Sabtu, 24 Juni 2023

Jika seseorang telah melakukan kebaikan untuk orang lain, maka janganlah ia mengatakan "tolong doakan aku" !

#NASEHAT_PENTING

Nasehat Syaikhuna Prof. DR. Ibrahim Ar Ruhaili حفظه الله : [Jika seseorang telah melakukan kebaikan untuk orang lain, maka janganlah ia mengatakan "tolong doakan aku" !!, berbuatlah kebaikan dan jangan meminta balasan dari orang, tetapi berharaplah pahala dan balasan dari Allah Azza Wa Jalla],.

Kadang kita telah menolong atau memberi kebaikan kepada orang lain lantas meminta agar didoakan, padahal kita sendiri bisa berdoa dengan bertawassul melalui amal kebaikan tersebut, dan ini akan lebih terjaga tauhid kita.

جعلني الله وإياكم مفاتيح للخير ومغاليق للشر،.
Ustadz muhammad alif 

2 hal yang dibenci anak Adam :

Baginda Nabi shallallaahu alaihi wa sallam bersabda :

2 hal yang dibenci anak Adam :

1. Kematian. Pdhal kematian itu bagi seorg mukmin adlh lbh baik dr fitnah.
2. Sedikitnya harta. Pdhal makin sedikit harta, makin sedikit hisabnya.

-Silsilatus shahihah Lil Albaniy-
Ustadz aditya 

Syaikh Utsman AL Khamis hafizhohullah menceritakan kisah antara Khalifah Abu Ja'far Al Manshur dan seorg pria. Abu Ja'far Al Manshur ini dikenal sbg seorg khalifah yg zhalim.

Di salah 1 sesi dauroh Batu bbrp wkt lalu Syaikh Utsman AL Khamis hafizhohullah menceritakan kisah antara Khalifah Abu Ja'far Al Manshur dan seorg pria. Abu Ja'far Al Manshur ini dikenal sbg seorg khalifah yg zhalim. 

Saat mengunjungi Makkah, pria ini meneriaki Abu Ja'far Al Manshur dan memberinya nasehat2 di muka umum. Kalau skrg semacam "demo".

Mk bbrp saat kemudian Abu Ja'far Al Manshur menyuruh pegawainya memanggil pria td utk ditawari jabatan menteri Amar Ma'ruf Nahi munkar. Pria td menyanggupi, lalu dibawa ke dpn khalifah. Kali ini dgn memakai pakaian kebesaran menteri.

Abu Ja'far berkata : bukankan kamu td yg berkata aku adlh seorg pemimpin yg zhalim? Ya, jwb pria td.
Engkau mau bekerja utk seorg pemimpin yg zhalim?? Tdklah engkau inginkan kebaikan. Engkau hny ingin dikenal org saja!!

Lalu pria td dijebloskan ke penjara.

Kisah ini mirip2 dgn apa yg terjadi skrg. Saat seseorg ada di luar pemerintahan, ia aktif demonstrasi. Namun stlh masuk ke kekuasaan, lalu 'mbleret', ngga ada lagi teriakan2 kritik yg seblmnya dia sampaikan. Tdklah yg ia inginkan selain kekuasaan atau popularitas..!

Syaikh Utsman Al Khamis membawakan kisah ini utk menghasung para penyeru kebaikan utk ikhlas.

Stlhnya beliau membawakan kisah yg 180 derajat berkebalikan antara ulama dan umaro, ttg seorg ulama kondang, ulama rabbani, aalimutsiqoh, al faqih al muhaddits, Sufyan Ats-Tsauri rahimahullaah...
Ustadz aditya di share ulang oleh ustadz nofiyardi amrullah

Jumat, 23 Juni 2023

Ringkasan kajian Syekh Doktor Malik Husain sya'ban Di Markaz As-sunnah Lombok(Bagian 2)

Ringkasan kajian Syekh Doktor Malik Husain sya'ban Di Markaz As-sunnah Lombok(Bagian 2)

Diantara hal yang dibutuhkan seorang muslim dizaman keterasingan:

5.menuntut ilmu
Diantara yang sangat dibutuhkan sesorang ditengah keterasingannya adalah menuntut ilmu,dan inilah yang diperintahkan oleh Allah diawal surat al'alaq,surat yang pertama kali diturunkan 
oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala : 

اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan!

