Sabtu, 09 Oktober 2021

Dalam hadis (sahih, yang Nabi—shallalahu 'alaihi wa sallam—menyebutkan tentang Allah turun ke langit terdekat pada sepertiga akhir malam), bahwa Allah berkata,

Dalam hadis (sahih, yang Nabi—shallalahu 'alaihi wa sallam—menyebutkan tentang Allah turun ke langit terdekat pada sepertiga akhir malam), bahwa Allah berkata, 

هل من سائل فأعطيه؟ 

"Adakah yang meminta kepada-Ku maka niscaya Aku beri permintaannya?" 

[HR Ahmad, dan lain-lain, yang diriwayatkan pula oleh al-Bukhary dan Muslim dengan perbedaan redaksi.]  

Jadi, bukanlah merupakan persyaratan bahwa saat itu Anda harus dalam kondisi salat. Mintalah kepada Allah pada waktu sahur tersebut, meskipun Anda dalam kondisi berbaring di tempat tidur. 

—Syaikh Dr. Ibrahim ad-Duwaisy, via Twitter 

09/10/2021 
AdniKu

Jumat, 08 Oktober 2021

Di antara faktor yang paling berpengaruh agar hati istiqamah dan sehat adalah membaca Al Quran.

"Di antara faktor yang paling berpengaruh agar hati istiqamah dan sehat adalah membaca Al Quran. Hal tersebut akan melembutkan dan memambah kekukuhan di dalam hati. Terlebih jika seseorang membaca disertai dengan perenungan. Dia menyadari bahwa ia tengah membaca firman Allah azza wajalla,  membenarkan seluruh kabar-kabar di dalamnya, dan mematuhi perintah-perintah-Nya serta menjauhi larangan-larangan-Nya."

(Syekh Muhammad bin Shalih al Utsaimin rahimahullahu)
Ustadz muhammad nur faqih 

Kita (dianjurkan) membaca surah al-Kahfi (tiap Jumat), agar dalam hati terpatri empat kisah tentang empat ujian yang (senantiasa) menimpa manusia (sampai) saat ini:

Kita (dianjurkan) membaca surah al-Kahfi (tiap Jumat), agar dalam hati terpatri empat kisah tentang empat ujian yang (senantiasa) menimpa manusia (sampai) saat ini: 

1. Ujian terkait agama, yang direpresentasikan oleh kisah para pemuda Ashhabul-Kahfi;  

2. Ujian terkait harta, yang direpresentasikan oleh kisah pemilik dua kebun; 

3. Ujian terkait ilmu, yang direpresentasikan oleh kisah Nabi Musa dan Khadhir ('alaihimas-salam); 

4. Ujian terkait kedudukan, yang direpresentasikan oleh kisah Dzulqarnain. 
  
Adapun jalan keluar dari keempat ujian tersebut adalah dengan keimanan terhadap Hari Kiamat! 

#hari_jumat 
#waktu_ijabah

—Syaikh Dr. Ibrahim ad-Duwaisy, via Twitter 

08/10/2021 
AdniKu

Rabu, 06 Oktober 2021

MIMPI ORANG SALEH

📝 MIMPI ORANG SALEH

Syekh Hamud at-Tuwaijiri rahimahullah berbagi cerita dalam bukunya ar-Ru’yaa (Mimpi): “Diantara contoh mimpi yang menakjubkan yaitu sebagaimana yang diceritakan oleh lebih dari seorang yang tsiqah (terpercaya), bahwa ada seorang laki-laki dari kota Riyadh yang bernama Abdulaziz bin Yahyan. Beliau ini dulu seorang imam di beberapa masjid di kota Riyadh. Beliau hafal Alquran. Tanda kesalehan tampak pada diri beliau. Lalu beliau meninggal dunia. Kemudian ada seorang yang bernama Hamad as-Saif melihatnya dalam mimpi. Lalu ia mengucapkan salam dan memeluknya. Pada keesokan pagi ternyata keluar bau semerbak wangi dari Hamad. Bau harum tersebut terus ada padanya hingga selama setengah bulan atau lebih."

