Senin, 20 September 2021

syeikh Al-Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad :

syeikh Al-Allamah Abdul Muhsin Al-Abbad : 

Pertanyaan : 
"Dikarenakan hari Jumat adalah termasuk dari hari raya ( Ummat Islam ), maka apakah boleh mengucapkan selamat pada nya seperti mengatakan : jum'ah mubarok atau jumat yang semoga di terima  (amal nya) ". 

Jawaban : 
"Sungguh demi Allah kami tidak mengetahui sesuatu yang menunjukkan atas adanya keharusan itu, adapun dengan hari raya ied Fithri, dan ied adha telah datang astar dari sahabat yaitu di mana mereka jika saling bertemu di antara mereka maka mereka akan mengatakan  "taqobballalloh minna wamingkum ". ( Semoga alloh menerima amalan kami juga kalian ). Atau " taqobballoh thoatak " ( semoga Allah menerima ketaatan kita ). 

[ Syark sunan Ibnu majah syarith : 48 ]
https://www.facebook.com/100003516452286/posts/4108397772620731/

al-Auza’i rahimahullah mengatakan: "Waktu demi waktu di dunia akan diperlihatkan kepada hamba pada hari kiamat; hari demi hari, saat demi saat. Waktu sesaat yang dilaluinya tanpa zikir kepada Allah pasti akan menyebabkan jiwanya hancur penuh penyesalan. Lantas, bagaimana bila yang dilalui -tanpa zikir- itu saat demi saat dan hari demi hari?"

🕰️ WAKTU

al-Auza’i rahimahullah mengatakan: "Waktu demi waktu  di dunia akan diperlihatkan kepada hamba pada hari kiamat; hari demi hari, saat demi saat. Waktu sesaat yang dilaluinya tanpa zikir kepada Allah pasti akan menyebabkan jiwanya hancur penuh penyesalan. Lantas, bagaimana bila yang dilalui -tanpa zikir- itu saat demi saat dan hari demi hari?"

| Hayatus Salaf, Ahmad at-Thayyar, hal. 883

Apa udzurmu di sisi Allah kelak???Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Si’di rahimahullah;

Apa udzurmu di sisi Allah kelak???

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Si’di rahimahullah;

Wahai orang yang berpaling dari ilmu!
Apa udzurmu kelak di sisi Allah, 
padahal kamu sedang dalam kondisi sehat wal afiyat!?
Apa yang menghalangimu dari menuntut ilmu, 
padahal rizki- rizki Allah sedang kamu nikmati!?

Apa kau ridha menjadi seperti binatang yang digembalakan!?

Apa kau lebih memilih untuk mengikuti hawa nafsu daripada mengikuti petunjuk dan hatimu lalai tanpa tujuan!?
Apakah kau tempuh jalan kebodohan, padahal itu adalah jalan kehinaan, 
dan kau tinggalkan jalan-jalan petunjuk, padahal jalan-jalan petunjuk adalah demikian terang dan penuh kebaikan!?

Apakah kamu ridha, bila kelak ditanyakan kepadamu, siapakah Rabb-mu, apa Agama-mu, siapakah Nabi-mu dan kau tak tahu jawabnya?

Bila dikatakan kepadamu: bagaimana kamu shalat, beribadah, kau pun tak bisa menjawab dengan benar!? 
Bagaimana kau berjual beli, bermuamalah, padahal kau tak tahu mana yang halal, dan mana yang haram!?

Demi Allah, ini adalah kondisi yang tidak diridhai kecuali oleh yang menyerupai binatang.

Belajarlah -semoga Allah merahmatimu-, hadirilah majelis-majelis ilmu, dengarkan dan ambil faidahnya!. Bertanyalah kepada ahli ilmu, 
mintalah bimbingan dan wejangan!

Bila kau tak kerjakan hal itu, dan kau pun berpaling dari ilmu secara total maka kau telah binasa dan kau termasuk orang-orang yang merugi.

Tidakkah kamu tahu bahwa menyibukkan diri dengan ilmu adalah termasuk amal ibadah yang paling mulia, seutama-utamanya ketaatan dan taqarrub kepada Allah. Dan akan mendatangkan keridhaan Allah, Rabbus samaawaat wal ardh!?

Majelis ilmu yang kamu duduk di dalamnya adalah lebih baik dari dunia dan seisinya. Dan faidah yang kau dapatkan dan ambil manfaatnya itu tidaklah ada sesuatu yang menyamai dan menandinginya.

Bertakwalah kepada Allah, wahai hamba Allah, sibukkanlah diri dengan maksud, tujuan diciptakannya kalian, dari mengenal Allah dan beribadah hanya kepada-Nya.

Mintalah kepada Allah taufik, kelembutan, dan inayah-Nya!

Allah Ta’ala berfirman:

أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ 

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabb-nya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

[Al-Fawakih asy-Syahiyah fil Khuthab al-Miimbariyyah no. 66]

Apa udzurmu di sisi Allah kelak???Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Si’di rahimahullah;

Apa udzurmu di sisi Allah kelak???

Berkata Syaikh Abdurrahman bin Nashir as-Si’di rahimahullah;

Wahai orang yang berpaling dari ilmu!
Apa udzurmu kelak di sisi Allah, 
padahal kamu sedang dalam kondisi sehat wal afiyat!?
Apa yang menghalangimu dari menuntut ilmu, 
padahal rizki- rizki Allah sedang kamu nikmati!?

Apa kau ridha menjadi seperti binatang yang digembalakan!?

