Selasa, 02 Maret 2021

Diantara tanda terbesar kedunguan orang yang paling dungu adalah setiap apa yang terlintas dihatinya mesti diucapkan oleh lisannya."Roudhotul 'Uqola 168

Berkata Ibnu Hibban: 
"Diantara tanda terbesar kedunguan orang yang paling dungu adalah setiap apa yang terlintas dihatinya mesti diucapkan oleh lisannya."
Roudhotul 'Uqola 168
via Al-Hujjah

HANYA ORANG BESAR YANG PUNYA AKHLAK BESAR

HANYA ORANG BESAR YANG PUNYA AKHLAK BESAR

Kisah Nyata:
Ada seorang penuntut ilmu yang "sedikit kasar" berbicara di depan Syaikh Al-Albani rahimahullah, ya Syaikh engkau mengatakan bahwa di Kitab Syaikh Rabi' bin Hadi hafizhahullah ada sikap syiddah (keras/Over) dalam membantah Sayyid Quthub (tokoh IM), padahal aku sudah membaca kitab Syaikh Rabi' itu, dan tidak saya temukan syiddah (keras) di situ. Tunjukkan mana bukti syiddah (sikap keras) di kitab Syaikh Rabi' dalam membantah Sayyid Quthub...., (orang ini sedikit "ngegas" kepada Syaikh al-Albani.

Kata Syaikh: engkau sudah membacanya? Dia jawab: Sudah dan saya tidak temukan syiddah.

Syaikh Al-Albani menjawab: subhanallah, syekh  Albani "terheran-heran." 

Lalu syaikh menjelaskan yang intinya:  jika anda membaca kitab Syaikh Rabi' tersebut dan kitab2nya yang lain, tapi anda tidak menemukan syiddah, berarti anda sama uslub dakwahnya dg Syaikh Rabi', sehingga anda tidak mampu menemukannya. Lalu orang tersebut masih agak ngeyel.....

Kemudian Syaikh Al-Albani menjelaskan bahwa beliau setuju dg syaikh Rabi' dalam hal penyimpagan2 IM, tapi ada hal yang menunjukkan sikap syiddah (keras/over) dalam membantah Sayyid Quthub. 

Lalu Syaikh al-Albani memberikan bukti sikap syiddah itu berupa ucapan Syaikh Rabi' yang mengatakan bahwa Sayyid Quthub menyampaikan pendapat (sesatnya) itu karena mengekor kepada hawa nafsunya..dst.

Kata Syaikh Al-Albani, tidakkah cukup bagi Syaikh Rabi' untuk mengatakan Ini SALAH, ini MEMYIMPANG dst...kenapa dia mengatakan bahwa Sayyid Quthub mengikuti hawa nafsu, apakah ia sudah membelah dadanya, apalagi orangnya sudah diwafatkan oleh Allah....pindah ke alam kubur.

Lalu di akhir Syaikh al-Albani menasehati penanya: ya akhi bersamalah dengan al-Haq dan jangan kerana Zaid atau Amr, (Fulan atau Allan),  ikutilah kebenaran, benar caranya dan benar tujuannya. (Jangan sampai tujuan yang benar memakai metode dan cara yang salah).

Lalu Syaikh Al-Albani berkata: Saya bersama Syaikh Rabi' secara ilmu (tujuan). tapi saya tidak bersamanya dari segi cara dan uslub dakwahnya.

Yang bisa bahasa Arab simak langsung:
https://youtu.be/7QRyofHgDYM
Terutama menit: 3: 40 dan 10: 34.

رحم الله الإمام الألباني وحفظ الشيخ ربيع بن هادي.... وغفر لسيد قطب وهدى أتباعه

Tulisan ini dibuat semata2 Hanya untuk menunjukkan Bagaimana Sikap Hikmah yang ditunjukkan syaikh al-Albani, dan juga semngatnya syaikh rabi' dalam mengingkari kemungkaran.  Bukan dalam rangka membela pemikiran sayyid Quthub. 

================

Alangkah lapangnya dada syaikh al-Albani, Semoga Allah menyayanginya, dan menempatkannya di surganya yang luas.

Akhir-akhir ini saya mulai buka YouTube dan mencari ceramah2 Syaikh bin Baz, Syaikh Albani, dan Syaikh Utsaimin rahimahullah... wallahi, demi Allah saya dapati petuah-petuah mereka Menentramkan jiwa, menyayangi, mengayomi, santun dan beradab...jauh dari celaan, kekerasan dan kedengkian.

Semoga Allah Merahmati para ulama2 Islam.

Fadlan Fahamsyah

Syaikh al-Albani pernah ditanya tentang cara Syaikh rabi dalam membantah Sayyid Qutub yang sngat keras, Syaikh Al-Albani menjawab:

نحن معه في العلم (الغاية) ولسنا معه في الأسلوب

 Kami bersama dengannya dalam ilmu (tujuan) tapi kami tidak bersamanya dalam cara (menyampaikan).