Syekh Sa'ad al-Khatslan hafizahullahu menambahkan, "Orang-orang yang menyampaikan kisah ini mengatakan bahwa bau semerbak tersebut tetap tercium dari tangan Hamad as-Saif selama beberapa hari. Yang lain lain mengatakan, hingga selama setengah bulan. Padahal ia dahulu rajin mencuci tangannya untuk berwudu dan hal-hal lainnya."

Kisah ini serupa dengan apa yang pernah disampaikan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah. Beliau mengisahkan bahwa Nafi’ al-Madani (seorang imam dan qari’ masyhur wafat 169 H) rahimahullah bila berbicara keluar dari mulutnya bau wangi minyak kesturi. Sampai ada orang yang berkata kepadanya, “Setiap kali duduk engkau memakai wewangian?” Beliau menjawab, “Aku tidak menyentuh minyak wangi, namun aku pernah bermimpi bertemu dengan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau membaca Alquran di hadapanku, semenjak itu terciumlah bau wangi tersebut.” 

(Lataa-if al-Fawaa-id, Sa’ad al-Khatslan, 304)

🇸🇦🇮🇩 ICC DAMMAM KSA
Channel Telegram: https://t.me/iccdammamksa

Selasa, 05 Oktober 2021

Bacaan shalat itu apakah cukup didalam hati atau harus diucapkan/digerakkan oleh losan?2. Mana yg lebih utama antara berwudhu setiap shalat (wajib) dengan menjaga wudhu (1 wudhu utk beberapa shalat wajib).

Asslm alaikum wr wb.

Afwan Ustadz @⁨Sunardi Bin Kuwat Admin Figh Usroh⁩ , saya izin bertanya.
1. Bacaan shalat itu apakah cukup didalam hati atau harus diucapkan/digerakkan oleh losan?
2. Mana yg lebih utama antara berwudhu setiap shalat (wajib) dengan menjaga wudhu (1 wudhu utk beberapa shalat wajib).

Demikian, terima kasih.
Wassalamu alaikum wr wb.


وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته 

1. Harus diucapkan minimal bisa didengar telinga sendiri dalam keadaan normal.

Dalam madzhab Syafi'i rahimahullohu ta'ala bacaan shalat yang wajib ada lima yaitu:
🔹 Takbiratul ihram
🔹 surat Alfatihah 
🔹 Tasyahud akhir 
🔹 Shalawat Nabi shalallahu alaihi wassalam pada tasyahud akhir itu
🔹 Salam minimal satu kali.

Selainnya sunah. Dan tetap juga namanya membaca minimal didengar oleh telinganya sendiri dalam keadaan normal.

2. Lebih utama berwudhu setiap shalat meskipun belum batal.

Wallohu a'lam

Minggu, 03 Oktober 2021

ILMU ADALAH PANGKAL BERBAGAI KENIKMATAN

*ILMU ADALAH PANGKAL BERBAGAI KENIKMATAN*


قال الله تعالى:

وَلَقَدْ آتَيْنَا دَاوُودَ وَسُلَيْمَانَ عِلْمًا ۖ وَقَالَا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي فَضَّلَنَا عَلَىٰ كَثِيرٍ مِنْ عِبَادِهِ الْمُؤْمِنِينَ.

Allah Ta'ala berfirman :

"Dan sungguh, Kami telah memberikan ilmu kepada Dawud dan Sulaiman; dan keduanya berkata, “Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari banyak hamba-hamba-Nya yang beriman.” (QS. An-Naml: 15)


"فإن الله تعالى آتى داود و سليمان من نِعم الدنيا و الآخرة ما لا ينحصر ولم يذكر من ذلك في صدر هذه الآية إلا العلم ليبيّن أنه [ أي العلم ] الأصل في النعم كلها."

