🏹 *MEMAHAMI MAKNA BERBOHONG ANTARA SUAMI ISTRI*🏹
Berbohong merupakan dosa besar yang dilarang dalam agama islam,
namun Rasulullah mengecualikan 3 kebohongan yang diperbolehkan, salah satunya adalah *berbohongnya suami kepada istri, dan sebaliknya*.
Tetapi *apakah boleh membohongi istri dalam segala hal?*
Tunggu dulu, berikut penjelasan para ulama;
قال النووي رحمه الله في "شرح مسلم : " وَأَمَّا كَذِبه لِزَوْجَتِهِ وَكَذِبهَا لَهُ : فَالْمُرَاد بِهِ فِي إِظْهَار الْوُدّ ، وَالْوَعْد بِمَا لَا يَلْزَم ، وَنَحْو ذَلِكَ ؛ فَأَمَّا الْمُخَادَعَة فِي مَنْع مَا عَلَيْهِ أَوْ عَلَيْهَا , أَوْ أَخْذ مَا لَيْسَ لَهُ أَوْ لَهَا : فَهُوَ حَرَام بِإِجْمَاعِ الْمُسْلِمِينَ . وَاَللَّه أَعْلَم " انتهى .
Imam Nawawi berkata, "Adapun dibolehkannya suami membohongi istrinya atau sebaliknya, maka *maksudnya (bohong) untuk menunjukkan kasih sayang, (berbohong) menjanjikan sesuatu yang tidak menjadi keharusan,* dan semisalnya.
Adapun (suami) yang menipu (istri) supaya ia tidak menunaikan kewajibannya, atau (istri) menipu (suami) agar ia tidak menunaikan kewajibannya, atau berbohongnya (suami) agar bisa mengambil sesuatu yang bukan haknya, atau berbohongnya (istri) agar bisa mengambil sesuatu yang bukan haknya, maka *ini semua haram dengan kesepakatan ulama* (an-Nawawi/ Syarh Sahih Muslim)
وقال الحافظ ابن حجر رحمه الله في "الفتح" : " وَاتَّفَقُوا عَلَى أَنَّ الْمُرَاد بِالْكَذِبِ فِي حَقّ الْمَرْأَة وَالرَّجُل إِنَّمَا هُوَ فِيمَا لَا يُسْقِط حَقًّا عَلَيْهِ أَوْ عَلَيْهَا أَوْ أَخْذ مَا لَيْسَ لَهُ أَوْ لَهَا " انتهى .
Alhafidz Ibnu Hajar berkata dalam Al-Fath, "Para *ulama sepakat bahwa maksud bolehnya bohong antara suami istri adalah; dalam perkara- perkara yang tidak menggugurkan kewajiban suami (terhadap istri), atau (tidak menggugurkan) kewajiban istri (terhadap suami),
atau (bohongnya suami atau istri) yang tidak berakibat mengambil sesuatu yang bukan haknya,"
وقال الشّيخ ابن عثيمين رحمه الله في شرح رياض الصالحين (1/ 1790) : "كذلك من المصلحة : حديث الرجل زوجته ، وحديث المرأة زوجها فيما يوجب الألفة والمودّة ، مثل أن يقول لها : أنت عندي غالية ، وأنت أحبّ إليّ من سائر النساء ، وما أشبه ذلك ، وإن كان كاذبًا ، لكن من أجل إلقاء المودّة ، والمصلحة تقتضي هذا " انتهى .
Syaikh ibnu Utsaimin berkata dalam Syarh Riyadh asSalihin 1/1790, "Demikian juga (bohong) untuk kemaslahatan, yaitu suami berbohong kepada istri, dan istri berbohong kepada suami dalam perkara yang mengakibatkan bertambahnya keharmonisan, dan saling mencintai, seperti sang suami berkata kepada istrinya, "engkau wanita yang sangat istimewa bagiku," atau," engkau adalah wanita yang paling aku cintai dari seluruh wanita," dan semisalnya, semua ini dibolehkan meskipun bohong, akan tetapi semua itu boleh demi menumbuhkan rasa cinta dan kasih sayang, dan ini semua untuk kemaslahatan
والله أعلم .
✒Pasuruan, 21-4-2020, Abu Ibrohim Muhammad Ali AM.