Rahimahumullah wa ghafara lahum
Ust Fadlan fahamsyah lc

Senin, 01 Maret 2021

Syekh Soleh Al-Fauzan -Hafidzahullah- berkata:_"Wahai Ayah Sesungguhnya barang daganganmu yang paling berharga tanpa di ragukan lagi adalah anak2Mu apabila engkau memberikan Tarbiyyah dan Arahan yang baik maka mereka akan menjadi perniagaan Mu yang Hakiki di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala_

📝 _Wahai Ayahku..._

Syekh Soleh Al-Fauzan -Hafidzahullah- berkata:

_"Wahai Ayah Sesungguhnya barang daganganmu yang paling berharga tanpa di ragukan lagi adalah anak2Mu apabila engkau memberikan Tarbiyyah dan Arahan yang baik maka mereka akan menjadi perniagaan Mu yang Hakiki di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala_

_Merepa pula yang akan mendoakanMu setelah kematianMu, dan menggantikan peranmu pada Keluarga dan Hartamu_

_Apabila engkau mendidik dan mngarahkan dengan Benar maka mereka akan menjadi sebaik-baik pengganti, adapun apabila engkau melalaikan mereka maka akan menjadi kerugian atasmu di dunia dan akhirat"_

(Khutbah Jum'at Amanat harta dan Anak) 
Ust Muhammad badar 

Ibn Taimiyah RH, sebagaimana dikisahkan oleh Ibn Abdil Hadi muridnya, berkata,

Ibn Taimiyah RH, sebagaimana dikisahkan oleh Ibn Abdil Hadi muridnya, berkata,

Terkadang saya menelaah sejumlah seratus kitab tafsir untuk memahami kandungan sebuah ayat, kemudian memohon kepahaman dari Allah dengan berkata, Wahai Engkau yang mengajarkan Nabi Adam dan Nabi Ibrahin, ajarilah aku! 

Saya juga suka mendatangi mesjid-mesjid yang telah ditinggalkan oleh para jemaahnya dan semisalnya lantas menempelkan wajah ke tanah sambil meminta dari Allah seraya berkata, Wahai Engkau yang mengajarkan Nabi Ibrahim, fahamkanlah aku!

Al-'Uqud ad-Durriyyah, Ibn Abdil Hadi, hl. 27. Cet. Mathba'ah Hijazi, Kairo, th. 1938.
Ust alee masaid 

9 BEKAL AGAR DAKWAH BERHASIL*

┏━💠━━━━━━━━━━┓
*9 BEKAL AGAR DAKWAH BERHASIL*
┗━━━━━━━━━━💠━┛

*1- Al-'Ilm An-Naafi'*
Yaitu ilmu yang bermanfaat untuk dunia dan akhirat manusia yang didakwahi.
Misalnya: Pelajaran aqidah, ibadah harian, dll. Itu akan bermanfaat. Sebagian ilmu ada yang bagus untuk dipelajari tapi kurang urgent untuk diajarkan kepada masyarakat, misalnya rincian hukum seputar budak.

*2- Al-Hikmah*
Sikap hikmah, yaitu meletakkan sesuatu pada tempat yang tepat, waktu yang tepat, menyesuaikan dengan yang didakwahi, yang sesuai dengan sunnah.
Hikmah itu bisa jadi lemah lembut, bisa jadi keras dan tegas, disesuaikan dengan kondisi-kondisi yang tepat. Hikmah tidak selalu bermakna lembut.

*3- Al-Hilm, syarh ash-shadr*
Yaitu sikap murah hati dan lapang dada. Karena dakwah itu tidak akan selalu disukai orang. Jangan menjadi da'i yang selalu mencari ridha, cinta manusia. Jangan sempit hati dalam menyikapi manusia yang tidak senang dengan dakwah.

*4- Al-Anaah, at-tatsabbut*
Sikap hati-hati, tidak terburu-buru, kroscek kebenaran, termasuk bekal penting untuk mencapai keberhasilan seorang da'i. Contohnya tidak terburu-buru dalam menyebarkan berita.

*5- Ar-Rifq, Al-Liin*
Yaitu sikap lemah lembut khususnya kepada yang menjadi objek dakwah.
Contoh kecilnya ada senyum, wajah berseri, tidak cemberut, tidak bermuka masam.

*6- Ash-Shabr*
Sabar dalam mencari, mengamalkan dan mendakwahkan ilmunya. Sabar ketika orang kurang menerima. Sabar ketika ada yang mencela, karena tidak semua akan menerima atau hadir untuk mencari ilmu si da'i. Sebagian orang mungkin akan hadir justru untuk mencari kesalahannya.

