Jumat, 12 Desember 2025

Syaikh Ahmad Syakir — rahimahullah — menyampaikan:

Syaikh Ahmad Syakir — rahimahullah — menyampaikan:

​"Adapun di zaman kita sekarang, mayoritas negara yang mengaku Muslim dan menyebut dirinya 'negeri Islam' justru menjalankan hukum buatan manusia sebagai pengganti hukum Islam. Aturan-aturan ini mereka ambil dari kaum musyrik, Nasrani, hingga kaum atheis. Ironisnya, Bahkan, mereka tidak lagi merasa perlu mencari-cari alasan untuk membenarkan tindakan tersebut."

​Sebaliknya, mereka secara terang-terangan melegalkan akad riba dan berbagai akad yang tidak sah dalam Islam. Hal ini terjadi karena mereka seolah-olah telah memeluk 'agama' lain di luar agama Allah, dengan cara tunduk dan menerima undang-undang yang bukan berasal dari syariat-Nya.

​Sebab, Islam itu adalah kesatuan antara ucapan dan perbuatan, serta sikap mendengar dan taat. Islam tidak akan diterima dari seseorang yang mengaku Muslim, namun di sisi lain malah menggadaikan dirinya dan bangsanya untuk patuh pada aturan para musuh Islam. Apalagi jika ia meyakini dalam hatinya bahwa tindakan tersebut adalah benar, bermanfaat, atau sekadar menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman. 

Padahal, dengan perbuatannya itu, ia sebenarnya sedang membatalkan apa yang ia ikrarkan sendiri lewat lisannya (dua kalimat syahadat)."

​📖 Ḥukm al-Jāhiliyyah, hal. 73–74

Diterjemahkan dari Fb Jewels of Hanbali Madhab
Ustadz reza