Minggu, 03 Maret 2024

KHUTBAH MASJID NABAWI:RAMADHAN 'KAN TIBA

KHUTBAH MASJID NABAWI:
RAMADHAN 'KAN TIBA

Dalam khutbah Jumatnya, setelah mewasiatkan untuk bertaqwa, Syaikh Ali Al Hudzaifi hafizhahullah mengingatkan para jamaah tentang kedatangan Bulan Ramadhan yang tidak lama lagi. 

Beliau mendorong kita untuk benar² memanfaatkan Ramadhan untuk melaksanakan amalan ketaatan kepada Allah, baik yang wajib maupun yang sunnah: Shalat, puasa, zakat, membaca Al Quran.. 

Banyak perkara yang menyebabkan orang berbahagia, maka di antara yang membuat orang beriman bahagia adalah mereka menemui momen seperti Ramadhan.

يٰۤاَيُّهَا النَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُمۡ مَّوۡعِظَةٌ مِّنۡ رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى الصُّدُوۡرِۙ  وَهُدًى وَّرَحۡمَةٌ لِّـلۡمُؤۡمِنِيۡنَ‏ ٥٧ قُلۡ بِفَضۡلِ اللّٰهِ وَبِرَحۡمَتِهٖ فَبِذٰلِكَ فَلۡيَـفۡرَحُوۡا ؕ هُوَ خَيۡرٌ مِّمَّا يَجۡمَعُوۡنَ‏ ٥٨

Wahai manusia! Sungguh, telah datang kepadamu pelajaran (Alquran) dari Tuhanmu, penyembuh bagi penyakit yang ada dalam dada, dan petunjuk serta rahmat bagi orang yang beriman. Katakanlah (Muhammad), "Dengan karunia Allah dan rahmat-Nya, hendaknya dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik daripada apa yang mereka kumpulkan." (Yunus 57-58)
Ustadz wira 

Kalo kita perhatikan hadits tentang hamba dunia, terlihat betapa Rasulullah ﷺ sangat-sangat geram dengan mereka2 ini. Rasulullah ﷺ bersabda:

# Hamba Dunia #

Kalo kita perhatikan hadits tentang hamba dunia, terlihat betapa Rasulullah ﷺ sangat-sangat geram dengan mereka2 ini. Rasulullah ﷺ bersabda:

تَعِسَ عَبْدُ الدينار، تَعِسَ عَبْدُ الدرهم، تَعِسَ عَبْدُ الخَمِيصَة، تعس عَبْدُ الخَمِيلَة، إن أُعْطِيَ رَضِيَ، وإن لم يُعْطَ سَخِطَ، تَعِسَ وانْتَكَسَ، وإذا شِيكَ فلا انتَقَشَ
"Celakalah hamba dinar! Celakalah hamba dirham! Celakalah hamba sutra! Celakalah hamba khamīlah (kain beludru)! Jika diberi maka ia rida, dan jika tidak diberi maka ia murka. Celakalah dan semoga ia terjungkal! Apabila tertusuk duri maka semoga ia tidak dapat mengeluarkannya!" (HR Bukhari)

Lihat gimana geramnya Rasulullah ﷺ dengan mereka:
# Didoakan celaka berulang2 dalam tiap model dunia yang mereka puja. Rasulullah ﷺ tidak sekedar sebut "celaka hamba dunia!" Namun didetailkan oleh beliau, diulang 4x, bahkan Dinar & dirham disebut khusus padahal keduanya sama2 uang.
# Diulang lagi doanya, ditambah doa semoga terjungkal, yaitu semoga mendapat kerugian dari usahanya, biar gak dapet untung.
# Gak cukup itu, Rasulullah ﷺ doakan lagi agar mereka dapat keburukan di dunia yang terus menerus menghantui mereka gara-gara hal sepele: kalo tertusuk duri, semoga durinya gak bisa tercabut. Tersiksa terus dalam tiap perjalanannya.

Gemes banget kan beliau? Kenapa? Karena hamba dunia ini sangat buruk kondisinya, sangat bahaya dan merugikan umat.

Hamba dunia ini gak akan segan2 melakukan hal-hal buruk dan keji yang merugikan orang, bahkan orang banyak demi dunianya. Gak akan segan2 berbohong, bersikap curang, ngezhalimin orang, berkhianat, melanggar aturan, manipulasi, sikut kirihkanan, nginjak di bawah, ngejilat atasan, bahkan menjual agamanya demi dunia. Jika sikap ini menjangkiti orang berilmu agama, maka dia gak akan segan2 menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal demi dunia. Nauzubillah.

Bahaya kan? Ngegemesin kan yang kayak gini? Maka Rasulullah ﷺ doakan dengan doa berlapis yang berat-berat. Semoga Allah melindungi kita dari sifat cinta dunia sehingga menjadi budak-budak dunia.
Ustadz amrullah akhadinta

Beli tanah dengan niat untuk dijual lagi saat harga sudah tinggi. Beli mobil dengan niat untuk dijual lagi sambil saban hari dipakai pribadi. Beli bangunan/ruko dgn niat untuk dijual lagi.

Beli tanah dengan niat untuk dijual lagi saat harga sudah tinggi. 
Beli mobil dengan niat  untuk dijual lagi sambil saban hari dipakai pribadi. 
Beli bangunan/ruko dgn niat untuk dijual lagi. 