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
Dia menciptakan manusia dari segumpal darah.

اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
Bacalah! Tuhanmulah Yang Maha Mulia,

الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
yang mengajar (manusia) dengan pena.

عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.

Dizaman banyaknya fitnah (kejelekan) maka diantara hal dapat membantu anda untuk menghindarinya adalah: menuntut ilmu.

Karna dengan menuntut ilmu anda dapat membedakan antara kebenaran dan kebatilan,dengan ilmu ada mengetahui mana yang dapat mendekatkan diri anda kepada Allah,dan mana yang dapat menjauahkan anda dariNya,mana malahan yang harus dikerjakan dan mana mafsadatvyang harus dijauhi.

Nabi mengabarkan bahwa diantara fitnah terbesar adalah fitnah Dajjal,Tapi Nabi juga mengabarkan ada seorang laki-laki-laki yang mendatangi Dajjal ( lelaki tersebut beliau sebutkan salah satu manusia terbaik) sambil berkata: "Aku bersaksi bahwa sesungguhnya engkau adalah Dajjal yang Nabi pernah sampaikan kepada kami dalam haditsnya."

Coba perhatikan,bagaimana lelaki ini tau bahwa itu adalah Dajjal? 
Jawabannya adalah dari hadits Nabi,sebagaimna tercermin dalam ucapannya" Nabi pernah sampaikan kepada kami dalam haditsnya"
brrti lelaki ini adalah penuntut ilmu,belajar hadits,dan ini sebagai dalil akan pentingnya ilmu,dan bahwasanya ilmu dapat menjaga anda walau fitnah yang menimpa begitu dahsyat.

6.bersatu dan tidak berpecah belah
Persatuan adalah rahmat,sedangkan perpecahan adalah azab,demikian yang pernah disampaikan oleh Nabi shallallahu alaihi wasallam.

Ketika ahlussunnah bersatu padu maka syaitan akan menjauh dari mereka,namun bila mereka berpecah belah maka merekapun menjadi lemah dan menuai kegagalan.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 

وَلَا تَنَازَعُوْا فَتَفْشَلُوْا وَتَذْهَبَ رِيْحُكُمْ وَاصْبِرُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَۚ

Janganlah kamu saling berselisih  yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan kekuatanmu hilang, serta bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.
(Al-Anfāl [8]:46)

Jadi persatuan adalah sebab kejayaan sedangkan perpecahan adalah sebab kegagalan.

7.Bersemangat mendakwahkan Agama yang benar ini
Diantara hal yang kita butuhkan di zaman keterasingan adalah,mendakwahkan agama yang benar ini kepada manusia,agar tidak menjadi asing lagi ditengah manusia.

Sebagaimana yang telah dilakukan oleh Nabi,beliau terus menerus mendkwahi kaumnya,meski dimusuhi,mengajak kepada tauhid dan menjauhi syirik,sampai manusia masuk ke dalam agama islam dengan berbondong-bandung.

Dan ingatlah hendaklah dakwah disertai dengan hikmah,dan nasihat yang santun,penuh kesabaran,berusaha membalas dengan yang lebih baik,mudah memaafkan,dan jangan mudah marah karna itu merupakan perangkap setan,karna bila engkau telah dipenuhi amarah maka engkau tidak akan bisa mengontrol ucapanmu.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman: 
وَمَنْ اَحْسَنُ قَوْلًا مِّمَّنْ دَعَآ اِلَى اللّٰهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَّقَالَ اِنَّنِيْ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ
Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan kebajikan, dan berkata, “Sesungguhnya aku termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri)?”
(Fuṣṣilat [41]:33)

