Minggu, 22 Maret 2026

Aku Tidak Mengetahui Ada yang Hafalannya Melebihi Ibnu Muflih

Aku Tidak Mengetahui Ada yang Hafalannya Melebihi Ibnu Muflih

Qadhi al-Qudhat (Hakim Agung), Jamaluddin al-Mirdawi, menuliskan dengan tangannya sendiri pada salah satu naskah kitab Al-Muqni’:

Telah membacakan kepadaku seorang syaikh; imam, alim, hafizh, ‘allamah (ulama besar yang sangat mendalam ilmunya), sosok yang menghimpun berbagai keutamaan, pemilik ilmu yang luas serta keutamaan yang tampak jelas, yaitu Syamsuddin Abu ‘Abdillah Muhammad, putra dari seorang syaikh yang shalih lagi ahli ibadah, yakni Muflih bin Muhammad al-Maqdisi, seluruh isi kitab ini, yaitu Al-Muqni’ dalam fiqih mazhab Imam yang diagungkan, Abu ‘Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hanbal radhiyallahu ‘anhu, dari awal hingga akhir.

Sebelumnya, ia telah berulang kali membacakan kitab ini kepadaku dari hafalannya, serta menanyakan kepadaku beberapa bagian darinya, lalu aku menjawabnya sesuai dengan apa yang Allah mudahkan bagiku pada saat itu.

Dan sungguh, ia juga telah membacakan kepadaku banyak kitab dalam berbagai disiplin ilmu, baik dengan hafalan maupun melalui mudzakarah (diskusi ilmiah). Aku tidak mengetahui seorang pun pada zaman kita ini, bahkan di antara para pengikut 4 mazhab sekalipun, yang memiliki hafalan lebih banyak daripadanya.

Di antara hafalannya adalah kitab Al-Muntaqa dalam hadits-hadits hukum. Ia membacakan dan menyetorkannya kepadaku dalam waktu yang mendekati empat bulan.

Ia juga pernah mengajar di Madrasah Ash-Shahibah, Madrasah Abu ‘Umar, dan Madrasah Al-Islamiyyah. Ia pernah menjadi mu‘id (asisten pengajar) di Madrasah Ash-Shadriyyah, serta syaikh di Dar al-Hadits al-‘Adiliyyah.

Burhanuddin bin Muflih berkata tentangnya:
​Beliau (Ibnu Muflih) adalah Syaikhul Hanabilah di zamannya, bahkan Syaikhul Islam.

​Ibnu Abdul Hadi menyematkan sifat kepadanya:
​Beliau memiliki wawasan yang sangat luas dan nukilan literatur yang melimpah; beliau sering kali menuntaskan pembahasan masalah-masalah fiqih dengan analisis yang sangat istimewa.

Dikatakan pula tentang beliau:
​Sesungguhnya beliau (Ibnu Muflih) adalah yang paling faqih di antara murid-murid Syakh (Ibnu Taimiyah).

​Ibnu Katsir berkata:
​Beliau telah mencapai puncak tertinggi dalam hal ketepatan menukil mazhab Imam Ahmad (Hanbali).

📚 Hasyiyah Ibn Nashrillah ‘ala al-Furu’ (1/21–22)