Sabtu, 16 Oktober 2021

Diantara Fungsi Masjid Imam Al-Albaniy رحمه الله berkata;

📎 Diantara Fungsi Masjid  

Imam Al-Albaniy رحمه الله berkata; 

« المساجدُ إنما بُنيَت لتجميعِ المسلمين لا لتفريقِهم» [ متفرقات ٢٣٥ ]

"Masjid-Masjid itu dibangun sesungguhnya demi menyatukan kaum muslimin,  bukan untuk mencerai berai mereka." (Mutafarriqat 235)
Ustadz Musamulyadi luqman 

Kamis, 14 Oktober 2021

Tiga momen genting dan menakutkan yang dilewati manusia

Tiga momen genting dan menakutkan  yang dilewati manusia

Allah berfirman  :

وَسَلَٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا
Kesejahteraan atas dirinya (Yahya) pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali. [QS. Maryam : 15]

Ibnu ‘Asyur berkata: “Tiga keadaan yang disebutkan ini adalah awal permulaannya setiap tahapan; (disaat manusia dilahirkan oleh ibunya) merupakan tahapan keluar ke dunia, (disaat kematian) merupakan tahapan pergi dari dunia, (disaat dibangkitkan dari alam kubur) merupakan tahapan menuju akhirat. Dan ini adalah kalimat yang digunakan untuk mengungkapkan penjagaan Allah bagi Nabi Yahya alaihissalam pada setiap tahap tersebut.” 
[at-Tahrir wa at-Tanwir 16/19]

Kita yang saat ini masih hidup, sudah melewati satu momen genting, yaitu disaat kita dilahirkan oleh ibu kita. Allah yang memudahkan saat proses kelahiran kita. 

Masih ada dua momen dihadapan kita yang harus dipersiapkan ;

- Momen kematian yang merupakan pintu masuk alam barzakh (alam kubur) -semoga kita bisa meraih Husnul khatimah-. 

- Momen ketika kita dibangkitkan di hari kiamat, yang ini adalah tahapan kehidupan akherat. -semoga Allah memasukkan kita ke dalam surgaNya-. Aamiin
Ustadz budi santosa 

malam isro' mi'roj nabi menaiki buroq

عن أنس أن النبي صلى الله عليه وسلم أتي بالبراق ليلة أسري به ملجما مسرجا، فاستصعب عليه ، فقال له جبريل : أبمحمد تفعل هذا ؟ فما ركبك أحد أكرم عند الله تعالى منه ، قال : فارفض عرقا

Diceritakan dari sahabat Anas bahwa Nabi - عليه الصلاة والسلام - Pada malam Isra dihadirkan kepada beliu kendaraan buraq dalam keadaan telah siap pelana dan tali kekang nya.

Namun buraq ini mempersulit nabi tidak merunduk ketika Nabi hendak menaikinya, maka Jibril menegurnya “ apakah begini sikapmu kepada Muhammad ?”

Tidak ada orang yang menaikimu yang lebih mulia disisi Allah dari padanya, maka buraq inipun bercucuran keringat ketika mendengar itu.

اللهم صل وسلم على نبينا محمد وأعظم قدره في قلوبنا يا رب
Ustadz ibnu majah

Selasa, 12 Oktober 2021

Demikian cara Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam membuka pintu rejeki di langit.

Demikian cara Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam membuka pintu rejeki di langit.

كان النبي صلى الله عليه و سلم إذا دخل عليه بعض الضيق في الرزق أمر أهله بالصلاة 
Dahulu bila keluarga Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengalami kesusahan dalam urusan rejeki, segera beliau memerintahkan keluarganya untuk mendirikan shalat (sunnah), lalu beliau membaca ayat berikut:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَّحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى
Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan salat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rezeki kepadamu, Kami lah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertakwa. (Thaha 132) (Riwayat at thabrani, abdurrazaq dll)

Semoga bermanfaat
Ustadz Dr muhammad arifin badri Ma 

ADAKAH ULAMA ASYĀ‘IRAH YANG MEYAKINI BAHWA ALLAH FĪ KULLI MAKĀN?

ADAKAH ULAMA ASYĀ‘IRAH YANG MEYAKINI BAHWA ALLAH FĪ KULLI MAKĀN?

Ada yang bertanya kepada saya tentang ada-tidaknya ulama Asyā‘irah yang berkeyakinan “Allah fī Kulli Makān” (Allah ada disetiap tempat), sebab katanya itu fitnah yang dimunculkan oleh ulama Salafi-Wahabi terhadap ulama dan mazhab Asyā‘irah.

Benarkah demikian?

