▪Jika 10 hari awal Dzul Hijjah lebih utama dari Ramadhan, tapi kenapa kita dan kebanyakan manusia lebih banyak bersemangat beramal di bulan Ramadhan?
๐Jawabannya:
Realitanya semangat manusia untuk beramal di bulan Ramadhan lebih banyak daripada 10 hari Dzul Hijjah, padahal beramal shaleh di hari-hari tersebut lebih dicintai oleh Allah dan lebih utama. Ini sesuai dengan apa yang dikabarkan Nabi shallallahu alaihi wasallam :
ุฅَِّู ุงูุดََّูุงุทِูู ุชُุตََّูุฏ ِูู ุฑَู
َุถَุงู، ََููุง َูุฎُْูุตُูุง ุฅَِูู ู
َุง َูุงُููุง َูุฎُْูุตَُูู ุฅَِِْููู ِูู ุบَْูุฑِِู
"Sesungguhnya syaithan dibelenggu di bulan ramadhan hingga mereka tidak bebas [menggoda orang yang berpuasa], sebagaimana mereka bebas menggoda manusia di bulan selainnya".
Pada hari-hari 10 Dzul Hijjah syaithan lepas bebas tidak terbelenggu sehingga dapat menghalangi dan menyibukkan manusia untuk beramal shaleh, berbeda dengan di bulan Ramadhan; syaithan tidak mampu menghalangi manusia.
Sebab itulah bersungguh-sungguh untuk beramal di 10 hari awal Dzul Hijjah lebih berat dan lebih sulit.
#Twet Syaikh Dr. Abdul Aziz As Syayi' ุญูุธู ุงููู.
------------
ููููู ุงููู ูุฅูุงูู
ููุนู
ู ุงูุตุงูุญ ูุชูุจู ู
ู ุงูุฌู
ูุน.
Ustadz Muhammad alif