Maka, masuk kategori 'urudh at-tijarah (barang niaga) yang setiap tahun wajib ditaksir harganya, dan jika mencapai nishab, WAJIB DIKELUARKAN ZAKATNYA.
Ustadz abu razin taufiq

Sabtu, 02 Maret 2024

Pesan Imam Syafi'i tentang shalat tarawih.

Pesan Imam Syafi'i tentang shalat tarawih. 

Ada beberapa pendapat tentang jumlah rakaat shalat tarawih, sebagai berikut:
1. 11 rakaat
Ini adalah riwayat dari Muhammad bin Yusuf dari As Sa'ib Bin Yazid 

2. 13 rakaat
Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr Al Marwazi dari jalur Muhammad Bin Ishaq dari Muhammad bin Yusuf

3. 21 rakaat
Ini diriwayatkan oleh Abdurrazzaq dari Muhammad Bin Yusuf pula dari jalur yang berbeda. 
Dan Malik meriwayatkan dari jalur Yazid bin Khushaifah dari As Sa'ib bin Yazid jumlahnya 20 rakaat tapi difahami bahwa itu tanpa witir nya. 

3. 23 rakaat
Ini diriwayatkan dari Yazid bin Ruman, dan diriwayatkan pula oleh Muhammad bin Nashr dari jalur 'Atha'

Imam Ibnu Hajar mengatakan: cara menggabungkan antara riwayat-riwayat ini adalah ada kalanya karena kondisional, dan bisa saja hal itu adalah karena perbedaan panjang dan pendeknya Al Qur'an yang dibaca, jika yang dibaca panjang maka jumlah rakaatnya sedikit dan sebaliknya. Dan ini dipegang oleh Ad Dawudi dan yang lainnya. Dan jumlah rakaat yang pertama (yaitu 11 rakaat) itu sesuai dengan hadits 'Aisyah ("Tidaklah Nabi -shallallahu 'alaihi wasallam- shalat malam lebih dari sebelas raka'at baik di bulan ramadhan maupun di bulan lainnya" (HR.Bukhari:2013)) dan pendapat yang kedua itu dekat dengan ini.

4. 39 rakaat
Ini diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr dari jalur Dawud bin Qais... 
Imam Malik mengatakan: ini adalah pendapat lama bagi kami. 

5. 39 atau 23
Ini diriwayatkan dari Az Za'farani dari Asy Syafi'i, dan beliau berkata:
"Aku melihat orang-orang shalat di Madinah 39 (tiga puluh sembilan rakaat) dan di Makkah 23 (dua puluh tiga rakaat) dan tidak ada kesempitan sedikitpun dalam hal ini. "
Dan diriwayatkan dari Imam Syafi'i, beliau berkata: 
"Jika mereka melamakan berdirinya maka mereka mempersedikit sujud (jumlah rakaatnya) dan bila mereka memperbanyak sujud (jumlah rakaatnya) maka mereka memendekkan bacaannya, dan cara pertama itu lebih aku suka. "

6. 41 rakaat 
Diriwayatkan oleh Imam At Tir
Ustadz ahmad muzaqi

Inti dari prinsip Aqidah seorang muslim pada pembahasan al-Wala’ dan al-Bara’ adalah mencintai apa Allah cintai dan membenci apa yang Allah benci dan itu pada 4 hal

Inti dari prinsip Aqidah seorang muslim pada pembahasan al-Wala’ dan al-Bara’ adalah mencintai apa Allah cintai dan membenci apa yang Allah benci dan itu pada 4 hal :
1) Perkataan
2) Perbuatan
3) Keparcayaan (masalah keimanan dan Tauhid)
4) Orang

_Ustadz Yazid Abdul Qadir Jawas حفظه الله dalam Prinsip Dasar Islam Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah yang Shohih_

Syaikh Asy-Syinqithi dalam kitab tafsirnya berkata bahwa doa orang mukmin itu tak tertolak. Pengabulan doa seorang mukmin adalah:- dikabulkan sebagaimana yang diminta- jadi simpanan yang terbaik di akhirat.- dengan takdir Allah, mukmin tersebut selamat dari kejelekan.

Renungkanlah!

وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِى عَنِّى فَإِنِّى قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ 

"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku." (QS. Al-Baqarah ayat: 186)

-

Syaikh Asy-Syinqithi dalam kitab tafsirnya berkata bahwa doa orang mukmin itu tak tertolak. Pengabulan doa seorang mukmin adalah:
- dikabulkan sebagaimana yang diminta
- jadi simpanan yang terbaik di akhirat.
- dengan takdir Allah, mukmin tersebut selamat dari kejelekan.

-

✍🏼 Muhammad Abduh Tuasikal

Rokok kan cuma asap, emang ngebatalin puasa? _

Rokok kan cuma asap, emang ngebatalin puasa? 
_
𝐈𝐲𝐚, 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐚𝐭𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐧𝐮𝐫𝐮𝐭 𝐤𝐞𝐬𝐞𝐩𝐚𝐤𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐞𝐦𝐩𝐚𝐭 𝐦𝐚𝐝𝐳𝐡𝐚𝐛 𝐅𝐢𝐪𝐢𝐡!! 
(Mulakhash Fiqhil Ibadat: 510) 
_______________

- Hanafi (Hasiyah Ibnu Abidin II/395) 
- Maliki (Asy-Syarhul Kabir Li Ahmad Ad-Dardir I/525) 
- Syafi'i (Hawasyi Asy-Syarwani wa Al-'Abbadi ala Tuhfatil Muhtaz III/400) 
- Hanbali (Kasysyaful Qina' II/320-321) 

 https://dorar.net/
Ustadz abdul mughni