Coba saya mulai memberikan contoh dari ulama Asyā‘irah kekinian yang berkeyakinan seperti itu, yakni Syekh Muhammad Mutawalli Asy-Sya‘rawi Al-Asy‘ari dalam Mu‘jizatul-Qur’ān (2/128):

أن الله سبحانه وتعالى موجود في كل مكان يكلم نبيا وهو على الأرض، ويكلم نبيه وهو عند سدرة المنتهى، ولو كان الله سبحانه وتعالى موجوداً في السموات وحدها ما كلم نبياً له على الأرض، ولو كان موجوداً في الأرض وحدها ما كلم نبياً عند سدرة المنتهى.

Hal senada juga disebutkan oleh Syekh Al-Azhar yang sekaligus Mursyid Tarekat Syadzili ini di beberapa tempat dalam kitab Tafsirnya, ini menunjukkan bahwa ada ulama Asyā‘irah yang berkeyakinan bahwa Allah berada disetiap tempat atau berada dimana².

Lantas, adakah ulama lain yang berkeyakinan seperti itu? Ada! [bersambung]

Sekian dulu, semoga berfaedah. Amīn...

Salam Persahabatan,
Ustadz Alfan Edogawa

Minggu, 10 Oktober 2021

Dikutip dari bait syair Imam Syafi’i

Dikutip dari bait syair Imam Syafi’i

إِذا أَصبَحتُ عِندي قوتُ يَومي *** فَخَلِّ الهَمَّ عَنّي يا سَعيدُ

وَلا تَخطُر هُمومَ غَدٍ بِبالي *** فَإِنَّ غَداً لَهُ رِزقٌ جَديدُ

أُسَلِّمُ إِن أَرادَ اللَهُ أَمراً *** فَأَترُكُ ما أُريدُ لِما يُريدُ

(1) Jika ku dapati rizki untuk makan hari ini
     Maka hilanglah gundah dari ku wahai (temanku) yang berbahagia

(2) Tidak juga terbesit dalam fikiranku kegundahan (rizki) esok hari
      Karena sungguh hari esok ada rizki lainnya yang baru 

(3) Aku serahkan diriku pada Allah, jika Allah menghendaki satu perkara terjadi pada ku
     Aku tinggalkan apa yang aku mau demi apa yang Allah mau

#Wallahu a’lam

Dari Syair Al-Imam Asy-Syafi'i -rahimahullah-

Dari Syair Al-Imam Asy-Syafi'i -rahimahullah- 

(1) أَرَى حُـمُـراً تَـرعَـى وَتُـعـلَفُ ما تَهوى  ***  وَأُسداً جِياعاً تَظمَأُ الدَّهرَ لا تُروى 
(2) وَأَشــرافَ قَــومٍ لا يَـنـالونَ قـوتَهُـم  ***  وَقَـومـاً لِئاماً تَأكُلُ المَنَّ وَالسَلوى 
(3) قَـــضـــاءٌ لِدَيّــانِ الخَــلائِقِ ســابِــقٌ  ***  وَلَيـسَ عَـلى مُـرِّ القَـضـا أَحَـدٌ يَـقـوى 
(4) فَــمَــن عَـرَفَ الدَهـرَ الخَـؤونَ وَصَـرفَهُ  ***  تَـصَـبَّرَ لِلبَـلوى وَلَم يُـظـهِـرِ الشَكوى

(1) Aku menyaksikan bahwa keledai-keledai itu di pelihara dan diberi makan sesuai dengan apa yang ia mau
Sedangkan singa-singa (di luar sana) ia kelaparan dan kehausan tanpa ada yang memberinya minum

(2) (Ketahuilah) kaum yang terbaik (generasi shahabat) tidak pernah meminta makanannya (turun dari langit) 
Sedangkan kaum yang durjana (bani isroil) mereka diberi makan "manna dan salwa" (makanan dari hasil mu'jizat nabi musa) 

(3) (Ketahuilah) ketetapan Allah itu telah (jauh) mendahului (kita)
Dan pada pahitnya ketetapan tersebut tiada siapapun yang dapat menyingkirkan nya

(4) Maka barangsiapa yang tahu akan hakikat sesungguhnya sang waktu yang berkhianat** dan selalu berubah-ubah
Ia akan selalu berusaha sabar dalam setiap ujian dan tidak pernah menampakkan keluh kesah

-------------
**karena waktu tidak akan setia menemanimu dalam kaya selamanya, atau menderita selamanya. Akan datang, saat dimana sang waktu mengkhianati mu dan mengubah nasib mu tersebut. 

#wallahu a'lam
Ustadz Ilyasa urfa