Kamis, 06 Agustus 2020

Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab mudah mengkafir-kafirkan ?.

Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab mudah mengkafir-kafirkan ?
.

 و كان الشيخ الإمام محمد بن عبد الوهاب رحمه الله يقف عند الناس وهم يطوفون على قبر زيد بن الخطاب رضي الله عنه قرب العيينة ويقول : ( الله خير من زيد ) ويكتفي بهذه العبارة, فلم يتعجل في بداية دعوته رحمه الله رغم عظم هذا المنكر بل هو أعظم المنكرات وهو الشرك .
.
Pernah suatu hari, Al Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah berdiri di suatu tempat sambil melihat sekelompok manusia yang melakukan thawaf mengelilingi kuburan sahabat Zaid bin Al Khattab radhiyallahu ‘anhu di daerah dekat ‘Uyainah, kemudian beliau mengatakan: (Allah lebih sempurna daripada Zaid), dan beliau hanya mengucapkan kalimat itu saja dan tidak gegabah mengkafirkan di periode awal dakwahnya meskipun yang beliau lihat pada saat itu adalah kemungkaran yang sangat besar, bahkan itu adalah kemungkaran yang paling besar yaitu SYIRIK.
.
(Abdurrahman bin Hasan; khomsu rosaail fi at tauhid wa al iman: 339)
Ustadz Aslam Umar bamajbur 

Agar Anda didoakan semua Orang yang Shalat

Petuah Kehidupan 17:11/I

Agar Anda didoakan semua Orang yang Shalat

اذا جلس احدكم فليقل التحيات لله والصلوات والطيبات السلام عليك ايها النبي ورحمة الله وبركاته السلام علينا وعلى عباد الله الصالحين فانكم اذا قلتم ذلك اصاب كل عبد صالح في السماء والارض

Rasulullah bersabda: “Jika salah seorang dari kalian duduk hendaklah mengucapkan;  'At Tahiyyati lillah was shalawaatu wat thayyibaat, as salaamu  'alaika ayyuhan nabiiyyu warahmatullahi wa barakaatuh as salaamu  'alaina wa  'alaa ibaadillahis shalihin (Segala kesejahteraan milik Allah semata, begitupun segala kasih-sayang dan hal-hal yang baik, selamat sejahtera kiranya terlimpah kepadamu wahai Nabi, begitupun rahmat Allah serta berkah-berkah-nya. Selamat sejahtera terlimpah pula atas kami dan atas hamba-hamba Allah yang Shalih)", apabila kalian mengucapkan seperti ini, maka kalian dapat mencapai semua hamba yang Shalih baik yang di langit maupun yang di bumi” (Abu Dawud, No. 825) 

Rasulullah mengajarkan kita tatkala membaca tasyahhud: Assalamu alaina wa ala ibadillahis shalihin. “Keselamatan dan sejahtera terlimpah pula atas kami dan atas hamba-hamba yang shalih”.
Jadilah anda hamba yang shalih sehingga meraih doa di dalam setiap shalat mereka. Yaitu hamba yang senantiasa melaksanakan perintah-perintah Allah dan meninggalkan larangan-laranganNya.

Seorang salaf ditanya: Kapankah seorang dikatakan shalih? Beliau menjawab: “Jika niatnya dipenuhi dengan keikhlasan, hatinya sangat takut kepada Allah, lisannya selalu jujur, dan badannya selalu mengerjakan amal shalih.

📝. Muhammad Romelan

Join channel Telegram
https://t.me/muhammadromelan

Rabu, 05 Agustus 2020

Sebab penyimpangan dari Aqidah yang benar

📝Sebab penyimpangan dari Aqidah yang benar :

1. Kebodohan dalam masalah aqidah shahihah
2. Mengikuti para da'i sesat dan ahli syubhat
3. Mengekor hawa nafsu
4. Ghuluw (berlebih-lebihan) kepada orang shalih
5. Taqlid buta, kepada nenek moyang dan guru
6. Mengikuti manhaj-manhaj yang sesat
7. Lalai, tidak mentadaburi ayat-ayat Allah syar'iyah dan kauniyah
8. Sombong, menolak kebenaran dan tidak mau belajar
9. Mengikuti syaithan.

