Senin, 01 Maret 2021

Penyebab & Solusi Hati yg Keras

Penyebab & Solusi Hati yg Keras

‏قـال إبـن الـقـيـم   رحمه الله: 

القلب كلما اشتدت به الغفلة اشتدت به القسوة،

فإذا ذكر الله ذابت تلك القسوة كما يذوب الرصاص في النار.

📙 الوابل الصيب: (٧١)

Ibnul Qayyim Rahimahullah berkata: 
"Semakin Lalai hati seorang hamba maka semakin Keras Pula
 bila ia berdzikir (mengingat Allah) maka akan meleleh hatinya yg keras sebagaimana besi yg bisa leleh krn Api"
lihat : alwabil assyayyib hal 71
Ust Lutfi Setiawan 

Maksiat dapat menghilangkan keberkahan umur, rezeki, ilmu, amal, serta ketaatan.

"Maksiat dapat menghilangkan keberkahan umur, rezeki, ilmu, amal, serta ketaatan." (Imam Ibul Qayyim rahimahullah dalam al-Jawab al-Kafi, 101)
Ust Mu'adz mukhadasin 

KORELASI ANTARA MUSIK DAN KHAMR

KORELASI ANTARA MUSIK DAN KHAMR

An Nawawi rahimahullah, ulama besar madzhab Syafi'i, beliau berkata,

الْقِسْمُ الثَّانِي: أَنْ يُغَنِّيَ بِبَعْضِ آلَاتِ الْغِنَاءِ مِمَّا هُوَ مِنْ شِعَارِ شَارِبِي الْخَمْرِ وَهُوَ مُطْرِبٌ كَالطُّنْبُورِ وَالْعُودِ وَالصَّنْجِ وَسَائِرِ الْمَعَازِفِ وَالْأَوْتَارِ يَحْرُمُ اسْتِعْمَالُهُ وَاسْتِمَاعُهُ

"Jenis kedua, bernyanyi dengan alat-alat musik. Ini merupakan SYI'AR PARA PEMINUM KHAMR. Yaitu alat musik yang dipukul seperti tunbur, banjo, simbal dan alat-alat musik yang lainnya dan juga alat musik dengan senar, semuanya diharamkan menggunakannya dan mendengarkannya" (Raudhatut Thalibin, 11/228).

Al Qurthubi rahimahullah, penulis Tafsir Al Qurthubi dan ulama besar madzhab Maliki, beliau berkata,

أما المزامير والأوتار والكوبة (الطبل) فلا يختلف في تحريم استماعها، ولم أسمع عن أحد ممن يعتبر قوله من السلف وأئمة الخلف من يبيح ذلك. وكيف لا يحرم! وهو شعار أهل الخمور والفسق ومهيج الشهوات والفساد والمجون، وما كان كذلك لم يشك في تحريمه، ولا تفسيق فاعله وتأثيمه

"Adapun seruling, sitar, dan al kuubah (gendang) maka tidak ada perselisihan mengenai keharaman mendengarkannya. Dan belum pernah saya mendengar ada yang membolehkannya di kalangan ulama yang didengarkan ucapannya dari para salaf dan khalaf. Maka bagaimana mungkin tidak haram? Dan alat-alat musik ini juga merupakan SYI'AR PARA PEMINUM KHAMR, orang fasik, pecinta syahwat, orang-orang bobrok dan cabul. Dan ini membuat keharamannya semakin tidak diragukan lagi, serta tidak ragu memvonis fasiq dan dosa bagi pelakunya" (dinukil dari Hukmul Ghina wal Ma'azif, hal. 1).

Yazid bin Al Walid rahimahullah, salah seorang khalifah Bani Umayyah, beliau mengatakan:

إياكم والغناء فإنه ينقص الحياء ويزيد في الشهوة ويهدم المروءة، وإنه لينوب عن الخمر ويفعل ما يفعل المسكر، فإن كنتم لابد فاعلين فجنبوه النساء فإنه داعية الزنا

"Wahai Bani Umayyah, hendaknya kalian jauhi nyanyian. Karena ia akan membuat berkurangnya rasa malu, menambahkan syahwat, dan menghancurkan wibawa. Dan nyanyian itu adalah PENGGANTI KHAMR, dan penikmatnya nyanyian akan melakukan apa yang dilakukan oleh orang yang mabuk. Jika engkau terpaksa mendengar nyanyian maka jauhilah wanita, karena nyanyian akan mengajak kepada zina" (Muntaqan Nafis min Talbis Iblis, 307).

Ternyata para ulama mengatakan bahwa khamr dan musik sangat berkaitan erat. Dan orang yang paham dunia musik dan nyanyian, tidak bisa mengingkari realita ini. 

Semoga bisa diambil pelajaran.

Join channel telegram @fawaid_kangaswad

Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam membaca dalam salat sunah sebelum salat Subuh dan salat Witir Surah al-Ikhlas dan al-Kafirun. Kedua surah tersebut menghimpun pokok ajaran tauhid ilmu dan amal, tauhid makrifah dan iradat, juga tauhid iktikad dan tujuan.

