Beberapa Penghambat dalam Menuntut Ilmu
Syaikh Ahmad bin ‘Awadh berkata dalam Hasyiyah 'ala Hidayat al-Raghib karya Syaikh ‘Utsman al-Najdi:
Ketahuilah, menyibukkan diri dengan ilmu itu memiliki banyak penghambat. Di antaranya yang tergolong fatal adalah:
● Terlalu berharap pada masa depan. Seseorang akhirnya menunda belajar saat ini karena merasa masih punya banyak waktu di kemudian hari. Padahal, belajar hari ini jauh lebih baik daripada besok, dan kemarin lebih baik daripada hari ini. Ingatlah, semakin tua seseorang, beban dan rintangan hidupnya akan semakin besar.
● Terlalu mengandalkan kecerdasan. Banyak orang kehilangan kesempatan berharga karena merasa cukup dengan kecerdasannya, sehingga ia meremehkan waktu dan terus menunda-nunda keseriusan dalam belajar.
● Berpindah-pindah fokus. Belum tuntas menguasai satu cabang ilmu, sudah pindah ke ilmu lain. Belum selesai belajar dari satu guru, sudah pindah ke guru yang lain. Hal ini ibarat meruntuhkan apa yang sedang dibangun.
● Mencari dunia dan mendekati penguasa. Sibuk mengejar harta dunia atau sering mondar-mandir ke pintu para pejabat/tokoh dunia.
● Mengejar jabatan. Jabatan adalah kesibukan yang sangat menyita waktu dan penghalang besar bagi ilmu. Begitu pula dengan kondisi ekonomi yang terlalu sempit, itu juga merupakan penghalang yang nyata.
📝 Madarij Tafaqquh al-Hanbali, hal. 98