Jumat, 11 November 2022

Orang yang CERDAS dan SAYANG pada dirinya harusnya banyak-banyak minta hidayah kepada Allah"

Syaikh Sulaiman ar-Ruhaily hafidzahullahu berkata:

"Orang yang CERDAS dan SAYANG pada dirinya harusnya banyak-banyak minta hidayah kepada Allah"

Syarah Usul Sittah

========
Beliau mengatakan ini karena sedang mensyarah kalimat penulis kitab yang menyatakan bahwa banyak orang cerdas dan cendikiawan yang terbolak balik cara berfikirnya. Sehingga memahami yang salah menjadi benar dan benar menjadi salah. Dan hanya taufik dan hidayah Allah yang bisa mengatasi hal ini.
Ustadz ratno abu muhammad 

HUKUMAN YANG DISEGERAKAN BAGI YANG MENGHINA SUNNAH RASULULLAH ﷺ(Mata kaki ketutupan kain masuk neraka?!)

HUKUMAN YANG DISEGERAKAN BAGI YANG MENGHINA SUNNAH RASULULLAH ﷺ
(Mata kaki ketutupan kain masuk neraka?!)

Bisa saja hukuman itu Allah segerakan di dunia, dan bisa pula hukuman itu diberatkan oleh Allah Ta’ala di akhirat.

فَلْيَحْذَرِ ٱلَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِۦٓ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

“…maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih” (📚 an Nuur 63)

Diantara kisah nyata tentang mereka yang mendapatkan hukuman di dunia karena menghina sunnah Rasulullah ﷺ adalah apa yang dikatakan oleh Abu Yahya as Saji:

“Suatu hari kami melewati salah satu jalan / lorong di Bashrah menuju pintu-pintu rumah ahli Hadits (guna bermajlis dengan mereka -pent), maka kami pun mempercepat langkah kami. Bersama kami pada saat itu ada seorang lelaki fasiq yang tertuduh pada agamanya, lalu ia berkata dengan tujuan memperolok-olok sunnah: ‘Angkatlah kaki-kaki kalian dari sayap-sayap Malaikat, jangan sampai kalian merusaknya (Ia ingin memperolok-olok sabda Nabi ﷺ yang menjelaskan bahwa para Malaikat mengepakkan sayap-sayapnya untuk para penuntut ilmu karena ridha terhadap apa yang mereka lakukan. Mungkin baginya perkara tersebut tak dapat diterima oleh akalnya -pent)’. Maka kemudian lelaki itu diam ditempatnya (tak dapat bergerak -pent) hingga kedua kakinya mengering dan akhirnya ia terjatuh” (📚 Bustanul ‘Arifin, an Nawawi Hal.92 )

Hampir hampir yang menghina sunnah Nabi ﷺ celaka dengan celaannya. Kita berlindung kepada Allah dari kebodohan dan kedunguan.
Ustadz yami cahyanto 

SEBAB BERGELOMBANGNYA FITNAH

SEBAB BERGELOMBANGNYA FITNAH 

✍🏻 Berkata Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah - rahimahullah - :

إنّنَا في زَمنٍ تَمُوجُ فِيه الفِتَن، وتَتَلاحَقُ فِيه النَوازِل والمِحَن، وعامَة الفِتَن سبَبُها أمرَان: قلّة العِلم، وضَعفُ الصَّبر.

Sesungguhnya kita berada pada zaman yang penuh dengan gelombang fitnah, dan silih bergantinya cobaan dan ujian, dan keumuman penyebab fitnah adalah dua hal: yaitu sedikitnya ilmu dan lemahnya kesabaran.

📚 al-mustadrak 'ala majmu al fatawa (5/127)
Ustadz Abu faith al pasamy

Kamis, 10 November 2022

MELUNAKKAN HATI

MELUNAKKAN HATI 

Oleh: Muafa (Mokhamad Rohma Rozikin/M.R. Rozikin)

Hati manusia itu keras seperti batu, bahkan bisa lebih keras lagi. 

Melunakkannya adalah dengan tangisan. 

Bukan tangisan karena sebab dunia, tapi tangisan  karena takut (khauf) terhadap murka Allah atau tangisan haru nan syukur karena gembira atas nikmat Allah.

Seraya tetap kuatir tidak bisa menunaikan hak-hak syukur dengan baik.

Berbahagialah engkau yang masih bisa berlinang air mata karena Rabbmu.

Al-Gazzālī berkata,

«وقلب العبد كالحجارة أو أشد قسوة ‌ولا ‌تزول ‌قسوته ‌إلا ‌بالبكاء في حال الخوف والشكر جميعاً». «إحياء علوم الدين» (4/ 81)

Artinya,

“Hati seorang hamba itu (keras) seperti batu atau lebih keras lagi. Kekerasan itu tidak hilang kecuali dengan tangisan dalam kondisi takut dan syukur sekaligus” (Iḥyā’ ‘Ulūmiddīn, juz 4 hlm 81)

Guru dan Murid Teladan

Guru dan Murid Teladan

Imam Syaukani rahimahullah menceritakan kisah guru beliau, Al-Hadda-i rahimahullah yg senantiasa hadir utk mengajar dalam keadaan apapun meski turun hujan lebat. Beliau menuturkan :

"Sekali waktu turun hujan deras mulai sebelum shubuh sampai mau waktu zhuhur. Dan kami ada pelajaran pada waktu syuruq (saat terbit matahari). 