Apa kau lebih memilih untuk mengikuti hawa nafsu daripada mengikuti petunjuk dan hatimu lalai tanpa tujuan!?
Apakah kau tempuh jalan kebodohan, padahal itu adalah jalan kehinaan, 
dan kau tinggalkan jalan-jalan petunjuk, padahal jalan-jalan petunjuk adalah demikian terang dan penuh kebaikan!?

Apakah kamu ridha, bila kelak ditanyakan kepadamu, siapakah Rabb-mu, apa Agama-mu, siapakah Nabi-mu dan kau tak tahu jawabnya?

Bila dikatakan kepadamu: bagaimana kamu shalat, beribadah, kau pun tak bisa menjawab dengan benar!? 
Bagaimana kau berjual beli, bermuamalah, padahal kau tak tahu mana yang halal, dan mana yang haram!?

Demi Allah, ini adalah kondisi yang tidak diridhai kecuali oleh yang menyerupai binatang.

Belajarlah -semoga Allah merahmatimu-, hadirilah majelis-majelis ilmu, dengarkan dan ambil faidahnya!. Bertanyalah kepada ahli ilmu, 
mintalah bimbingan dan wejangan!

Bila kau tak kerjakan hal itu, dan kau pun berpaling dari ilmu secara total maka kau telah binasa dan kau termasuk orang-orang yang merugi.

Tidakkah kamu tahu bahwa menyibukkan diri dengan ilmu adalah termasuk amal ibadah yang paling mulia, seutama-utamanya ketaatan dan taqarrub kepada Allah. Dan akan mendatangkan keridhaan Allah, Rabbus samaawaat wal ardh!?

Majelis ilmu yang kamu duduk di dalamnya adalah lebih baik dari dunia dan seisinya. Dan faidah yang kau dapatkan dan ambil manfaatnya itu tidaklah ada sesuatu yang menyamai dan menandinginya.

Bertakwalah kepada Allah, wahai hamba Allah, sibukkanlah diri dengan maksud, tujuan diciptakannya kalian, dari mengenal Allah dan beribadah hanya kepada-Nya.

Mintalah kepada Allah taufik, kelembutan, dan inayah-Nya!

Allah Ta’ala berfirman:

أَمَّنْ هُوَ قَٰنِتٌ ءَانَآءَ ٱلَّيْلِ سَاجِدًا وَقَآئِمًا يَحْذَرُ ٱلْءَاخِرَةَ وَيَرْجُوا۟ رَحْمَةَ رَبِّهِۦ ۗ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ ۗ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ 

“(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadah di waktu-waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut (adzab) akhirat dan mengharapkan rahmat Rabb-nya? Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.”

[Al-Fawakih asy-Syahiyah fil Khuthab al-Miimbariyyah no. 66]

Kitab2 ‏yang menjelaskan Aqidah salaf. ‏Karangan imam Abu ja'far attobari ‎رحمه الله تعالى.

Kitab2 yang menjelaskan Aqidah salaf. Karangan imam Abu ja'far attobari رحمه الله تعالى.
Jadi kalau ada orang yang bilang :"Aqidah salafi itu karangan syaikh islam ibnu taimiyyah رحمه الله atau syaikh islam Muhammad bn abdul Wahhab رحمه الله. " kita senyumin aja ya. 
Ustadz Atori husen 

Imam thobari hidup  20 th setelah  imam asysyafii رحمه الله meninggal beliau lahir dan beliau hidup di zaman imam ahmad رحمه الله sebagai anak muda ber umur 20 th, beliau muridnya imam al muzani dan saudaranya. 
Lahir th 224 h wafat 310 H. Yaitu ulama abad ke 3 /ke 4.

Minggu, 19 September 2021

5 Ciri generasi salaf

5 Ciri generasi salaf : Berjamaah, mengikuti sunnah, memakmurkan masjid, tilawah Al-Quran & Jihad Fi Sabilillah

[ Imam Al-Auza‘i ]
قال الإمام الأوزاعي -رحمه الله- : 

خمس كان عليها  أصحاب محمد ﷺ والتابعون بإحسان :

 لزوم الجماعة، واتباع السنة، وعمارة المسجد، وتلاوة القرآن، والجهاد في سبيل الله

[ حلية الأولياء وطبقات الأصفياء ]
Ustadz bagus ferry 

Tiga perkara yang termasuk sifat wali Allah :(1) Percaya penuh kepada Allah dalam setiap perkara,(2) Merasa cukup dengan-Nya dari segala sesuatu,(3) Kembali kepada-Nya dalam segala hal."

Imam Ibnu Qayyim rahimahullah berkata :

"Orang yang bertakwa bukanlah orang yang tidak pernah bermaksiyat selamanya. Akan tetapi orang yg apabila bermaksiat ia segera kembali kepada Rabbnya dan berserah diri.

(إِنَّ ٱلَّذِینَ ٱتَّقَوۡا۟ إِذَا مَسَّهُمۡ طَـٰۤائف مِّنَ ٱلشَّیۡطَـٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبۡصِرُونَ)

"Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa apabila mereka dibayang-bayangi pikiran jahat (berbuat dosa) dari setan, mereka pun segera ingat kepada Allah, maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)". (QS. Al-A'raf : 201)

Yahya Bin Mu'dz rahimahullah berkata :

"Tiga perkara yang termasuk sifat wali Allah :
(1) Percaya penuh kepada Allah dalam setiap perkara,
(2) Merasa cukup dengan-Nya dari segala sesuatu,
(3) Kembali kepada-Nya dalam segala hal."

(Uddatush Shabiri)
Ustadz ridwan abu raihana