Kenapa Aqidah Imam as-Saffarini masih diajarkan dan disyarah oleh masyayikh Ahlussunnah? Karena asalnya beliau adalah seorang yang beraqidah salaf, hanya saja di tulisannya terdampak oleh pemikiran ahlul kalam.
Bisa jadi ini karena faktor lingkungan tempat beliau belajar, sehingga mengira bahwa inilah aqidah Imam Ahmad rahimahullah. Disebutkan bahwa beliau orangnya banyak merujuk kepada para muridnya bahkan di permasalahan fiqih sekalipun. Beliau juga menyesal telah ikut-ikut mendalami ilmu kalam ini. Oleh karena itu Imam Ibnu Qasim an-Najdi mengatakan:
لعله لم يتنبه له
"Bisa jadi karena beliau tidak menyadarinya."
Juga terjadi beberapa perbedaan di matan (Durrah Mudhiyah) dan syarah (Lawami' Anwar) yang menunjukkan inkonsistensi beliau dalam menganut aqidah kalamiyah ini.
Beliau menegaskan dalam manzhumah nya bahwa beliau murni mengikuti manhaj salaf dalam beraqidah, di antaranya mengedepankan nash di atas apapun. Beliau merupakan orang yang berjasa menyebarkan aqidah salaf di Syam sebagaimana Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab di Nejd. Karena umur keduanya hanya terpaut setahun.
Semoga Allah merahmati ulama kaum muslimin dan memberi balasan atas kebaikan yang telah mereka persembahkan kepada umat.