mengulang ngulang dzikir yang sama dalam gerakan shalat -seperti rukuk dan sujud- tentu membuat bosan , bahkan bisa jadi kita tidak menghayati lagi maknanya. Maka memvariasikan bacaan dalam gerakan sholat bisa sebagai solusi agar setiap membaca bacaan tsb kita hayati maknanya, karena apa yang kita baca pada sebuah sholat berbeda dengan apa yang kita baca sebelumnya.
kira kira begitu maksud yang disampaikan syaikh Faridh Anshari dalam kitabnya "awwal marroh ushalli" sebagaimana di foto.
NB: Dalam madzhab hanbali bacaan rukuk wajib dengan redaksi "subhana rabbiyal azhim" dan sujud wajib dengan redaksi "subhana rabbiyal a'la". Maka jika ingin membca redaksi lain sebagaimana yang disebutkan di hadits-hadits nabi maka hal tsb dibaca pasca dzikir wajib tersebut.
Ust risqo Kamil