( السبكي : ١/٧٣ )

"Sesungguhnya Allah telah memberikan kepada Daud dan Sulaiman berbagai nikmat dunia dan akhirat yang tidak terbatas, namun dari berbagai nikmat itu tidak disebutkan di dalam ayat ini selain ilmu, hal itu untuk menjelaskan bahwasanya ilmu itu adalah pokok dari seluruh nikmat."

( As Subki : 1/73 )
Ustadz abu ashim nanang al hambali 

Sabtu, 02 Oktober 2021

Pernah dengar kisah orang diculik jin?Kejadian yang sama pernah terjadi di zaman Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu.Kisah yang ajib ini terdapat di Sunan Al-Kubraa li Al-Baihaqiy 7/733 (Daar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah).

Pernah dengar kisah orang diculik jin?

Kejadian yang sama pernah terjadi di zaman Umar bin Khaththab radhiyallahu 'anhu.

Kisah yang ajib ini terdapat di Sunan Al-Kubraa li Al-Baihaqiy 7/733 (Daar Al-Kutub Al-‘Ilmiyyah).

Diriwayatkan oleh Al-Imam Abu Bakr Al-Baihaqiy rahimahullah, beliau menuturkan:

ﺃَﺧْﺒَﺮَﻧَﺎ ﺃَﺑُﻮ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺍﻟْﺤَﺎﻓِﻆُ، ﻭَﺃَﺑُﻮ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻋُﺒَﻴْﺪُ ﺑْﻦُ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻣُﺤَﻤَّﺪِ ﺑْﻦِ ﻣَﻬْﺪِﻱٍّ ﻟَﻔْﻈًﺎ، ﻗَﺎﻻ : ﻧﺎ ﺃَﺑُﻮ ﺍﻟْﻌَﺒَّﺎﺱِ ﻣُﺤَﻤَّﺪُ ﺑْﻦُ ﻳَﻌْﻘُﻮﺏَ، ﻧﺎ ﻳَﺤْﻴَﻰ ﺑْﻦُ ﺃَﺑِﻲ ﻃَﺎﻟِﺐٍ، ﻧﺎ ﻋَﺒْﺪُ ﺍﻟْﻮَﻫَّﺎﺏِ ﺑْﻦُ ﻋَﻄَﺎﺀٍ، ﻧﺎ ﺳَﻌِﻴﺪٌ، ﻋَﻦْ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓَ، ﻋَﻦْ ﺃَﺑِﻲ ﻧَﻀْﺮَﺓَ، ﻋَﻦْ ﻋَﺒْﺪِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦِ ﺑْﻦِ ﺃَﺑِﻲ ﻟَﻴْﻠَﻰ، 