Ibn Taimiyah, sebagaimana disimak oleh Ibn al-Qayyim, berkata,

Status salat sunah sebelum salat Subuh adalah sebagai pembuka amalan harian dan salat Witir sebagai penutupnya.

Oleh karena itu, Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam membaca dalam salat sunah sebelum salat Subuh dan salat Witir Surah al-Ikhlas dan al-Kafirun. Kedua surah tersebut menghimpun pokok ajaran tauhid ilmu dan amal, tauhid makrifah dan iradat, juga tauhid iktikad dan tujuan.

Zad al-Ma'ad, 1/306.
Ust alee masaid 

Hati2 lisan kita dari membicarakan kehormatan seorang muslim kecuali dengan sesuatu yang haq yang kita bisa pertanggung jawabkan dihadapan alloh...


Hati2 lisan kita dari membicarakan kehormatan seorang muslim kecuali dengan sesuatu yang haq yang kita bisa pertanggung jawabkan dihadapan alloh...

Adapun prilaku tidak waro' ,tidak hati2 , hanya bermodalkan sesuatu yang belum diketahui hakekat kebenarannya , tanpa tasabbut dan tabayyun dalam kondisi yg memang mengharuskan tabayyun padahal masih memungkinkan hal tersebut namun langsung terburu2 bersikap...

Maka hati2...hati2... 

Apalagi yang di jatuhkan kehormatannya adalah muslim penuntut ilmu yang cinta alloh dan rosulnya , berkhidmat untuk agama alloh..

Hari ini banyak yg jadi ahli jarh karbitan ...
Jauh dari rambu2 para ulama serta jauh dari sikap inshof/adil ...
Ust Abdurahman patri 
https://www.facebook.com/100015373419211/posts/1062588860930218/

imam sufyan as Tsaury Rahimahullah berkata :Bila engkau membeli sesuatu akan tetapi engkau tidak ingin membaginya dengan tetanggamu maka sembunyikanlah (agar tetanggamu tidak melihat nya)

JAGALAH PERASAAN TETANGGA

‏قال الإمام سفيان الثوري - رحمه الله -:
"إذا اشتريت شيئًا لا تريد أن تنيل جارك منه فوارِه".
📝حلية الأولياء : ٧/ ٦٦.

imam sufyan as Tsaury Rahimahullah berkata :

Bila engkau membeli sesuatu akan tetapi engkau tidak ingin membaginya dengan tetanggamu maka sembunyikanlah (agar tetanggamu tidak melihat nya)

Lihat : hilyah auliya 7/66
Ust Lutfi Setiawan

Amar Maruf Nahi MunkarSyaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan mengatakan (yang artinya):"Termasuk ciri manhaj Ahlussunnah wal Jamaah adalah amar maruf nahi munkar. Mewujudkan perintah Allah:

Amar Maruf Nahi Munkar

Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan mengatakan (yang artinya):

"Termasuk ciri manhaj Ahlussunnah wal Jamaah adalah amar ma
ruf nahi munkar. Mewujudkan perintah Allah:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ

"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah." (QS Ali Imran [3]: 110)

Juga firmanNya:

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۚ وَأُولَٰئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

"Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung." (QS Ali Imran [3]: 104)

Dan juga perintah Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَراً فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَستَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيْمَانِ

“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya. Jika tidak mampu, hendaklah mencegahnya dengan lisan, jika tidak mampu juga, hendaklah ia mencegahnya dengan hatinya. Itulah selemah-lemahnya iman.“ (HR Muslim No. 49)

Maka wajib mencegah kemungkaran, setiap mukmin wajib mengingkari kemungkaran. Tetapi mengingkarinya sesuai kemampuannya."

Kemudian beliau melanjutkan:

"Jika tidak memiliki kekuasaan di tengah masyarakat atau keluarga maka cukup ia mengingkari dengan lisannya yaitu dengan nasihat, peringatan dan dakwah serta menyampaikan tentang adanya kemaksiatan dan kemungkaran kepada yang memiliki kekuasaan agar merubahnya. Seperti para pemimpin dan petugas yang ditunjuk. Maka tidak boleh diam dari kemungkaran sedangkan ia mampu mengingkarinya.

Dan jika tidak mampu dengan lisan, maka kewajiban mengingkari kemungkaran dengan hatinya, dengan meninggalkan kemungkaran dan pelakunya, serta tidak duduk bersama dan ikut serta mereka dalam kemungkaran. Kecuali jika untuk memberi nasihat dan mengingkari mereka."

(Disadur dari buku karya
Syaikh Dr. Shalih bin Fauzan al-Fauzan "Mengnal Ahlussunnah dan Manhajnya", yang diterjemahkan oleh Ustadz Mohammad Alif, Lc., hal 92-95)

-----

Jazakumullahu khairan Ustadz Mohmmad Alif El-Qibty atas hadiah bukunya yang sangat bermanfaat. Semoga menjadi amal jariyah bagi antum.
Ust Mu'adz mukhadasin