(Al Aqidah, al qismu at ta'limi bi qanati zaad al ilmiyah hal. 45).
Ustadz Muhammad Alif lc

Selasa, 04 Agustus 2020

Bantahan Imam Abul Hasan al-Asy'ari Rahimahullah kepada para pentakwil Istiwaa dengan Istawlaa (menguasai)

Bantahan Imam Abul Hasan al-Asy'ari Rahimahullah kepada para pentakwil Istiwaa dengan Istawlaa (menguasai)

Beliau berkata:

"وقد قال قائلون من المعتزلة والجهمية والحرورية: إن معنى قول الله تعالى: {الرحمن على العرش استوى}(5/20) أنه استولى وملك وقهر، وأن الله تعالى في كل مكان. وجحدوا أن يكون الله عز و جل مستو على عرشه كما قال أهل الحق، وذهبوا في الاستواء إلى القدرة

Dan telah berkata dari kalangan orang-orang Mu'tazilah, jahmiyah dan haruriyah :" sesungguhnya makna: {الرحمن على العرش استوى adalah Allah menguasai dan memiliki arsy, dan (mereka berkata) sesungguhnya Allah ada di mana mana," mereka mengingkari bahwa Allah tinggi di atas Arsy sebagaimana yang yang dikatakan alhlul Haq. Mereka berpendapat bahwa istiwa' artinya menguasai.

Referensi:

Al-Imam Abul Hasan al-asy'ari, al-ibanah 'An ushul ad-Diyanah (Kairo: Dar al-Anshar, 1397 H), hal: 107- 108
Ustadz Fadlan Fahamsyah lc Mhi

Senin, 03 Agustus 2020

apakah benar alam raya ini di ciptakan semata mata karena nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam? dan apakah benar nabi Adam alaihi salam bertawasul dengan nabi Muhammad shalallahu alaihi wa salam padahal beliau belum di ciptakan?

Masalah Populer

Sebagian ulama berpandangan bahwa alam raya ini diciptakan semata2 karena Nabi muhammad saw, diantara dalil yang dijadikan sandaran adalah hadits yang diriwayatkan oleh Al Qadhi ‘iyādh rah dalam kitab (asy syifā) dengan sanadnya sampai rasulullah saw : bahwa adam as bertawassul dengan Muhammad saw, padahal beliau belum diciptakan.....dst. 

Pertanyaan ini dilontarkan kepada syaikh Muhammad al amīn oleh seorang muridnya ketika sedang berada disalah satu sisi masjidil haram. Inti dari jawaban beliau :
Pertama : hadits yang diriwayatkan oleh al Qadhi, cacat dari sisi sanad, karena ada rawi yang lemah, dan hadits2 lain yang berkaitan perihal masalah ini, semuanya tidak layak digunakan sebagai hujjah.

Kedua : berdasarkan Istiqra’ ayat al Quran, tidak satupun ayat menunjukkan akan hal itu. Malah Allah sendiri menyatakan secara eksplisit bahwa tujuannya adalah untuk menguji kalian siapa yang paling baik amalnya. 

Untuk mengetahui rincian kisahnya, bisa anda baca sebagai berikut :
ustadz abu fadlullah

Pembatasan masalah ushul hanya dalam aqidah dan furu' dalam masalah fiqih adalah pembagian yang tidak tepat.

Pembatasan masalah ushul hanya dalam aqidah dan furu' dalam masalah fiqih adalah pembagian yang tidak tepat.

Sebab dalam permasalahan aqidah pun ada furu' sebagaimana dalam fiqih ada permasalahan ushul.

1. *Contoh ushul dalam aqidah : keimanan terhadap mizan.

  *Contoh furu'nya : permasalahan apakah yang ditimbang itu amalnya atau suhufnya (lembaran amal) atau orangnya

2. *Contoh ushul dalam fiqh : wajibnya Zakat.

*Contoh furu'nya : permasalahan apakah janin wajib zakat fithri atau tidak.

Dalam kedua kasus ini, orang yang menginkari ushul setelah sampai kepadanya ilmu dia dihukumi kafir.
Sebaliknya orang yang keliru dalam masalah furu' tidak berhak dicela.
Ustadz Ikhsan Faqih 

Minggu, 02 Agustus 2020

Menjulurkan salah satu ujung sorban ke belakang pundak dan salah satu ujung lainnya ke bawah dagu adalah sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Menjulurkan salah satu ujung sorban ke belakang pundak dan salah satu ujung lainnya ke bawah dagu adalah sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Para ulama berkata:

التلحي سنة النبي صلى الله عليه وسلم والسلف الصالح

"At-Talahhi (menjulurkan salah satu ujung sorban ke belakang dan ujung lain ke bawah dagu) adalah sunnah nabi shallallahu alaihi wa sallam dan salafusshalih"

Ibnu Taimiyyah rahimahullah menukil:

وكان عمر بن الخطاب رضي الله عنه يقول : لا ينظر الله لقوم لا يديرون عمائمهم تحت أذقانهم

"Umar bin Khattab radhiyallahu anhu berkata: 'Allah tidak akan melihat kepada sebuah kaum yang tidak melilitkan sorban di bawah dagu mereka" (Mukhtashar Al-Fatawa Al-Mishriyyah)

Sehingga itu adalah salah satu dari sunnah nabi shallallahu alaihi wa sallam ketika bersorban.

Baarakallahu fiikum.

Abdurrahman Al-Amiry