Saya tetap berangkat ke Jami' (masjid besar yg digunakan sebagai tmpt belajar); karena saya tahu, kondisi seperti ini tidak menghalangi syaikh (guru) kami utk datang mengajar. 

Sampai disana, aku menunggu di tempat yg disiapkan utk belajar. Akan tetapi syaikh tidak datang dan tidak juga seorang murid pun padahal mereka sangat banyak. 

Ketika datang hari berikutnya, Syaikh berkata kepadaku, "Apakah kemarin kamu datang kesini?".

Aku menjawab, "Ya."

Beliau berkata lagi, "Jika seandainya aku tahu engkau datang, tentu aku akan datang." 

Kemudian beliau meminta maaf karena banyaknya pelajaran yg terluput."*

Begitulah para ulama, mereka tidaklah menjadi ulama dan menjadi teladan umat melainkan karena hati mereka yang sangat siap menerima ilmu sehingga ilmu melapangkan hati mereka lebih dari pada dunia.

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

العلم يشرح الصدر ويوسعه حتى يكون أوسع من الدنيا 

"Ilmu dapat melapangkan hati dan meluaskannya sehingga lebih luas dari pada dunia." (Zaadul Ma'ad, 2/23)

▪︎/\°/\°/\°/\°/\▪︎

*(Al-Badruth Thali' 1/63, dinukil dari Shuwa wa Kuwa, Syaikh Muhammad Bin Ismail Al-Muhanna, hal.314)
●  Wadah Berbagi Faedah (Group Telegram) https://t.me/catatan_ridwan_aburaihana
● FB : https://www.facebook.com/ridwan.wira.18
● Link PPDB Ponpes Barokah Ilmu :
https://linktr.ee/ppbaim

Wara'nya kaum wanita dizaman salaf.

Wara'nya kaum wanita dizaman salaf.

Dahulu seorang wanita sedang mengadon tepungnya dan sampai khabar kepadanya bahwa suaminya telah meninggal dunia, dia mengangkat tangan dari adonan tersebut dan berkata :

هذا طعام قد صار لنا فيه شركاء .

Makanan ini telah menjadi harta peninggalan (warisan) bagi kami (yg ditinggalkan).

📚Ibnul Jauzi -Rahimahullah- Shifatus Shafwah (2/532).
Ustadz abu royan 

Mu'tazilah pun menuduh asy'ariyah sebagai mujassimah

Mu'tazilah pun menuduh asy'ariyah sebagai mujassimah 

Akidah Ahlussunnah adalah menetapkan nama dan sifat Allah apa adanya secara hakiki, tanpa melakukan tahrif, ta'thil, takyif dan tamtsil atau tasybih. Ini adalah akidah salafus shalih, tidak ada khilaf di antara mereka.

Jika orang yang berpegang pada akidah ini dituduh mujassimah (meyakini Allah punya jism [badan]), maka tidak perlu dihiraukan. Karena semua yang menafikan sifat-sifat Allah akan menuduh orang-orang yang menetapkan sifat sebagai mujassimah.

Bahkan mu'tazilah pun menuduh asy'ariyah, karomiyah dan kullabiyah sebagai mujassimah. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah menjelaskan:

فالمعتزلة ، ونحوهم يسمُّون الصفاتية - الذين يقولون : إن الله تعالى حي بحياة ، عليم بعلم ، قدير بقدرة ، سميع بسمع ، بصير ببصر ، متكلم بكلام - يسمُّونهم : " مجسِّمة " ، " مشبِّهة " ، " حشوية " ، والصفاتية هم : السلف ، والأئمة ، وجميع الطوائف المثبتة للصفات : كالكلابية ، والكرامية ، والأشعرية ، والسالمية ، وغيرهم من طوائف الأمة

"Mu'tazilah dan yang semisal mereka, melabeli orang-orang shifatiyyah (yaitu yang meyakini Allah punya sifat ilmu, kekuasaan, pendengaran, penglihatan, berfirman) sebagai "mujassimah", atau "musyabbihah", atau "hasyawiyah". Dan orang-orang shifatiyyah yang dimaksud di sini adalah: para salaf dan imam-imamnya, dan seluruh sekte yang menetapkan (sebagian sifat) seperti kulabiyah, karomiyah, asy'ariyah, salimiyah dan sekte lainnya" (Majmu' Al Fatawa, 6/40).

Jadi, kalau anda meyakini akidah salaf dalam hal ini lalu dituduh mujassimah, santai saja. Memang sejak dulu sudah begitu.

Dan Ahlussunnah berlepas diri dari akidah tajsim atau mujassimah yang merupakan bentuk tasybih. 

Ini dijelaskan secara ringkas dan padat oleh Nu'aim bin Hammad rahimahullah:

من شبه الله بخلقه فقد كفر ومن جحد ما وصف الله به نفسه فقد كفر، وليس ما وصف الله به نفسه ولا رسوله تشبيهاً

"Siapa yang menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya, maka ia kufur. Siapa yang menolak menetapkan sifat yang Allah tetapkan untuk dirinya, maka dia kufur. Namun menetapkan sifat yang Allah tetapkan untuk diri-Nya atau ditetapkan oleh Rasul-Nya, bukanlah menyamakan Allah dengan makhluk" (Syarah Ushul I'tiqad Ahlissunnah karya Al Lalikai, 3 / 532).

No debat!

***

Join channel telegram @fawaid_kangaswad