” ﺃَﻥَّ ﺭَﺟُﻼ ﻣِﻦْ ﻗَﻮْﻣِﻪِ ﻣِﻦَ ﺍﻷَﻧْﺼَﺎﺭِ ﺧَﺮَﺝَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﻣَﻊَ ﻗَﻮْﻣِﻪِ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀَ ﻓَﺴَﺒَﺘْﻪُ ﺍﻟْﺠِﻦُّ ﻓَﻔُﻘِﺪَ، ﻓَﺎﻧْﻄَﻠَﻘَﺖِ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗُﻪُ ﺇِﻟَﻰ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﻓَﻘَﺼَّﺖْ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﺍﻟْﻘِﺼَّﺔَ ﻓَﺴَﺄَﻝَ ﻋَﻨْﻪُ ﻋُﻤَﺮُ ﻗَﻮْﻣَﻪُ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻧَﻌَﻢْ، ﺧَﺮَﺝَ ﻳُﺼَﻠِّﻲ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀَ ﻓَﻔُﻘِﺪَ، ﻓَﺄَﻣَﺮَﻫَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺮَﺑَّﺺَ ﺃَﺭْﺑَﻊَ ﺳِﻨِﻴﻦَ، ﻓَﻠَﻤَّﺎ ﻣَﻀَﺖِ ﺍﻷَﺭْﺑَﻊُ ﺳِﻨِﻴﻦَ ﺃَﺗَﺘْﻪُ ﻓَﺄَﺧْﺒَﺮَﺗْﻪُ ﻓَﺴَﺄَﻝَ ﻗَﻮْﻣَﻬَﺎ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻧَﻌَﻢْ، ﻓَﺄَﻣَﺮَﻫَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﺘَﺰَﻭَّﺝَ ﻓَﺘَﺰَﻭَّﺟَﺖْ .
ﻓَﺠَﺎﺀَ ﺯَﻭْﺟُﻬَﺎ ﻳُﺨَﺎﺻِﻢُ ﻓِﻲ ﺫَﻟِﻚَ ﺇِﻟَﻰ ﻋُﻤَﺮَ ﺑْﻦِ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻋُﻤَﺮُ ﺑْﻦُ ﺍﻟْﺨَﻄَّﺎﺏِ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ : ﻳَﻐِﻴﺐُ ﺃَﺣَﺪُﻛُﻢُ ﺍﻟﺰَّﻣَﺎﻥَ ﺍﻟﻄَّﻮِﻳﻞَ ﻻ ﻳَﻌْﻠَﻢُ ﺃَﻫْﻠُﻪُ ﺣَﻴَﺎﺗَﻪُ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ : ﺇِﻥَّ ﻟِﻲ ﻋُﺬْﺭًﺍ ﻳَﺎ ﺃَﻣِﻴﺮَ ﺍﻟْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ، ﻗَﺎﻝَ : ﻭَﻣَﺎ ﻋُﺬْﺭُﻙَ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺧَﺮَﺟْﺖُ ﺃُﺻَﻠِّﻲ ﺍﻟْﻌِﺸَﺎﺀَ ﻓَﺴَﺒَﺘْﻨِﻲ ﺍﻟْﺠِﻦُّ ﻓَﻠَﺒِﺜْﺖُ ﻓِﻴﻬِﻢْ ﺯَﻣَﺎﻧًﺎ ﻃَﻮِﻳﻼ ﻓَﻐَﺰَﺍﻫُﻢْ ﺟِﻦٌّ ﻣُﺆْﻣِﻨُﻮﻥَ، ﺃَﻭْ ﻗَﺎﻝَ : ﻣُﺴْﻠِﻤُﻮﻥَ، ﺷَﻚَّ ﺳَﻌِﻴﺪٌ ﻓَﻘَﺎﺗَﻠُﻮﻫُﻢْ ﻓَﻈَﻬَﺮُﻭﺍ ﻋَﻠَﻴْﻬِﻢْ ﻓَﺴَﺒَﻮْﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺳَﺒَﺎﻳَﺎ ﻓَﺴَﺒَﻮْﻧِﻲ ﻓِﻴﻤَﺎ ﺳَﺒَﻮْﺍ ﻣِﻨْﻬُﻢْ، ﻓَﻘَﺎﻟُﻮﺍ : ﻧَﺮَﺍﻙَ ﺭَﺟُﻼ ﻣُﺴْﻠِﻤًﺎ ﻭَﻻ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟَﻨَﺎ ﺳَﺒْﻴُﻚَ ﻓَﺨَﻴَّﺮُﻭﻧِﻲ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻤُﻘَﺎﻡِ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟْﻘُﻔُﻮﻝِ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻲ ﻓَﺎﺧْﺘَﺮْﺕُ ﺍﻟْﻘُﻔُﻮﻝَ ﺇِﻟَﻰ ﺃَﻫْﻠِﻲ ﻓَﺄَﻗْﺒَﻠُﻮﺍ ﻣَﻌِﻲ ﺃَﻣَّﺎ ﺑِﺎﻟﻠَّﻴْﻞِ ﻓَﻠَﻴْﺲَ ﻳُﺤَﺪِّﺛُﻮﻧِﻲ ﻭَﺃَﻣَّﺎ ﺑِﺎﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﻓَﻌِﺼَﺎﺭُ ﺭِﻳﺢٍ ﺃَﺗْﺒَﻌُﻬَﺎ، ﻓَﻘَﺎﻝَ ﻟَﻪُ ﻋُﻤَﺮُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ : ﻓَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻃَﻌَﺎﻣُﻚَ ﻓِﻴﻬِﻢْ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻟْﻔُﻮﻝُ ﻭَﻣَﺎ ﻟَﻢْ ﻳُﺬْﻛَﺮِ ﺍﺳْﻢُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﻠَﻴْﻪِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﻤَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﺷَﺮَﺍﺑُﻚَ ﻓِﻴﻬِﻢْ؟ ﻗَﺎﻝَ : ﺍﻟْﺠَﺪَﻑُ، ﻗَﺎﻝَ ﻗَﺘَﺎﺩَﺓُ : ﻭَﺍﻟْﺠَﺪَﻑُ ﻣَﺎ ﻻ ﻳُﺨَﻤَّﺮُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﺸَّﺮَﺍﺏِ، ﻗَﺎﻝَ : ﻓَﺨَﻴَّﺮَﻩُ ﻋُﻤَﺮُ ﺭَﺿِﻲَ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻨْﻪُ ﺑَﻴْﻦَ ﺍﻟﺼَّﺪَﺍﻕِ ﻭَﺑَﻴْﻦَ ﺍﻣْﺮَﺃَﺗِﻪِ