*7- Al-Ikhlas, Ash-Shidq*
Keikhlasan dan kejujuran dalam dakwah akan membuat dakwah senantiasa kontinyu. Ada ungkapan yang berbunyi: _"Apa yang dilakukan untuk Allah akan senantiasa langgeng, sedangkan apa yang dilakukan untuk selain-Nya akan sirna."_ Kadang orangnya sudah mati jasadnya, tapi ilmu dan namanya tetap hidup, sebagaimana para ulama terdahulu yang kitab-kitab mereka masih terus dipelajari hingga sekarang. Itu tidak akan terjadi tanpa keikhlasan. 

*8- Al-Qudwah Al-Hasanah*
Seorang da'i akan berhasil dakwahnya jika ia mampu menjadi teladan yang baik. Ia tidak akan berhasil mengajak manusia menjadi orang-orang jujur jika ia sendiri berdusta. Tidak akan bisa menyuruh orang murah senyum, jika ia sendiri selalu cemberut.
Demikian Nabi, beliau memerintahkan sesuatu dan beliau menjadi percontohan.
Da'i jika tidak menjadi orang yang dapat dicontoh, maka dakwahnya tidak bermakna.

*9- Husnul khulq*
Yaitu akhlak yang baik secara umum, meskipun beberapa bekal keberhasilan dakwah yang telah disebutkan sebelumnya adalah sebagian contoh akhlak yang baik. Disebutkan terpisah sebagai penekanan.
Kerjakan yang baik, tinggalkan yang buruk.
Orang kafir dahulu mengatakan, "Muhammad mengalahkan kami dengan keindahan akhlaknya."

(Faedah Dauroh Syar'iyyah Aqidah dan Manhajiyyah ke-18, sesi 1 
Batu-Malang, Senin/10 Juli 2017 oleh Dr. Ziyad Al-Ubbadiy)

_________________
Muflih Safitra | Balikpapan 
https://linktr.ee/mufiddanmuflihsafitra

Imam Asy-Syafi'i Berkata:تدري من القدري؟؟؟"Apakah engkau tahu Siapa Qodariyah ‎?

Imam Asy-Syafi'i Berkata:
تدري من القدري؟؟؟
"Apakah engkau tahu Siapa Qodariyah ?

الذي يقول: إن الله لم يخلق الشيء حتى عمل به

Yaitu aliran yang mengatakan "BAHWA ALLAH TIDAK MENCIPTAKAN SESUATU SAMPAI DIA MELAKUKANNYA".

قال المزني و الشافعي بكفره.

Al-Muzani (murid Imam Syafi'i) dan Imam Syafi'i mengatakan tentang kekufurannya.

[Syarh Ushul I'tiqod Ahlu Sunnah, Al-Laalika'i. No. 1302).
Waspadai akidah Qodariyah dan para penyerunya disekitar anda ❗❗

🖊 Akh Haniv Abdurrahman

Syaikh Ubaid Al-Jabiri -waffaqahul maula- menyatakan di dalam kitab “Ushul Wa Qawaid Fi Manhaj Salafi” ;“Apabila orang yang menyimpang ini ushulnya sunnah, dakwahnya sunnah dan semua yang datang dari dia merupakan sunnah. Maka kesalahannya dibantah dan tidak boleh ditelisik-telisik ketergelincirannya, dan harus dijaga kehormatannya.

Na'am. Terlebih jika celaan terbuka tersebut diarahkan atau sengaja membuat kesan terarah ke sesama Ahlus Sunnah, yang justru terbit dari ketergesaan atau kesalahfahaman atau hal lain. 

Syaikh Ubaid Al-Jabiri -waffaqahul maula- menyatakan di dalam kitab “Ushul Wa Qawaid Fi Manhaj Salafi” ;

“Apabila orang yang menyimpang ini ushulnya sunnah, dakwahnya sunnah dan semua yang datang dari dia merupakan sunnah. Maka kesalahannya dibantah dan tidak boleh ditelisik-telisik ketergelincirannya, dan harus dijaga kehormatannya.

Namun jika ia merupakan orang ahli bid’ah yang sesat, tidak mengetahui kadar sunnah dan tidak menjadikan sunnah sebagai pondasi. Ia membangun pondasinya di atas kesesatan. 

Maka orang seperti ini dibantah seperti layaknya membantah ahli bid’ah yang sesat. Dihadapi dengan Zajr, Ighladz serta tahdzir. Kecuali jika mengakibatkan munculnya kerusakan yang lebih besar dari diberlakukannya tahdzir ini.”

✍🏻 Syaikh Ali bin Hasan bin Ali Al-Halabi Al-Atsari-

📚(Manhaj Salafus Shalih Fi Ushulin Naqdi Wal Jarhi Wan Nasho’ih : 61-65).

Copas dan kutipan dari status Ust. Abul Aswad al Bayati