Ibnu Taimiyah berkata: "Berzikir dengan nama tunggal (اسم مفرد) —baik secara jelas (mazhhar) maupun tersembunyi (mudhmar)— adalah bid'ah dalam syariat, serta merupakan kesalahan dalam ucapan dan bahasa. Karena sebuah nama yang berdiri sendiri (tanpa penyandaran) bukanlah sebuah kalimat yang utuh, sehingga tidak bisa disebut sebagai keimanan maupun kekufuran..."
(Majmu’ah al-Rasail wa al-Masail - 2/249)
Penjelasan Singkat:
Maksud dari kutipan ini adalah kritik Ibnu Taimiyah terhadap praktik zikir yang hanya menyebut satu kata terus-menerus (seperti hanya menyebut "Allah, Allah, Allah" atau "Hu, Hu, Hu") tanpa adanya predikat atau kalimat yang sempurna (seperti Subhanallah atau La ilaha illallah). Menurut beliau, secara bahasa dan syariat, satu kata tunggal saja belum membentuk makna pujian atau pengakuan yang sempurna.