أوزاره ، قلَّ ‎استغفاره، وكلما قَرُب من القبور، قَوِيَ عنده الفتور.

📚 #التبصرة ‎لـ #ابن_الجوزي (٤٥/١)