Abu ‘Abdillaah Al-Haafizh dan Abu Muhammad ‘Ubaid bin Muhammad bin Muhammad bin Mahdiy telah mengkhabari kami -secara lafazh-, keduanya berkata, Abul ‘Abbaas Muhammad bin Ya’quub telah mengkhabari kami, Yahyaa bin Abi Thaalib telah mengkhabari kami, ‘Abdul Wahhaab bin ‘Athaa’ telah memberitakan kami, Sa’iid telah mengkhabari kami, dari Qataadah, dari Abu Nadhrah, dari ‘Abdurrahman bin Abi Lailaa :

“Bahwasanya ada seorang lelaki dari kaumnya Ibnu Abi Lailaa yaitu kaum Anshar yang keluar untuk shalat ‘Isya bersama mereka. Tiba-tiba jin menawan lelaki tersebut dan hilanglah ia. 

Serta merta pergilah istri si lelaki kepada ‘Umar bin Al-Khaththaab radhiyallaahu ‘anhu lalu ia menceritakan kepada ‘Umar atas kejadian yang menimpa suaminya, kemudian ‘Umar pun bertanya kepada kaum Anshar perihal lelaki tersebut. Mereka menjelaskan, “Benar, ia keluar untuk shalat ‘Isya dan ia menghilang!” 

Maka ‘Umar memerintahkan kepada istri si lelaki untuk menunggu (suaminya) selama 4 tahun.

Ketika telah berlalu masa 4 tahun, ia kembali mendatangi ‘Umar dan memberitahukan keadaannya (yang telah menunggu hingga lewat masa 4 tahun) kepada ‘Umar. Lalu ‘Umar pun bertanya kepada kaum si wanita (mengenai kebenaran perkataannya). Mereka menjawab, “Benar!” Kemudian ‘Umar memerintahkan wanita tersebut agar menikah lagi dan ia pun menikah (dengan lelaki lainnya).

Tiba-tiba datanglah suaminya yang telah menghilang selama 4 tahun tersebut (dan ia mengetahui istrinya telah menikah lagi) lantas ia mendebat ‘Umar bin Al-Khaththaab mengenai hal ini.

