Minggu, 07 Desember 2025

Dulu udah lama pernah lihat beberapa teman posting makan enak terutama makan duren, sebagiannya saya japri saya katakan kasihan friendlist antum, tentunya banyak dari mereka yang juga ingin makan duren tapi ga punya uang buat beli, sebaiknya jangan dipamerin terus

Dulu udah lama pernah lihat beberapa teman posting makan enak terutama makan duren, sebagiannya saya japri saya katakan kasihan friendlist antum, tentunya banyak dari mereka yang juga ingin makan duren tapi ga punya uang buat beli, sebaiknya jangan dipamerin terus.

Barusan juga lihat video ustadz Ahmad Zainuddin hafidzahullah bercerita pernah beliau buat video dakwah tetapi disitu ada nasi gudeg yang masih ngebul, kemudian video itu tersebar hingga sampai ke ustadz Yazid rahimahullah. Ustadz Yazid telpon "ustadz Ahmad.. Antum gak kasihan sama orang-orang miskin yang gak pernah makan nasi gudeg? Kasihan.. Antum sombong dengan begitu.."

Kita tahu nasehat seperti ini tidak semua bisa menerima, sebagian akan berpendapat ini mubah-mubah saja, namanya juga sosmed, tidak niat untuk pamer hanya berbagi kebersamaan, bahkan juga berdalil dengan anjuran menampakkan nikmat Allah dll dll. Tapi bagaimanapun tetap diluar sana banyak orang miskin atau yang uangnya pas-pasan ngiler lihat antum makan enak. Apa gak kasihan?

Salaf kita dulu, apabila mereka membeli makanan dari luar dan mereka tidak bisa membaginya ke tetangga mereka, maka mereka akan menyembunyikan makanan  tersebut ketika mereka membawa pulang ke rumah, demi menjaga perasaan tetangganya. Mereka merasa tidak enak karena tak bisa berbagi.

Dari ‘Amru bin Qais, ia berkata:

كَانُوا يَكْرَهُونَ أَنْ يُعْطِي الرَّجُلُ صَبِيَّهُ شَيْئًا فَيُخْرِجُهُ ، فَيَرَاهُ الْمِسْكِينُ فَيَبْكِي عَلَى أَهْلِهِ ، وَيَرَاهُ الْيَتِيمُ فَيَبْكِي عَلَى أَهْلِهِ

“Dahulu mereka (para salaf) membenci jika ada seseorang memberikan sesuatu kepada anaknya, lalu ia membawanya keluar sehingga dilihat orang-orang miskin lalu ia menangis kepada keluarganya, dan dilihat oleh anak yatim lalu ia menangis kepada keluarganya” (HR. Ibnu Abi Syaibah)
Ustadz alex abu usaid 
https://www.facebook.com/share/163m5uAVSK/