وَلَا تَسْتَوِى الْحَسَنَةُ وَلَا السَّيِّئَةُ ۗاِدْفَعْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ فَاِذَا الَّذِيْ بَيْنَكَ وَبَيْنَهٗ عَدَاوَةٌ كَاَنَّهٗ وَلِيٌّ حَمِيْمٌ

Tidaklah sama kebaikan dengan kejahatan. Tolaklah (kejahatan) dengan perilaku yang lebih baik sehingga orang yang ada permusuhan denganmu serta-merta menjadi seperti teman yang sangat setia.
(Fuṣṣilat [41]:34)

وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا الَّذِيْنَ صَبَرُوْاۚ وَمَا يُلَقّٰىهَآ اِلَّا ذُوْ حَظٍّ عَظِيْمٍ

(Sifat-sifat yang baik itu) tidak akan dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang sabar dan tidak (pula) dianugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.
(Fuṣṣilat [41]:35)

وَاِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطٰنِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّٰهِ ۗاِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ

Jika setan sungguh-sungguh menggodamu dengan halus (untuk meninggalkan perilaku baik itu), maka berlindunglah kepada Allah! Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.
(Fuṣṣilat [41]:36)

Saudaraku sekalian:
Islam mulai dengan asing dan akan kembali asing sebagaimana ia mulai,maka beruntunglah orang-orang yang asing.

Semoga Allah menjadikan kita termasuk golongan yang terasing,senantiasa mengajak kepada kebaikan,bersabar menghadapi gangguan,mengajak kepada tauhid dan menjauhi kesyirikan,mengajak kepada sunnah dan menjauhi bid'ah,senantiasa mengamalkan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وأصحابه أجمعين. 
Diringkas oleh:
Mustaan Abu Nabilah

HAJI KE MEKAH NAIK SEPEDA

HAJI KE MEKAH NAIK SEPEDA

Aku selalu mendengar berita tentang orang-orang yang pergi haji naik motor, naik sepeda bahkan berjalan kaki. Kulihat bagaimana mereka tiba di Mekah di elu-elukan manusia, dipuji dan dipuja atas tekad bulat yang membaja dan keberanian yang luar biasa menempuh ribuan kilometer dengan sarana apa adanya. 

Aku juga kagum dengan kebulatan tekad mereka dan penghargaan manusia dari berbagai negeri yang dikunjungi serta support mereka atas perjalan spritual yang sakral ini. Akupun mendengar mereka diberikan banyak penghargaan hingga visa haji untuk orang tua dan keluarga yang mereka cintai.

Tapi semua itu hanyalah berita yang ku akses disebagian jejaring sosial dan viral. Namun Kini hal tersebut bukan sekedar cerita belaka, dengan mata kepalaku sendiri dan dengan telingaku sendiri aku mendengar dan melihat salah seorang sahabat alumni Yaman yang dulu awalnya ku kenal di kota Mekah, kini dengan modal sepeda ala kadarnya dan bekal seadanya berjumpa denganku di Malaysia dalam perjalanannya menuju Mekah katanya. Targetnya 8 bulan ia akan sampai ke Mekah. 

Berbagai macam hujjah , argumen, dan alasan yang ku kemukakan agar ia meninjau ulang niatnya, namun berat rasanya untuk ia terima. Padahal ada salah seorang teman baikku di negeri jiran berharap ia menetap mengajar dengan gaji besar, dan akan mengupayakan mencari sponsor utuk dapat menghajikannya kedua orang tuanya kelak bilamana ia mau menetap di Malaysia menjadi Da’i dan pengajar di daerahnya, namun ia masih bersikukuh akan melanjutkan perjalanannya. 

Kukemukakan bahwa apa yang dia jalani masih sangat samar hasilnya, mengingat sebagian negara yang akan dia lintasi, tidak punya hubungan bilateral dengan indonesia yang akan menyulitkannya melintas.