‘Umar berkata, “Salah seorang dari kalian raib dalam rentang waktu yang demikian lama, keluarganya pun tidak ada yang mengetahui mengenai kehidupannya.”

Sang lelaki berusaha menjelaskan kepada ‘Umar, “Sesungguhnya diriku mempunyai ‘udzur (alasan), wahai Amiirul mu’miniin!”

‘Umar bertanya, “Apa ‘udzurmu?”

Sang lelaki menceritakan kisah yang dialaminya, “Aku keluar untuk shalat ‘Isya dan tiba-tiba ada jin yang menawanku. Maka aku menetap di alam mereka selama rentang waktu yang panjang. Dan ada sekelompok jin mu’min -atau jin muslim, Sa’iid (bin Abi 'Aruubah, salah seorang perawi kisah) ragu- yang memerangi jin-jin kafir tersebut, lantas kelompok jin mu’min berhasil menaklukkan kelompok jin kafir lalu para jin mu’min menawan para tawanan dan aku termasuk ke dalam kelompok tawanan yang direbut dari mereka. 

Para jin mu’min berkata, “Kami melihatmu sebagai seorang lelaki muslim dan tidak halal bagi kami untuk menawanmu.” Kemudian mereka memberiku pilihan antara tetap tinggal (di alam jin tersebut) atau kembali ke keluargaku, aku pun memilih kembali ke keluargaku. Maka para jin mu’min pun mengantarkanku. Ketika malam hari tiba maka mereka tidak lagi berbicara denganku, adapun pada siang hari maka saat itulah ada deru angin yang aku mengikutinya (hingga aku dapat keluar dari alam mereka).”

‘Umar bertanya, “Apa makananmu ketika bersama mereka?”

Lelaki tersebut menjawab, “Sejenis kacang-kacangan dan segala sesuatu yang tidak disebut nama Allah padanya.”

‘Umar bertanya kembali, “Dan apa minumanmu ketika bersama mereka?”

Si lelaki menjawab, “Al-Jadaf.” (Imam Qataadah menjelaskan, “Al-Jadaf adalah segala jenis minuman yang tidak ditutup.”)

Akhirnya, ‘Umar pun memberi pilihan kepada lelaki tersebut antara (mendapatkan kembali) mahar atau istrinya.”

Syaikh Al-Albaniy dalam Irwa'ul Ghalil, 6/151 berkata, "Sanad-sanadnya shahih".

Pelajaran yang bisa kita petik;

1. Alam jin merupakan alam ghaib yang benar adanya. Mereka dapat melihat kita namun kita tdk dapat melihat mereka.

2. Diantara kaum jin ada yang beriman dan ada yang tetap kafir.

3. Antara jin muslim dan kafir saling berperang sebagaimana layaknya manusia.

4. Jin yang kafir akan senantiasa mengganggu manusia. Bahkan terkadang mereka menculik dan menawan manusia untuk diperbudak oleh mereka.

5. Jin yang sudah beriman mengamalkan akhlak yang baik sebagaimana yang diajarkan oleh islam.

6. Orang yang hilang tanpa kabar selama lebih dari 4 tahun, maka dihukumi layaknya orang yang sudah mati. Istrinya menjalani masa iddah selama 4 bulan 10 hari dan setelah itu boleh menikah lagi. Harta warisannya pun sudah boleh dibagikan kepada ahli waris sebagaimana fatwa para ulama.

7. Makanan jin berasal dari tumbuhan (kacang-kacangan) dan sesuatu yang tidak disebut nama Allah. Karenanya kita dianjurkan untuk membaca "bismillah" sebelum makan agar jin tidak ikut makan bersama kita.

8. Minuman jin adalah minuman yang tidak ditutup. Karenanya kita dianjurkan untuk menutup bejana dan tempat air.

Wallahu A'lam
Ustadz abu razin taufiq 
https://www.facebook.com/100002841090635/posts/4099002613537735/