Minggu, 02 Agustus 2026

Barang siapa yang menganggap ucapannya sebagai bagian dari amalnya, niscaya akan sedikit bicaranya kecuali dalam hal-hal yang bermanfaat baginya


**وقال عمرُ بنُ عبدِ العزيزِ رَحِمَهُ اللهُ: «من عَدَّ كلامَه من عملِه، قلَّ كلامُه إلا فيما يعنيه». وهو كما قال، فإنَّ كثيرًا من الناس لا يعدُّ كلامَه من عملِه، فَيُجَازِفُ فيه، ولا يتحرَّى،**

Wa qāla 'Umaru-bnu 'Abdil-'Azīzi raḥimahullāh: "Man 'adda kalāmahū min 'amalihī, qalla kalāmuhū illā fīmā ya'nīh." Wa huwa kamā qāl, fa inna kathīran minan-nāsi lā ya'uddu kalāmahū min 'amalih, fa yujāzifu fīh, wa lā yataḥarrā,
"Umar bin Abdul Aziz —semoga Allah merahmatinya— berkata:
'Barang siapa yang menganggap ucapannya sebagai bagian dari amalnya, niscaya akan sedikit bicaranya kecuali dalam hal-hal yang bermanfaat baginya> **Dan apa yang beliau katakan  sungguh benar, sebab banyak orang yang tidak menganggap perkataannya sebagai bagian dari perbuatannya, sehingga ia asal berbicara (tanpa memikirkan akibatnya) dan tidak berhati-hati..."**

Sabtu, 01 Agustus 2026

Dalam mengingkari kemungkaran ada tingkatan atau variabel yg harus diperhatikan:

Dalam mengingkari kemungkaran ada tingkatan atau variabel yg harus diperhatikan:

1. Tingkat mafsadah kemungkaran.
2. ⁠Tingkat kedudukan sosial pelaku kemungkaran.
3. ⁠Metode yang digunakan dalam merubah kemungkaran.

Masing-masing dari setiap poin diatas memiliki ketentuan-ketentuan secara terperinci

Pada poin 1:
A. Apakah mafsadhnya pada agama atau pada urusan duniawi…?
B. Apakah mafsadahnya terbatas atau luas…?
C. Apakah mafsadahnya tentatif atau berkelanjutan…?

Poin 2: 
A. Apakah pelakunya yg memiliki kehormatan yg harus di jaga seperti ulama atau penguasa..?
B. Apakah pelakunya seorang yg berijtihad pada keahliannya dan wewenangnya atau bukan…?
C. Apakah pelakunya memiliki pengaruh besar atau kecil…?

Poin 3:
A. Mengingkari kemungkaran sesuai kafasitas ilmu dan wewenang.
B. Mengingkari kemungkaran sesuai cara yg diperboleh secara syar’i.
C. Metode yang digunakan tidak menimbulkan kemungkaran yg lebih besar.

Bagi yang merasa memiliki kemampuan secara ilmu dan wewenang atau ada koneksi, ada banyak cara yg bisa dilakukan secara legal:

1. Melalui DPR/ DPD
2. ⁠Menghadap Presiden/ Pejabat yang berwenag
3. ⁠Melalaui Mahkamah Konstitusi.
4. ⁠Melalui Badan Penegak Hukum yang ada: Komisi Yudisial, KPK, Kejaksaan, Kepolisian.

Maka pakailah cara-cara yang sesuai agama dan konstitusi

Adapun dengan cara-cara yang tidak sesuai agama dan konstitusi, akan meninmbulkan kerusakan yg lebih besar, fakta sejarah telah membuktikan hal tersebut
Ustadz profesor Dr ali musri semjan putra lc Ma

seribu wanita akan luluh dimasa jayamu

orang kaya dan orang miskin

Syaikh Sulaiman Al-Ruhaili (@solyman24):
Ada seorang laki-laki yang lewat di hadapan Rasulullah ﷺ, lalu beliau bertanya:   Apa pendapat kalian tentang orang ini?
 Para sahabat menjawab:
 Ia adalah orang yang sangat layak, jika ia meminang (melamar) maka lamarannya pantas diterima, jika ia memberikan syafaat (rekomendasi/bantuan) maka akan dikabulkan, dan jika ia berbicara maka akan didengarkan.
Kemudian lewatlah seorang laki-laki dari kaum muslimin yang fakir (miskin). Rasulullah ﷺ bertanya:
Apa pendapat kalian tentang orang ini?
Para sahabat menjawab:
Ia adalah orang yang layak, jika ia meminang maka tidak akan dinikahkan (ditolak), jika ia memberikan syafaat maka tidak dikabulkan, dan jika ia berbicara tidak akan didengarkan.
Maka Rasulullah ﷺ bersabda:
Orang ini (yang miskin) lebih baik daripada sepenuh bumi orang yang seperti ini (yang kaya/terpandang).


Iblis menyerangmu pada 3 keadaan:

Iblis menyerangmu pada 3 keadaan:
1- Saat engkau sedang memiliki waktu luang, agar mengisinya dengan kemaksiatan.
2- Saat engkau marah, agar mendorongmu kepada kezaliman & penyesalan.
3- Saat engkau meraih keberhasilan, agar merusaknya dengan rasa ujub & kesombongan.

Maka, isilah waktu luangmu dengan ketaatan, tahanlah amarahmu dengan sikap santun dan sabar, serta nisbatkan setiap keberhasilan kepada Allah. Niscaya engkau termasuk orang-orang yang selamat.
===
Follow Chanel telegram & instagram Syaikh Prof.Dr. Ashim Al Qaryuti hafizhahullah dalam bahasa Indonesia: @alqaryuti_id

#SyaikhAshimAlQaryuti #twitulama #nasihat  #godaan  #iblis #selamat

meng klaim mengikuti generasi salaf

Manhaj wasathiyah dalam "bermanhaj"

Manhaj wasathiyah dalam "bermanhaj"

Dengan semakin banyak nya warna 'salafi' akhir2 ini, cukup membuat kita bingung mana yang benar? Kok semua nya saling tuding?

Nah inilah pentingnya yang dinamakan manhaj wasathiyah dalam bermanhaj

Krn bermanhaj salafi ternyata tidak cukup hanya sekedar intisab dan semangat saja dlm mengamalkan sunnah, tapi butuh pula yang namanya wasathiyah dalam bermanhaj agar tidak jatuh ke dalam ghuluw atau tafrith

Terlalu abai dlm bermanhaj maka akan jatuh kedalam fitnah sururiyah, ahlu bidah pun akan di'salafikan' oleh nya

Sebaliknya Terlalu ghuluw dalam bermanhaj maka  jatuh ke dalam fitnah haddadiyah, mudah sekali ia pukul sesama ahlu sunnah dengan godam 'tabdi, dan tafsiq'

Wasathiyah dalam bermanhaj ini juga terkadang disalahpahami sebagian 'pendaku salafi' dengan tetap berada di 'area abu2', tengah, atau ikut sana sini

Padahal sejatinya wasathiyah yang benar dalam bermanhaj adalah: selalu berusaha mengikuti sunnah dan petunjuk para salafus shalih 

------------

Ini tak ubahnya manhaj wasathiyah ahlu sunnah dalam masalah iman, yang mana tidak terlalu ghuluw terkait iman seperti khawarij 

Tak pula terlalu abai seperti murjiah
Ustadz lutfi setiawan
https://www.facebook.com/share/19Dw1sSddF/