Tambahan lainnya kawanku itu hanya bermodal pasport belaka, tanpa dokumen perjalanan yang lengkap, tanpa sponsor dan surat jalan pendukung. “ Ana yakin antum kan sampai ke Thailand akhi, namun lepas Thailand mulai dari Myanmar, Bangladesh, India, Pakistan, Afgahanistan, Iran, Irak hingga ke Saudia adalah jalan yang masih samar untuk dapat di lintas” kataku padanya.

Belum lagi cuaca ekstrim diperjalanan, bahasa setiap negara yang asing baginya, kondisi jalan yang belum tentu mulus, melintas perbatasan, melintas negara yang rawan konflik ras dan agama semacam Myanmar maupun India, juga kemungkinan buruk keamanan yang tak ada jaminan, dicegat tukang begal hingga pencuri dan perampok jalanan, semua adalah tantangan yang cukup serius untuk dia tinjau ulang lagi perjalanannya.

Hujjahnya, ia ingin menghajikan kedua orang tuanya dengan cara ini, dia ingin semoga kerajaan Saudi Arabia simpati padanya dan menghajikan kedua orang tuanya yang telah tua renta. 

Letih aku menyampaikan bahwa apa yang dia lakukan kecil kemaslahatannya daripada besarnya kemaslahatan ia mengajarkan ilmu agama yang ada dalam dadanya. Apalagi yang diharap masih serba samar.” Bagaimana bila antum ditolak masuk Myanmar dan disuruh balik pulang, alangkah sia-sianya 3 bulan perjalanan yang antum tempuh?” Tanyaku padanya. Ia menjawab “aku akan kembali ke Bangkok ustadz cari visa dan terbang ke Bangladesh untuk melanjutkan lagi perjalanan” katanya.

Entahlah kawan-kawan pembaca, akupun tak tau kedepan apa yang terjadi dengan dirinya. Jelasnya kawanku dari Malaysia juga sempat berkata padanya:” coba sebutkan satu masyayikh sekarang dan para ulama yang ikut jalan antum? Sekiranya apa yang antum buat baik, ana yakin pasti kan banyak rombongan para ustadz , para da’i dan ulama nusantara yang ikut berombongan di belakang antum, tapi karena apa yang antum lakukan aneh di zaman yang banyak kemudahan Allah berikan pada manusia sekarang, maka tak ada yang nak ikut antum. Bilamana antum orang awam biasa bukan penimba ilmu ana tak risau, namun masalahnya antum punya ilmu yamg barus dizakati dengan mengajar. 8 bulan bila antum manfaatkan untuk mengajar maka akan dapat membuat orang banyak dapat pencerahan ilmu agama, menghafal Alquran dan semacamnya” ujar kawanku.

Bagaimana menurut para pembaca? silahkan komen, memberikan usulan dan dukungan sesuai dengan ilmu yang ada pada antum. Sebagai tambahan terakhir kawanku itu alhamdulillah telah selesai menamatkan hafalan Alquran 30 Juz, ahli syair dalam bahas Arab, sangat mengusai “buhur” dengan segal variannya. Tiga setengah tahun belajar di Yaman.

Lautan Malaysia-Indonesia, 6 Zulhijjah 1444/ 25 Juni 2023

Abu Fairuz Ahmad Ridwan My

Judul kitab di pic ini artinya: Kitab Tarbiyatul Aulad fil Islam (#Pendidikan_Anak dalam Islam) dalam timbangan kritik ilmiah. Disusun oleh Syaikh Ihsan bin Muhammad Al Uthaibi

Judul kitab di pic ini artinya: Kitab Tarbiyatul Aulad fil Islam (#Pendidikan_Anak dalam Islam) dalam timbangan kritik ilmiah. Disusun oleh Syaikh Ihsan bin Muhammad Al Uthaibi

Kitab ini merupakan sebuah kritik sekaligus sanggahan terhadap SEBAGIAN pernyataan-pernyataan menyimpang di dalam #kitab Tarbiyatul Aulad fil Islam karya Abdullah Ulwan -rahimahullah-. Penyimpangan tersebut dalam hal Aqidah, Fiqih, Hadits, dan gagasan pemikirannya.
Padahal, Kitab tersebut sudah sangat masyhur di negeri-negeri Arab, bahkan lembaga ilmiah dan fatwa Saudi Arabia pun mencetak ulang dan menyebarkannya.

