Seni Melatih Nalar : Metode Unik Imam Abu Hanifah dalam Mengajar Fiqih
Dan di antara metode beliau (Abu Hanifah) dalam mengajar fiqih adalah: Bahwa ketika sedang mengkaji suatu masalah bersama murid-muridnya, beliau akan melontarkan sebuah kemungkinan pendapat, lalu beliau mendukungnya dengan argumen sekuat tenaga dari berbagai sisi. Kemudian beliau bertanya kepada murid-muridnya:
Apakah kalian punya argumen untuk menyanggahnya?
Jika beliau mendapati mereka semua setuju dan menerima pendapat tersebut, beliau sendiri yang kemudian mulai mematahkan pendapat pertamanya tadi, hingga para pendengar yakin akan kebenaran pendapatnya yang kedua. Lalu beliau bertanya lagi tentang pandangan mereka terhadap pendapat yang baru ini.
Jika beliau melihat mereka tidak punya sanggahan lagi, beliau akan mengambil sudut pandang ketiga, sehingga semuanya beralih ke pendapat ketiga tersebut. Pada akhirnya, beliau akan menetapkan hukum pada salah satu pendapat yang dinilai paling benar dengan dalil-dalil yang kuat. Inilah metode pengajaran fiqih yang menjadi ciri khas istimewa Abu Hanifah dan para sahabat (murid) beliau.
Ibnu Hajar al-Makki asy-Syafi'i berkata: Sebagian imam berkata: Tidak ada seorang pun di antara para imam Islam ternama yang memiliki murid-murid sekaliber murid Abu Hanifah. Para ulama maupun masyarakat umum tidak mendapatkan manfaat sebesar yang mereka peroleh melalui beliau dan para muridnya dalam hal penjelasan hadis-hadis yang samar (musytabihah), masalah-masalah yang digali hukumnya (mustanbathah), kasus-kasus kontemporer (nawazil), hukum peradilan, serta ketetapan hukum syariat.