Senin, 02 Agustus 2021

Seseorang belum disebut Faqih jika belum menganggap ujian sebagai kenikmatan & kelapangan sebagai musibah”

قال أمير المؤمنين في الحديث سفيان الثوري -رحمه الله- :

” ليس بفقيه من لم يعد البلاء نعمة والرخاء مصيبة “

[ حلية الأولياء - أبو نعيم ]
“Seseorang belum disebut Faqih jika belum menganggap ujian sebagai kenikmatan & kelapangan sebagai musibah”

[ Sufyan Ats-Tsauri ]
Ustadz bagus Ferry

Orang yang menyimak pembaca Al-Qur'an mendapat pahala seperti orang yang membaca..

Orang yang menyimak pembaca Al-Qur'an mendapat pahala seperti orang yang membaca..

-Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah-

Tidak masuk akal jika ada orang yang ingin belajar agama namun tak mau belajar bahasa Arab .

Tidak masuk akal jika ada orang yang ingin belajar agama namun tak mau belajar bahasa Arab ....
Apia tengaran

SUDAH TAHU SEBELUM DIA LAHIR

SUDAH TAHU SEBELUM DIA LAHIR

Seorang pemuda berkata tentang ini itu, tentang kisah ini itu, tentang dalil ini itu, tentang perbedaan pendapat ini itu, dan lain sebagainya, dimana yang semua dia katakan tersebut, kita sudah mengetahuinya sebelum dia lahir. Namun sebagian kita sering memotongnya, "Cukup, saya sudah tahu."

Berbeda dengan seorang salaf, bagaimana ketawadhuannya, dia dengarkan dan perhatikan dengan baik perkataan anak muda tersebut, padahal dia sudah tahu sebelum yang bicara ini dilahirkan.

Atha’ bin Abi Rabah rahimahullah berkata,

‏إن الرجل ليحدثني بالحديث، فأنصت له كأني لم أسمعه، وقد سمعته قبل أن يولد

Sesungguhnya, ada seseorang yang menyampaikan hadits kepadaku, lalu aku diam mendengarkan seakan-akan aku belum pernah mendengarnya sebelum itu. Padahal, aku sungguh telah mendengarnya sebelum dia dilahirkan. Siyar A’lamin Nubala, 5/86.

AFM

cara imam abu Hanifah mendapatkan ilmu

Jadikan orang yang menyelisihi Al Haqq seolah-olah penyakit yang kamu menginginkan untuk mengobatinya. Dan bukan kamu jadikan seperti orang jahat yang kamu ingin menghukumnya.'

Sikap menghadapi orang yang menyelisihi Al Haqq

Syaikh Al 'Allamah Ibnu 'Utsaimin rahimahulloh berkata :
'' Jadikan orang yang menyelisihi Al Haqq seolah-olah penyakit yang kamu menginginkan untuk mengobatinya. Dan bukan kamu jadikan seperti orang jahat yang kamu ingin menghukumnya.''

( Al 'Allamah Ibnu'Utsaimin rahimahulloh dalam durus Al Haramain 143)
Ustadz enggar suprantara

Para Masyaikh di Darul Hadits dalam mengajar fiqih tidak berjalan di atas salah satu madzhab yang empat.Namun, di akhir2 ini muncul sebagian pengajar yang mengajarkan fiqih dengan metode mazhabi di antaranya fiqh syafii. Kemudian setelah itu nampak muncul benih2 taashshub madzhabiy, maka para Masyaikh menasehati agar meninggakan metode ini.

Para Masyaikh di Darul Hadits dalam mengajar fiqih tidak berjalan di atas salah satu madzhab yang empat.

Namun, di akhir2 ini muncul sebagian pengajar yang mengajarkan fiqih dengan metode mazhabi di antaranya fiqh syafii. Kemudian setelah itu nampak muncul benih2 taashshub madzhabiy, maka para Masyaikh menasehati agar meninggakan metode ini.

Berikut surat pernyataan dari salah satu Syaikh Pengajar di Darul Hadits Ma'bar, guru kami Syaikh Abdullah Al-Qadiri hafizahullah yang mengajar fiqh syafii.  Beliau menerima nasehat para Masyaikh Kibar Yaman untuk meninggalkan tadris dengn metode madzhab.

Alhamdulillah, di Yaman dakwah Tauhid dan Sunnah tersebar tanpa melalui pengajaran madzhab fiqih tertentu.
Ustadz abu Muhammad