Yang menarik dari apa yang saya baca dari pendahuluan kitab ini adalah bahwa Syaikh Ihsan meminta nasihat Syaikh Ali Hasan Al Halabi -rahimahullah- terkait rencana menyusun kritik ilmiah kitab tersebut lantas Syaikh Ali mengabarkan bahwa sebenarnya sejak dahulu ia telah meneliti (men-takhrij) hadits-hadits yang terdapat di kitab Tarbiyatul Aulad tersebut! Kemudian Syaikh Ali memberikan hasil takhrijnya itu kepada Syaikh Ihsan.

Dari kisah kedua syaikh tersebut mengandung faedah penting, yakni bahwa para Ulama itu adalah orang-orang yang sangat memperhatikan dan mengetahui “ilmu #Parenting” (cara mendidik anak), oleh karena itu, apabila kita hendak mengetahui cara yang benar dalam mendidik anak adalah dengan mempelajari kepada para #ulama atau kepada usatdz-ustadz yang telah mempelajari ilmu parenting dari para ulama. Bukan malah mempelajari ilmu parenting barat.

Tidak mungkin para ulama pembimbing umat melupakan dan menyepelekan ilmu yang sangat bermanfaat dalam mendidik generasi umat.

Hanya saja, para ulama atau para ustadz senior biasanya membahas “ilmu parenting” tersebut ditengah-tengah rutinitas #KAJIAN_RUTIN yang memang jarang dihadiri oleh kebanyakan orang. Biasanya saat kajian rutin fiqih ketika membahas Bab Hadhonah, Bab Nikah, dsb yang memang biasanya dibahasnya setelah pertemuan-pertemuan yang telah lama berlangsung, sedangkan jamaahnya udah banyak yang meninggalkan majlis tersebut. Allahul Musta’an.

Yakinlah! Syariat Islam adalah sempurna.
Ustadz Muchammad ilham al fiqhi

Berbeda dengan pemimpin yang terjadi dizaman sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Berbeda dengan pemimpin yang terjadi dizaman sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam.

Dari Sa'id bin musayyab, ia berkata 

٧. قَالَ اجْتَمَعَ عَلِيٌّ وَعُثْمَانُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا بِعُسْفَانَ فَكَانَ عُثْمَانُ يَنْهَى عَنْ الْمُتْعَةِ أَوْ الْعُمْرَةِ فَقَالَ عَلِيٌّ مَا تُرِيدُ إِلَى أَمْرٍ فَعَلَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَنْهَى عَنْهُ فَقَالَ عُثْمَانُ دَعْنَا مِنْكَ فَقَالَ إِنِّي لَا أَسْتَطِيعُ أَنْ أَدَعَكَ فَلَمَّا أَنْ رَأَى عَلِيٌّ ذَلِكَ أَهَلَّ بِهِمَا جَمِيعًا
Pada suatu ketika Ali dan Utsman rodhiyallahu'anhuma bertemu di 'Usfan. Utsman melarang melakukan haji tamattu' atau umrah. Maka Ali berkata, "Apa yang engkau inginkan dari melarang orang mengerjakan ibadah yang pernah diperbuat oleh Rasulullah ﷺ?" 

Utsman menjawab, "Biarkan kami dengan yang kami amalkan" Ali berkata, "Aku tidak dapat membiarkanmu begitu saja." Setelah Ali melihat yang demikian, lalu ia ihram untuk keduanya (haji dan umrah) sekaligus. 

(Diriwayatkan Imam Muslim: 1223-159)
Ustadz bilal abu dihya